Istri Butaku

Istri Butaku
buka puasa


__ADS_3

Abbi enggak kangen abu?”Tanya Abi disana membuat Habib tersadar dan Arga pergi. Habib menghela nafas dan menatap anak Khumiaro itu tersenyum. Dan mengangguk, ia memeluk anaknya Khumairo yang ia anggap anaknya sendiri itu. Ia menyayangi Abu kok, tenang saj ia tak sejahat itu untuk membenci anak yang tidak bersalah sama sekali. Habib tidak begitu tenang saja...


Abu disanapun memeluk ayahnya tak kalah erat, ia sangat menyayangi Habib yang penyayang, penuh kasih dan juga tak pernah membentaknya. “Gimana keadaan kamu? Kok muka kamu luka sama bonyok kayak gini? Abi mau nanya tadi tapi kamunya jauh.”Ujarnya kepada Abu yang wajahnya banyak bekas luka meski sudah memudar.


Abu disana meringis.”Anu Bi.. Heheh... nanti saja bicaranya. Kita bicara dilluar saja yuk.”Ujarnya. Habib disana menatapnya dalam,


”Kamu enggak kenapa-kenapa kan nak?”Tanyanya. Abu disana diam menatap abinya dalam lalu menggeleng dengan senyum manisnya.


“Enggak kok By.. soalnya kemarin Abi udah diobatin.”Ujarnya dengan binar.”Kemarin ada dokter yang baik banget, dia yang menanggung jawab Abu dan juga yang nanganin Abu sampek sembuh, dia suapin Abu dan juga baik banget. Hehe.. “Ujarnya disana tersenyum.


Kalian tau kenap Habib memanggil Abi itu Abu. itu karena lucu saja jika mereka saling memanggil Abi. Abi memanggil Habib Abi dan Habib meanggilnya Abi. mangkanya khusus Habib memanggil Abi itu Abu.


Habib berjalan dengan Abu disisinya. Habib menatapnya dengan tatapan heran.”Siapa namanya? Dan kenapa kamu tidak telepon Abi? Kan Abi mau jenguk kamu kalo kamu sakit.”Ujarnya mengusap kepala anaknya itu,.


Abu menggeleng.”Kemarin Abu telepon Umi, tapi kata Umi dia disana sedang sibuk jadi mau telepon Abi tapi katanya Abi tidak mengangkat teleponnya.. Abi ngeblokir nomor Umi dan lainnyakan, kadi yah enggak ada yang dateng.”Ujarnya meringis disana. Ia menatap abinya nanar. Air matanya mau jatuh namun ia harus tegar.”Tapi tak apa. Allah udah nyiapin malaikat baik dikemarin hari.”Ujarnya disana tersenyum bahagia.


“Tau enggak bi. Kemarin dia kasih Abu bunga, dia kasih Abu makanan masakan dia dan banyak lainnya. Andai yah Bi dia itu Uminya Abu, pasti Abu sayang banget sama dia.”Ujarnya disana dengan nanar. Lalu tersenyum.”Tidak apa, kan Abu punya Abi. Abu sayang Abi, meksipun Abi bukan ayah kandung Abu.” Ujarnya disana.


Habib menatap anaknya nanar dan berhenti. Abupun berhenti menatap ayahnya itu dengan dalam. Habib mengusap kepala Abu dan berkata.” Abi tidak pernah menganggap kamu anak orang lain, kamu anak Abi, dari dulu dan sampai kapanpun, tidak ada yang bisa mengubah hal itu. Mau kamu bukan anak kandung tapi abi tetap ayah kamu, abi sayang kamu,. Abi, Nyai, Kyai. Semuanya sayang Abu.”Ujarnya membuat Abu disana menatap ayahnya nanar.


“Nanti beresin semua yah alat-akat milik kamu, kamu tingal sama Abi saja diapartemen abi. Mau?”Tanyanya disana.


Abu disana menatap ayahnya binar secara dia disini tingal diasrama yang penuh dengan peraturan.”Beneran Bi?”Tanyanya membuat Habib mengangguk.”Asiik. makasih By.”Ujarnya disana semangat membuat habib mengusap kepala anaknya sayang.


