
Kok prawat dimasuki si kak?apa hubungannya.?Liatin aja ye kan. nanti juga guna mereka ditulisan ini. Demi Apa gue jera nulis novel tentang Cinta karna komentarnya masyaallah Nusuk bund.
Karna beberapa karya dulu ga gini gini amat komentarnya. Udah tamat ini novel keknya gue balik ke Tema asli karya gue deh yakni " Bukan romantis dan yang kejam kejam alias action" Kaga mao lagi. Jerra gue hahaha..... Mao balik gue. kaga mao lagi dilapak percintaan mental gue terlalu lemah.
Mana Udah terganggu karena beban kulia ditambah beban keritikan dari pembaca, berasa kena mental dosen killer. Demi apa gue terima keritikan cuma mental aja mental kerupuk. Kena air lembek hahaha.... Makasih semua mari kita tamatkan.....
.
.
.
Dipagi Habib sudah mandi dikagetkan dengan nayya yang sudah bangun. Ia cepat-cepat menggusuk keplanya yang basah dengan handuk kecil ditanganya dan mendekat.”Eh sayang sudah bangun? Ada yang sakit hmm? dimana bilang sama aku. Aku panggil dokter yah buat periksa kamu.”Ujarnya cepat kepada Nayya.
Nayya meliriknya dan menggeleng. Habib diam menatap wajah Nayya yang Nampak tersenyum namun kosong.”Aku mau Acha. Dimana Acha mas?”Tanyanya lirih.” Dia baik-baik saja kan mas?”Lihatlah mata kucingnya membuat Habib terdiam dan terhenyak. Sebab ia tak tau harus menjelaskanya bagaimana.
Nayya menatap Habib terdiam itupun menjadi tak enak hati, hatinya cemas dan juga meronta meminta penjelasan.”Mas Acha baik-baik ajakan? Dimana dia mas? Masa aku tidak mau dia kenapa napa mas.,”Ujarnya melirih. Sangat lirih bahkan.
Habib disana mendekat dan mengusap tangan nayya mencoba menenangkan. Ia tersenyum kecut,”Acha disamping, dia masih dirawat dan belum sadar. Kamu harus cepat sembuh biar bisa ketemu sama dia yah. mungkin dengan adanya kamu dia bakal sadar.”Ujarnya melirih dan juga nanar,.
Nayya menatapnya kaget.”Maksud mas acha belum sadar sampai sekarang?!! Sudah berapa lama?” Tanya Nayya kaget. Habib diam menatapnya dengan ibah. Nayya mengusap dadanya sakit dibuatnya.”Mas acha baik-baik aja kan mas? Dia-dii--”
Ucapanya tercekat tak mampu diucapkan lagi. Habib pun segra menariknya dan memeluknya nanar. Ia mengusap pundak Nayya yang bergetar. Habib menahan diri untuk tidak menangis. Ia harus kuat sebagaimana yang Rey katakan ’ Jika ia saja tak mampu menahan diri dan menangis lantas siapa yang akan menenangkan Nayya dan anakmu kelak?’ Jadi ia harus terlihat kuat dan tegar. Tak boleh menangis dan tersenyum untuk keluarganya.
“Nay tenang nay. Acha baik-baik saja kok. Kamu harus cepat sembuh mangkanya, supaya bisa liat Acha dan bantu berdoa supaya dia baik baik aja.”Ujarnya berbisik..
Nayya disana mengeleng.”Mas aku mau lihat acha mas sekarang hiks hiks..”
Seorang ibu tak akan memikirkan keadaanya untuk anaknya yang ia sayangi. Sama halnya dengan nayya, sebab baginya nyawanya tak ada harganya dibandingkan nyawa anaknya. Sama halnya dengan semua ibu didunia ini. tapi bagaimana dengan anak? Apakah mereka juga sama seperti perasaan seorang ibu?
Haha diragukan,mangkanya saat orang tua sudah tua banyak orang tua yang ditelantarkan.
__ADS_1
Habib mengeleng lemah.”Mas..”Gumam Nayya lirih.
Habib menghela nafas dan mengusap kepala Nayya.”kamu harus kuat, kamu baru bangun. Kamu harus istirahat dulu yah dan jangan banyak gerak supaya luka kamu cepat kering.. masalah Acha mas akan jagain, ada Rian juga yang jagain dia. Sekarang kamu harus focus pada diri kamu jangan memikirkan Acha dulu hm..” Ujarnya lembut.
Nayya mengeleng nanar. Hatinya tak akan tenang jika belum melihat Acha baik-baik saja. Dadanya sesak mengungat Acha yang terluka karenanya. Habib mengusap dahinya dan juga meniupnya pelan.”kamu harus ingat jika Acha berkorban demi kamu kan? Mangkanya kamu harus sehat dan baik-baik saja supaya pengorbanan dia untruk kamu yang baik-baik saja ini terbalaskan. Kamu mau buat Acha sedih karena perjuangannya sia-sia hmm? ia sayang kamu, kamu sayang dia kan? Mangkanya kamu harus baik-baik saj abaru ketemu dia yah.”Ujar habib membujuknya.
