Istri Butaku

Istri Butaku
Ulang Tahun?


__ADS_3

Sudah satu minggu Nayya tingal dirumahnya tanpa diganggu siapapun, sesekali Fatih datang menjenguknya memberikanya kue dan juga coklat. Tapi pagi ini ketika ia duduk diayunan belakang bukan suara Fatih yang ada.. tapi suara yang tak ia kenalkan, namun tak asing ditelinganya. Suara siapa itu?


“Ehmmm.. Apa kabar Nay?”Tanyanya. suara bariton itu. Nayya bahkan mengerutkan keningnya kaget mendengarnya. Ia yang duduk diayunan dengan semilir angin itu mengerjab mengingat suara berat itu. Suara siapa namun tak ia ingat.


“Ha-hay..” Ujar Nayya disana gugup.”Kam kamu siapa?”Tanyanya lagi.


Sosok itu tersneyum dengan mata yang sudah basah menatap Nayya. namun ia menadakan kepalanya menatap langit sipaya air mata tak jatuh. Lalu memilih duduk disisi Nayya.. ia menatap wajah Nayya yang Nampak sangat angun dan cantik meski tak mampu melihat. Masih seperti dulu. “Apa kabar?”Tanyanya serak.


Nayya bisa merasakan suara itu suara yang memilukan dan penuh kesedihan. Itu membuat keningnya mengerut dengan mengenyam ketatnya. “ Hmm.. baik.. kamu temannya mas Habib atau Fatih? Maaf aku tidak kenal.”Ujarnya lalu memilih pergi melangkah.


Namun dengan terkejutnya ia ketika tanganya digengam..” Plis.. sebentar saja..”Ujar pria itu membuat Nayya menghempaskan tangannya.


“So-sorry.. boleh minta waktumu sebntar? Aku merindukanmu.”Ujarnya disana dnegan nanar kepada Nayya. Nampak sangat pilu membuat Nayya tak tega.


Nayya disana menghela nafas.,”Maaf. Kamu laki-laki dan aku perempuan, aku tidak mau ada fitnah diantara kita. Aku sudah memiliki suami.. kita bukan makhrom. Jadi maaf.”Ujarnya nanar disana. Ia masih berdiri ditempatnya dengan tongkatnya.


Sosok itu menjatuhkan iar matanya lagi dan berkata.” Tolong.. tolong sebentar saja. Lima menit.. tidak lebih.”Ujarnya membuat Nayya disana mengeleng.”Atau aku akan mengatakan pada suamimu jika kita berselingkuh jika kau tidak mau.. “Ujarnya disana memgancam.


“Aku tidak akan macam-macam.. sunguh.” Ujarnya lagi.


Nayya disana menghela nafas dengan mata tajamnya. Ia memilih duduk lagi lalu merasakan dinginya angin segar. Sosok itu tak berhenti menatap wajah Nayya. jika dulu ia menatap Nayya begini pasti Nayya sudah memukulnya dengan sepatu. Tapi sekarang? Haha, bahkan sampai muak mau menatap Nayya juga boleh sepertinya. Tapi sepertinya tidak.


“Kau melupakanku Nay?”Tanyanya disana gugup.


Nayya pun mengeleng.” Aklku tak bisa melihat Kau bukan lupa. Sebut saja namamu, maka mungkin aku ingat.” Jawab Nayya disana kepada sosok yang tak ia kenali itu.”Lagipula kau sedari tadi menangis terus tanpa bicara. Memangnya kamu kenapa? Kamu terluka?”Tanyanya disana.


‘Yah.. saya terluka..!”Jerit hatinya.

__ADS_1


Namun ia terkekeh.” Sok tau sekali, aku tidak menangis, tapi memang suaraku yang begini.”Ujarnya disana membuat Nayya mencebik.”Dan yah.. ini buat kamu.. aku pernah berjanji memberikan kamu ini kan ketika kamu ulang tahun yang ke 18tahun? Dan yah.. tetap bahagia selalu yah...”Ujarnya disana lalu memberikan kotak lumayan besar ditangannya Nayya dan memberikan Cake yang tercum bau straubery memmbuat Nayya disana tersenyum.


