
Acha menatap Habib lirih.”bapak tidak bohongkan?”tanyanya Acha lirih.
Habib mengeleng.”setiap ibu pasti menyukai dan menyayangi anaknya, ia tidak mungkin tega melihat Acha menangis lagi hingga matanya tambah bengkak dan menjadi jelek. Sekarang aja acha sudha jelek.’Ujarnya Hbaib.
“Is bapak nyebelin.”Ujar Acha tak suka.
“Eh-eh seharusnya kamu ucapin terimakasih sama saya karrena sudah mau membantu kamu.”Ujar Habib tak terima.
“Enggak mau. Bapoak nyebelin, pokoknya bapak manusia ternyebelin yang Acha kenal. Mana bilang acha jelek lagi.”Ujar Acha menarik ingusnya.
“Baru beberapa menit saya bilang kalo bicara tu disaring dan tidak boleh marah-marah. Sekarang udah mulailagi. Kayaknya nasehat saya masuk telinga kanan keluar telinga kiri yah.”ujarnya Habib menyindir disana.
Acha disana pun menampilkan wajah beteknya.”Maaf, abisnya bapoak nyebelin. “Ujarnya
” Acha minta maaf yah bapak nyebelin.”Ujar Acha disana tulus.
“Eh bapak ganteng coba bukan bapak nyebelin.”Ujarnya Habib tak terima.
Acha mengeleng cepat.”No, bapak itu bapak nyebelin kalo bapak gamnteng tu bapak Xavierr hehe. Kan bapak sudah tua.”Ujar Acha.”Harus sadar dong sama umur.”Ujarnya polos.
Habib menatapnya heran dibuatnya. Ini ia sok polos atau bagaimana? Bisa-bisanya bicara tak disaring.”Acha...”Gumamnya disana. Acha tergelak menatap wajah Habib yang memerah.
“Acha suka liat bapak marah. Lucu.”Ujar Acha membuat habib mendengus sebal menatapnya. Bisa-bisanya ada orang yang suka melihatnya marah.”Mirip kakak ros difilm upin ipin soalnya hahaha.”Ujarnya. Habib melotot dibuatnya . bisa-bisanya ia disamakan dnegan kartun anime yang perempuan? Tidak ada anime dan tokoh lain apa yang laki-laki? Uncle mutuh kek.
“Engak ada karakter lain? Naruto kek.”Ujar Habib mendelik. “Kan saya kuat,, tampan dan gagah seperti dia.”Ujarnya nyolot dan PD kepada Acha.
”Huu engak mirip juga. Rambut Naruto tu kuning, kalo bapak mau Acha bilang mirp yah bapak bikin dulu rambutnya kuning kayak naruto biarr sama .”Ujar Acha disana polos.”Lagian kenapa si sama kak rose, kak Rose mah baik, Cuma dia suka marah aja kayak bapak, bapak tu baik Cuma ngeselin aja giitu.”Ujarnya plos.
Habib diam, ia baru sadar jika semua yang dikatakan Acha itu baggai kertas transparan tak ada yang ditutupi saking jujurnya, seperti saat ini. ia pikir ia disamai dengan perempuan, ternyata sifat yang acha tangkap darinya. Hmm, ia jadi tersenyum dibuatnya. Acha itu aneh dan juga seidkit tak sama dnegan anak lain. Namun satu hal yang tak mampu ia pungkiri. Acha itu langkah dan juga tak sama dengan anak lain, dia istimewa.
Acha segera membereskan semua bawahannya disana dan tersenyum kepada Habib.”Nanti kita makan bareng yah biar acha teraktir buat ucapan terimakasih Acha sama bapak, nanti kalo udah bulan puasa atau buka puasa gitu. Oh atau nanti acha anter makanan saja.”Ujar Acha disana semangat.
Habib mengeleng.”Tidak usah. Lagian saya tidak mmbantu apa-apa kok. Saya Cuma kasih cerita dan saran tidak ada yang harus dibayar. Bayaranya cukup kamu lakkukan saja apa yang saya beri tadi dan juga perbaiki kesalahan kamu. Minta maaf sama ibu kamu.”Ujarnya disana..