Nayya disana menarik ingusnya.”Aku baik-baik saja.”Ujaar nayya lemah menggigil.
Habib kembali memeluknya dan juga menahan sesaknya,”Maaf. Kamu berbohong... saya tau Nay kamu tidak baik-baik saja. Saya akan selalu ada untuk kalian jadi jangan takut yah. mas ada untuk kalian selamanya.”Ujarnya melirih.
Nayya disana menitihkan air matanya, ia diam dipelukan Habib dengan rasa yang menggebu-gebu. Rasa dimana ia tak tau lagi harus apa. Dunianya terasa hancur ketika tau anaknya tak baik-baik saja. Tuhan tolong, jika bisa ia ingin bertukar poisisi saja pada anaknya. Ia mau anaknya yang sembuh dan dia yang pergi ia ikhlas sebab baginya hidupnya hanya untuk anak-anaknya. Sungguh..!!
Habib mengusap pipi Nayya dan menarik bibirnya keatas. Ia tersenyum dan berkata.”Tersenyum dan berdoa yah sayang.. yakin jika putri kita akan baik-baik aja. Ingat Innallaha Ma’ana... kita serahkan semuanya sama Allah karena Allah maha tau segalanya.”Ujarnya bergetar menahan tangisnya. Bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Kalian pernah tidak si menahan tangis yang mendesak? Sesak bukan dadanya?nah begitulah Habib saat ini.
Nayya mengangguk pasrah. Habib tersenyum dan memainkan jari Nayya pelan.”Jodoh. maut. Rezeky, Itu sudah ditentukan sama Tuhan, mau mau memanngis darah sekalipun jika Tuhan sayang Acha pasti ia akan mengambilnya. Baik dengan cara begini atau dengan cara lain jika waktunya ia pergi maka Tuhan akan mengambilnya dari kita. “Ujar Habib bergetar.”Kamu harus sbar dan berdoa supaya Tuhan jangan ambil acha. Kita masih sangat menyayangi acha sampai kapanpun.”Ujarnya lagi memainkan jarinya.” Sebab saya juga sayang dia Nay. Tapi saya bisa apa selain berdoa?”Tanyanya bergetar. Air matanya terus ingin meluncur tapi ia harus menahanya. “Saya hanyalah ayah yang tidak bisa apa-apa.”Lirihnya,
Nayya Disana menatap habib ibah. habib terpaksa senyum diselah matanya yang berkaca-kaca dan berair.”Jangan sedih yah. kita akan sama-sama berjuang dan berdoa buat Acha supaya Tuhan tidak ambil acha dan ia bisa ada ditengah-tengah kita lagi.. Acha kuat untuk kamu, masa kamu enggak mau kuat demi acha?”Tanyanya. Nayya mengangguk lirih saat ini karena terhipnotis akan Habib yang memperlakukanya dengan tulus.
“Yah. nay harus kuat.”Ujar Nayya. Habib mengangguk dan memilih pergi memanggil perawat dan pasien. Namun ketika pintu itu tertutup ia membelakangi pintu dan menumpahkan air matanya yang hendak meledak. Ia menahan dadanya yang sesak karena tak kuat.
”Habib jangan lemah. Kamu laki-laki dan kamu pemimpin, kamu tidaklah boleh terlihat menyedihkan karena kamu adalah penguat bagi istrimu. Jika kamu lemah dan menangis lantas siapa yang menguatkan dia? Siapa yang menguatkan Acha?”Gumamnya lirih. Ia disana mengusap air matanya dan juga memasang senyum lirihnya.”Aku Habib harus kuat. aku harus bisa kuat dan menjaga mereka. Harus.”Gumamnya lirih namun lebih tekat dalam hati. Ia mengusap pipinya dan melangkah meski dalam keadaan yang sesak..
Disisi lain ada senyum yang mengembang menatapnya. Iya, dia Rindu. Dia memang sengaja tidak datang untuk Habib, ia sengaja tak mengambil keputusan apapun. ia membiarkan habib melangkah maju dan mengambil kepemimpinan. Ia menghela nafas dan berkata.”Kadang manusia memang butuh dicambuk supaya tau jika cambukan itu sakit dan sadar jika mencambuk orang lain itu tidak baik karena menyebabkan rasa sakit. Sama layaknya dengan dewasa. Dewasa itu bukan hanya tentang umur. tapi tentang pemikiran dan pengalaman. Orang yang memiliki pengalaman yang luas apalagi hal yang menyakitkan terlalu berkepanjangan pasti akan mudah mengontrol diri. Ia tak mudah patah dan mudah hancur. mangkanya kadang Tuhan membutuhkan menyakiti Umatnya supaya Umatnya bisa sadar akan kesalahanya dan memperbaiki kesalahanya.
Tapi terkadang manusia ditegur akan kesalahanya eh malah menyalahkan Tuhannnya. Tuhan berniat baik menegur kesalahanya eh malah menjauhi Tuhan . padahal sesungguhnya ketika manusia diberi cobaan atau teguran itu tandanya Tuhan merindukan kita. iya.. Dan itu artinya Tuhan masih Memperhatikan dan menyayangi kita.
