
Sudah dua jam Acha menghela nafas ditengah kesibukan banyak orang diruangannya. Matanya hampir menitihkan air mata karena resah. Matanya selalu menatap kearah pintu. Semua sadar membuat Rey disana menatapnya dengan nanar.”Kamu nunguin Arga hm?”Tanyanya. ia sangat tau sang anak. meski bukan anak kandung tapi dari sorot mata Acha tak mampu orang lain pungkiri jika ia itu tau.
Acha menatap ayahnya. Rey mengusap kepalanya membuat ia mengangguk. Ia memainkan ujung kainnya.”Arga kemana yah Yah? Acha rindu. Dia enggak sayang Acha lagi yah?”Tanyanya. Pokoknya semua orang yang tak ada disana ia bilang tak sayang dia.
Rey menghela nafas dan melirik Rindu. Ia harus jawab apa? Ia tak tahu hingga suara Rian memecahkan keheningan.”Bunda.. auyah ada yang harus Rian bicarakan.”Ujarnya disana. Rian tak mau Acha sedih dan orang tuanya menjadi berbohong.
Rey menatapnya dan mengangkat alisnya. Achapun sama. Rian tersenyum dan berkata.”Bunda Rian sama Acha akan menikah.. Ayah Rian mau nikah sama Acha.”Ujarnya disana tersenyum. Rey dan Rindu saling tatap dan terdiam dibuatnya. Ia menatap Rian dan juga Acha dengan tatapan tak bisa dibilangkan santai.
Rian damn Acha menatapnya dengan nanar. “Ayah sama Bunda enggak restuin yah?”Tanya Acha disana. Rindu menatapnya seperti tak merestui membuat ia tak enak hati. Rianpun terdiam dengan jantung yang terasa jatuh. Acha mengeleng.”Bunda mohon restuin yah.. Acha suka bang Rian.”Ujarnya disana. Rian disana mel,irk Acha dibuatnya.
Rey disana menghela nafas dibuatnya. Ia mengusap kepala Acha lagi dan berkata.”Jangan pernah memohon restu untuk seorang laki-laki Acha. “Ujarnya membuat Acha diam.” Karena restu itu diminta oleh orang yang meminta kamu pergi dari kami bukan kamu. Sebab kamu adalah ratiu yang tidak pantas membungkuk hanya karena seorang laki-laki.”Ujarnya disana.
Rian terdiam dibuatnya.”Ay-ayah tidak setujuh? Bukanya ayah setujuh?”Tanya Rian tak terima.
Rey menatap Rindu dan menghela nafas.”Kami setuju. Tapi kalian harus dengar ini.”Ujarnya. Habib dan nayya saling tatap. “Bagaimana jika kita menikahi orang tua kalian saja dulu sebab mereka sudah pisah terlalu lama dan sudah diragukan lagi kesahhan pernikahannya akibat kejadian dulu. Baru kalian.”Ujarnya disana membuat Acha dan Rian saling tatap.
“Kita nanti aja enggak apa-apa kok Rindu. Yang penting mereka bahagia.”Ujar Nayya dan diangguki oleh Habib. Rey dan Rindu menggeleng.”Tidak bisa. sebab lebih cepat lebih baik, saya tidak mau mengatur hanya saja saya ingin kalian memulai dengan baru.” Ujarnya.
Nayya mengangguk dibuatnya "Jangan lupakan orang tuamu Nay. " ujarnya Rindu.
Nayya dan Habib mengangguk saja. Rindu disana kembali bicara.”Dan buat Rian dan Acha bunda dan ayah restuin kok.”Ujarnya membuat keduanya tersenyum.”Tapi kalian harus dengar ini, kalian dibesarkan oleh dua keluarga yang sama, dan akan menjadi keluarga dan ditengah keluarga yang sama. Bunda dan ayah ingin kalian bisa berfikir dengan bijak dan baik.”Ujarnya disana tegas.
Rian dan Acha diam.” Jika suatu saat kelak kalian rebut maka tidak ada yang memihak salah satu diantra kalian dan selesaikan didalam keluarga kalian, bunda dan ayah hendaknya kalian awet hingga tua dan juga sampai maut memisahkan kalian, tetapi manusia hanya mampu berharap bukan? Dan masalah takdir itu tidak mampu kita atur. Mangkanya saat ini bunda dan ayah katakan. Jika suatu saat kelak keluarga kalian ada retak atau apapun. jangan sampai keluarga ini pisah.”Ujarnya lirih.
