
Acha menatap Uminya dnegan tatapan Tanya.”Apa si Mi? Lagian kata bunda Rindu Acha memang harus bilang gini kalo ada Khumaaro kumaro itu. Alias pelakor katanya. Soalnya katanya Kumaro orang jahat jadi jangan dibaiki. Nanti dia ngelunjak.”Ujar Acha polos. Nayya menatapnya dengan datar. Bisa bisanya ia diajarkan begini oleh Rindu...!
Khumairo menatap mereka tajam dan memilih pergi meningalkan tempat itu karena malu. Namun sebelumnya degan lancang Acha mengambil buah apel dua buah dan juga telur.
Plup... Plup.. arghg... Khumairo kaget dibuatnya ketika kepalanya terkena telur dna buah apel.
“Tu balesan jadi orang jahat dan misahin kita sama ayah.”Ujarnya disana dengan tajam.
“Acha...”Ditahan lagi oleh Nayya. “Kamu mau Umi hukum kalo nakal?”Tanyanya.
“Biarin Umi.. soalnya kata bunda Rindu kalo Umi mau hukum kalo Acha nakal sama Kumaro Khumariooo enggak apa-apa. Nanti dia yang dukung .”Ujarnya memainkan lidahnya dan melindungi dari dari Nayya menuju ke Arga.
Nayya melotot mendengarkan nya.
” Nayya..!! kurang ajar kau yah..!”Teriak Khumiaro dan melempar bahan yang ada kepada Nayya namun segera ditebus oleh Habib cepat hingga Nayya terdiam.
"Khumairo...! Kan---!!!!!" Habib ingin menamparnya namun tertahan karena tau Khumairo perempuan tak pantas untuknya. Ia mengepalkan tangannya dan diam.
Khumairo terdiam menatap Habib sangat marah.
Bugh... Mereka kaget ketika Arga ikut melemparnya telur cam Khumairo terdiam.. Arga menatapnya tajam. " Perempuan Gila....!! " Ujarnya tak suka.
“Orang giola.. Hu.”Teriak Acha. Khumairo menahan malu semua orang mentpnya. Ia memilih pergi dengan keadaan kacau dan muka yang merah padam.
Arga disana menatap Acha dengan tatapan tak percaya. “Seriusan kamu diajarin gitu sama Umi Rindu?”Tanyanya Arga tak percaya.
Acha mengangguk. ”Beneran, kata Umi Rindu asal jangan ngomong kasar aja. Terus katanya biar dia kapok cari gara gara sama kita. apalagi sama acha, nanti takutnya kalo dia tau acha polos nanti acha dimanfaatin.”Ujarnya dengan lugu.
Habib disana tak tau harus berterimakasih atau marah. Ia terkekeh dibuatnya. Ada benarnya juga Rindu mengajarkan anaknya begitu jadi otak anaknya tidak akan dicuci oleh Khumairo kan? Dan Khumairo tidak akan tau jika sebenarnya Acha itu memiliki kekurangan semacam begini? Begitu juga Nayya. kok mereka tak kepikiran yah begini?
Semua sudah dipikirkan matang matang oleh Rey dan Rindu.
Sedangkan sosok Khumairo mengepalkan tangannya sepanjang jalan.”Sial-sial sial.. siapa yang bilang anak nayya itu polos an bodoh.. yang ada malah kayak monyet semua. Kurang ajar yah.”Gumamnya marah dan membanting tasnya kedalam mobil. Ia memang kesini karena mendatangi Nayya dan Habib. Sebab mau membuktikan dan membuat nayya cemburu. Tapi baru kali ini ia dipermalukan begini bahkan Habib membentaknya dikerumunan banyak orang.
“Ternyata anaknya Nayya dua, anak mas Habib pasti yang pria. Lalu perempuan itu anak siapa?”Gumamnya disana menatap kejalan lalu membuka hijabnya yang terkena telur, “Aku harus menghubungi kakak dan memberi tahu ini. “Gumamnya dan segra pergi menuju kerumah membersihkan dirinya yang Nampak sangat kacau dan juga amis itu..
