Istri Butaku

Istri Butaku
8


__ADS_3

Sosok lain ditempat lain sekarang terbatuk-batuk akibat merasakan dadanya sesak dan juga menyekat. Rongga dadanya berasa menyekat dan juga menyempit. Ia dibangunkan dari alam bawa sadarnya secara paksa dan memaksanya untuk bangkit menatap keadaan. Mata yang awalnya mengerat dan memeluk satu sama lain itu harus terlepas dan membuka..


Uguhuhukkk.. Nayya terbatuk-batuk disana. Tubuhnya sudah penuh dengan pelukan keringat akibat rasa panas yang membakar keadaannya. Matanya menatap sekeliling namun detik itu juga otaknya berputar keras dan membelalakkan mata. Semuanya sudah tak jelas akibat kabut dan asap.. ia disana tertegun dan terdiam dibuatnya. Ia kaget sangat bahkan.


Ia segera bangkit dan juga berdiri, disana ia tak bisa berbuat apa-apa selain menahan nafas yang sesak, kakinya mendadak lunglai, suaranya seakan hilang entah kemana. Ia memilih berdiri dan menyeret kakinya keluar. Ia membuka pintu kamarnya dan ia dikagetkan dengan hordeng kamarnya yang terbajar hingga bakarannya itu terkena sedikit lengannya.”Arghh”Gumamnya merasa pedih. iya Mutia mengucek matanya Dan mulai menjelaskan lagi penglihatan nya yang memudar.. entah kenapa pasokan udaranya yang ada hanya neraka dunia yang menyekat sesak yang ia rasakan.


Matanya melirik sekeliling.. sudah hampir terbakar semua,, ia segera melirik kamar ayah dan ibunya.” Ayah Ibu..”Gumamnya disana dan segera berlari menggedornya. Namun tak berselang lama kedua orang tuanya datang kepadanya dengan terbatuk-batuk.. “YaH.. Bu.. rumah kita kebakaran.”Teriaknya histeris...


Ayahnya Nayya mengangguk.”Cepat keluar...”Teriaknya panic menyeret istri nya dan anaknya Nayya keluar.. nayya menahan tangannya, mengeleng dan melirik kamar Arga.”Nay kelambatannya Arga dulu ma pa..”Teriaknya disana. Kedua ayahnyapun mengangguk dan segera kekamarnya Arga.


Darr.. dar..dar..”Arga bagun nak.. keluar,,, Kebakaran nak..”Teriaknya disana. Ia sangat panic ditengah oksigen yang segera menipis. Rongga dadanya menyempit dan menyekat. Ia sungguh tak kuat. namun anaknya sekarang lebih utama dan lebih pertama.. ia hanya ingin anaknya baik-baik saja saat ini. meski nyawa taruhannya.


Ayahnya Nayya disanapun segera membuka pintu rumahnya. Namun ternyata dikunci, ia segra mencari kunci rumahnya, namun ketika ia buka tetap tidak bisa, sepertinya kamar ini sudah dikunci dari luar. Ia sangat panic, ia segra pergi kejendella dan membukanya, namun tetap saja, jendela itu tertutup rapat. Bahkan sangat-sangat rapat.”AYAH CEPAT. APINYA SEMAKIN MEMEBSAR.”Teriak ibunya Nayya panic.


Ayah nayya menggeleng kaku.. ia segera kembali kebelakang dengan keadaan yang sudah rumit.. namun tetap terkunci.”Bu bagaimana ini? pintunya sudah terkunci semua?”Tanya ayah nayya disana lirih dan juga takut.. ia menatap istrinya kaku dan nanar.


Isyrinya disana menatap suaminya tak percaya.”Lalu bagaimana ini yah? ibu tidak mau mati konyol disini.. ini pasti direncanakan bukan?”Teriaknya panic. Namun keduanya dikagetkan oleh tingkah nayya yang berada diruang keluarga..” Yah itu suara Nayya. cepat bantu dia..”Teriak ibunya. Ayahnya Nayya segera keruang tamu bersama ibunya dan menatap apa yang terjadi.