“Tapi tadi dokter baik siapa namanya? Kita ketemu yah sama dia. Abi mau ngucapin terimakasih sama dia udah ngerawat anak ABi yang tampan ini.”Ujarnya kepada anaknya. Ia hanya mau silaturahm dengan orang baik, didunia ini hanya ada sedikit orang yang masih peduli akan orang sekitar dan orang asing kan?


Abu disana mengangguk.”Ay-Ay captain.”Ujarnya disana membuat Hbaib mengangguk.,”Yauhdah Bi kita pulang. Panas nanti Abu laperr lagi.”Ujarnya. habib disana tertawa dibuatnya.”Asik nanti kita buka bareng yah bi,. Oh iya kenapa enggak nanti Abu minta buka bersama aja sama dokternya? Biar enak gitu?”Tanyanya.


“Boleh juga sii. Nanti kamu atur saja jadwalnya yah.”Ujarnya. Abu disana mengangguk saja dan mulai beriringan dengan Habib menimbulkan banyak pertanyaan akan mahasiswa dan siswi lainnya disana.. Habib disana pun nampak beberapa kali tersenyum menatap anaknya tu.


Disisi lain ada Acha yang ditarik oleh Kakaknya dan diseret, sebab Acha yang menolak untuk bersama kakaknya, Arga mau mengendongnya namun Acha disana malah menolak keras karena mata dan tatapan para siswi disini bagaikan mau menikamnya bagai serigala saja. Ia jadi tidak berani.


Dibelakangna Tasya ada Radit yang ikut. Katanya si mau ikut buka puasa dirumahnya Acha padahalkan agama mereka itu beda, yah.. Tasya dan Radit disana puasa jadi yah toleransi berama mereka sangat kuat meskipun berbeda agama. Dan satu fakta lainya yaitu Tasya menyukai Arga kakak dari Avha. Lebih tepatnya mengagumi saja,


Namun mata mereka mendadak menjadi binar dialah melihat wanita yang berumur namun maish Nampak muda itu turun dari mobil semmbari melambaikan tangan.”Umi..!!!” Teriak Acha berlari namun ditahan Arga kuat membuat Acha hampir jatuh andai Arga tak memeluknya.”udah tau sakit. nanti jatuh nangis.”Ujarnya Arga disana dengan dingin.


Acha disana pun mendelik.”Yah kan kakak yang bikin jatuh ini. pakek tarik-tarik baju segala, nanti sobek tauk.”Ujarnya memukul tangan Arga yang memegang bajunya.

__ADS_1


Arga disana menatapnya tajam.”Nanti siapa tau kamu pingsan kan, seengaknya tertahan sedikit jadi enggak jatuh-jatuh amat dan enggak sakit sakit .”Ujarnya disana membuat Acha disana menatapnya dengan senyum baper.”Apa senyum-sanyum gitu? Enggak lucu kalo nanti ada yang bilang step brother sama kita.'' Ujarnya.


“Ih anak umi kok ketemu Umi rebut-ribut si?”Tanyanya Nayya datang membuat perdebatan Arga dan Acha disana terhenti.


Acha disanapun mengadu.”Ini Umi. Kak Arga tadi narik-narik baju Acha, nanti sobek, kini udah kendor malah baju Acha.”Ujarnya disana.


Arga mendelik.”Bukan Umi.tadi kak Arga mau gendong Acha karena Acha pucet tapi Acha enggak mau, jadi yah Arga tahan Acha saja sebab Acha tidak mau jalan berbarengan karena malu.,”Adunya Tasya Disana membuat Arga tersenyum mengejek kepada adiknya.


Acha mendelik menatap Taysa.”Ih Tasya kamu tu temen Caca atau kak Arga si? Lok kayaknya dendam banget sama aku.”Ujarnya disana mendelik.”Temenan sama kak Arga aja lah, biar nanti Acha temen saja Radit saja.”Ujarnya memeluk tubuhnya sendiri.


“Tapi yang dikatakan Tasya bener kok. Lagian kak Arga baik.”Ujarnya Radit membuat Acha menghentakkan kakinya didepan Nayya.