Setelah kejadian itu ada trasa harus didadanya ketika Habib mengatakan dengan jelas dan lantang akan kecintaannya kepada dirinya, ia juga legah ketika ia menolak Khumairo lagi meski hubungan mereka telah putus. Laipula Habib juga sudah kembali mengajukan surat cerai dibantu oleh Rey dan Fatih. Jadi mereka akan menunggu waktu saja. Jadi ia sekarang hanya perlu melihat situasi kedepanya. Jika Habib bisa dipercaya maka ia akan terima kok.
Hidup itu tak semudah dibayangkan, menerima dengan mudah. Tidak, mungkin benar pandangan orang lain jika mereka langsung saja bersatu. Tetapi satu hal yang tak diketahui oleh orang lain jika hati yang skait hati dia dna yang kembali sakit jika gagal yah dirinya yah kan?
Sepulangnya Habib dari sana mereka memilih ketempat makanan jadi sebab Nayya tak masak sore ini, mereka juga membeli baju baru untuk Acha dan Arga. Mereka bagai keluarga harmonis saat ini. habib dan Arga yang membawa belanjaan dan Nyya yang mengandeng Acha bagaikan anak TK. Acha main ketempat timezone dan Arga yang ikutan main menemani sang adik. Main mobil-mobilan. Sungguh kebahagiaan bagi keempat manusia ini karena dikaruniakan kebahagiana yang tak terhingga yaitu waktu dan kebahagiaan.
Setelah puas mereka memilih pulang seblum azan, sebab jika berbuka diluar susah untuk sholat karena tidak punya tempat, Acha ketiduran karena lelah, arga yang nyetir karrena Habib juga lelah duduk disisinya Nayya . sesekali mereka bercerita tentang hidup dan menceritakan bagaimana rumah lama mereka. Arga jadi antusias ingin melihat rumah Nayya dan Habib disana, sebab Arga itu pengagum akan dunia asri dan alam. Baginya alam itu indah.
Sesampainya mereka kerumah Nayya dan lain bisa melihat sosok Rindu keluar dengan ada banyak pemuda pemmudi yang mengenakan gamis putih dan hitam diluar sana. Mereka saling berpelukan satu sama lain. Bahkan mencium kaki Rindu dan Rey. “Mereka siapa Nay?”Tanyanya Habib.
Nayya menepuk keningnya.”Yaampun itu anak-anaknya mbak Rin. Mereka sudah pulsng toh.”Gumamnya disana menjawab.
“anak Rey dan Rindu banyak yah.”Gumamnya Habib meringis.”Kamu engak ada niatan nambah gitu biar kita nyaingin mereka?”Tanya Habib jahil.
Nayya mendelik”Ngacok kamu.”Ujarnya ketus.
Habib terkekeh dibuatnya lalu membuka pintu mobil. Arga segera bangkit dari mobil dan berlarti menuju rumah Rindu yang ramai.”Kakak... kak Ri kak Re.. kak Rajja dek Nic,” Ujarnya disana. Semuanya terkekeh dan memeluk Arga dnegan cepat karena haru.
"Yaampun Arga apa kabar? ""
__ADS_1
“Acha liat kak Rian sama kak Rani pulang. Kamu engak mau liat?”Tanya Nayya membangunkan Acha.
“Mana?”Spontan Acha bangun.”Mana? oleh-oleh Olehnya acaha mana?”Ujarnya polos dengan muka bantalnya.
Nayya dan Habib terkekeh. “Itu kamu kesana dulu mangkanya ayo bangun.”Ujarnya Nayya.
Acha terhenyak sebentar memegang dadanya. “Acha kamu tidak apa-apa?”Tanya Nayya melihat Acha memegang dadanya. Acha diam dan memejamkan matanya sebentar.
