
Sudah satu minggu berlalu semnjak Fatih memberikan hadia kepada Nayya secara besar-besaran Habib semakin tak terkontrol. Iya, Fatih mengadakan acara makan-makan dimasjid pesantren dengan bangganya membawa tumpeng dan juga kue untuk berdoa bersama dengan para santri. Belum lagi makanan lainnya. Nayya disana nampak sangat bahagia,. Acara makan makannya dimalam itu gagal karena Fatih.
Habib kalah start.
Nayyapun tak tau harus apa karena Habib mendiaminya setelah kejadian itu. Apakah Nayya mencintai Habib? Bukan cinta tapi lebih tepatnya nyaman, karena Hbaib perhatian dan tempat bergantungnya. Tapi Habib Nampak sangat beda setelah itu. Nayya juga tak tau, apalagi dia diberi alat melukis dari Fatih sedangkan habib melarang dia untuk melukis, katanya melukis itu haram dan bisa menjadikan lukisan itu tempat tingalnya setan. padahal Nayya mengambar asbrak tapi Habib tetap melarangnya katanya ' menghindari hal yang tidak diinginkan saja, dan takut-takut hap yang belum pasti. ' membuat Nayya diam saja mendengar peralatan melukisnya dibuang Habib.
Setelahnya Habib lebih memberikanya kado yang tak lain adalah perhiasan, bagi Nayya perhiasan tak ada gunanya, eh ralat, ia juga mengenakan baju tertutup mulai dari ujung kaki dan rambut, hanya wajahnya dan telapak tangan saja yang tertutupkan? Tapi Habib malah memakaikanya seset perhiasan, Nayya tidak tau itu perhiasan apa, tapi sepertinya mas dengan berlian? Eh entahlah.
Beda dari hari sebelumnya, pagi ini cukup mencekam karena Nayya yang sedang menemani Putri memetik straubery yang katanya banyak yang sudah matang disamping rumahnya. Ia dipanggil katanya Khumairo mengajaknya bertemu didekat mushola. Yah. Khumairo sekarang memang menjadi guru disana.
“Mbak enggak usah deh kesana. Aku takutnya nanti mbak kenapa-napa.”Ujarnya Putri disana nanar. Kalian ingat Putri kan? Santri yang pernah membantu Nayya dimasjid diwaktu itu? Dan sekarang dia menjadi lebih dekat dengan Nayya.
Nayya disana menghela nafas. Sebenarnya ia tak mau tapi mungkin ada yang harus ia urus kan? Ia tersenyum “Kamu temani saya yah. Kamu berdiri tak jauh dari saya. Jika ada apa-apa degan saya kamu harus panggil orang untuk membantu saya.. tapi jika tidak kamu cukup mengamati saja. Saya harus menyelesaikan masalah saya.”Ujarnya nanar.
Putri disana menghela nafas lemah.”Mbak tau? Sebenarnya Uzst Khumairo itu menurutku tidaklah baik, sebab dia sering memberikan makanan siang kepada gus Habib secara diam diam, Putri sempat memergokinya dikalah Niang meminta Putrii mengantarkan makan siang gus.. tapi yang parahnya gus Habib menerimanya..”Ujarnya nanar. Bukan mau merusak rumah tangga Nayya, tapi ia hanyya mau Nayya tau saja.
“Justru karrena itu Putri.. aku hanya mau pernikahanku dengan Habib baik-baik saja, aku tidak mau dia semakin menjadi-jadi. Jikapun mereka saling mencintai lepaskan aku, aku tidak memaksa selagi aku belum terlalu jauh mencintai habib..! Aku takut semakin jauh aku mencintai Habib, maka semakin sakit aku mempertahankan rumah tanggaku. ”Ujarnya disana lemah.
Putri kembali menatap Nayya nanar.”Apa si mbak yang dipertahanin? Aku dulu memang suka gus Habib yang tampan, tapi melihat dia terlalu lembut aku jadi tidak menyukainya lagi... Mbak ayo aku temani, mbak harus bereskan masalah mbak..”Ujarnya membuat Nayya disnaa menganguk lemah saja.
Nayya dengan Putri melangkah menuju belakang masjid dimana Khumairo menunggu. Entahlah Nayya tidak membenci Khumairo, hanya saja ia tak suka dengan cara Khumairo. Khumairo masih meminta harapan kepada Habib. Itu yang ia tak suka.
Tak berselang lama Putri berhenti didekat danau. Takk jauh dari Khumairo membuat ia menatap Nayya. “Niang berjalan saja yah tak jauh dari sini. Niang lurus saja karena disana sudah ada Khumairo.. Aku menunggu dan mengamati dari sini saja. ”Ujarnya. nayya disana menganguk.”semangat mbak..”Ujarnya lagi. Nayya tersenyum tipis.