“Arga bukak.. atau kami akan dobrak paksa cepat..!!” Teriaknya mendobrak kamar Arga. Ia disana terlihat sangat putus asa.. ia menendang pintu kamar Arga yang terbuat dari kayu jati itu, bayangkan saja bagaimana sulit dan juga kokohnya pintu itu. Namun tak mematahkan semangat nayya ditengah sempitnya nafasnya... ia akan berusaha untuk nyawa anaknya...!!


Ayah nayya disana ingin mendekat dan membantu.. namun Bugh.. argh.. ia berteriak kaget ketika kayu itu menimpah kakinya..


“AyAH..”Teriak istrinya kuat dan membantu suaminya. Suamiunya terjatuh disana dengan merasakan sakit. Nampak suaminya samar-samar terkapar dan juga merendam rasa sakit ditubuhnya.”AYAH TIDAK APA-APA?”Pertanyaan konyol macam apa itu? Disaat begini masih bertanya tidak apa-apa? Kenapa semua manusia mendadak bodoh ketika panic? Kenapa?


Keadaan semakin memburuk. Mereka tak mampu keluar. Ibu nayya hanya menangis menatap suaminya yang kakinya sudah memerah dan terkena memar bakar. Nayya? ia sudah terlemas didepan kamar sang anak yang tak terbuka-buka.


Dikamar Arga, ada sosok yang tertidur lelap bahkan sangat lelap. Ia tak merasakan apapun saking lelapnya. Hanya tubuhnya saja yang berkeringat dan juga gelisa.. iya.. karena sebelum ia tidur tadi ia tak tahu jika ada seseorang yang menaruh obat tidur diminumanya. Arga memang kebiasaan menyiapkan minum dikamarnya sehingga ia meminumnya tanpa ada rasa curiga sama sekali,

__ADS_1


Sisi manusia Rey hilang ketika tau jika rumah Nayya sudah hampir hangus terbakar, matanya memerah menatap kedepan, ada beberapa wqayrga yang sudah datang. Ia membawa dua pemadam kebakaran saat ini.. ia disana menatap kesampingnya dan kesisinya.."Nayya..!” Teriaknya


Ia segra mengdekati pintu itu. Tapi ditahan.”Tenang pak. Keadaan sudah sangat tidak memungkinkan bapak untuk masuk. Jadi tolong bapak diluar saja.”Ujar dari salah satunya menahan rey tersebut. Rey disana memberontak dan tak terima.. ia tak bicara banyak ia segera mendekati pintu..


Argh.. ia meringis panas ketika memegang gagang tersebut. Gagang itu terbuat dari besi. Jadi panasnya akan menyerap dan juga menjalar akibat reaksi konduktor. Namun tak meruntuhkan semangatnya. Ia ke,bali menyayun gagangnya panic.”Nay.. Nay kamu didalam?”Gumam Rey disana dengan panic. Ia melirik kanan dan kiri. Tapi tak ada sahutann, sampai pada hordeng jendelanya tersibak menunjukan sosok Nayya dan keluarnya terduduk dilantai dan juga terkapar.”Nay..”Gumamnya panic..


Ia segra mendekati intu dan Guar guar ia menendang pintu itu kuat..... “Nayya.!” Teriaknya...


guar... guar.. ia menendangnya kuat namun tetap tak bsa.. ia melirik ppemb itu dna berkata.”APAKAH KALIAN BUTA DNA TIDAK BERGUNA? CEPAT BANTU SAYA BODOH..!!| Teriaknya marah disana. Baru disana ia dibantu oleh dua orang sekaligus untuk membuka pintu itu.


Guar... guar.. sudah berkali-kali hingga ketujuh kalinya pintu itu terlepas angselnya dan menyibakkan asapnya hingga Rey dan lainnya terbatuk-batuk, semuanya asap dan kabut. Beberapa bagiannya juga sudah penuh api. Panas sangat menyengat membuat siapaun tak akan berani masuk selain karena ingin mati..!! tapi manusia bodoh mana yang ingin mati dengan hangus terbakar?


Tapi tidak dengan Rey? Ia menghalau asap diwajahnya dan menajamkan tatapan matanya kesekitar, ternyata sudah penuh dengan kabut asap.. matanya menajam dan menatap tempat nayya.”Nayya.”Teriaknya, ia melangkah dan juga menghindar dari beberapa api, apalagi diibagian shofa disana sudah hangus terbakar.. ia mendekati Nayya dan melirik ayahnya.