“Iss nyebelins emua yah.”Ujarnya membuat Arga disna terkekeh,


”Yaudah deh. Acha paling bener.. acha paling baik, adik kakak paling The Best.”Ujarnya membuat Acha disana menatapnya dengan delikan. Selalu saja kakaknya begini membuat semua orang kagum akan dirinya termasuk dirinya.


Nayya disana pun menghela nafas.,”Yaudah pulang yuk. Katanya Acha sakit tadi. Radit Tasya yuk pulang.. bunda Rindu udah masak banak buat kita sore ini. kalian bisa nginep juga nanti.”Ujarnya disana kepada teman anaknya ini.


“Beneran Umi?”Tanya Radit membuat Nayya mengangguk.”Asiikkk.. tapi masuknya enggak bayarkan Umi? Nanti kayak dulu lagi pas kami mau kerumah Acha mau bikin tuga sekelompok. Ehh engak taunya masuk bayar.. gila si kok bisa gitu umi?”Tanya Radit sembari berjalan.


“Karena disana pakek praturan sendiri si.''vUjar Nayya menjawab.”;Lagian disana salah satu desa ter asri dikota ini, tidka boleh ada polusi dan harus diperketat penjagaan dan peraturannya. Jadi yah gitu.”Ujarnya Nayya disana menjelaskan.


Arga disana pun mendelik dan menatap Tasya tajam. Tasya yang ditatappun meringis.”YTah maaf bang.. kan Cuma khayalan,, siapa tau jadi nyata,.”Ujarnya disana mencicit.


Arga disanapun menatap lain arah.” Ngayal tu yang pasti saja jangan yang tidak mungkin, karena semakin tingi khayalans emakin sakit pula nanti jadinya. “Ujarnya. Tasya disana hanya mendelik tak terima..


“Tapi Umi, kok Umi mau si disana? Kan disana bayarnya mahal mi, dan juga jauh dari kota dan tempat kerjanya Umi. Kenapa mau disana? Kenapa enggak dikota aja?”Tanya Radit sampai didalam mobilnya Nayya. mereka memang sengaja tak bawa mobil karena sudah janjian dengan Nayya.


“Karena bunda Rindu sakit yah kan mi?”Tanya Acha disana dengan Nayya.”Bunda Rindu sakit parah dulu jadi paru-parunya rusak, bahkan sampek sekarang dan dia tidka boleh terkena polusi udara yang berlebihan, dia juga tidak boleh terkena lingkungan jahat. Mangkanya Ayah buat kita tingal disana.”Ujarnya disana.


Tasya dan Radit diam dibuatnya, siapa yang tidak tahu jika Acha dan Arga punya 2 ibu? Radit menatap Nayya yang tersenyum.”Bener, Bunda Rindu tidak bisa terkena udara kotor jadi yah harus ditempat yang bersih..”Ujarnya.


“ maaf yah umi,.”Ujarnya Radit disana merasa bersalah. “Umi bahagia enggak bagi suami? Radit heran aja kenapa Umi mau nikah jadi yang kedua padahal Umi kan cantik banget sama baik.”Ujarnya meringis disana.


Nayya disana pun menatap anak-anaknya, tak ada yang berubah diwajah meteka, bahkan tak ada yang terusik. “ Karena ayahnya mereka baik bahkan sangat baik. Kadang kadar bahagia orang beda-beda.”Ujarnya Nayya disana meringis..


“Kami punya ayah yang baik, bunda yang tegas nan umi yang lembut, kami bahagia dengan kehidupan kami kok. Jadi tidak ada yang harus dipertanyakan.”Ujarnya Arga disana.”Karena berbagi bukan berarti menghabisi atau serakah, tetapi karena tau jika kebahagiaann didunia hanyalah sementara. “Ujar Arga mnenjawab. Nayya pun mengusap kepala anaknya sayang.

__ADS_1


Radit menatapnya nanar. Andai keluarganya begini pasti ia bahagia kan? maklum dia anak browken homo yang membuat otak acha menjadi membenci keluarga atau perselingkuhan.


Sampai dipersimpangan memasuki mobil Nayya disana menatap habib yang berjalan dengan sosok yang tertutup oleh tubuhnya membuatt ia terdiam, ia segera memasuki mobilnya cepat dan juga menutup pintunya keras. Sosok yang disanapun terdiam mendengarnya kaget.