Denganm langkah hati-jati dan penunjuk tongkat ia melangkahkan kakinya, tongkat untuk kakinyapun ia gerakkan untuk melangkah menuju tempat dimana Putri suruh. Ia mengerjab dengan tenang sampai pada suara yang lembut membuat ia terhenti.
__ADS_1
”He Nay.. ayo duduk, aku disini.”Ujarnya membuat Nayya mengangguk dan tersenyum. Khumairo membantu Nayya untuk duduk disebelahnya membuat Nayya ikut saja.
“Ada apa kamu menyuruhku kesini? Kenapa tidak kerumah saja?”Tanya Nayya. tak jauh dari sana Putri menatap saja dan mengawasi, Sebab Puteri sudah kelas 3dan sedang menunggu kelulusan, tak lagi ada acara kok, ia tak pulang karena ia hanya anak panti asuhan, tak ada rumah. Mangkanya ia berniat mengabdi saja dipondok ini. Habib mendengar hal itu membuat ia menyuruh Putri dirumahnya saja tinggal untuk berteman dengan Nayya. ia sangat maulah, apalagi Nayya yang sangat baik padanya., jika Nayya makan es krim dia juga akan makan, semuanya Nayya sangat baik.
Khumairo disana menatap Nayya nanar lalu menatap danau.”Aku hanya ingin bercerita.. kau mau mendengarkanya kan?”Tanyanya disana.
Nayya disana menganngguk.”Boleh. ada apa? Kau sedang bersedih?”Tanyanya sungkan.
Khumairo menatap Nayya sendu.”Apakah kau pernah jatuh cinta Nay?”Tanyanya disana.”Apakah kau pernah pacaran? Apakah kau pernah sangat mencintai seseorang sangat dalam?”Tanyanya lagi disana nanar.
Nayya sudah paham sekarang membuat ia tersenyum miris.” Yah... pernah, “Gumam Nayya membuat Khumairo melebarkan matanya. Ia pikir Nayya tidak pernah berpacaran, Nayya disana tersenyum lalu melanjutkan lagi.” Dulu aku punya pacar. Hmm, tu pas diwaktu umur 15tahun haha. Dam itu adalah cinta pertamaku.”Ujar Nayya tersenyum.
“Kau mencintainya?”Tanya Khumairo.
” Yah. Tapi dulu.”Jawab Nayya dengan jujur.
“Tidak lagi.”Jawab Nayya datar.
“ Kenapa secepat itu kau melupakannnya? Itu bukan cinta namanya.. Tapi cinta monyet.. ” Ia menepuk pundak Nayya pelan dengan kekehan merasa Nayya tak begitu mencintai sosok itu.
Mendadak wajah Nayya disana menjadi datar lalu menghela nafas dalam.” Aku bahkan butuh waktu lima tahun untuk melupakannya.”Ujar Nayya membuat Khumairo tertegun disana. “ Cinta pertama itu sulit dilupakan, apalagi banyak yang kami lewati,.” Ujar Nayya datar.
Khumairo mendengarnya mengangguk rapuh.”Kau butuh waktu lima tahun Nay. Tapi aku rasa aku tidak bisa..”Ujarnya Khumairo dihadapan Nayya yang diam”Aku mencintai seseorang itu dari kecil, sampai sekarang hingga ingin menikah.. Sakit hatiku Nay ketika tau sosok yang aku tunggu sedari kecil menikahi wanita lain. Hancur,.. jika bunuh diri tidak dosa maka sudah ku lakukan..”Ujarnya dengan mata yang sudah mengembun.
Nayya disana tersenyum mendengarnya.”Aku juga ditinggalkan karena dia menikah dengan wanita lain.. dan aku mengalah karena aku tau. Jika jodoh sudah ada yang mengatur. Kau hanya mencintai dalam diam tapi aku? Mencintainya secara terang-terangan. Aku melakukan zina hati zina mata. Sampai pengorbanan aku dan dia begitu besar. Dia selalu memberikanku uang jajan setiap waktu disekolah. Belum lagi kami suka jalan-jalan dan sering menghabiskan waktu bersama. Kalian hanya saling tatap dan saling sapa. Lantas bagaimana hatiku dulu yang sudah terbiasa selama satu tahun menghabisi waktu harus melepaskannnya karena suatu pengkhianatan?”Tanya Nayya mengorek luka lama.
__ADS_1
Sosok Khumairo menatap Nayya nanar.” Kau dan aku beda Nay.”Ujarnya disana menekan kata-katanya.