" Dan ini Cake kesukaanmu." Ujarnya lagi.


“ Kau siapa? Kok tau ulang tahunku?”Tanya Nayya. Namun sosok itu sudah menkawab pertanyaanya lagi. sepertinya tidak ada lagi disana membuat ia merabah kesekelilingnya namun sudah tak ada suara apa-apa lagi. ia menghela nafas disana.”Siapa sii...”


Ia tak ingat siapa lelaki itu, apakah ia kenal? Tapi kenapa suaranya tak ia kenali. Nayya sosok yang mudah mengingat tapi kenapa? Ada rasa iba didiri Nayya ketika mendengar suara lelaki itu yang menahan tangisnya. Namun dipikiranya apakah kue ditangannya mengandung racun?


Lalu tangannya merabah lagi didalam kotak disana, dan disana ia meraba-raba dan membukanya. Ia disana meletakkan kue kesampingnya dan membukanya. Namun ketika dibuka isinya bulat kecil kecil... ha? Ini coklat kesukaanya, isi coklat ini kacang dan juga dari Arab.. Tak berselang lama lagi ia merabah disebelahnya dan disana ada kalung. Kalung? Kalung yang berisikan liontin . Apa ada foto didalamnya? Ia meraba lagi namun tak bisa dibuka. Apa pakai kinci?


Ia menghela nafas lalu memilih mengambil kuenya tadi dan merabah lagi, Tak jauh disisinya Disana ada sendok kecil membuat ia tersenyum dan mencobanya. Jangan lupa baca doa, ”Terimakasih.”Gumamnya. tanpa ia sadari sebenarnya lekaki tadi itu menatap bahagia wajah Nayya. ia berada disudut dekat dengan pohon.


NAyya disana memjamkan matanya. Cakenya sangat lumer dimulut dan dibawahnya ada semacam puding dingin yang sangat kental coklat. ini juga Cake yang sangat ia sukai. Ia menghela nafas.” Pertama hari ulang tahunku, kedua makanan kesukaan, ketiga coklat.. dan mungkin kotaknya juga warna yang ku suka. Tapi dia siapa?”Gumamnya.


Sampai satu suara dari belakangnya membuat ia terkejut.”Sedang apa Nay?”Tanyanya disana segera memeluk Nayya dari belakang. Dan mencium kepalanya. Nayya terkejut dnegan itu. Namun menghela nafas dikalah ingat suara Habib.


Namun mata Habib tertuju dengan kue ditangan Nayya dan juga kotak berisi banyak coklat dan manisan. Ia melepaskan pelukanya dan duduk disisi Naya.” Siapa yang memberi Nay?”Tanyanya terkejut. Bahkan disana ada tulisan Happybirtday Aya... bukan Nayya ataupun Nay.


Habib disana menatap Nayya tajam lalu mengambil kotak itu dan kuenya.”Kau tidak tau tapi kau makan Nay?”tanyanya nanar.


”Kamu ulang taun? Kenapa tidak bilang?”Tanyanya disana.


Ia sedikit emosi disana.”Dan siapa yang memberikan semua ini?”Tanyanya. nada suaranya kurang bersahabat. Entah ada rasa tak suka didadanya melihat Nayya sangat menikmati apa yang diberi orang lain.


Nayya disana tertegun. “ Yah-yah ini enak mangkanya aku makan. Dan lagi kau tidak Tanya aku ulang tahun atau tidak, aku bahkan tidak tau ini tanggal dan bulan berapa.. kau lupa jika aku buta mas??”Tanyanya disana menahan nadanya.