Acha menggeleng cepat. “Engak boleh gitu. Kata Umi enggak boleh gitu nanti takutnya jadi hutang. Acha tidak mau punya hutang. Pokonya bapak harus terima yah. Lagian enggak mahal kok makananya soalnya ayahnya Acha itu kaya punya uang banyak. Acha aja jajannya banyak banget dikasih sama ayah. Cuma yah kata ayahnya acha Acha harus hemat dan bisa atur uang, terus tidak boleh dimamfaatin sama temen, kalo ada yang minjem harus dikasih tau kalo tidak ayah pasti marah. “Ujarnya.
Habib disna menatap Acha aneh, tadi bunda sekarang umi. Namun ia bertanya yang lain.”Ayah acha percaya kasih uang banyak buat acha? Memang buat apa?”tanyanya meringis. menurutnya anak yang polos seprti Acha tidak boleh dikasih uang banyak atau kepercayaan begitu. Bisa-bisa nanti Acha dimamfaatkan dan juga salah jalan.
__ADS_1
Acha tersenyum.”Kata ayah itu tanda kepercayaannya ayah buat Acha. Acha itu sudah dewasa dan bisa menjalankan hidup Acha layaknya anak lain. Jadi Acha harus mandiri dan bisa mengatur keuangan sendiri, bisa cari tahu mana yang baik dna buruk. Karena bagi ayah uang bisa dicari tapi sifat kedewasaan acha tak bisa dibeli. Kata ayahnya achapun kadang uang bisa menentukan seseorang, mau jadi baik dan buruk. Mau mendekatkan diri dengan Tuhan atau menjauh sama Tuhan untuk Uang. “Ujarnya Acha disana semangat.
Habib terdiam, ternyata Acha mendapat didikan yang jauh diluar nalarnya. Ayahnya disana bisa menata anaknya dengan kekurangan menjadi kelebihan, ternyata benar. kepercayaan orang tua sangat berpengaruh pada anak membuat ia sadar akan pikirannya tadi.
“Acha pamit yah bapak resek. Terimakasih atas sarannya, Assalamu’alaikum.. jangan lupa senyum yah baopak.”Ujarnya Acha menunduk sekali dan berjalan menangkan Habib dengan ketermeununganya. Habib masih memikirkan orang tua Acha.
“Waalaikum salam.”Gumamnya disana lirih.” Syukurlah kamu dididik dengan keluarga yang tepat. Andaii dikeluarga yang salah,, sepertinya karakkkter kamupun akan salah.”Gumamnya lirih... yah kadang ada banyak anak diluar sana dnegan kekuranganya membuat kasih sayang orang tua dan kepercayaan orang tua menjadi berkurang.. bahkan tak ada. Padahal seharusnya anak yang istimewa itu harus didukung dan disayang.. didik dan dipercaya. Yah yah.. pemikiran manusia berbeda-beda.
Sama dnegan Habib yang tak kepikiran memberikan kepercayaan yang besar akan Acha jika Acha adalah ‘Anaknya;’
...----------------...
Disisi lain ada Nayya yang merenggangkan tubuhnya karena lelah, seharian ini ada banyak pasien yang datang membuat ia tak sempat untuk istirahat, apalagi ia sedang berpuasa membuat ia tak bisa berbuat banyak selain istirhat diwaktu jam yang bukan jam istirahat. Yah jam istirahatnya sudah lewat dua jam yang lalu membuat ia sangat lelah sungguh.
Bugh.. Nayya terdiam dikalah seseorang menaruh mineral diatas mejanya dan makanan. Ia diam menatap sang empuh yang ternyata Dava bosnya yang menatapnya dengan tajam dan juga dingin.”Makan..”Ujarnya disana.
Nayya disnana menaikan satu alisnya menatapnya. Bosnya kembali bicara.” jam istirahat sudah habis, jadi saya abeli makanan lebih diluar tadi. dibanding dibuang mending disedekahi sama kamu.”Ujarnya ketus kepada Nayya.
