
Langkah kaki Rey menuju makam wanitanya. Wanita yang paling ia cintai itu sangat lamban, ditanganya ada Yasin dan juga bunga yang ia bawa. Ia disana tersenyum sedih menatap makam yang masih basah. Makam itu tidak dihias sama sekali, bahkan tidak disemen atau diapa-apakan meski ia orang kaya sekalipun. Tidak ia tak membuat hal itu.
.
Sebab dulu Rindu pernah berpesan jangan lakukan hal itu, sebab ia hanya ingin meninggal sebagaimana orang meningeal. Hal yang begitu tidaklah baik dan tidak dibenarkan dalam agama islam. Mangkanya Rey menurut saja dan hanya meletakkan dua batu nisan untuk disisi kepala dan kaki.
Setiap disebutkan kata kuburan, umumnya yang terlintas dalam benak pikiran adalah rasa takut, khawatir, dan cemas. Perasaan inilah yang oleh sebagian kalangan ingin ditepis dan dihilangkan dengan cara membuat kuburan tampak terlihat ramah dengan dibangun (dikijing) dan diperindah agar orang yang melewati kuburan menjadi lebih tenang dan tidak takut. Bahkan ada juga yang mengecat kuburan dengan beraneka warna, hingga kuburan yang awalnya menyeramkan, justru dipandang sebagai objek seni yang indah. Lantas bagaimana syariat menyikapi realitas tersebut?
Rasulullah pernah bersabda dalam salah satu haditsnya: مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ “Tidak aku lihat pemandangan, kecuali kuburanlah yang paling menakutkan” (HR. Ahmad).
Berdasarkan hadits tersebut, kuburan sejatinya memang dicirikan sebagai tempat yang menyeramkan. Hal ini tak lain ditujukan agar orang yang melihat dan menziarahi kuburan dapat mengambil iktibar dari keadaan orang yang telah meninggal, sehingga ia semakin bertambah ketakwaannya dan semakin mempersiapkan bekal dalam menghadapi kematian. Tidak heran jika Rasulullah melarang membangun kuburan dan memperindahnya dengan diplester. Dalam hadits dijelaskan:
«ﻧﻬﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﺠﺼﺺ اﻟﻘﺒﺮ، ﻭﺃﻥ ﻳﻘﻌﺪ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺃﻥ ﻳﺒﻨﻰ ﻋﻠﻴﻪ» “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk memplester kuburan, duduk di atasnya dan membangun kuburan” (HR Muslim).
Larangan dalam membangun kuburan (jawa: mengijing) ini oleh para ulama diarahkan pada hukum makruh ketika tidak ada hajat dan jenazah dikuburkan di tanah milik pribadi. Berbeda halnya jika mayit dikuburkan di pemakaman umum, maka hukum membangun kuburan adalah haram dan wajib untuk membongkar bangunan tersebut, sebab akan berdampak pada memonopoli tanah yang sebenarnya digunakan secara umum...
Matanya sudah menampung air mata yang sebntar lagi akan keluar. Ia mencaut beberapa rumput yang mengitari makam istrinya itu. Hawa panas disana tidaklah terasa sebab makam Rindu tepat dibawah pohon bunga yang Rey sendiri tidak tau namanya. Hmm kamboja sepertinya deh karena ada banyak bunga yang jatuh dimakam istrinya dan membuatnya sangat cantik.
Air mata rey jatuh dengan diam. Ia menatap makam itu namun ia tak mampu bicara saking sesaknya hatinya. Ia menggigit bibir bawanya disana dan mengusap pipinya yang basah. Ia menatap nama Rindu yang tertuilis dibatu nisan itu. Ia kembali mengusap pipinya dan menangis dengan pecahnya. Ia harus apa menahan rindu ini? sungguh tidak ada yang lebih sakit dari menahan sakit karena istrinya namun takmampu bertemu. Sakit ini seakan-akan tanpa penghujung. Tak ada obatnya yang ada hanya terbiasa akan rasa sakit. Menumpuk sakit dan rindu hingga meledak.
Rey memejamkan matanya merasa angin menerpa wajahnya. Namun ia tertegun merasa hangat angin tersebut. Seakan mengusap wajahnya dengan lembut. Itu tangan Rindu.. apakah itu hanya hayalan semata? Namun tidak.. itu pasti istrinya aka nada disini menatapnya dengan sedih.
