
maaf yah guys baru up.. Soalny aku banyak Agenda beberapa hari ini....
.
.
Kyai Abu yang disana menghela nafas dibuatnya. Ia membawa kotak pop mie dan juga menaruhnya dibawah nakas nya Habib. Habib yang melihatnya pun mentapnya binar.
“Abi. Habib mau makan mie saja boleh?” tatapan Habib sangat polos dan menggemaskan disana.
Kya Abu Nampak mengerutkan keningnya dan menatap Habib dengan helaan nafas. Ia menggeleng dan menjawanb. “Kau sedari tadi belum makan, dan selalu memuntahkan makananmu Habib. Kau tidak bisa makan mie saja. Nanti kau tambah sakit bagaimana?” Tanya kyai Abu disana dengan helaan nafas, Habib sakit malah mau makan mie... Gila memang kan?
Habib Nampak menatap ayahnya nanar dan menjawab. “Tidak abi. Habib sangat ingin makan yang rasa kari ayam.. Habib janji tidak akan memuntahkan makananya lagi.”Ujarnya disana mengusap perutnya saja bagaikan orang yang sedang hamil dan mengidam.
Khumairo disana pun menyentuh tanganya namun langsung ditepis oleh Habib dan langsung dibuangnya. Khumairo terdiam dibuatnya. “Jangan sentu saja Mira. Saya dan kamu itu bukan mahrom asal kamu tahu..!” Kerusnya cukup dnegan tatapan kesal saat ini.
Khumairo menatapnya nanar. “Kenapa si mas? Kita sudah menikah dan itu tandanya kamu dan aku sudah tidak apa-apa bersentuhan. Aku hanya mau bilang jika yang dikatakan abi itu ada benarnya jika kamu harus makan bubur. Pencernaan kamu bisa rusak jika begitu nanti.”Ujarnya lemah dan juga bergetar saat itu.
Habib menatapnya tajam. “Kamu bisa geser enggak si Mir? Aku enggak tau...! Liat kamu tu rasanya aku tu mual dan juga mau marah aja..'’Ujarnya dnegan ketus dan mendorongnya sedikit.
“Lagian kita menikah itu tidak Sah karena kamu sedang mengandung anak orang lain. Ingatlah hukum pernikahan yang sahMira... Jadi tolong ingat dengan perjanjian awal jika kita menikah hanya untuk nama anak ayah untuk anak yang kamu kandung saja..!” Ujarnya. Mira yang mendengarnya tertegun dan juga terdiam. sedak hatinya bagaikan dihimpit bongkahan batu besar saat ini.
Kyai Abu menatap Khumairo prihatin saat itu. Sampai pada Hbaib mau berdiri. “Jika abi tidak mau memasaknya biar aku saja tidak apa-apa..!”Ujarnya disana dengan gusar mau bangkit hingga Khumairo menghentikanya dan menatapnya snedu. “Biar aku saja.”Ujarnya disana.
"Habib bisa kah kau sedikit lembut dengan Khumairo? Dia sedang hamil.. Lagi pula kenapa tidak dia aja yang masaknya? Diakan sudah jadi istrimu..? " Tanya kiai Abu lembut.
__ADS_1
"Iya benar Habib... "sahut Khumairo lagi.
“Aku mau masakan abi bukan kamu..”Ujarnya. khumairo diam menatapnya dnegan mata yang menjatuhkan air mata. Habib Disana menatap arah lain dan juga menghela nafas. Entah kenapa semua yang ia lakukan itu sesuai dengan hatinya saja tak ada rasa apapun. Yang ia rasakan hanya membenci dan mual akan Khumairo.
“Dan aku minta tolong. Tolong keluarlah. Aku akan kembali memuntahkan makananku jika kamu masih Berada disini lagi nanti.”Ujarnya disana nanar.
Khumairo mendengarnya tak tahan menahan hatinya yang membendung air mata. Ia mengusap air mata dan pergi. Abi Abu menatap Habib dengan nanar. “Tidak sepantasnya kaju begitu Habib. Dia itu istri kamu..!”Ujkarnya disana cukup membentak.
“Yah istri diatas kertas. Jadi jika abi mau dekat dengan dia silahkan. Aku bisa menghubungi bik Loli kesini untuk memasak makananku. Kalian memang tidak tahu perasaanku..”Ujarnya mengambil hapenya dan menelpon Loli saja dengan nanar. Entah moodnya memang tidak baik. Kyai Abu disana menatap anaknya nanar. Itu bukan sikap Habib. Sangat bedah. Bahkan sangat-sangat jauh dari Habib yang ia kenal. Bahkan ini bukan Habib..!
Dilain tempat hari sudah berlalu. Nayya hidup disana dnegan kedinginan, kadang Dava yang selalu melirik dan memeriksa dirinya. Dan lihatlah sekarang. Entah kenapa dirumah itu ada hellypkopter tak jauh dari sana turun. Itu membuat banyak orang masuk keruang bawa tanah membuat suara bising terjadi,.