Nayya disana menaikan satu alisnya.”Bapak sangat baik.”Ujarnya. bosnya disana tersenyum namun luntur ketika Nayya kembali berkata.’Tapi sayangnya saya puasa pak, tidak makan dan minum. Jadi jika bapak mau sedekah yah sedekah sama yang lain saja. Maaf sekali pak.”Ujar Nayya sabar disana.
Nayya disana mulai mendatarkan wajahnya. “ Apa si pak. saya puasa bukan karena orang lain, tapi untuk diri saya sendiri, Untuk agama saya dan juga untuk Tuhan saya. Bukan manusia. Ngapain saya puasa hanya didepan manusia tidak dengan Tuhan saya. Lagian puasa tidak Cuma buat orang yang tidak bekerja tapi untuk semua manusia yang berakal diagama kami..”Ujarnya disana sinis.
Dava disana memutar bola mata malas.”Diluar banyak yang tidak puasa. Jadi makan, saya tidak mau karyawan saya sakit.”Ujarnya memaksa disana. “Lagian juga Engak ada Tuhan disini jadi jangan takut.”Ujarnya lagi.
Brak.
Nayya marah membuat ia menepuk mejanya.. dengan kasar Nayya mengambil nasi itu dan mniuman itu. Ia mendorongnya lagi diperutnya Dava dan berkata.” Bawa kembali pak, tolong jangan membuat puasa saya batal karena bapak. Saya capek, saya tidak mau menambah dosa pak.”Ujarnya Nayya lagi.
“lagian Tuhan saya selalu ada sama saya disini.”Ujar Nayya menaruh tanganya didada menatap Dava tajam.” Lagian ini urusan saya. Mau saya puasa, mau saya sakiti. Mau saya percaya akan puasa saya dan lainnya. Bapak tidak ada hak mengatur saya. kita hanya bos dan karyawan. Lama-lama saya muak liat bapak.”Ujarnya.
Dava terdiam dibuatnya. Baru kali ini ia melihat nayya marah, ia memeluk makanan dan minuman itu diam/.“Dan sekali lagi saya ingatkan yah pak, bapak boleh bicara apapun dan menyurih saya apapun selagi tidak menentang syariat saya, tidak menyenggol keluarga saya dan tidak mencampur baur iman saya. Sekali lagi ingat. Kita hanya orang asing. Jangan buat bapak tambah buruk dimata saya.!!” Ujarnya marah lalu melangkah pergi dari sana. Baru juga duduk disana tapi ia harus pergi lagi.
Dava disana berdecak dibutnya dan segera membuang makanan dna minum itu.”Saya hanya khawatir.”Gumamnya lirih namun suara itu hanya pelan tak akan didengarkan oleh Nayya. ia mengusap kepalanya.”Maaf.”Ia sedari tadi tak bisa bicara apapun. ia terlalu kaget ketika Nayya marah dan membentaknya begitu. Nayya sosok yang lembut baru tahu ia jika Nayya bisa marah. Bahkan baginya ini karena hal spele.
Disepanjang jalan Nayya harus bersabar dan selalu mengusapp dadanya supaya sabar. Ia sangat lelah hinga ia memilih duduk ditaman dan menghempskan punggungnya dibawah pohon.. sungguh ia butuh ketenangan, jika boleh ia ingin mandi saat ini,, pasti segar yah kan? Atau es kelapa muda biar tambah segar dan nikmat disiang hari begini? Akhhh Nayya apa yang kau pikirkan.,
“Assalamu’alaikum bu dokter.”Ujar seseorang yang datang.
__ADS_1
Nayya terdiam dibuatnya menatap siapa yang datang. “Ehh Walaikumsalam Abi,”Ujarnya Nayya tersenyum kepada yang datang.
Abi disana tersenyum mendekati nayya.”Boleh saya duduk bu dokter?”tanyanya lembut dan sopan.
Nayya mengangguk.”Boleh kok. Kamu dari mana? Kayaknya baru pulang sekolah yah?”Tanyanya. sebab ranselnya masih ada dipunggungnya.
“Hehe bu dokter tau saja.”Ujarnya disana.
Nayya disana tersenyum saja. “Kamu ngapain disini? Kamu sakit?”Tanyanya Nayya.