Ia mengusapp matanya dan tersenyum.”Saya datang Sayang... saya datang kepada kamu.. kamu baik-baik saja kan disana? Sebab disini saya tidak baik-baik saja.. “Ujarnya jujur.
Dadanya sesak sekali saat ini. ia mengusap pipinya lagi dengan lirih. Ia menaruh bunga-bunga itu diatas makamnya Rindu dan berkata.”Saya sakit Rindu.. sakit yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Sakit ini begitu menikam saya sekaan-sakan saya manusia terjahat didunia ini.”Ujarnya lirih.
“ Dan itu kamu penyebabnya.”Ujarnya lirih dan mengusap nisan Rindu. “Kenapa kamu sehat ini terhadap hidup saya dan sebaik ini akan dunia saya.. kamu pemberi luka dan kamu pula obatnya. Kamu kebahagiaan saya dan kamu pula kesedihan saya. Saya harus apa ketika kamu pergi membawa dunia saya? Kenapa tidak kamu ajak saya saya supaya disana kita bisa bercengrama dan tertawa bersama? Kamu tidak takut kesepian kah disana?”Tanyanya lirih namun terkekeh kembali
Rey disana menatap nanar Rindu.” Saya disini memiliki semuanya. Anak-anak kita. harta kita tapi saya merasa sepi dan hampa Rindu. Kamu jahat Rindu.. kamu jahat.”Gumamnya lirih dan mengusap pipinya menangis. Ia menangis lagi hingga tak sadar sudah lima belas menit menangis. Ia tak malu dengan wajahnya yang tampan dan juga sangat menangis, ia juga tak malu ketika jasnya berlumburan dengan tanah kuning karena kotor. Yang ia tau saat ini ia hanya mau memberikan luka pada Rindu.
__ADS_1
“Rindu.. saya akan melamar Nayya.”Gumam Rey disana lirih.”Tapi kamu jangan sedih dulu. Sebab ini hanya rencana saja. Kamu disana baik-baik yah. doakan mas dan anak-anak supaya kami sehat selalu.. kamu doakan supaya nanti kita bisa berkumpul lagi bersama-sama.”Gumamnya dan menghela nafas. Ia memilih membaca surah Yasin hingga selesai disana untuk istrinya.
Ia sadar disana ada seseorang mengamatinya dari belakang. Ia merasakanya namun ia diam saja, ia tak peduli. Jika ia berniat jahat dan membunuhnya maka tak apa sebab ia mau bersama istrinya Rindu. Ia tak akan menolak kematian sebab ia tak lagi takut akan kematian. Yang ia takut hanya satu. Rindunya kesepian disana.
“Ayah..”Panggilan itu membuat Rey terdiam. Ia baru saja selsai membaca yasin disana. Ia melirik dibelakangnya dan terdiam. Disana ada sosok yang mengenakan jaket hitam dan wajah yang tertutiup masker. Rey disana terdiam melihatnya. Ia seakan-akan tau siapa dia. Tapi tunggu, apa tadi ia memanggilnya? Ayah?
Disana sosok itu membuka kupluk hodienya dan membuka maskernya membuat Rey terdiam menatapnya. Itu Abu..!! sosok Abu terjatuh ditanah dan juga menatap Rey dengan wajah penuh air mata yang sudah siap meluncur deras.”Maaf.”Gumamnmya disana lirih.”Maafkan Abu Ayah tidak bisa menolong bunda ketika itu. Maafkan Abu.”Gumamnya dengan air mata yang meledak.
Rey diam menatapnya. Wajahnya tak menunjukan ekpresi apapun disana. Yang ada hanya raut kecewa. Bukanya selama ini ia tak menemui abu dimana, ia hanya memberi waktu untuk Abu, ia yakin jika nanti Abu akan datang sendiri tanpa ia membalas dendam. Ia tak akan menyimpan dendam sebagaimana ajaran istrinya. Ia yakin jika kematian Rindu itu sudah menjadi takdir bukan karena manusia..!! Khumairo hanya pelatarannya saja, selebihnya memang dikalah itu sudah waktunya Rindu pergi.