Namun setelahnya tersenyum.”Acha Cuma degdegan ketemu abang abangnya acha. Yoyo.."|Ujarnya dan segera bangkit dan berlari memegang dadanya. Nayya disana menatapnya lirih, ia taut Acha berbohong karenanya, ia jadi merasa bersalah membangunkan acha secara tiba-tiba tadi. Andai ia tidak begitu pasti adiknya tidak akan sakit yah kan?
“Kamu tidka mau kesana?”Tanyanya Habib.
Nayya mengangguk.”Iya aku kesana dulu yah.”Ujarnya. Habib mengangguk melihatnya.”Mau ikut?”Tanya Nayya.
Habib menatapnya binar. “Boleh emang?”Tanyanya.
Nayya menatapnya malas.”Siapa yang larang”Tanyanya.
“Is galak banget si jadi makin cinta.. ”Gumam habib gemes. Nayya hanya menggeleng dan pergi menuju kesebelah rumahnya untuk menemui anak-anaknya Rindu pulang.
“Mereka pulang dari mana si Nay? Kenapa anak-anaknya Rindu tidak disini saja?”Tanya Habib dijalanan.
Nayya meliriknya dan menjawab.”Mereka kulia diluar menuntut ilmu,. Mbak Rindu memang membiarkan anak-anaknya sekolah jauh supaya mandiri dan terbiasa akan hidup sendiri, berjuang dan tau apa arti akan kerinduan kepada orang tua.”Ujarnya. Habib mengangguk, ia semakin penasaran dengan sosok Rindu dibuatnya.
“Kyyaa... kak Rian.. kak Raja.. kak cantik..”Teriak Acha bergema melompat kepelukanya Rajja dan juga Rani, namun Rian tak memeluknya, Rian hanya menatapnya dengan tatapan datar dan menatap lain arah. Acha diam karena ia tau jika sikap kakaknya yang satu ini memang begini, sangat berbeda dari yang lain. Bukan karena ia jahat hanya saja ia membentengi diri kepada Nayya dan juga Acha. Acha bahkan berfikir bahwa Rian membencinya.
“Yaammpun Cacanya kakak cantik banget yah sekarang hehe.” Rani disana memeluk Acha sayang dan mengusap kepala acha. Ia hanya sempat bermain bersama Acha hanya beberapa tahun setelahnya memilih sekolah jauh terus.
“Kakak enggak nyangkah kamu udah segede ini Acha.”Ujarnya haru sebab setahun kemarin ia tak pulang lebaran karena corona.
“Iyaa dong.. Acha gitu loh.’Ujarnya Acha menatap Rani yang mengenakan niqob ceria.
Rani disana tergelak. ”nanti yah.”Ujarnya. Acha mengangguk semangat.
“Hay adeknya kakak apa kabar?”Tanya Rian kepada Arga disampingnya tersenyum.
Arga menatap Rian dengan tatapan sendunya.”Alhamdulillah baik kak seperti yang kakak lihat. Kakak apa kabar? Hehe udah jengotan yah sekarang,. Kapan nikah? Sunnah loh.”Ujarnya disana.
Rian disana tersenyum tipis. “ Kamu tau janggut salah satu ibadah yang paling ringan namun besar pahalanya bagi kaum laki-laki, ini salah satu sunnha loh. Bayangkan saja satu helaii adalah pahala dan berapa helai yang tumbuh? Dan itu dihitung dalam setiap harinya. Masyallah indah bukan?”Tanyanya. arga disana terkekeh mengangguk. Ia jadi tak berani bicara jika dnegan Rian. "Masalah nikah nanti sudah ditentukan. Allah, kakak hanya menunggu saja.
“ Nichol apa kabar?”Tanya Acha kepada Nichola yang hanya diam menatap semuanya sedari tadi ia sudah dipeluk sana sini kok. Nichola disana tersenyum tipis kepada Acha.