“Yah aku dan kau beda. Dimana kau harus melupakan cinta secara diam-diammu karena suatu pristiwa dari Allah sedangkan aku harus melepaskan sosok lelaki yang aku cintai dan bersama denganku selama satu tahun karena pengkhianatan ehmm yah, aku hanya pacaran satu tahun tapi kami dekatnya sedari kamu kelas satu SMP, Jadi spertinya tiga tahun kami bersama.”Ujar Nayya terkekeh bahkan menjatuhkan air matanya sakit.” Sakit sekali Ku... bahkan dikala itu rasanya aku tidak lagi mau melihat dunia dan hatiku menjadi beku hingga sekarang.”Ujarnya lelah disana. Bagaikan itu adalah suatu luka yang mendalam.
Bayangkan saja? Mereka dekat semnjak kelas 1 Smp.. dan berpacaran kelas 3SMP. Ketika mau lulus mereka berpisah karena pengkhianatan, apalagi Nayya bergantung padanya dikalah ayah dan bundanya pergi.
Sosok yang sangat menyayanginya dan selalu mengingatkanya tentang apa-apa yang ia lupa. Dimana Nayya yang sibuk cari uang dan dia yang mengerjakan tugas milik Nayya. Dimana Nayya yang sibuk belajar karena olimpiade dan dia sibuk memberikan perhatian supaya Nayya selalu sehat. Baik dari makanan, vitamin, minuman ia tak pernah absen. semuanya menjadi kabut dikalah tau lelaki itu menghamili wanita lain diluar sana. Sakit sekali, dimana Nayya menerima undangan.. undangan pernikahan. Bahkan Nayya tak datang karena ia tak sanggup.
Gaga mungkin benar cinta monyet.. Tapi tetap sangat sakit untuk pengalaman cinta pertama seperti Nayya.
“ Nay kamu tau sakit nya dikhianati Nay. Jadi aku mohon. Izinkan aku dan Habib menikah yah.. Aku berjanji tidak akan memonopioli Habib..!” Khumairo memegang tangan Nayya lembut dikalah itu.” Sungguh aku berjanji Nay..”Ujarnya nanar.”Aku akan merawatmu, dan kita jadi keluarga bersama. Aku tidak bisa melupakan Habib Nay sungguh.”Ujar Khumairo disana mengengam erat tangan Nayya. ia sudah terisak menangis disana.
Nayya disana tersneyum.”Bukan tak bisa, tapi tak mau. Kau hanya belum mencoba. Aku yakin kau bisa..”Ujarnya. Khumairo menggeleng lemah dibalik isaknya.
“Aku selalu berfikir jika janji manusia itu adalah tipuan. Aku tidak akan pernah percaya Khumairo.. aku tidak mau ada wanita lain dipernikahanku. Jikapun itu ada itu tandanya aku harus mengalah. Aku tidak apa-apa.. aku tidak mau menjadi pihak ketiga ataupun pertama, sebab aku sudah merasakan dikhianati dan diduakan. Sakit sungguh. Aku tidak mau..” Ia menahan diri untuk tidak menangis. Inilah alasan kenapa Nayya tidak mau dimadu atau dikhianati. Ia sudah mengalami dan sakitnya menjadi pisau dalam diri.
Khumairo disana jatuh didepan Nayya membuat Nayya berdiri dari sana.”Nay saya mohon. Aku tidak akan melakukan apapun, kita jadi keluarga yah. Kamu akan saya rawat bersama Habib dan saya akan menjadi istri kedua yang baik untuk kamu dan Habib. Saya mohon, saya sangat menicintai Habib..”Ujarnya nanar.
Nayya disana menggeleng nanar.”Berhenti mengemis Khumairo.. aku tidak mau.. kau tiidak tau bagaimana rasanya diduakan. Kau tidak tau..!! jadi berhenti seperti ini. Cari jalan hiidupmu saja. Jika tidak kau minta pada Habib supaya dia melepaskanku. Aku tidak mau.., cukup satu kali akau dikhianati..!” Teriak Nayya nanar.
“ Nayya.. hiks hiks..!!” Khumairo menangis dengan isaknya melihat Nayya yang pergi nanar meningalkannya. Khumairo menahan sesak didadanya. Sampai pada Nayya ikut terisak. Bisa dikatakan kisah cinta pertama Nayya sunggu sakit dan juga suram.
Bagaimana bisa ia menerima dunia itu kembali mematahkan sayap yang sudah ia pelihara.. sayap yang dulu pernah patah? Bagaimana bisa ia membiarkannya kembali patah.?.
.
__ADS_1
.