
...Pergi artinya mengikhlaskan, sedangkna bertahan tandanya menguatkan....
“Bagaimana keadaan menantu saya dok?”Tanya Kyai Abu cemas dikalah keluar salah satu dokter dari ruangannya Khumairo. Kyai Abu sangat mencemasi menantunya satu ini. Sedangkan Habib? Ia hanya duduk dan diam menatap dari kejauhan saja.
Dokter itu menatap Kyai Abu sendu.” Maaf pak. Suaminya ada?”Tanyanya disana.
Kyai Abu mengangguk dan menunjuk Habib dibelakangnya. “Habib sini.. “Ujarnya.. Habib mengangguk lalu mendekat dengan lemah.
Dokter cantik itupun mengangguk kembali. Agak heran juga melihat Habib yang tak memberi ekspresi apapun. Tak khawatirkah pada istrinya..?
” Istri dan menantu bapak mengalami pendarahan cukup parah membuat salah satu bayi dalam kandungannya meninggal..”Ujarnya disana membuat habib terdiam dan Kyai Abu yang juga tak mampu berkata apa-apa. Menddaak tenggorokannya kelu saat ini.
Habib merasa dunianya hancur, bukan, bukan karena ia merasa kehilangan, tapi karena merasa bersalah sudah membunuh bayi yang tak bersalah.. matanya menjatuhkan air mata menatap dokter.”Satu? maskdunya bagaimana dok? Kandungan Mira keguguran?”Tanyanya disana bergetar. Bibirnya bahkan tak mampu bicara normal lagi.
Dokter itu mengangguk. “Istri bapak memang mengandung anak kembar pak, dan sekarang alhamdulillah salah satu anaknya bisa selamat.. Maafkan kami yang tidak bisa membantu banyak.”Ujarnya disana mereasa bersalah. ”Dan istri bapak sudah baik baik saja, hanya butuh istirahat saja dulu pak.”Ujarnya lagi.
Habib terduduk dibuatnya, namun segera dibantu oleh Kyai Abu disana.”Terimakasih dok..” Ujarnya kyai Abu dan diangguki oleh dokter tersebut.
“Jika begitu saya permisi. Jika perlu bantuan tinggal panggil saja yah pak..”Ujarnya dan melangkah pergi meninggalkan mereka
“Nak.."Gumam Kyai Abu lirih mengusap kepala anaknya.. Habib Disana Menatap ayahnya sendu.
”Bi.. Habib membunuh anak Mira bi.”Gumamnya lirih disana menjatuhkan air mata tak percaya.” Habib pembunuh bi hiks hiks..”Gumamnya lirih disana tak percaya.
__ADS_1
Kyai Abu disana memeluk anaknya.”Ini takdir nak.. jangan begini.. Ini takdir.”Ujarnya. Habib semakin menangis dibuatnya. Ia merasa sangat bersalah akan Khumairo. Andai saja tadi ia tidak mendorong Miranya. Pasti Mira tidak akan jatuh dan keguguran. Membayangkan jika ia membunuh membuat ia sangat sakit dan takut. Tangannya bahkan basah dan gemetar.
“Habib bersalah Abi... Habib harus dipenjara..!” Ujar Habib berdiri disana langsung ditahan oleh Kyai Abu cepat.
”Nak, jangan begabah, semua masalah ada solusinya. Jangan gegabah.”Ujarnya disana.
Habib mengeleng mengatakan.”Tapi Habib salah Abi. Habib harus dihukum..”Ujarnya Hbaib lemah.”Habib sudah membunuh anak yang bahkan belum melihat dunia ini.. habib jahat bi.”Ujarnya lorih disana.” Andai tadi habib tidak dorong Mira., pasti sekarang dia baik baik saja. Habib pembunuh.”Ujarnya.
“Nak.. jangan gegabah. Lebih baik kau temui Mira dan bicarakan. Meminta maaflah karena semua sudah terjadi. Mau kau diipenjara sekalipun kau tetap tak akan mampu mengembalikan yang mati. Kau harus sabar..”Ujarnya disana. Habib diam disana menatap kepintu kamar Mira nya nanar.
“Lebih baik kau ambil anak Mira yang meninggal dan kuburkan. Itu lebih berguna saat ini.,”Ujar kyai Abu. Habib terduduk lagi dikursi menutupi wajahnya. Wajahnya membayangi anaknya diperut Nayya. apa kabar anaknya sekarang? Maafkan dirinya yang telah membunuh anak orang lain. Ia sungguh benar benar merasa bersalah saat ini.
Dilain sisi ada Nayya yang sudah mengenakan baju yang sudah bersih. Dan haripun sudah berganti. Ada rasa ingin pulang pada Habib, merebut apa yang ia punya. Habib miliknya, tetapi sepertinya pulang bukan kalan yang baik. Ia bingung sekarang, mau pulang atau mau pergi. Jikapun ia pergi sepertinya ia tak akan pergi dan pulang dirumah ibu dan ayahnya. sebab itu terlalu mudah bagi Habib menemuinya.