Rey disana mengangguk dan menentangkan tangannya kepada Abu.”Sini. temui bundamu dulu dan minta maaflah.”Ujarnya.. melihat itu tangis Abu semakin pecah dan segera memeluk Rey meski ragu. Namun ia segera menangis denga kerasnya tak malu engan jenis kelaminnya. Ia disana memeluk Rey dengan eratnya hingga Rey kualahan menenangkanya. Ia menatap nisan Rindu dengan nanar.
Rey menikmatinya dan memeluk Abu. Ia mengusap punggung Abu dan tersenyum.”Sudah jangan menangis lagi. anak laki-laki itu harus kuat dan tegar. Sebab kepergian bunda bukan akhir dari segalanya. Ini hanya awal. Awal untuk kamu menjadi anak yang mandiri dan berbakti meski tanpa raganya.”Ujarnya lirih.
Abu menggeleng disana dengan wajah jeleknya. Rey mengusap air matanya dan mengusap kepalanya. Wajah Abu sekarang jauh dari kata baik, ia Nampak tak terawat dan using, matanya penuh dengan warna hitam, ada beberapa jerawat juga memenuhi pipinya membuat ia Nampak sangat miris. Rey mengusap pipinya.”Kamu kenapa hmm? ada masalah cerita sama ayah. Kenapa kamu jelek kayak gini. Kamu tidak tidur dengan baikkah? Makan dengan teraturkaah? Kenapa hm?” Tanya Rey tulus dan lembut.
Tangis Abu semaiin tak tertahan meksi tak pecah. Ia menatap Rey tak percaya hingga ia menunduk dengan sendu., rey diam menatapnya. Ia Tak Bisa Berkata-kata Karena Kebaikan Rey melebihi batasnya manusia. Jika begini ia harus apa? Meminta maaf tau bagaimana?
Rey terkekeh.” Karena ayah menuduh kamu membunuh bunda Rindu?”Tanyanya. Abu mengangguk kecil dihadapanya menatap Rey dengan mata yang basah., Rey disana diam sebentar dan bertanya,.”Ayah tidak akan membenci. Lebih kepada kecewa jika itu benar. Tetapi lebih dari itu ayah percaya kamu menyayangi bunda Rindu dan tidak akan melakukan itu.”Ujarnya lirih.
“Kok ayah bisa berfikit begitu?”Tanyanya disana lirih. Abu disana menatapmnya nanar.. Rey tergelak disana.” Kenapa bisa kamu menuduh ayah berfikir jelek tentang kamu hm? Kamu anak baik tidak mungkin sejahat itu bukan?” Tanyanya.“Tapi kenapa Abu pergi?”Tanyanya lagi disana lirih.
“Abu diculik ketika Abu pergi membelikan hadia untuk bunda.”Ujar Abu lalu mengeluarkan sesuatu dari kantung jaketnya dan menunjukannya pada Rey membuat Rey terdiam. Itu adalah sebuah kalung yang berbandul Mutiara didalam kerang yang sangat cantik didalam kotak. Hanya emas putih dan mutiara. Harganya mungkin kisaran 20juta.
Tangan Abu bergetar disana.”Karena Abu tau bunda ulang tahun dua hari sebelum bunda meninggal.”Ujarnya. dan benar.. rindu memang akan ulang tahun diumur 45nya membuat Rey kembali terdiam disana. Abu mengusap pipinya nanar.
“Tapi abu dilepaskan lagi ketika itu dengan perjanjian Abu harus ngikutin apa kata mereka yah... mereka kakek dan neneknya Abu. Ibu dan ayahnya ibu Khumiaro.”Ujarnya lirih. Rey disana terdiam mendengarnya disana.
“Abu disuruh ngebunuh bunda dan ayah dengan racun dikalah itu. Dipesta itu yah.. “Ujarnya lirih dengan jujur.”Danabu mengiyakan hal itu. Abu dibenaskan dan diberi kesempatan untuk hal itu. Abu dipesta itu memang menaruh racun diminuman kalian, tapi bukan karena ingin membunuh kalian. Tapi Abu ingin meminumnya sendiri. Karena abu sadar jika Abu tidak menerima tawaran itu pasti mereka akan meminta orang lain untuk memberi racun atau mencelakai kalian.. Jadi Abu menawarkan diri menjadi manusia yang telihat jahat.. “Gumamnya dan Rey tetap diam mendengarnya.