......
Eeeeeott... ini part author yang ingin cerita yah buat kalian. Ini hukan bermaksud riyak tapi memang ingin cerita ajah karena rasa baper author pada Allah yang sudah menjaga dan juga sudah melindungi Author tyang penuh dosa ini..
Cerita Nyata...
__ADS_1
Kemarin kan Aku(Author) Pergi kekota buat beli barang-barang persiapan KKN, nah itu jauh yah sejam lebih perjalanannya, nah teman author out rumahnya jauh dan berlawanan, tapi dia tak bisa bawa motor. Author ajakin nih sama aku buat ketoko untuk beli peralatan-peralatan untuk KKN. Disana aku yang bawa dari pergi sampek pulang bahkan nganterin kerumahnya yang beda arah.
Tapi diperjalanan ketika sholat Dzuhur itu aku ngajak temen sholat dulu dimasjid tapi dia nolak dan bilang ’Nanti sholatnya ditoko aja kan disana ada mushola’
Terus aku jawab’ Yakali kalo sampek ditoko. Kalo enggak? Kalo dijalan kita kecelakaan lalu mati berarti kita mati dalam keadaan kafirkan?”
Gitu. Terus dia pun hanya bilang iya aja dan kita langsung berhenti dimushola kan. Nah ketika kami sholat itu ternyata turun hujan deres banget. Disana aku berfikir berarti kalo kami tetep jalan itu pasti kami bakal kehujanan lagikan dan basah. dan disana aku beryukur banget.
Pas udah hujan gitu kami lanjut perjalanan sampek ke tokoh. Disana aku berdoa’ semoga enggak hujan soalnya aku mudah sakit dan juga lemah. Nah Tepas saat kami sampai ditokoh Pas banget turun hujan deres banget. Disana aku kembali beryukur karena Allah lagi-lagi menjaga aku. Terus pas kami keluar tokoh selesai beli barang hujan kembali reda dan aku ketiduran mau jalan sebelum pulang nggak tau kenapa.
”Kita ke Bim aja dulu yuk, soalnya aku mau beli baju’ bilangku
Terus temenku pun mengangguk aja dan memilih dibim tempat perbelanjaan. Ternyata pas kami sampek Ke BIM kembali hujan deras.
Tepat bangat kan? Kalo kamu milih pulang pasti kehujanan dijalankan.
Pas keluar BIm Tepat lagi hujan sudah berhenti. Lagi lagi aku baper dan juga pen nangis. Kok bisa tepat gitu yah kan?
Apa lah kalian percaya akan kata "kebetulan yang berlanjut??? "
Dijalan pulang aku juga memilih sholat dimasjid senbab sudah ashar tapi sudah cukup lama. Disana aku berhenti dimasjjid ternyata Tepat lagi pas kami berhenti hari sekakin hujan deres dan petir kami pun sholat. Pas kami sudah sholat hujan kembali meredah. Tepat pGi gigi seakan dunia sedang menjaga aku. Seakan hujan tau doa aku. Dan itu sampel aku pulang ngabterin dia kerumah dan pulang kerumah aku sumpek kerumah hujan nggak lagi turun.
Dan saat aku sudah sampai dirumah, kurang lima menit hujan petir turun lagi. ..itu ngebuat aku bangus BAPER. boleh kan bapet sama Allah.?
Kenapa selalu tepat begitu? Salah suatu kebetulan yang beruntun?
Ini kisah nyata aku yah. demi apapun aku terharu banget,.sampek dijalan pen nangis. Baik banget kan? Karena kemarin aku enggak bawa mantel, cuma pakek cardigan rajut yang tebel tapi tetep aja bikin sakit. Aku mudah lelah dan mudah tepar kalo hujan aku yakin disaat itu aku bisa sakit lagi. tapi Allah baik banget sampek berkali-kali ia menghentikan hujan dan kembali menderaskan diwaktu yang tepat.aku bukannya sok atau berasa aku special dimataTuhan tapi disini aku dibuat sadar kalo Allah tu sayang banget sama Hamba-hambanya. Dia lebih tau dan lebih memahami kita sebagai hambanya.. dia tau kebutuhan kita apa bahkan tanpa kita intai. Dia tau Fisik kita dia tau pertahanan kita. Asal kita ngga tidak melupakan Nya dan mengutamakan dalam keadaan apapun.
Nah buat kalian yang tetep baca cerita aku yang ini tolong yah buat selalu jaga sholat meksipun dimanapun kalian berada. Mau dibilang sok alim sama teman karena selalu solat, mau takut kehilangan waktu karena Tuhan. Ingat Tuhan punya hal yang lebih baik ketika kita mengutamakannya dibanding dunia.
Selalu ingat Tuhan kalian( agama apapun kalian soalnya kemarin aku baca komentar ada juga yang Nonis yang baca ini novel) Selalu berprasangkah baik dan selalu ingat kalo sesungguhnya Allah maha tahu apa yang kita tidak ketahui. Keep calm yah.. jangan lupa bersyukur hari ini.
__ADS_1