
Tak lama setelahnya ada Habib yang mendekati Fatih dengan raut bingungnya.. Nampak Nayya dan Fatih terilihat dekat membuat ia menghela nafas dan juga menggeleng..
“ Hm.. Fatih.. Nayyaa.” Panggilnya disana karena belum ada yang menyadarinya disana.. ia menatap Nayya dengan tatapan sulit diiartikan.
Baik Fatih maupun Nayya terkejut dibuatnya. Namun Fatih hanya menghela nafas dan tersenyum.” Bang..”Ujarnya bangkit dan membungkuk kepada Habib sebagai tanda sopan santun.
“ Hamm ini Niang sudah makan.. “Ujarnya disana.
“Hmm Fatih..”Pangil Nayya membuat Habib disana tertegun dan tak jadi bicara. “ Jangan panggil Niang.. panggul Nayya saja.. soalnya saya tidak betah dipanggil Niang ataupun Mbak.. katanya umur kamu baru 17tahunkan? umur aku baru 18tahun kurang.. “Ujarnya membuat Fatih disana diam sedangkan Habib menatap Nayya dengan guratan didahinya.
“Nay.. dia itu adik ipar kamu.. jadi tidak patas dia memanggil kamu tanpa sebutan Niang.. “Ujarnya Habib membuat Fatih mengangguk dan menyahut.
“Benar Niang.. tidak baik jika tidak ada sapaan, karena ini sudah menjadi budaya kita dipondok.”Ujarnya membuat Nayya menghela nafas dan mengangguk. Sebenarnya Nayya malas bertemu Habib, tapi mau bagaimana lagi? Habib itu suaminya.
“ Yasudah Nayya jika begitu ayo kita kekamar yuk.. hari sudah malam, kamu harus istirahat..”Ujar Habib menarik kursi roda Nayya dan menatap kosong ke Fatih dengan tersenyum.”Terimakasih Fatih sudah mau membantu Niang kamu.. “Ujarnya membuat Fatih tersenyum dan mengangguk.
“Kalo gitu kita pergi dulu ya Fatih.. kamu juga harus istirahat..”Ujar Habib menepuk pundak adiknya itu lembut..” Assalamu’alaikum Fatih.”Ujarnya membuat Fatih menjawabnya dan tersenyum, ia tetap tersenyum Melihat Nayya yang diam saja..
“ Jangan lupa ya janjinya. Janji adalah hutang loe.. nanti kalo enggak ditepatin aku bakal tagi diakhirat..!”Ujar Nayya sedikit keras membuat Fatih terkekeh dan menjawab.
”Siap kanjeng Niang..!”Ujarnya membuat Nayya terkekeh dan Habib yang menherjab. Kenapa rasanya hatinya panas ya? Ada apa dengannya?
__ADS_1
Sepergian Nayya dibawa Habib membuat Fatih mengusap wajahnya dan menghela nafas..
Merasa teputan dipunggungnya dan seseorang itu berkata.”Ingat Fatih... dia Niang kamu, istrii kakak kamu..!”Itu kyai Abu kepada anaknya, ia sudah melihat semuanya sejak tadi dan tidak tahan untuk mempringati anaknya.
Kyai abu menghela nafas dan berkata lagi.” Dia bukanlah makhrommu.. jadi jaga jarakmu supaya tidak menimbulkan zina dan fitnah..”UjarnyaAbinya,
Faith Disana mengangguk dibuatnya dan tersenyum.” Kadang Fatiih tidak boleh egois Bi.. Fatih merasa sangat berdosa ketika melihat orang yang baik tapi tersiksa tapi Fatih diam saja.. “ujarnya Fatih disana membuat abinya menatapnya.” Dan insyallah Fatih tau apa yang Fatih lakukan ini salah ataupun benar..”Ujarnya lalu menghela nafas.
“Fatih pergi dulu yah abi. Dan terimakasih atas saran yang abi kasih.. Abbi tidur gih.. Fatih mau tidur... Assalamu’alaikum..”Ujarnya membuat kyai abu menatap anaknya itu dengan helaan nafas .
Fatih meninggalkannnya dengan keadaan banyak pertanyaan dan pernyataan diotakknya sekarang. Sedangkan Fatih menghela nafas dan melaju kekamarnya dengan menunduk. Ia sosok yang masih muda namun jiwanya adalah jiwa yang tegas dan juga dingin kepada siapapun, ia juga pendiam.