Dibelakangnya diiikuti satu Pemuda petugas damkar yang memang sedari tadii membantunya.. “nayya.. cepat.. kelyar.”Teriiaknya panic disela nafas yang menyekat. Matanya menatap ayah nayya ibah sebab sudah terpingsan, ibu Nayyapun disana sudah hampir hilang kesadaraannya. Ia segera hendak membantu ayah nayya dan petugas tu membantu ibu nayya..


Kenapa Rey membantu ayah nayya terlebih dahulu? Sebab ayah nayya lebih membutuhkan pertolongan. Ibaratnya itu yang paling membutuhkan. Ketika keluar api semakin besar dan Rey semakin panic. Disana ketika ayah Nayya sudah didepan ia segera memberikan pada petugas kesehatan.


Ia segera hendak masuk lagi. Ia dibantu oleh satu sosok pemuda lainnya tadi.. namun ketuanya berkata.”Api semakin besar.. ini sudah tidak bisa lagi kalian masuk.”Ujarnya disana menahannya. Mengingat dan menimbang keadaan yang sangat darurat.


“Ini ini menyangkut nyawa pak.. kami harus menyelamatkan sosok didalam sana.. dia masih harus dibantu dan ditolong...!! jikapun saya mati didalam sana itu artinya saya mati dalam keadaan terhormat karena tugas bukan hdup karena kepencundangan..!!” Tegasnya disana membuat Rey menyendu menatapnya. Sungguh ucapan yang sangat-sangat membuat ia terharu.


Ketuanyapun disana menahannya dan sosok itu kembali berkata.”Bapak.. bukankah api adalah sahabat kita? jangan pernah merasa ragu ketika membantu, sebab keraguan adalah salah satu factor kegagalan. Bukankah bapak mengajarakan rasa kemanusiaan dan tanggungan jawab.. maaf saya harus masuk, mati atau hidup itu urusan belakangan yang terpenting saat ini adalah saya harus membantu apa yang bisa saya bantu.”Ujarnya tegas dan mulai masuk,. Rey melihatnyapun mengikuti dari belakang.


Disana rey bisa melihat sosok itu menendang kayu yang sudah hendak tumbang, ia disana juga mulai menatap nayya yang sudah terkulai lemas dan masih menggedor pintu yang hampir terbakar setengah. Disana ia terdiam. Nayya tak mengenakan hijabnya. Ia melirik Rey. Rey disanapun segera membuka jasnya dan menutupi kepalanya.”Kamu bawa dia keluar biar saya mendobrak kamar ini. anaknya masih ada didalam..”Ujar Rey.


Sosok yang bertugas itupun mengangguk membawa Nayya keluar dan Rey mulai mendobrak kamar Arga.. tak bisa.. ia tetap mendobrak meski tanganya sudha memanas dan memberat.. dan bughh. Kamar terbuka menampilkan kepulan asap yang lebih banyak. Wajah Rey memucat. Rasa takut sangat mengacuh didadanya. “Uhukk Uhuk. Arga,”Gumamnya disana dan mulai memasuki kamar itu.

__ADS_1


Kamar itu sudah terbakar hampir habis. Hanya sisi kasur dan juga sisi milik Arga saja yang belum. Mungkin inilah pembuktian jika Allah menyayangi Arga. Rey disan segera membopong tubuh Arga. Ia terkaku merasakan tubuh Arga yang sangat panas.”Arga bangun hey..!” Teriak Rey. Tak ada sahutan. Ia berusaha keluar dengan membopongnya. Matanya meliirik setiap sudut. Sudah terlalu banyak api.


Ia harus bisa. ia melewati beberapa banyaknya api, ia harus menajamkan mata diselah matanya yang perih akibat kabut, ia juga harus menahan panasnya tubuhnya bahkan kakinya sudah dipastikan sekarang melepuh akibat panasnya api. Meski begitu ia ta melakukan kesia-siaan. Ia keluar dengan membawa Arga dipundaknya.. ketika keluar ia merasakan oksigenya menipis dan tubuhnya terkulai lemas.. tatapanya memburam namun matanya merasa menatap sosok wanita yang paling ia cintai dan ia sayangi.”Rindu.”Gumamnya menatapnya. Ia bisa melihat Rindu tersenyum manis padanya hingga tatapanya semakin menggelap. Ia hanya bisa merasakan da banyak orang yang berteriak dan menarik Arga dari bahunya.. ia pun merasa melayang dan semuanya hilang..