“Pernikahan kalian memang tidak dilarang agama, tetapi dampak dari kalian menikah itu yang membuat kalian harus berfikir dua kali bukan? Rian bunda harap bisa mengimbangi Acha dan bunda harap Acha mampu menjadi sosok yang dewasa dan juga baik diwaktu yang mendatang. Rian harus menurunkan egonya dan Acha harus menurunkan sikaf kekanakannya. Kalian bagaikan air dan api yang sulit disatukan. Bunda takut kalian kenapa-napa. Tapi meski begitru bunda yakin kalian pasti bisa menjalankannya. Dan tidak ada alasan bunda menjauhi kalian”Ujarnya.
“Jadi bunda setuju kan?”Tanya Rian. Dan diangguki Rinndu membuat Rian segera jatuh dan memeluk kaki Rindu. Rindu kaget dibuatnya.”Eh bangun. Kok begini si...”Ujar Rindu menarik bahu Rian tang dibawah kakinya.
__ADS_1
Rian disana mencium kaki Rindu dan memeluk Rndu erat.”Bunda katanya syurga anak itu ada ditelapak kaki ibu, tapi karena ibunya rian sudah meninggal Rian yakin syurga Rian ada dikaki bunda yang sudah membesarkan Rian hingga selalu mendukung apapun yang Rian mau. Rian sayang bunda melebihi nyawa Rian. Bahkan Rian selalu berdoa untuk mencabut nyawa Rian sehari sebelum bunda diambil. Rian tidak akan snaggup hidup tanpa adanya bunda.”Ujar Rian menangis..
Rindu menepuk mulut Rian membuat Rian terdiam.”Kata-kata itu adalah doa.”Ujarnya membuart Rian menatapnya nanar. Rindu tersenyum dan berkata.”Bunda membesarkan kamu untuk meneruskan bunda, kamu harus jadi anak yang kuat dan juga berguna., membesarkan anak-anak penerus yang harus menjadi pintar cerdas dna berguna juga kayak kamu. Bukan hidup karena bunda. Jika suatu hari nanti bunda pergi kamu harus ingat pesan bunda. Bahagia selalu bagaimanapun kondisinya. Karena bunda selalu ada untuk kamu. Jika tidak didunia nyata. Maka akan ada dihati kamu.”Ujarnya membuat Rian menangis dan memeluknya. Rian tak akan sanggup jika tidak ada Rindu. Sosok ibu pengganti yang berjuang demi dirinya.
Rey disana menangis dibuatnya. Rian memeluk Rey dan berkata.”Rian juga sayang ayah. Terimakasih sudah menjadi sosok yang berjasa buat Rian dan Rani.. kalian malaikat kami.”Ujarnya.
Rey disana memeluk Rian dan berkata.”Dan kamu adalah kebahagiaan bagi kami.. bahagia selalu yah nak..”Ujar Rey disana membuat Rian mengangguk memeluk keduanya. Menangis dengan bahagia.
Acha disana dipeluk oleh ibu dan ayahnya. Acha disana ikut menangis dibuatnya. “Nanti jika suatu saat kamu butuh sandaran kamu pulang yah nak. Sebab bahu ayah selalu terbuka untuk kamu.”Ujar Habib membuat Acha mengangguk dan memeluk habib.
Pernikahan sudah ditetapkan. Habib dan Nayya menikah dua minggu lagi dan Rian dan Acha akan menikah satu bulan lagi. mereka menikah dihari yang berbeda, Nayya dan Habib menikah dipesantren dengan sederhana dan didatangi oleh santri santri saja. Sedangkan Acha dan Rian? Mereka akan menikahs ecara besar-besaran. Bukan karena mau boros, hanya saja pihak dari keluarga Rindu mau menikahkan mereka secara besar-besaran yang harus diketahui banyak orang. Rian salah satu bagian keluarga terkaya didunia tidak mungkin menikah secara keciil-kecilan. Achapun sudah dianggap cucu. Intinya mereka akan menikah dengan gaya mewah. Bukan membedakan. Nayya sendiri yang meminta menikah secara sederhana.
...----------------...
Plakk.. PLak... wajah Habib ditampar keras dua kali oleh ayahnya Nayya yang saat ini ada dihadapannya. Yah Nayya dan Habib pergi kerumah keduanya untuk meminta restu.
Nayya? ia hanya meringis melihatnya sebab ia sendiri juga tak tau harus bagaimana memisahkan mereka. Ayahnya yang marah sulit untuk dipisahkan.