“Dan jikapun aku pergi, tidak mungkinkan aku pergi kerumah ibu dan ayah saja? Ini terlalu mudah untuk habib menemui ku nanti, dan pada akhirnya aku akan kembali pada dia. Jikapun aku tidak kembali, pasti dia akan mengusik hidupku sampai pada akhirnya aku kembali sakit karena dia..”Gumamnya lirih.
Benarkan? Jika Habib tau dirinya disini. Nayya yakin jika Habib tidak akan mudah melepaskan dirinya yang sedang mengandung.
Akhha.. Iya, dia kan sedang mengandung, bagaimana bisa ia bercerai pada Habib saat mengandung? Jikapun anaknya lahir nanti, pasti Habib tak akan mau melepaskanya karena ada anak yang harus ia pertahankan, nanti juga dirinya yang akan disalahkan..
“Hais.. “Gumamnya lirih disana..
Nayya terdiam dikalah merasa keningnya dielus, “Mikirin apa si dek? Keknya berat banget dipikirin.”Ujar Ayahnya disana.
__ADS_1
Ahh itu suara ayahnya yang duduk disisi ranjang anaknya itu. Rindu dan Rey? Ia akhirnya menginap diisinya karena penerbangannya tertunda satu hari lagi. karena hujan deras dan petir. Bahaya.
Nayya disana memejamkan matanya merasa usapan dari tangan ayahnya itu. “ Ayah, jika Nayya pergi jauh bagaimana?Nayya tidak mau disini ayah. Nayya mau memulai semuanya dengan yang baru. “Ujarnya disana dengan lembut.
Usapan pada keningnya Nayya terhenti. Ayah Nayya menatap anaknya sendu, bahkan hingga detik ini Nayya tidak cerita jika dirinya diculik. Ia sudah mendengar semuanya dari Abel jika Nayya diculik dan hamper dilecehkan. Dan ia juga bercerita bagaimana perjuangan mereka yang harus kabur dari tempat itu, dimana jika mereka kehilangan satu menit saja maka nyawa taruhannya.
Nayya disana membuka matanya dan tersenyum. “Tidak boleh yah ayah?”Tanyanya kirih. Ayahnya memang tidak akan mau jauh darinya. Ia tersenyum dan kembali berkata.” Tidak apa-apa kok kalo tidak boleh ayah. Yang penting Nayya bisa sama ayah dan bunda saja tidak apa-apa hehe.. nanti kalian bantu Nayya rawat anak Nayya yah. Nayya kan buta.”Ujarnya menyandarkan kepalanya dibahu ayahnya.
Bahu ayahnya bergetar karena menahan tangisnya. Ia mengusap kepala anaknya nanar. “Nay inget engak pas Nay kecil, Nay diumur 10tahun udah bisa masak katena sering ayah dan bunda tinggalin?”Tanyanya. nayya mengangguk semangat. “Kamu itu perempuan hebat dan mandiri. Ayah yakin, meskipun kamu buta. Kamu mampu merawat anak kamu. Kita akan usahakan supaya kamu bisa melihat lagi yah.”Ujarnya disana.
Nayya tersenyum disana. Ayahnya mengusap mata anaknya.”Nanti ayah mau kamu bisa lihat wajah ayah lagi, wajah bunda, wajah kak Cakra, dan wajah anak kamu nanti. Kamu maukan liat lagi kan?”Tanyanya. Nayya disana menganguk semangat.”Tetap semangat dan bahagia yah Nak. “Lirihnya. Nayya mengangguk dengan senyumnya.
“Terimakasih ayah.”ujarnya disana/m. Ayah nayya memeluk anaknya sayang. Ia tak bisa melepaskan Nayya pergi.
“Dan masalah pergi. Memangnya kamu mau pergi kemana? Ayah tau, jika kamu pergi karena mau menghindari Habib kan?”Tanyanya disana.,
Nayya diam disana dengan kaku, ia mengerjab membuat ayahnya menghela nafas mengusap air matanya. “Kamu berhak bahagia nak. Ayah tidak akan membiarkan kamu hidup ditengah tengah kepahitan hidup. Ayah mau kamu bahagia meskipun kami disini harus menahan rindu karena kamu yang sudah jauh. Ayah akan selalu dukung keputusan kamu.”Ujarnya.
Nayya tersenyum dibuatnya. Namun pikiranya berkelana jauh, jika ia pergi ia akan kemana nanti? Apakah ia harus meninggalkan keluarganya? Nanti jika ia pergi siapa yang merawatnya. “Hemm... Jika Nay ikut sama mbak Rindu ke Turki saja bagaimana yah? Kan disana juga ada bang Cakra yang sekolah. Jadi Nay ada temannya, ada Abel juga nanti..”
.
.
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys....