
Yuhu kita cek rumah Nayya... Rumah Nayya tidak sebagus yang dinayangan kakin yah.
skuy... calon rumah aku nanti juga mngkin hehehe...
.
.
.
Perdebatan itu usai? Oh tentu tidak.. itu hanya awalan perjuangan, apajah Nayya akan pergi? Nayya tak akan segan pergi jika akan ada pernikahan kedua bagi Habib. Ia tak akan segan untuk meningalkan Habib dalam keadaan buta sekalipun.
Dan sekarang Habib melakukan apa yang sudah ia janjikan, ia menuju kerumah dekat Ndalem, riumah itu tak jauh, hanya dibelakang saja kok tidak lebih.. Rumah yang terbuat dari kayu jati yang terpahat sangat indah. Diwarnai dengan warna coklat.. dipelaponi dan semuanya bernuansa tradisional.. rumah itu tak megah dan mewah sebagaimana yang diidam-idamkan semua orang zaman sekarang. Itu adalah rumah biasa namun harganya? Jangan ditanya yah...
(Contoh yah dalaman dan dean rumah)
Rumah ini tak mengenkan ace, namun udara didesa ini sudah dingin, ditambah rumah terbuat dari kayu membuatnya semakin dingin dan nyaman, kamarnya hanya dua buah, dan kamar pembantu ada satu dibelakang dekat dapur.
Lapangan minimalis disana juga ada. Kolam ikan kecil kecilan yang dibuat habib dan juga burung Beo satu ekor didepan dan burung perkutu satu.. jadi kicauan cukup membuat sakit kepala. Karena Nayya tidak suka keributan ia menginginkan burung itu dipindahkan kebelakang saja.
Akh iya, disana juga banyak pohon kecil, contohnya keondong yang hanya sedadanya namun sudha berbuah. Itu dibeli oleh Hbaib.
Tak sampai disana, dipinggiran rumah habib memasang tanaman hidroponik dan straoberi yang segar beberapa pot disana. Sangat subur dan berbuah.
Itu juga ia beli perpohon karena ingin Nayya betah disini dan tidak bosan. Dibelakang rumahnya ada ayunan muat dua orang dan itu mengarah pada perkebunan miliknya membuat disana sangat sejuk dan dingin.
Habib akan sering menghabiskan waktu bersama Nayyaq kesana nannti mingkin? Ia bahkan membuat gardu makan disana untuk dirinya dan Nayya. Iya, dialam yang bebas. Dan disana ia letakkan dbeberapa pilar sisi ada obor jadi tidak akan ada nyamuk dan akan terang disana.
Jika Nayya melihatnya pasti ia akan sangat bahagia. Namun sayangnya tidak. Meski begitu Habib tidak masalah, karena yang ia lakukan untuk Nayya. Meksi ia tak mampu melihat sekalipun ia tak peduli.
Seperti dipagi ini. Kemariin Nayya sudah pindah jadi sekarang ia disini dengan Habib dan juga pembantunya bernama Loli. Gadis muda itu seumuran denganya.
__ADS_1
Ia merasakan tepukan pipinya “Hey sayang bangun udah subuh yok bangun..”ujarnya nayyya disana mengerjab sebentar lalu mengangguk. Dengan sigap Hbaib membantunya. Habib terkekeh melihat Nayya yang tetap diam enggan menjawab...
Cup.. cup.cup.. ia mencium gemas wajah Nayya yang bagaikan anak kecil itu.”Bangun, atau mandi bareng mau?”Tanyanya disana dengan jail. Nayya langsung membuka matanya lebar dan mendengus.
“Iyain..”Gumamnya membuat Habib terkekeh lalu membantu Nayya mengambil wudhu.
Sejak kemarin Habib tak pelas dari Nayya, semuanya Habuib yang memberesnya.. mulai dati baju dan semua peralatan. Ibu dan ayahnya Hbib juga membantu namun hanya ala kadarnya saja. Nayya juga hanya diam sembari memakan es krim kemarin.
Setelah sholat berjamaah Habib mendekati istrinya dan Nayya pun mencium punggung tangannya. Habib menerimanya dengan senyum manisnya dan mencium kepala Nayya. Nayya yang masih mengantuk itu meringkuk dikakinya Habib mencari kenyamanan. Faktanya semalam ia tak bisa tidur. Nayya memang sulit beradaptasi dengan lingkungan jika malahan tidur. “ kenapa masih ngantuk hm?”Tanyanya disana.
Nayya disana mengangguk lalu kembali tertidur karena usapan dari Habib dikepalanya, Habib meletakkan kepala Nayya dipahanya.
Habib tersenyum tipis melihatnya. Apakah ia sudah mencintai Nayya? apakah semudah itu ia melupakan masa lalunya?
Meski mengantuk Nayya bangun dijam tujuh pagi dan sudah bersih, ia sudah duduk dimeja makan dengan Habib yang sudah siap disampingnya.”Ayo Nay sarapan.. enak loh.,”Ujarnya membuat Nayya mengangguk. Meminum susunya dan Habib pun diam diam meminum bekas minumnya Nayya.
Nayya yang mau minum lagipun mengerut karena tak merasakan airnya lagi.”Kok habis? Gelasnya bocor yah? Tadi perasaan masih ada deh.”Guma,,nya merabah bawahan gelasnya. “Tidak bocor..”Gumamnya disana heran.
Habib disana terkekeh dibuatnya.”Mungkin perasaan kamu aja kali.. nih minum yang aku saja..”Ujarnya memberikan susu setengah miliknya. Kebiasaan Habib menggantikan susu miliknya dan susu milik Nayya. Nayya menerma saja dan meminnumnya.
“Yaudah.. kalo gitu mas mau ngajar dulu yah.. kamu jangan kemana mana, dirumah saja. Nanti mas akan pulang lebih awal dan kita akan pergi beli makanan buat kamu.. maukan?”Tanyanya disana membuat Nayya mengangguk.
Habib membawa Nayya kedepan pintu..”Mas pergi yah.. cup...” Ia mencium kepala Nayya didepan rumahnya. Nayyapun mengangguk dan menyambut tangan habib.,”Nanti bawa makanan yah. Yang pedes, soalnya Nay susah eek..”Jujur Nay.
Nayya menepis tangan Habib dipipinya dan berkata.”Malu kenapa? Dulu aja waktu kaki dan tangan aku pata kan kamu yang cebokin aku eek..”Ujarnya. Habib memerah dibuatnya. Nayya memang polos atau memang bodoh yah?
“Sudah ahkk kok bahas jorok si.. kamu nih..”Ujarnya. Nayya terkekeh disana.
‘”Habisnya kemarin aku ennggak makan pedes terus.. jadi yah gini..” Ujarnya membuat Habib mengangguk dan berpamit. Dan saat ia berbalik ia dikejutkan dengan banyak satrin putra yang membawa buku kepadanya.
”Astaghfirullah.. kalian ngagetin aja..”Gumamnya disana.
Para santri putra saling atap disana dengan malu mendengar pembicaraan Nayya dan Habib memberanikan nanya.”Maaf gus.. kam kami kesini mau nagih hutang gus. Katanya gus kita kermah gus aja buat nyetor hafalan soalnya kemarin gus enggak masuk. takutnya kami lupa..”Ujarnya dari salah santri santri.
"Kami tadi juga mau salam tapi takut ganggu.."Cicitnya takut diangguki temannya yang lain.
Nayya terdiam disana.”Gus katanya dia Cuma sepupu kok gitu si?”Tanyanya salah satu lagi blak blakan..
” Tapi Ada yang bilang Cuma tanggung jawab karena Gus nabrak dia? Gimana si Gus? Nanti fitnah loh sama nona cantik hehe.”Kekehan geli.
Naya mendengar kekehan itupun mendelik.”kamu Rendi yah?”Tanyanya dnegan terkejut.
Sosok itu tertegun dengannya.” Eh kok bisa tau?”Tanyanya disana gugup.