“Masih berani kamu menemui saya untuk meminta anak saya kembali?!!!” Tanya ayahnya Nayya. ibunya? Ia menarik nayya dan disembunyikan dibelakangnya. Nayya hanya diam saja menatap sang suaminya yang dihajar habis-habisan.
Bugh.. Bugh.. arghh... Habib disana terdiam dengan luka disemua tubuhnya. Ia pasrah dan ia sudah menyiapkan mental hal ini. ia tau dan ia memang sudah sangat tau jika hal ini akan terjadi. Ayah Nayya disana memukulnya kuat.. meski sudah tua tapi ia tetap kuat untuk melindungi anak perempuan semata wayangnya ini.
“Ayahhh jangan.. kasihan mas Habib.”Ujar Nayya disana menatapnya lirih..
“Diam Nayya..!! gara-gara dia kami hampir kehilangan kamu kedua kalinya..!! bahkan kami harus berpisah dan berjarak dengan kamu..!!! kami harus menua tampa anak yang kami sayangi..!” Bentak ibunya Nayya. nayya terdiam dibuarnya sebab tau rasa orang tuanya.
“Dan sekarang dia mau ambil kamu lagi..!! sekarang dia mau kembali dan hidup bersama kamu sedangkan kamu susah payah hidup dan melahirkan anak-anak kamu..!!! sakit Nay sakit..!! Bunda tidak pernah mampu membayangkan bagaimana jika Rindu dan suaminya tidak menyelamatkan kalian..!! apakah kalian masih ada disamping kami seperti saat ini ha?!!!” Tanyanya berteriak. Nayya diam menatap bundanya nanar.
__ADS_1
“Tidak nay..” Ujarnya berteriak.
Ayah Nayya disana berdiri dihadapan Habib yang terduduk memegang wajahnya. Ia duduk dan menatap wajah Habib. Ia tersenyum miris dibuatnya.”Kamu liat ditubuh Nayya. apakah disana ada luka yang saya tore untuk dia?”Tanyanya. Air matanya jatuh meksi begitu membuat habib diam. “Ada bekas luka? Itu bekas luka dari kamu bukan saya.. Apakah kamu masih pantas untuk anak saya?”Tanyanya dengan nanar.
Ayahnya Nayya mengusap kepalanya. “Saya lelah kerja panas-panasan diluar sana.”ia memukul dadanya dengan nanar membuat Habib memejamkan matanya.” Saya diluar sana harus mencangkul sawah, menyadap pohon karet. Menanam dan juga menyiram kebun saya. Hidup ditengah hutan menghadapi matahari yang terit membakar kulit saya dan juga saya bisa melakukan semuanya demi anak saya.. Supaya dia tidak terluka, supaya dia tidak kelaparan dan supaya dia bisa sekolah dan hidup bahagia tidak seperti saya..!!!” Teriaknya. Air matanya jatuh dibuatnya.
Ayahnya mendekati Nayya yang menatap ayahnya. “Saya rela mengenakan baju sobek-sobek dan juga tidak ganti baju Lebaran asalkan anak saya bisa mengenakan baju sekolah yang rapi dan juga baju yang bagus.”Ujarnya disana. Nayya memejamkan matanya nanar dibuatnya.”Bahkan saya rela tidak mengenakan sendal asalkan anak saya mampu mengenakan sepatu yang bagus untuk dia sekolah dan juga bermain bersama teman-temannya.”Ujarnya disana. Nayya semakin menangis dibuatnya.
“Kamu lihat istri saya..!” Ujarnya menunjukan istrinya. Habib menatapnya nanar. :”Istri saya rela membantu saya kerja diladang. Panas-panasan. Kulitnya yang dulu putih harus menggelap karena matahari. Kenapa begitu? karena dia berkorban demi kulit anak kami yang putih tidak melepuh dan juga supaya dia bisq merasakan dinginnya AC DIsekolah dan kami mampu berharap supaya suatu saat kelak Nayya anak kami kerjanya tidak sepreti kami panas-panasan dan merasakkan dinginnya AC Diruangan tertutup. KAMU BAYANGKAN BETAPA KAMU MENYAYANGI DIA...!” Tekannya menunjuk Nayya. Matanya memerah, urat lebernya keluar diselah kulitnya yang mulai mengeriput, bahkan tulang-tulang ditangannya terlihat saat ini karena dimakan usia namun rasa sayangnya pada Nayya tiada habis nya dimakan waktu ataupun jarak dan juga takdir.