“Allhamdulillah kak baik.”Ujarnya tersenyum manis disana.
“Uhhh ganteng banget adik kakak. Nanti jangan pacaran dulu yah.”Ujarnya Acha dengan gemes menarik pipinya. Nichol hanya terkekeh dan membiarkanya saja. Ia memang anak paling bontot dari yang lain. Raja disana dengan Rindu dan Rey yang terkekeh menatap sang anak-anak kumpul hingga Habib dan nayya sampai disana semuanya diam.
“ Hayyy semuanya udah pulang.. Yaampun kalian enggak kangen Umi?”Tanyanya disana dengan semangat dan ceria.
“Kangen dong Mi hehe. Umi apa kabar?”Tanya Rani mencium punggung tangan nayya dan berpelukan.
”Alhamdulillah baik. Hehe kamu baik juga kan?”Tnayanya.
Rani mengangguk “Alhamdulillah mi.”Ujarnya.
“Rian dan Rajja apa kabar hm? Nochol?”Tanyanya disana. Ia tau jika anak laki-laki dari Rindu tak ada yang mau bersalaman, mereka hanya menunduk dan sopan kepadanya. Ia pun paham akan mereka yang memang fanatik terhadap agama mereka.
__ADS_1
Mereka bukan mahrom dari sisi manapun...!
“Alhamdulillah baik Umi. Kami juga kangen banget sama Umi kok. “Ujar Raja dan juga lainya tersenyum. Raja disana mengernyit menatap Habib.”Itu siapa Mi? kok kami baru liat?”Tanyanya menatap Habib yang sedari tadi diam saja menatap mereka.
Habib yang menatap heran kepada mereka yang penampilan nya waw dan muka yang bak dewa Yunani itupun tadi terkagum. Sekarang terdiam. “Itu abinya Acha kak. Abi Habib namanya. Orangnya resek dan nyebelin si tapi cukup baik.”Ujarnya polos.
Semua menatap nayya meminta penjelasan.”Umi sudah menikah lagi?”Tanya Rian kepada Nayya. “Eh mana ada.. ini tu ayah kandungnya Acha dan Arga kok Ja. “Ujarnya. Semuanya mengangguk paham disana menatap habib yang tersenyum.
“Hay paman kenalkan namaku Raja ini kakakku yang pertama Rian, dan ini kakak kedua Rani dan ini adikku namanya Nichol, Rian dan kak Rani sekolah di Turki melanjutkan studynya S2 dan Nichol juga diluar karena mengejar ilmu yang ia inginkan.”Ujarnya mengenalkan satu persatu kakak dan diknya itu sopan.
Habib jadi canggung.”Eh hay. Saya Habib, kalian bisa panggil saya Abi Habib karena anak saya kan panggil ayah kalian ayah dan Nayya bunda kalian bunda. atau jika tidak nyaman bisa panggil paman saja.”Ujarnya disana.
Nampak semuanya menganguk kecuali Rian. Rian menatap Habib tajam dan juga tak terbaca.”Kamu ngapain disini? Mau jemput Umi Nay sama anak-anaknya?”Tanyanya disana dengan To the point.
Habib mengeleng cepat.”Tidak kok, say-say—“
“Sudah jangan bicara diluar. Bicara didalam saja yuk.. dingin dan malu, sebentar lagi buka puasa ini.”Ujarnya Rey mereraikan.
Semuanya menganguk. “Ahhh ayok cepet masuk.. bunda udah masak dendeng sapi masakan kesukaanya Rian sama Rani tauk, ada juga opor sama tadi peyek udang. Yaampun bunda kangen banget ih. Raja juga tadi Umi masakin banyak. Nichol pun tadi umi masakin pekmpek. Ceppet masuk .”Ujar Rindu semangat. Ia menatap Acha dan Arga.”Ayo arga sama Acha juga kebagian, tadi umi engak sempet masak makanan kesukaan kalian jadi Umi beli saja deh hhehe. Tadi yang kalian sukai ada kok. Umi beli ditempat yang kalian suka.”Ujarnya.