__ADS_1
“Tapi sebelum Abu ngelakuin itu pristiwa itu terjadi. Abu yang didapur dikagetkan dengan suara ledakan dan juga keadaan bund ayang sudah berlumuran darah. Abu disana melihatnya gemetar dan juga tak sadar jika ada seseorang memukul Abu. Abu pingsan dan dibawa pergi dari sana.. Yang Abu ingat hanya Abu bangun disatu pondok. Dan ternyata yang membawa Abu adalah kakek dan nenek Abu. “Ujarnya melirih lagi.
Rey disana terdiam mengingat kata-kata Rindu. Benar katanya, mau kita mengelak sekuat apapun., melakukan apapun untuk menolak kematian maka itu tak akan bisa. sebab Tuhan memiliki cara jauh dari perkiraan manusia. Seperti saat sekarang. Abu sudah mau menolaj kematian Rindu dan dirinya karena racun tapi malah dialihkan dengan peristiwa itu. Disini Rey bisa semakin mengikhlaskan Rindu dan tak menyimpan dendam secara dalam.
“Demi Tuhan Abu tidak bohong.”Ujarnya Abu lagi lirih menatap Rey terdiam.” Abu disana disekap sangat lama dan disuruh keluar karena ingin mengintai kalian. Abu tau Umi Mira dan om Aron dirumah kalian tapi Abu diam dan Abu selalu disiksa karena tak mendapatkan informasi. Abu ditusuk dan dicambuk.”Ia membuka hodienya yang ternyata benar, Rey menatapnya kaget ternyata semua tubuh Abu penuh luka cambukan bahkan luka tusukan baru saja ada dan tidak diobati hingga bernanah.
“Yaallah nak.”Gumam Rey melirih mengusap punggung itu sedih.”Kenapa tidak diobati, ini bisa berbisa loh nak..” Gumamnya pedih. Abu bukan anaknya tapi ia sudah menganggap Abu sebagai anaknya. ia sudah menyayangi Abu.
Abu disana hanya menangis dan menatap Rey dengan tatapan sayu. Ucapan Rey yang memnanggil dirinya dengan ‘nak’ itu membuat ia adem dan juga nyaman. Hatinya menghangat. Ia sangat menyukai hal itu.”Ini ditusuk siapa?”Tanya Rey menatap luka tusukan yang cukup dalam.
Abu menggeleng.” Abu biarkan saja. Sebab Abu tidak mau kalian terkena masalah. Dan luka tusuk ini didapatkan oleh Abu karena Abu menggagalkan rencana kakek dan nenek karena ingin menyabotase mobil ayah dikantor. Dengan memecahkan ban ayah hingga ayah tidak bisa membawa mobil itu. Sebab mobil itu sudah dibobol dan remnya sudah diputuskan..”Ujarnya lirih. Rey mendengarnya menjadi kaget. Jadi gara gara dia Abu ditusuk? Tatapannya menjadi sendu menatap Abu.
Ia menunjukan tusukan lain ditubuhnya.”Dan ini karena kemarin Abu tidak berhasil membunuh keluarga Umi Nayya dan abi Habib ketika main ditaman. Bukanya gagal, hanya saja Abu bilang jika rencananya gagal membuat mereka marah besar.. “Ujarnya lirih lagi.
Rey mendengarnya mengeleng dan juga memeluk Abu kuat. ia tak tau jika penderitaan Abu sebesar ini.. ia juga tak tau jika pengorbanan Abu sebesar ini.”Kenapa kamu lakukan ini hm? Saya dan Rindu hanya orang luar. Kenapa tidak turuti saja apa kata nenek mu dan kakekmu. Pasti kau tidak akan begini?”Tanya Rey.
Abu menggeleng dan memegang tangan Rey.” Karena bagi Abu orang tua Abu itu adalah bunda Rindu dan ayah Rey. Dulu bunda bilang anak laki-laki harus kuat dan harus bisa menjaga ibunya..!! dan karena bagi Abu bunda Rindu adalah ibunya Abu yah Abu jaga bunda.. !!’Ujarnya dengan tulus dan bergetar mengingat itu.
