
Nyali Habib disana menciut, ternyata dibalik sikap muliya yang dimiliki Nayya ada terselip sifat yang keras dan juga kuat membuat ia tak bisa berkata kata..
“ Masih mau berdebat atau bagaimana? Sekarang sudah azan loh.. “Ujar Nayya membuat Habib tersadar dan langsung mendorong kursi Roda Nayya dari sana membuat Nayya tersenyum disana..
“Maaf.,., “ujar Hbaib membuat Nayya mengangguk..
Nayya disana dibantu kekamarnya oleh Habib.. Dan dibantu oleh bik Nur dikalah membersihkan diri karena Habib mau sesegera mungkin kemasjid. Syukurlah mereka belum selesia sholat membuat ia bisa menyusul. Sedangkan Nayya bersama bik Nur kemasjid disana didorong kursi rodanya membuat Nayya jadi pandangan orang orang sekitar..
“Ih cantik banget.. tapi sayang ya.. lumpuh.”
“ Iya.. padahal mukanya adem banget ya.. tangannya kayaknya juga deh .. Kenapa ya?”Tanyanya orangs ekiutar.
” Dia siapa ya? Kok bisa di ndalem?”
“ Katanya dia istrinya gus Habib.”
“Gila kamu.. mana mungkin, gus Habib kan mau nikahnya sama mbak Khumairo... mbak khumairo jauh lebih baik karena dia enggak lumpuh, lebih cantik lagi”
” Enggak tau juga si, tapi kabarnya memang gitu..”
"Kasihan ya... "
Kicauan birung begitu membuat Nayya diam semua dimatanya gelap namun telinganya masih sangat berfungsi membuat ia mampu mendengar dengan baik..” Niang jangan dengerin kata mereka ya.. Niang cocok ko sama gus habib..”Ujar bi Nur disana dengan gugup...
Nayya disana tersenyum tippis..” Maka nikmat mana yang aku dutakan bibi.. semakin banyak mereka membicarakanku maka semakin banyak pula aku mendapatkan pahala bukan?” Tnayanya membuat Bik nur terdiam mendengarkanya..
Tanpa Nayya sadari apa yang ia ucapkan itu mampu terdengar oleh orang orang yang sedang membicarakan dirinya.
__ADS_1
” kau tau bibi.. jika kita membicarakan seseorang yang mungkin memiliki aib ataupun rendah dihadapan manusia, maka Allah akan mengurangi pahalanya untuk orang yang sedang dibicarakan.. Sampai pahalanya habis.. Dan ketika orang yang dibicarakan masih banyak tapi pahalanya sudah habis.. Maka Allah akan mengantikanya dengan azab.. Bukankah aku adalah salah satu orang yang beruntung karena mendapatkan pahala secara gratis bi?” Tanyanya disana membuat mereka tertegun..
"Dikisahkan, Rasulullah Saw pernah berdiskusi dengan para sahabatnya tentang definisi orang yang merugi. "Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?" tanya Rasulullah.
Para sahabat berpendapat, orang bangkrut adalah mereka yang tidak mempunyai dirham maupun dinar.
Ada juga yang berpendapat mereka yang rugi dalam perdagangan. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada Hari Kiamat dengan banyak pahala shalat, puasa, zakat, dan haji.Tapi di sisi lain, ia juga mencaci orang, menyakiti orang, memakan harta orang (secara bathil), menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Ia kemudian diadili dengan cara membagi-bagikan pahalanya kepada orang yang pernah dizaliminya.
Ketika telah habis pahalanya, sementara masih ada yang menuntutnya maka dosa orang yang menuntutnya diberikan kepadanya. Akhirnya, ia pun dilemparkan ke dalam neraka." (HR Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad)."
Makna 'dilemparkan' adalah sebuah penghinaan dari Allah kepada manusia. Ketika seorang manusia yang justru tidak lagi tersisa sedikitpun pahalanya karena harus diberikan kepada orang lain yang ia dizholimi semasa hidup di dunia, maka ia akan 'dilemparkan' dengan dosa-dosa orang telah ia sakiti tersebut sebagai balasannya.
Kehidupan diakhirat tidak ada lagi kata maaf, yang ada hanyalah transaksional atau ganti rugi, ganti rugi bukan dengan harta benda maupun uang tetapi dengan pahala atau dosa.
Sehingga itulah makna orang-orang yang bangkrut atau merugi kata rasulullah. Artinya mereka orang yang banyak amal dan pahalanya namun banyak juga mereka melakukan dosa, baik dosa yang dilakukan dengan mata, tangan, lisan, dan perbuatan lainnya.
Oleh karena itu ketika nanti pada hari kiamat ia disidang di mahkamah Allah justru ia banyak membayar pahalanya kepada orang lain akibat kesalahan dirinya sendiri semasa hidup di dunia.