Habib menghela nafas menatap semua makanan itu. Ada rasa bersalah didadanya ketika tau Nayya ulang taun tapi ia tidak tahu apa-apa. Ia mencoba menahan suaranya dan mengusap pipi Nayya.” Jika ini dikasih racun bagaimana Nay? Jangan mudah percaya sama orang lain meski ini enak.”Ujarnya.”Dan siapa yang memberikan ini? Laki-laki? Perempuan?”Tanyanya.

__ADS_1


Nayya dengan gugup menjawab.” laki-laki si..”Gumamnya disana mencicit takut Habib marah.”Tapi sungguh aku tidak tau dia siapa, soalnya aku baru mendengar suaranya dia. Aku pikir dia sahabatnya mas.” Ujarnya gugup lagi.


Habib disana meremas dadanya. Ia mengerutkan keningnya lalu memakan kue milik Nayya.”Jika begitu aku makan kuenya. Jika beracun maka kau tidak keracunan sendirian.”Batinya menatap Nayya nanar. Nayya tak tau apa-apa.


"Jangan dimakan, buang saja yah....!"Ujarnya Habib.


Nayya menggeleng" Jangan... Mubazir, buang makanan sama saja memberi makanan setan.. Keenakan setannya kalo dikasih makan cake, buang makanan tu yang rysak saja biar setannya sakit perut.." Ujar Nayya polos.


Mana bisa Setan sakit perut Nay...!


Habib menahan tawanya dan berkata. "Kalo beracun bagaimana?"


"Yah mati paling..."Ujar Nayya lagi snatay. "Lagi pula itu Cake pertamaku hari ini masa kau dibuang???"Tanya Nayya memelas.


Lalu Habib mengusap kepala Nayya dan menariknya, membenamkan didadanya.”Maaf aku tidak tau kau ulang tahun.. “Gumamnya disana. Nayya disana tersenyum dengan mengangguk. “ Kita makan diluar saja yah nanti untuk ulang tahun kamu. Mau?”Tanyanya lembut,


Nayya mengangguk.” Boleh juga.. hehe.”Ujarnya terkekeh lemah. Bukan karena kado, tapi kenapa orang lain ingat ulang tahunnya. Dan siapakah orang tadi? Kenapa ia kenal dengan Nayya? nayya saja tidak kenal suaranya.


Disisi lain sosok yang memberikan kue itu mengusap dadanya.”Maafkan saya Nay. Saya salah.”Gumamnya menghela nafas lalu pergi dengan gontayan.


Disisi lain ada Fatih yang ketoko kue dengan wajah tersenyum tipis membelikan kue untuk Nayya. ia tau Nayya suka Brownis Rose. Ia juga membelikan alat tulis. Ia baru tau dari pelayan Nayya yang baru jika Nayya suka mengambar meski buta. Meski absrak namun lukisanya sangat indah dan juga cukup bagus.


Mustahil? Awalnya Fatih berfikir juga begitu. Tapi ketika mendengar jika Nayya bilang ‘melukis itu bukan tentang mustahil dan melihat saja Tapi dengan perasaan. ‘Itulah yang ia bilang. Hal itu membuat ia memberikan alat lukisan lengkap.


“Berapa semuanya mbak?”Tanyanya.


Mbak kasir tersenyum pada sosok Fatih yang sangat tampan itu.” Kuenya cukup mahal karena tuan memesan langsung dan mendadak. Harganya 450rb dan untuk perlengakapan lukisan 900rb. Jadi totalnya satu juta tiga ratus lima pulih ribu tuan.”Ujarnya ranmah.

__ADS_1


Dnegan cepat Fatih memberikanya dan tersenyum.”Oh iya. sekalian yah balonnya dengan hurup Nayya dan beberapa kembang api.” Ujarnya disana membuat ia mengangguk dan mentotalkan lagi.


Sudah cukup, setelahnya Fatih akan membelikan beberapa nasi kotak. Karena ia akan mengajak keluarga besar makan besar malam ini.. termasuk abi, umi, Habib dan juga seluruhnya. Mungkin beberapa kue untuk hajatan dimasjid... eh? boleh kan?


__ADS_2