Habib disana diam menitihkan air mata dibuatnya. Sedari awal habib sudah diusir tapi dia tak sadar diri tetap hendak masuk membuat kedua orang tua Nayya mengamuk. Padahal mereka hendak memeluk nayya dan juga menyalurkan rasa rindu.. namun rasa marah kepada Habib lebih besar membuat mereka menghajar Habib terlebih dahulu.
Bibir ayah Nayya bergetar dan berkata.” Bahkan saya bisa tidak makan asalkan anak saya bisa makan. Dan tidak pernah saya biarkan satu tetespun air matanya jatuh dipipinya.”Ujarnya disana menekan kata-katanya dalam.”Tapi kamu..!! KAMU..!! Kamu malah menghancurkan semuanya, kamu hanucr mimpinya. Kamu hancurkan fisiknya dan kamu hancurkan fisikisnya hingga masa depan nya yang kami tata.. “Ujarnya disana menekan lagi kata-katanya.
Habib menangis disana. Nayyapun menangis hingga jatuh. Ayahnya menepuk dadanya.”Demi Tuhan saya katakana Habib..!! Jika tidak ada kehancuran yang lebih hancur bagi orang tua ketika melihat anaknya hancur...!! tidak ada yang lebih sakit ketika harus kehilangan anak kami ketika ia sedang hancur...!! demi Tuhan tidak ada..!!” Ujarnya disana menirihkan air matanya saking sedih dan pahitnya perasaanya saat ini,.
“Pertama kamu renggut penglihatannya hingga ia kehilangan warna harinya.”Ujar nayya disana membuat habib terdiam menatap lantai.”Lalu ia lumpu. Kamu ambil dunianya Habib hingga ia kehilangan dunianya. Ia kehilangan dunia untuk membuat puisi, novel dan juga semuanya. Dia kehilangan dunianya... hingga kau renggut juga kepercayaan dan kebahagiaanya ketika kamu memilih wanita lain untuk menjadi orang kedua dipernikahan kalian.”Gumamnya disana dengan dalam.
“Ayah...”Gymam Nayya memeluk ayahnya.
Namun ditahan ibunya. “Diam Nay. “Ujar ibunya memeluk anaknya. Nayya menggeleng, ia tak kuat menatap wajah ayahnya yang menyedihkan saat ini. ayahnya saat ini sangat sangat bersedih mendengar kabar mereka akan rujuk.
Ayah Nayya memukul dadanya lagi.” Kamu tidak tau kan bagaimana hancurnya ketika mendengar kabar anak kamu menjalankan semua cobaan itu? Bahkan kamu tidak tau kan bagaimana rasanya ketika saya mendengar kabar anak saya kehilangan penglihatan, lumpuh, bahkan dipoligami dan hampir diperkosa puluhan orang diluar sana? Hingga ia hamper mati karena mempertahankan anak kalian? Kamu tidak tau rasanya..! bahkan saat itu rasanya saya hanya ingin mati. Mati untuk kebahagiaan anak saya. Bahkan saya bilang sama Tuhan saya. ‘TUHAN KENAPA ANAK SAYA DILAHIRKAN JIKA DIA SEMENDERITA INI? APAKAH INI SALAH SAYA DULU? TUHAN TOLONG BERI SEMUA RASA SAKIT ITU PADA SAYA SAJA JANGAN PADA ANAK SAYA.”” Ujar ayahnya nayya menjatuhkan air matanya. Nayya meresahkan dadanyasesak mendengar semua hal itu
“Kamu tidak tau betapa hancurnya hidup saya ketika saya tau semua hal itu. Hingga hati saya menjadi sepi dan sunyi karena harus berjarak dengan anak kesayangan saya dan dimatikan dengan rasa rindu sampai tenggorokan.”Ujarnya menangis hingga jatuh. ."Kamu tidak tahu...!! "
Nayya segera memeluk ayanya tak kuat dibuatnya. 18tahun jarak mereka dipisahkan membuat ayahnya sangat-sangat terpukul karena rasa rindu yang menyekat ditenggorokan. Belum lagi membayangkan penderitaan Nayya membesarkan anaknya. Ayah mana yang sanggup? Ayah mana? Hiks hiks....
__ADS_1
Dan mudah nya Habib datang meminta rujuk kembali? Setelah semua hal menyedihkan menimpa anaknya?