Kyai abu tau jika memang Fatih adalah anaknya yang sangat santun, tapi sangatlah berprinsip. Kadang prinsip Fatih itu bisa dikatakan keluar dari nalar dirinya. Anaknya Aisya yang kurang ajar dan jauh dari tata karma itu. Habib yang santun dan sangat lembut, bahkan tak pernah ia melihat Habib marah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dikamar Habib menghela nafas melihat Nayya yang tertidur disampingnya iu. Matanya sukar mau tertutup karena merasa sangat bersalah.” Hmm.. Nay.. Kamu sudah tidur?” Tanya Habib disana kepada Nayya yang sudah menutupi matanya itu.
Nayya yang sebenarnya belum tidur itupun membuka matanya dan menggeleng.”Belum..”Ujarnya menghela nafas membuat Habib mendekatinya dan menaruh kepalanya diguling ditengah tengah.
Habib menatap wajah Nayya dengan sendu, wajah yang sangat lembut dan juga santun. “Hamm. Aku Cuma mau bilang.. aku minta maaf ya,, maaf aku enggak bisa jagain kamu selama ini, bahkan hampir satu minggu ini kamu tambah sakit. Aku memang enggak becus jadi suami kamu..”Ujarnya disana menghela nafas. Ingat wajah ibunya Nayya yang membencinya dan memarahinya membuat ia menghela nafas berat.
__ADS_1
“Memang,, kamu memang tidak becus jadi suami..!”Ujar Nayya jujur membuat Habib disana menatap Nayya terkejut. Ia pikir Nayya akan berkkata lembut dan juga menenangkanya. Ya. ternyata tidak.
” Nayya hanya jujur, karena memang Nayya tidak diurus secara baik disini. Nayya mau pulang aja ya..”Ujarnya disana membuat habib menatapnya dnegan lebar.
“ Pulang kemana si Nayy?” Tanya Habib duduk menatap wajah Nayya itu..
"Rumah Nyya lah. "
”Ini sekarang udah jadi rumah kamu. Jadi ya kamu pulangnya kesini. Jika kerumah kamu, itu bukan pulang, tapi mengunjungi. Karena sekarang kamu sudah menjadi bagian dari saya.”Ujarnya disana Karena tidak mau Nayya pergi. Nayya tanggung jawab dirinya.
“ Tappi Nay tidak mau disini.”Ujar Nayya disana jujur lagi. Nayya soosok yang bicara apa adanya membuat Habib tau hal itu. “ Jadi lebih baik Nayya pulang aja dan berusaha buat bisa jalan lagi. setidaknya jika dirumah Nayya tidak akan dihina dan akan dijaga dengan baik oleh abang Cakra atau ayah dan bunda.. “Ujarnya lagi membuat siapapun tau maksudnya. Jika sebenarnya disini tidak ada yang menjaganya.
Habib merasa hatinya kembali teriris. Ia mengusap rambut panjang Nayya dan menghela nafas, ia menatap Nayya dan ingin sekali memeluk Nayya, namun ia tidak berani.” Kita tidur yuk.. jangan bicara lagi. Besok aku libur, jadi kita bisa main dan mengelilingi pesantreen..”Ujarnya tak mau mengajak Nayya bicara lagi. Karena kejujuran yang Nayya sampaikan itu menyakitkan dirinya, menampar dirinya. Bahkan membuat ia terhempas kedasar lautan.
Nayya menghela nafas dan juga menutup matanya.. “ Kamu itu baik banget Habib, tapi sayang. Kamu tidak memiliki jiwa kepemimpinan, jika kamu begini terus, kamu tidak akan bisa memimpin diri kamu sendiri. Lembut boleh tapi sifat bijaksana itu harus ada. Karena pada kenyataanya kamu adalah imam untuk keluarga kamu. Jika kamu kek gini kamu bakal ditindas dan dihina terus.. belajarlah untuk menjunjung tinggi harga diri kamu supaya orang lain bisa menghormati kamu.. Dan yah... Tegaslah supaya nanti kamu tidak menyesal diakhir cerita.."”Gumamnya membuat Habib mendengarnya tertegun. Apakah ia memang tidak setegas itu? Habib menatap wajah Nayya yang Nampak tak mampu ia tebak. Ternyata banyak hal yang ada diNayya yang belum ia ketahui.
Ambil keputusan yang tegas. Siapkan mental atas segala risikonya. Jika tidak, kita yang akan dipermainkan oleh keputusanmu itu.
Tegas bukan sekedar bicara keras, tapi bersikap yang jelas. Bukan pula banjir wacana, tapi berani bertindak nyata.
Setela selesai Nayya tidur meninggalkan Habib yang tetap menatap Nayya dan mencerna kata-kata nya tadi....
__ADS_1
Jangan lupa like.. komentar dan vote ya...