Abi disana menggeleng cepat sebagai tanda ia tak sakit.”Saya hanya mau bertemu dengan bu dokter saja kok.”Uharnya malu membuat nyya kembali mengangguk lagi.
“Bisa saja kamu.”Ujar nayya. Abu terkekeh disana. “Gimana kulianya? Lancer? Enggak dibully lagikan? Kalo masih ada yang bully bilang sama saya yah biar nanti saya bantu kamu. “Ujarnya Nayya lagi disana.”Luka kamu udah enggak lagi kan sakit?” Pertanyaan demi pertanyaan berturut turut dibuatnya.
Abu terkekeh.” Bu dokter nanyanaya satu satu dong. Saya enggak tau jawab yang mana ini.”Ujarnya. nayya menepuk jidatnya.”Hehe jangan dipukul nanti keningnya melebar buk.”Ujar Abu. Nayya tergelak dibuatnya membuat Abu ikut tertawa.
“Jadi gimana? Jawab yang bisa dijawab aja deh.,”Ujar Nayya disana terkekeh.
Abu mengangguk.” Alhamdulillah lukanya udah enggak sakit buk, dan sekarang si belum dibully soalnya tadi dibantu sama temen.”Ujarnya dengan senyum.
Nayya disana mengangguk.”Kmu kalo digituin lagi lawan, jangan diem aja. Kamukan cowo, cowo itu harus kuat dan berani,, bisa melindungi keluarga dan anak-anak kamu suatu hari nanti. Jika melindungi diri saja kamu tidak bisa bagaimana bisa kamu lindungi anak-anak dan keluarga kamu nanti.”Ujar Nayya disana.
Abu mengangguk. Nayya disana tersenyum dan menepuk bahunya.”Jangan bayangin masalalu kamu. Lawan sampai titik darah penghabisan. Ingat jika diamnya kamu tidak membuat dia berubah yah haus lawan. Kadang kita memang harus lawan supaya kita enggak ditindas.. dikira enggak sakit apa kalo diukul. Pokoknya kamu harus lawan, jangan ingat masalalu kamu. Kalo paman kamu pukul kamu karena kamu melakukan kesalahan bilang sama saya biar saya yang hadepin. Kalo kamu diusir pun saya yang nampung.”Ujar nayya.
Abu disana tersenyum sendu. Yah Abu itu lemah karena masalalunya dan ia sudah cerita dengan Nayya. dikalah kecil dulu ia pernah berkelahi hingga lawannya berdarah dan juga masuk rumah sakit, tapi kabar itu tak membuat keluarganya senang, ia malah dipukul hingga tubuhnya melemah, tak diberi makan dan juga dianiyaya. Itu terjadi setiap ia melawan dan juga berkelahi. meski ia tak salah tapi tetap saja keluarga ibunya menyiksanya begitu. Ia tau sebenarnya itu hanya alasan saja karena mereka membencinya. Ia selalu berfikir untuk mati tapi tak bisa.
“Terimakaish buk.”Ujarnya. Nayya mengangguk saja.”Terimakasih karrena ibu sudah baik dna sudah mau melindungi saya.”Ujarnya disana. Nayya mengangguk lagi. sebab kemarin Nayya yang menjelaskan kepada keluarganya Abi jika ia masuk rumah sakit karena jatuh bukan karena berkelahi. Itu sebabnya ia tidak dimarahi oleh ibunya.
“Sebagai rasa terimakasih dari saya dann ayah saya.. kami mau ngajak ibu buka bersama bu . apakah ibu mau buk?”Tanyanya lagi dengan sopan. “Tapi jika ibu tidak mau karena ibu sibuk tidak apa-apa. Soalnya saya tau pasti ibu sibuk sekali.”Ujarnya lirih.
Nayya menatapnya dan tersenyum.”Ayah kamu ada disini?”Tanyanya.
abu mengangguk.”Iya, dia jadi dosen dikampus saya.”Ujarnya lagi.
”Ohh. enak dong, kalo dibully kamu lapor saja sama dia kalo begitu.”Ujarnya. Abu hanya diam mendengarnya, karena ia takut nanti urusanya bertambah jika ia mengaduhkan hal hal begini.
“Jadi ibu maukan?”Tanyanya lagi.
__ADS_1