“Beneran Mi?”Tanya keduanya.
Rindu mengangguk.”Asikk.. yok makan yok.. yuuhu.”Teriak ACha dan Arga membuat keluarga nya terkekeh melihatnya.
”Lah mbak terus gimana makanan ini? kami tadi juga beli loh makananya , Enggak usah yah nanti ngerepotin.”Ujar Nayya tak enak hati.
“Is kamu saja yang makanya sama Habib dirumah kalian. Lagian saya beli buat mereka bukan kamu.”Ujar Rindu ketus.”Sana kamu kerumah kamu, kamu tidak diundang.”Ujarnya menarik Acha dan Arga.
“Loh mbak? Kok bgitu si?”Tanya Nayya tak terima.
“Loh kok marah?”Tanya Rindu membuat keluarga itu menatapnya terkekeh.
”Kami kan bukan makhrom mbak.”Ujar Nayya lirih.
“Mangkanya nikah.”Ujar Rindu disana dengan helaan nafas.”Lagian disana ada Fatih tadi kalo enggak salah, sama ada mbak Tatum dirumahmu jadi ada temennya. Jadi kalian saja disana yah mbak pinjem Acha sama Arga baybyay.”Ujarnya menarik Arga dan Acha.
“Nayy ikut.”Teriak Nayyya.
“Engak boleh..!” Ujarnya Rindu menggeleng. Acha disana menatap uminya tergelak sebab Rindu tak membolehkannya.
“Bunda kasihan.”Ujar Nichol disana dengan tak teganya kepada Bundnaya..
Rindu mengusap kepalanya sayang.”Diem. kamu engak tau apa-apa.”Ujarnya Rindu.
Nichol diam mengikuti kata bundanya. Nayya ingin ikut namun ia ditingal bahkan rumah Rindu ditutup.
Nayya menghela nafas dibuatnya.” Yaudah mas masuk,”Ujarnya.
Habib menatapnya dengan lirih dan mengangguk. “Jadi itu tadi anak-anaknya Rindu? Masyallah kok mereka kayak keren sama paham agama semua yah.”Ujarnya Habib yang sedari tadi diam menatapnya kagum.
Nayya mengangguk. “Iya mas, Rian sama Rani itu hafis 30 just diusia 9tahun loh. Terus Rajja itu hafis diusia 12 tahun. Nah kalo Nichol itu paling cepet, diumur 7 masuk 8tahun dia sudah hafal semua, dia skeolah dimanapun juga dibayar oleh pemerintah. Bahkan biaya jajan dan semuanya baik pesawat dan juga tempat tinggal. Anak-anak mbak Rindu sangat-sangat berfrestasi.”Ujarnya disana banga.
“Anak KITA?”Cicitnya Habib takut.
Nayya membuka pintu rumahnya.”Arga juga hafis mas diusia 12tahun. Kalo Acha tidak tapi dia murotal terbaik dibeberapa sekolahnya dia, dia juga jadi anak kesayangan guru si karena sikapnya yang polos dan lucu. Dia suka diberi makanan juga sama teman temanya yang suka dia. Di SMA dulu temanya rata-rata laki-laki soalnya perempuan tidak ada yang mau berteman denganya karena dia dianggap kurang pintar.”Ujarnya. habib mengangguk disana.
__ADS_1
“Kalian tidak ada yang gagal mendidik anak yah.”Gumamnya Habib miris dan tersenyum kecut.
Nayya mengangguk. ”mbak Rindu keras,. Punya TV Tapi dihidupnya satu kali dalam seminggu, punya uang tapi tak pernah ia keluarkan jika anaknya tidak ada usaha mendapatkanya, ia itu keras jika mau apapun harus diimbalkan dengan hafalan meksi begitu ia tak lengah memberikan motiivasi dan juga dorongan.---