Istri Butaku

Istri Butaku
Darurat


__ADS_3

kabar dari Abu yang telah didapatkan oleh Rey membuat Rey gugup dan juga, iya memilih segera pergi dari sana dan juga segera mengendarai mobilnya untuk menemui Habib dan juga Willy,


pikirannya melayang kemana-mana. seakan-akan hanya raganya saja yang berada di di awan-awan. bahkan bahkan tanpa ia sadari ia hampir menabrak orang yang hendak lewat dan menerobos lampu merah... iya hampir mati 3 kali untuk hari ini...!!!


ketika sudah sampai di rumah, iya segera ke kamarnya Willy namun, semua menatapnya aneh, bahkan ada beberapa maid yang berani bertanya kepadanya namun Ia hanya diam saja sampai rasa lelahnya ia bertanya " dimana Willy???"


permit saling tatap dengan wajah yang menunduk, lalu menjawab"tuan Wili sedang berada di luar, maaf Tuhan kami tidak tahu ia pergi kemana..."ujarnya salah satu maid yang ada di sana sopan. sebab Rey adalah salah satu orang yang sangat sopan dan juga memanusiakan manusia manusia yang ada di dalam rumah tersebut.


Rey yang mendengarnya segera membuka handphone-nya dan juga menelepon Willy, namun nomornya tidak aktif. yang tertera di sana hanya memanggil dan tidak terhubung. "di mana kamu kak"gumam Rei di sana. semua yang berada di sana menatap Rey dengan tatapan tanda tanya namun mereka tak berani bertanya secara terang-terangan.


karena tidak dapat tanggapan Ia pun segera menelepon Habib dan tak lama setelahnya handphone itu pun bergetar jangan terhubung"halo Assalamualaikum Bib kamu di mana ??? bisa kita bertemu sekarang di cafe dekat pesantren milikmu???"


"---------"


"ya Saya segera ke sana. jangan sampai terlambat mengerti!!!!"


tutututut....


Rey segera pergi dari sana dan pergi menuju tempat yang sudah Ia janjikan kepada Habi tadi. tidak banyak kak hanya beberapa jam lagi. menatap arlojinya dan ternyata sudah menunjukkan pukul 5 sedangkan ia belum melaksanakan salat membuat ia segera berangkat ke masjid terdekat dan melaksanakan salat dulu baru ke cafe tempat janjiannya dengan Habib. sebab baginya adalah salat nomor satu.


lain sisi ada Habib yang kaget menatap handphonenya, barusan ada yang menghubunginya dengan suara yang terlihat sangat khawatir membuat ia bertanya-tanya ada apakah gerangan. namun belum sempat ia bertanya hari sudah mematikan teleponnya ketika sudah mengatakan ingin bertemu. jadi mau tidak mau ya harus pergi dari sana menuju ke tempat yang sudah dijanjikan dengan Rey.

__ADS_1


saat sampai di kafe tersebut ia tidak bertemu dengan Rey masih kosong dan juga tidak menemui siapapun. iya memilih duduk di sudut cafe dan menunggu rey yang masih di jalan. menunggu sampai 30 menit barulah ia melihat batang hidung Rey yang datang dengan wajah yang teramat sangat kusut dan kalut, bahkan celana hitam nya dan juga jasnya terdapat beberapa jejak tanah kuning.


"ada apa Rey?" Tanya Habib pada Rey yang baru saja duduk di depannya.


Rey yang ada didepan nya pun menghela nafas dan menjawab " Ini masalah penting Rey. keluarga Khumairo dan Aron merencanakan hal buruk untuk kalian.. kalian harus bertindak..!"


Habib mengernyitkan mendengarnya" Tau dari mana???""


Rey pun menjelaskan tentang apa yang sudah dilewatkan abu, dan apa yang sudah diceritakan oleh Abu kepada Habib. percaya ya, sebab iya pikir Abu juga menjadi dalam-dalam semua peristiwa tersebut.


namun Rey sangat meyakinkan nya bahkan ia apa kali memukul meja dan juga membentak Habib untuk percaya membuat Habib mau percaya. barulah mereka merencanakan hal untuk menyelamatkan keluarga mereka.


.