Dan para barisan yang membicarakan Nayya diam dengan gugup dan menunduk karena tak tahu harus apa. Terjungkal, tertampar dan terjulak oleh kata kata membuat mereka tidak bisa berkata kata lagi.. Kadang mengajarkan seseorang tidak selalu dengan kekerasan atau memabalas.. Hanya beri suatu fakta dan juga suatu hal yang benar maka kita harus mengintrofeksi diri.. Nayya tidak berkasut menyingung, ia hanya sedang menguatkan hatinya untuk tidak mendengarkan kata kata kasar orang lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai pada sholat selesia Nayya dan bik Nur disana masih sholat.. Seteleh semua orang santai wati sudah bubar tapi Nayya masih bersholawat dan juga menghafal hafalanya membuat bik Nur disana tak tahan untuk buang air kecil.. ia berlari untuk buang air kecil dan nanti akan kembali lagi..
Nayya yang tidak tahu apa-apa itu hanya diam sembari melanjutkan apa yang ia lakukan.. sampai selesai baru ia merabah sekitarnya dan ternyata tidak ada siapa-siapa..” Bik Nur.. bik .. bibik dimana?” Tanyanya disana membuat beberapa santri disana menatapnya..
Ada salah sagu santri disampingnya Nayya yang memainkan tangannya dihadapan mata Nayya namun tidak memiliki respon membuat salah satu santri itu menherjab.. “Mbak..mbak cari siapa?” Tanyanya lembut.. ia salah satu santri putri disana dengan gelar kepala risma dibagian Akhwat..
__ADS_1
Nayya disana mengerjab lalu menghela nafas..” Maaf.. aku aku hanya mencari bik Nur.. apakah kau melihatnya? Maaf aku belum bisa melihat saat ini.” Ingat ya Nay bilang ‘Belum’’ Karena ia yakin suatu saat ia ‘akan bisa melihat lagi’
Sosok perempuan itupun mengerjab melihat sekeliling, disana ada dua temannya yang lain, mungkin mereka seumuran dengan Nayya membuat ia menghela nafas.”Maaf mbak, tapi sertinya bik Nur sudah pergi.. hmm, jika boleh tau mbak mau apa biar kami bantu...”Ujarnya membuat Nayya terdiam..”Hm jangan takut, saya saya Putri.. saya akan bantu mbak kok.”Ujarnya lagi.. Ia tau bik Nur... Siapa yang tidak tau seseorang yang suka bersih bersih di ndalem.
Nayya disana menghela nafas lalu menggeleng lemah..” Biarkan saja saya disini.. tidak apa-apa..”Ujar Nayya tidak mau merepotkan.. ia juga tidak mau membuat bik Nur nanti khawatir jika mencarinya disini ia sudah tidak ada.. ia merasa bersalah nanti..
Putri disana menghela nafas lalu mengangguk.” Ba baik mbak..”Ujarnya membuat Nayya disana menngangguk dan kembali menghafal hafalan yang sudah ia hafal itu.. ia merasa bersedih karena sekarang ia tidak bisa menghafal.. ia harus meminta bantuan orang lain untuk memberikanya alat supaya ia bisa melanjutkan hafalannya bukan?
Sedangkan disisi lain ada bik Nur yng sudah membuang air kecil ditoilet namun lupa akan kehadiran Nayya membuat ia segera pulang ke ndalem dan mulai melakukan tugasnya untuk bersih bersih dan masak.. ia merasakan melupakan sesuatu hanya saja ia lupa apa hal itu.. ia menggeleng dan kembali bekerja...
Sampai pada Nayya yang disan sudah tak kuat lagi membuat ia menghela nafas dan mengerjab..
Andai ia tidak buta ia pasti sudah pulang... tapi akg sudah lah.. Ia tidak boleh mengeluh.. bahkan sampai sholat Ashar pun ia tetap ditempatnya dan menunggu bik Nur.. Namun tetap tak ada bik Nur membuat ia menangis.. ia menangis secara diam, disana mengusap air matanya.. apakah tidak ada yang mencarinya?
“ Mbak? Mbak yakin tidak mau Putri bantu?mbak udah lama loh disini.. nanti dicariin..”Itu suara santri tadi membuat Nayya tersadar akan kesedihanya..” Putri engak bakal apa-apain kok beneran.. maaf ya tadi Putri ada kelas jadi putri tinggal..”Ujarnya lembut membuat Nayya disana tertegun.
Nayya disana mengangguk..” Ba baiklah... tolong antarkan aku ke ndalem dong.. kursi rodaku disekitar sini.. karena kaki dan tangaku patah.. jadi aku tidak bisa berdiri dan melihat... ”Ujar Nayya membuat Putri terkejut disana.. pantas saja Nayya tidak bangkit batinnya.. ia merasa bersalah sekali saat ini..
Padahal hari sudah pulul 5 sore bagaimana bisa Nayya bisa setahan itu? apakah Nayya tidak makan siang ini? Itulah yang dijadikan pertanyaan putri..
.
.
.
Jangan lupa Vote Like and komentar yah Guys
__ADS_1
biar semangat lanjutinnya... soalnya aku mau bikin ladang ilmu dinovel ini.... Tapi dikit sangat yang baca.. Mungkin karena udah lama enggak dilanjutkan tau enggak menarik ya...
Cimiwiw....