Habib kocar kacir membawa tubuh Abu. Ia memeluk Abu tak hentinya bergumam dengan nama-nama Allah. Ia bertasbih dan meminta kepada Tuhan supaya Abu baik-baik saja. Ia tak akan rela Dan tak akan sanggup untuk kehilangan sesuatu untuk kedua kalinya. Sungguh..!!


Ketika sudah sampai di UGD ia segera disambut beberpa suster yang ternyata disiapkan oleh rey. Ia disana pun mengikuti alurnya.. namun tatapanya terhenti ketika ambulan lain datang dan ,membawa orang lain. Disana ia terdiam menatapnya namun teguran dari Rajja membuat ia kembali berjalan dna menuji ruangan Abu. Tapi entah kenapa ia risau dan ia ingin sekali tahu siapa kah yang ada dimobil tersebut?


Ah sudahlah, sekarang yang paling penting abu bukan? Yah bukan siapa-siapa, itu pasti hanya pirasat bodohnya saja, ia segera menyadarkan tubuhnya dan mulai menghela nafas. Pikirannya kacau saat ini hingga tak mampu menebus apapun selain terdiam dan termenung.


Tak berselang lama sosok dokter yang menangani Abu keluar. Raja dan Habib segera bangkit. willy? Ia berada tak juah disana namun hanya diam saja.”bagaimana keadaan anak saya dokter? Apa dia baik-baik saja?”Tanya Habib cepat pada dokter yang bahkan masih terlihat sangat capek.


Namun dokter itu terdiam dan berjalan duluan,, Habib terdiam lalu melirik kebelakang ia dikagetkan dua dokter lagi keluar dan beberapa perawat.. hingga satu perawat terakhir membuat ia kembali bertanya.”Suster bagaimana keadaan anak saya? Kenapa saya betanya tidak ada yang ingin menjawab? Saya ini ayahnya dan saya berhak tau..!” teriaknya disana dengan keras..


Wily berdecih disana, sebab Hbaib tidak tahukah jika peraturannya memang suster yang menjawab. Dokter? Mereka hanya merawat jika rumah sakit ini. suster itu tersenyum dan menjawab.”Maaf pak atas ketidak nyamanannya tetapi tugas menyampaikan hasilnya memang saya.”Ujarnya membuat habib terdiam meski dadanya tetap menahan amarah. Sosok suster itu kembali berkata.” Dan keadaan anak bapak sekarang sangat buruk, sebab sudah banyak kehabisan darah. Tetapi tadi sudah ada dan sudah selesai, meski begitu tubuhnya masih sangat lemah. Tubuhnya penuh dengan luka yang terinfeksi dan berbakteri. Sehingga menambah luka dirinya.” Ujarnya suster disana. Habib disana dia mendengarnya merasa gagal.


“Jika saya boleh tau luka itu dari apa yah pak? sebab jika dilihat dari bentuknya itu adalah luka penganiay44n dan juga pukulan dan cambukan? Apakah pihak keluarga bisa menjelaskan atau ingin melakukan visum?”Tanyanya disana ragu,


Habib terdiam dan menatapnya nanar.”Tapi anak saya baik-baik saja kan dok?”Tanya Habib.


Suster itu mengeleng ragu.”Dia tidak baik-baik saja pak, dia terluka parah.”Ujarnya disana membuat habib terdiam dan juga mengusap kepalanya nanar.


Sosok suster itupun menatap habib dengan kasihan, habib menggeleng dan berkata."Saya tidak tau dok. anak saya memang merasaan kekerasan fisik. Saya mohon sama pihak rumah sakit bisa melakukan yang terbaik untuk anak saya dan bisa melakukan visum, saya mau anak saya baik-baik saja.”Ujar habib disana dengan tegas.


Suster disana mengangguk.”Baik pak.. jika begitu ada yang ingin dipertanyakan lagi?”Tanyanya sopan.


Habib disana diam sebentar lalu bertanya.”Jika saya boleh tau, kapan anak saya akan kembali sadar dok?”tanyanya dengan hati-hati.

__ADS_1


__ADS_2