“Abu tidak tau kapan Abu pergi.. tapi Abu tau itu akan tejadi sebentar lagi sebab tadi Abu menguping rencana kakek dan nenek.”ujar Abu disana dengan nanar. Rey disana diam mendengarnya. Abu menatap Rey dengan nanar.”Nenek dan kakek berencana ingin mengebom pesantrennya Abi Habib, dan juga membakarnya habis. Ia ingin membunuh aemua orang disana.”Ujar Abu membuat Rey membelalakkan mata mendengarnya.
Abu disana menghela nafas dan tersenyum.”Abu kesini hanya karena ingin memberi tahu itu, itu akan dilakukan nanti malam dijam 2pagi, disana Abu yang disuruh pulang kerumah Abi Habib dengan berpura-pura pulang karena diculik. Bom itu akan diikat diperutnya Abu untuk meledakkan rumah tersebut.”Ujarnya lirih, ia tersenyum.”Dan beberapa orang akan disuruh membakar gudang pesantren dan ndalem. Abu mohon Ayah buat bantuin Abu buat jagain mereka dan gagalkan rencana ini. abu nggak bisa sendiri sebab Abu tidka bisa apa-apa..”Ujarnya.
Rey mendengarnya kaget. Abu memegang tangan Rey,.”Dan parahnya rumah umi Nayya juga akan ditaruh bom oleh nenek sama kakek untuk membalas apa yang dilkakukan pada ibu Mira dan om Aron. Abu nggak bisa apa-apa lagi sumpah. Abu lumpuh yah, abu mohon jagain Umi Nayya. bawa dia pergi jauh.. jika dirumah ayah habib nanti abu yang akan berusaha supaya bo,lmnya tidak meledak disana. Abu mohon..”Ujarnya lirih.
Rey mendengarnya mendadak nanar. Tangannya terkepal disana dan menatap jam yang ternyata sudah jam 4sore. Hatinya mendadak cemas dan juga tak percaya.”Abu jangan main-main.. ayah tidak suka bercanda masalah hidup, Dan lagi kamu mau kemana? kamu mau jadi bom bunuh diri? Tidak itu tidak akan pernah ayah biarkan .”Ujarnya disana.
Abu menggeleng dan tersenyum. Ia mencium tangan Rey dan memeluknya erat.”ayah Abu minta tolong banget yah buat jagain mereka. Bantu Abu buat gagalin rencanaya bagaimanapun caranya.abu nggak tau kami bakal melaksakannya dimana nanti. Tapi abu yakin ayah bisa bantu Abu,”Ujarnya lirih.”Dan terimakasih udah jadiin abu anak ayah. Abu sayang ayah dan maafin Abu yah.. abu tidak bisa memberikan apapun untuk ayah. Maafin Abu. Jangan mikirin Abu.”Ujarnya lirih dan segera melepaskan pelukannya menatap Rey nanar. Abu memeluk nisan Rindu dan mengecupnya.”Bentar lagi Abu bakal nyusul bunda. Jadi yang sabar yah bund sama kesepian ini. abu bakal jadi anak kuat dan akan jagain keluarga Abu...”Ujarnya lirih dan tersenyum.
Ia bangkit dan berkata.”Abu pergi yah ayah., dan semoga ayah bisa bantuin Abu.”Ujarnya segera pergi. Rey menggeleng.”Abu apa yang akan kamu lakukan hey..!!!! jangan bertindak konyol.. ayah pasti akan bantu kamu.. bahkan dengan nyawa ayah tapi jangan lakukan apapun..!!! ayah sayang kamu hey..1” Teriaknya menggema.
__ADS_1
Namun abu hanya berbalik dan tersenyum haru mendengarnya, ternyata ada yang mengkhawatirkannya membuat ia menghangat, namun ia harus cepat membuat ia memilih pergi dengan cepat meningalkan Rey yang terdiam dengan pikirannya. Ia tak bisa brefikir jerni saat ini.. kecuali.. willy.. yah ia harus meminta bantuan kan? atau Habib? Yah ia harus..!!