Nayya yang sedang duduk dengan makanan yang Dava beri itupun mengerutkan keningnya. Tadi Dava sempat berpesan jika katanya dia tidak boleh keluar.
Suara tangisan, bentakan disana terdengar membuat hatinya cemas. “ Keluar cepat...!!! cepat..!!” Teriakan diluar.
Clas.. Clas.. “Jangan lelet sekali.. Cepat bodoh..!!” Bentakan itu membuat kunyahan dimakanan Nayya terhenti. Nayya sedang makan buah jambu biji asal kalian tahu.? Itu dari Saya yang ia ambil dihutan karena tumbuh liar.
‘Lepaskan kami tuan tolong.. hiks hiks..!” Tangisan itu semakin membangkitkan jiwa kekepoan Nayya. ia sudah hampir dua hari disini, ia pun segera bangkit dan mengikuti dimana suara itu ada.. ia berjalan dengan merabah kanan dan kiri. Menggeserkan kakinya supaya tidak memijakkan kaki ketempat yang salah..” Si-siapa disana? Dava kamu tidak apa-apa?”teriaknya. ia khawatir sekali dengan Dava saat ini.
Suara itu semakin dekat membuat Nayya Disana mencari jalan nanar, ia semakin takut. Karena Dava sangat baik dengannya. Memberi ia makan dan juga memberi waktu jam sholat dan juga kiblat. Memberi air untuk wudhu dan memberikan makanan. Sugguh Dava sangat baik dengannya. “Dava kamu dimana? Kamu tidak apa-apa kan hallo..!!”Teriaknya disana semakin sesak dan khawatir. Mereka cukup dekat karena Dava sudah mengangapnya sebagai adik.
“ Siapa disana?!!!” Tanya dari luar. Nayya disana terdiam ia tak tau ia dimana, ia hanya merabah sekeliling hingga suara dobrakan pintu terdengar nyaring membuat ia menutup telinganya sakit. Ia sama sekali tak tahu apa-apa.
Di sisi lain ada sosok yang mengenakan baju serbah hitam ditengah orang orang yang dirantai satu sama lain melintas. Ia melihat Nayya dengan tatapan terkejut. Nayya menetralkan degub jantungnya.
__ADS_1
“Dava? Kamu disana? Kamu tidak apa-apakan?”Tanyanya mendekat dan merabah dimana yang ia bisa rabah hingga ia dapat menyentuh jaket seseorang yang ia tak tahu itu siapa. “Dava? Itu kenapa rubut rebut? Kamu tidak berkelahikan?’Tanyanya matanya berkaca kaca saat ini. Ia tetap cantik meski sudah hampir empat hari belum mandi,.
“Nayy..”Gumam seseorang itu lirih menatap Nayya. nayya diam mendengarnya, itu suara yang tak asing. Bahkan ia masih ingat suara itu. Beda hanya sedikit. Ini suara yang lebih berat dari dulu.. “Itu kamu Nay? Ngapain kamu disini?”Tanyanya cukup sinis kepada Nayya.
Nayya diam mendengarnya.
“Edward..”Gumamnya disana lirih. Itu sosok teman Aron yang selalu merindunginya dari Aron dulu.. “Kamu Edward yahkan? Temanya Aron?” Tanyanya disana nanar lalu menatapnya polos dan kosong.
Sosok lelaki itu tertegun mendengarnya. Menatap Nayya sendu dan tatapan tak percaya. “Kamu lupa dengan saya Nay?”tanyanya disana dengan tertegun. mata itu sangat kosong. Bakan ada bintik hitam.
Nayya disana menerjab dan menampilkan senyum. “Kamu Edward benaran hehe.. yaampun apa kabar kamu?”Tanyanya tersenyum bahagia. “Ak aku tidak bisa melihat lagi Ed. Tapi aku masih tetap ingat kok suara kamu dan wajah kamu. Kamu apa kabar?”Tanyanya disana dengan sendu dan senyum,
Edward semakin tertegun disana hinga suara gebrakan dibelakangnya membuat ia terkehhut.
Brak...
“Oh ada mangsa lain disini. Kalian kenapa disini, cepat bawa keluar...!!!| Teriaknya dengan Edward disana dingin dan juga tajam
Edward diam dibuatnya menatap Nayya. nayya diam disana mencengram jaket Edward. Suara itu sangat mengerikan.. “Edward itu siapa?”Tanyanya nanar disana dnegan takut.
“Say saya mau dibawa kemaba? Dimana Dav? Dimana ini? “Tanyanya nanar,
Edward disana diam menatap bosnya dan Nayya hingga suara Dava membuat semuanya terdiam.
“Dia tawananya Aron. Jangan dibawah atau disentu. Dia dibedain sama dia lagian dia baik jangan dijuga.. dia udah gue angap adik disini.”Ujarnya dingin menarik tangan Nayya kebalik punggungnya. Nayya diam dan bersembunyi dipunggungnya.
__ADS_1
...jangan lupa tinggalkan jejak yah guyz... ...