.


.


Disisi lain ada sosok yang dicambuk karena ketahuan apa yang ia lakukan. "Kurang ajar...! dasar tidak tahu diuntung,...!!!!!!" Teriak disana menggema membuat sosok yang ia cambuk itu meringis dan menahan tangisnya yang meledak.


Tangannya gemetar menahan sakit yang teramat disana, ia meneguk aaliva kering nya dan mengingat cerita dari bundanya dulu. Bunda Rindu..

__ADS_1


Yah ia Abu. Ia dihukum karena ketahuan akan apa ia lakukan, hingga saat ini ia menahan bulir air matanya. membayangkan elusan hangat oleh bunda Rindunya dan bercerita


Pada awal kelas filsafat di sebuah universitas, profesor berdiri dengan beberapa item yang terlihat berbahaya di mejanya. Yaitu sebuah toples mayonaisse kosong, beberapa batu, beberapa kerikil, dan pasir. Mahasiswa memandang benda-benda tersebut dengan penasaran. Mereka bertanya-tanya, apa yang ingin profesor itu lakukan dan mencoba untuk menebak demonstrasi apa yang akan terjadi.


Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, profesor mulai meletakkan batu-batu kecil ke dalam toples mayonaisse satu per satu. Para siswa pun bingung, namun profesor tidak memberikan penjelasan terlebih dahulu. Setelah batu-batu itu sampai ke leher tabung, profesor berbicara untuk pertama kalinya hari itu. Dia bertanya kepada siswa apakah mereka pikir toples itu sudah penuh. Para siswa sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh.


Profesor itu lalu mengambil kerikil di atas meja dan perlahan menuangkan kerikil tersebut ke dalam toples. Kerikil kecil tersebut menemukan celah di antara batu-batu besar. Profesor itu kemudian mengguncang ringan toples tersebut untuk memungkinkan kerikil menetap pada celah yang terdapat di dalam stoples. Ia kemudian kembali bertanya kepada siswa apakah toples itu sudah penuh, dan mahasiswa kembali sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh.


Para siswa sekarang tahu apa yang akan profesor lakukan selanjutnya, tapi mereka masih tidak mengerti mengapa profesor melakukannya. Profesor itu mengambil pasir dan menuangkannya ke dalam toples mayones. Pasir, seperti yang diharapkan, mengisi setiap ruang yang tersisa dalam stoples. Profesor untuk terakhir kalinya bertanya pada murid-muridnya, apakah toples itu sudah penuh, dan jawabannya adalah sekali lagi : YA.


Profesor itu kemudian menjelaskan bahwa toples mayones adalah analogi untuk kehidupan. Dia menyamakan batu dengan hal yang paling penting dalam hidup, yaitu : Kesehatan, pasangan anda, anak-anak anda, dan semua hal yang membuat hidup yang lengkap.


Dia kemudian membandingkan kerikil untuk hal-hal yang membuat hidup anda nyaman seperti pekerjaan anda, rumah anda, dan mobil anda. Akhirnya, ia menjelaskan pasir adalah hal-hal kecil yang tidak terlalu penting di dalam hidup anda.


Profesor menjelaskan, menempatkan pasir terlebih dahulu di toples akan menyebabkan tidak ada ruang untuk batu atau kerikil. Demikian pula, mengacaukan hidup anda dengan hal-hal kecil akan menyebabkan anda tidak memiliki ruang untuk hal-hal besar yang benar-benar berharga.


Pesan Moral : Perhatikan segala sesuatu yang penting demi kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan. Luangkan waktu untuk bersama dengan anak-anak dan pasangan anda. Selesaikan pekerjaan anda ketika anda berada di kantor, jangan saat anda sedang berkumpul dengan keluarga. Dendam terhadap seseorang tidak akan bermanfaat untuk anda. Dapatkan prioritas anda sekarang dan bedakan antara batu, kerikil, dan pasir.


hal yang membuat abu tersenyum dan teringat kata Rindu. " Sesakit apapun yang kamu alami tersenyumlah, sebab kadang yang mematahkanmu membutuhkan tangismu dan tangismu terlalu mahal untuk diperuntukkan..."


..

__ADS_1


__ADS_2