Ulahnya malah membuat dirinya terjerat.


“Umi kok gitu? Kek ngeliat setan aja?”Tanya Acha disana lemah.


Nayya membuka jaketnya dan memakaikanya pada Acha.”Tidak ada,. Umi mau cepet pulang aja supaya Acha tidak sakit lagi.”Ujarnya. Acha disana mengangguk memejamkan matanya. Ia bersandar ditubuh kakaknya merasa panas disekujur tubuhnya.


Arga pun membuka jaketnya dan memakaikannya pada ibunya.”Umi pakek yah. Argakan cowo jadi kuat. Nanti Umi sakit tidak ada yang jagain Acha dan Arga.”Ujarnya membuat nayya mengeleng.


”Umi jangan ngeyel. Arga sayang umi, Arga tidak mau Umi sakit.”Ujarnya. Nayya disana pun menatap Arga sayang. Arga memiliki sikap yang sama sperti Habib yang penyayang, lembut, rendah hati membuat ia menatap lain arah tadi, ternyata disana ada Habib menatapnya untung kaca mobil itu tak terlalu terawang.


“Yaudah kita jalan yah.”Ujarnya Nayya. Radit disana diam menatap mereka. Jujur saja ia iri, sangat iri. Bahkan ketika ayahnya memiliki dua ibu mereka tetap saling menyayangi satu sama lain,. saling mengasihi sedangkan dirinya? Ayahnya selingkuh dan ibunya minta cerai. Keluarganya hancur berkeping keping.


Tak ada yang mau mengurusnya, dan tak ada yang bangga memiliki nya, ayahnya bahkan tak mau mengakuhinya sebagai anak.. ia diasu oleh neneknya dan dilupakan oleh keluarga nya. Ingin rasanya menangis tapi yasudahlah yah. Tasya? Tasya disana menatap Arga penuh kagum. Andai saja nanti jika mereka menikah, pasti Arga lebih soswit dari inikan? Dengan ibu dan adiknya saja ia sesoswit ini apalagi dengan istri?


Dkisisi lain ada habib yang menatap mobil itu menjauh, tadi samar-samnar ia melihat Nayya bersama Arga yang menyelimutinya dengan jaket. Itu membuat ia terdiam dan menatapnya dalam sampai lupa jika Abu didalam menatap abinya heran.


Ia sampai keluar lagi dari mobilnya dan menepuk pundak Habib.”Bi abi kok diem terus? Ini udah mau sore, haus loh.”Ujarnya disana. Habib yang kaget menatapnya tertegun. benar masih sore membuat ia tertegun dan menatap lagi kearah mobil tadi.


Ternyata mobil sudah menjauh. Abu disana menatap Abinya heran dan menatap dimana tatapan abinya itu.”Abi liat apa si? Kok focus banget? “Tanyanya. Dan ia tak tau apa yang dilihat abinya, sebab mobil sudah melaju dan para siswa dan siswi banyak disana.


Habib disana menggeleng. Mungkin hanya halusinasi saja membuat ia tersenyum.”Enggak kok. Abi tadi liat seseorang yang Abi pikir kenal. Tapi mungkin hanya halusinasi maaf yah kamu jadi nunggu deh jadinya.”Ujarnya.”Yaudah yuk masuk.”Ujarnya.


Abu disanapun mengangguk memasuki mobil lagi. habib disana diam sebentar menatap laju mobil tadi dengan kedipan.”Bi ayokk. Kok ngelamun lagi?”Tanya Abu menyadarkan Habib. Habib jadi terkejut dna mengangguk.. ia segra memasuki mobil dan diam mengingat hal tadi.


Apa yang ia lihat tadi benarkan? Jika benar berarti Arga itu adalah anaknya kan? Anaknya yang tak pernah ia temui? Apa hanya halusinasi saja hingga ia takk sadar jika mobil itu belum melaju dan Abu menatapnya dalam. Abinya baik baik saja kan? Jarang Abunya begini ubah suka melamin tanpa sebab.


"Bi.. Yuk jalan... "Gumam abu.


"Astagfirullah.. maaf yah lup.. " Usir Habib Disana segera melajukan mobil dengan gemetar.


.


.

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak yah.....


__ADS_2