__ADS_1
“Yah taulah.. kamukan yang dulu suka kasih bunga dan coklat dilaci meja aku.. kamu enggak mau ketemu aku karena malu aku kelas tiga kamu kelas satu.. Kok disini sekarang?”Tanyanya Nayya disana. Ia hafal betul suara nyinyiran sosok ini.
“Oh.. jadi ada yang suka sama kakak tingkat dulu..”bisik yang lain. Habib mendengarnya mendelik menatap Nayya dan muridnya.
“Kalian dulu punya hubungan?”Tanyanya Disana meredamkan rasa tidak suka didadannya.
Nayya mengeleng.”Enggak kok. Cuma Rendi aja yang suka aku. Aku si enggak..”Jawabnya jujur.
Bhuuuhahahaha.. Gelak tawa disana menggema akan ucapan Nayya yang polos dan jujur. Rrendi disana memerah dibuatnya. “ Yah biasa aja si namanya juga cinta monyet kan..”Ujarnya malu disana. Kenapa bisa Nayya mengenalinya. Kemarin dia tau itu Nayya tapi ia tak berani dekat.
“Iya tapi kamu monyetnya dan cintanya retak karena ditolak haha.”Gelak temanya membuat ia memukul kepala temannya.
Habib pun tak kalah menahan senyumnya akan istrinya ini. Ia mengusap kepala Nayya gemes dan berkata.”Dia istri saya...”Ujarnya membuat tawa disana mereda dan menjadi sunyi.
“Loh bukanya cuma sepupu?”Tanya Rendi.”Karena katanya dia Cuma sepupu, ada juga yang bilang mbak Nay Cuma korban dan Gus Cuma tangung jawab?”Tanyanya disana heran diangguki temanya yang lain.
Gus Habib menggeleng disana dan menjawab.”Bukan kok, dia istri saya.”Jawabnya. Nayya disana gugup mendengarnya. Apakah dipondok ini kabarnya akan meluas?
“Berarti gus bohong dong kemarin? Kenapa harus bohong?" Tanya yang lain disana. Dia teman Rendi.
Gus Habib menarikkan satu alisnya dan bertanya,.”Saya tidak berbohong... memangnya saya pernah mengatakan dia sepupu saya atau orang lain?”Tanyanya disana membuat semua orang lain menggeleng kaku.”kalian saja yang mudah menghujat sesuatu hal.”Ujarnya.
“Tapi si Aisya bilang gitu.”Jawab satunya lagi.
“Kan yang nikah saya bukan Ais..”Jawab Habib disana lugas membuat semua orang tertegun.
“Terus nikahanya kenapa diumpet? hamil duluan yah?”Tanyanya.
Pltak..
”Sembarangan kamu. Mbak Nay enggak gitu yah.. “Ujar Randi tak terima membuat Nay tersenyum.
”Santai..”Jawan yang dijitak sebab ia juga agak tertarik dengan Nayya.
Habib menghela nafas.”Terus gimana mbak Khumairo?”Tanyanya si Randi kepada Habib.
Habib diam disana lalu menatap Nayya.”Udah jangan giosip. Nanti kita telat loh.. “Ujarnya mengalihkan pembicaraan disana. Lalu menatap Nayya,.”Saya pergi dulu kamu hati hati dirumah.. Assalamu’alaikum..”Ujarnya lalu pergi..
“Assalamu’alaikum nona cantik.. nanti kalo udah jadi jandanya gus Hbaib karena dia mau nikah sama Khumairo bilang aja sama aku. Biar aku yang gantiin. Eggak apaapa deh enggak perawan. Yang penting kamu sama abang.. “Ujarnya Rendi membuat Nayya tersenyum miris. Kenapa Habib belum bisa tegas akan Khumairo..
“Randi cepat.. jangan ganggu istri saya..”Teriak Habib membuat Randi cengengesan. Sebab dia memang murid baru yang terkenal nakalnya. Dia bahkan pernah disiram dengan air comberan karena mengerjai teman seasramanya.. mangkanya Nayya tidak suka dia dulu. Karena dia dulu sangat nakal.. entah kenapa murid nakal itu tertarik dengan murid yang pendiam seperti Nayya,
jangan lupa like komen dan vite yah guys....
__ADS_1