
Pagi ini wajahnya Acha kembali seperti semula, cerah dna juga damai.. Salah sekali jika semua orang mengira ia hidup tidak bahagia..
Sangat salah..!! Ia sangat bahagia. Dan ia tak kekurangan kasih sayang,, kedua ibunya sangat menyayanginya, pada kakaknya pun sama menyayanginya. Rey ayahnya juga sangat menyayanginya.. semua orang menyayanginya bahkan membuat siapapun iri. Hidupnya terlalu sempurna bagi orang lain.
Seperti pagi ini, ia sudah siap dimeja makan memakan sarapannya yang disiapkan oleh ummi dan bundanya, Raja dan Rey yang sibuk makan.. Arga yang disana sibuk memakan makananya namun sesekali ia melihat jam, sebab ia hari ini ada tugas yang tak bisa dilewatkan.
“ Arga kenapa si kayaknya kamu cemas banget si?”Tanyanya Rey disana kepada Arga. Ia melirik anaknya itu dengan tatapan tanda Tanya, tak biasanya anaknya yang satu ini terburu-buru seperti ini. Arga biasanya sangat menghargai makanan sama dengan yang lain.
Arga menatap Rey dengan tatapan lembut.”Ini anuu ayah.. Arga harus cepet kekampus soalnya disuruh pak Ahmad buat penyambutan beberapa dosen baru.”Ujarnya disana. Pak Ahmad itu salah satu Dekan difakultasnya..
Rey menatap Rindu.. dan Nayyapun menatap anaknya. “Yasudah kamu selesaikan makannya dan umi ambil bekalnya dulu yah. Nanti kamu telat loh.”Ujarnya disana dengan lembut dan segera bangkit untuk mengammbil kotak bekal yang sudah ia siapkan.
“Tapi Umi..”Ujarnya disana nanar lalu menatap Rindu dengan tatapan takut. “ Kata bunda makanan itu harus dihabisin untuk memperdalam rasa syukur. Arga tidak mau makanan Arga sia-sia padahal ayah, dan Umi sudah bekerja keras mencari uang, sedangkan bunda rindu sudah susah-susah masak dipagi hari.. Arga habisi saja dulu yah.”Ujarnya disana.
Nayya disana pun tersenyum “Yaudah kalo gitu sini biar Umi bantu makan biar cepet selesai. Kamu bawa bekel aja yah disana nanti jangan lupa makan.”Ujarnya disana menarik piring anaknya itu. Arga disana menatap ibunya nanar. Ibunya bahkan mau memakan sisa makanannya yang sudah diacak acak.
“Tidak usah Umi..”Ujarnya namun ditahan oleh Nayya.
”Tidak apa-apa. Sana gih berangkat. Nanti telat.. hati-hati jangan lupa.”Ujarnya Nayya disana mulai makan dan menaruh disisi piring makannya tadi. Ia tersenyum sendu pada anaknya.
Arga disana meringis dibuatnya. Lalu matanya menatap Acha yang diam saja.”Ayo ikut pergi sama kakak aja berangkat? Nanti kamu telat lagi loh. Kebiasaan emang kamu tu.”Ujarnya disana dengan delikan kepada sang adik.
Rey disana adanya terkekeh dibuatnya. Rindu pun sama beda dengan sang empu yang ,mendelik.” No No.. Acha mau pergi sendiri saja, enggak mau sama abang,. Nanti kalo sama abang Acha bakal dikepung ciwi-ciwi ganjen lagi kayak dulu. Acha sesek nafas bang..”Ujarnya disana. Mengingat dimasa masa orang yang selalu mencari tapi tentang kakaknya dari dirinya membuat ia bergidik ngerih.
Arga disana pun segra bangkit.” Cepetan Acha nanti kamu telat. Makanan kamu udah habis tu, nanti kamu pasti main sama kucing jalanan dulu baru berangkat. Acha nanti nilai kamu jelek disemeter ini loh.”Ujarnya disana menakut nakuti adiknya.
“Kalo enggak biar sama bang Raja aja nanti.. yok.”Ujar Raja disana segera bangkit juga.
Sedangkan Acha segera mengeleng lebih kencang.”No No No.. Acha enggak mau sama bang Raja. Bang Raja malah tambah parah. Fans kakak pada fanatic. Mana agresif lagi.. pokonya kak Raja lebih bahaya. Acha mau pergi sendiri saja.”Ujar Caca disana dengan mendelik menatap kakak-kakaknya.
“Acha sayng..!!” Peringat Rindu menekan kata-katanya disana menatap sang anaknya Nayya itu. Acha disana menggigit bibir bawahnya dan tercengir. Bundanya ini beda dengan Nayya. Nayya yang lembut sedangkan Rindu yang tegas.. semua anak sangat takut dengan Rindu, lebih tepatnya takut membantah.
Rey diusana pun mengusap bibirnya.”Yaudah kalo gitu. Acha berangkat bareng ayah saja yah bund.. Umi.. biar nanti ayah yang anter sampek sekolah yah.”Ujarnya disana dan segera diangguki oleh Acha semangat dan ditatap sinis kedua kakaknya.
“Sama ayah aja gercep. Pasti ada maunya tu yah.”Ujarnya keduanya membuat Acha mencebik.
”Soto....” Ujarnya disana mencebbik.
“Sotoy caca..!!” Ujarnya Raja dan Arga serentak membuat gelak tawa terdengar.
“Yaudah Arga pergi duluan yah. Assalamu’alaikum..”Ujarnya disana.. dan dibarengi oleh Raja juga akan pergi dari saana.
“ Yaudah Acha sama ayah juga pergi yah Assalamu’alaikum..”Ujarnya Rey disana menyalami istrinya Rindu dan mencium kepalanya sayang setelahnya Nayya supaya nampk adil,.. Acha dan Raja ikut dan mulai pergi meninggalkan Rindu dan Nayya..
__ADS_1
“ Caca jangan nakal yah. Kalo ada apa-apa telepon abang.. “Ujar Raja mencium pipi adiknya tu dan segera pergi.
Acha disana diam memegang pipinya membuat Rey disana menatapnya heran.”Caca kenapa? Enggak suka Raja cium?”Tanyanya Rey heran.
Acha disana menggeleng pelan.”Kok rasanya ada yang kurang yah?”Gumamnya disana dengan polosnya membuat kedua ibu dan ayahnya disana mengernyit.”Disini kayak kosong gitu.”Ujarnya disana memegang pipi sebelahnya.
Rey disana tergelak dibuatnya dan..
Cup. Ia mencium pipi yang terasa kosong dan keningnya Acha.”Kan biasanya bang Arga yang cium, tadi bang Arga buru-buru tu. Jadi ayah aja yang mengisihnya biar enggak kosong.”Ujarnya membuat Nayya ingat dan segera mengangguk.
.”Oh yah lupa haha,.”Ujarnya tergelak.
“Yaudah bund.. baybay..”Tereiak Caca dan digelengi oleh Rindu dan Nayya.
Rey disana pun menggandeng anaknya sayang,.”Ayah cium lagi dong keningnya Caca. Soalnya tadi kena kerudung..”Ujarnya Caca dijalan kepada Rey dan segera dituruti olehnya. Rey memang sangat menyayangi Caca. Dulu Nayya sempat kritis melahirkan Arga dan Acha jadilah Rindu yang memberi asi kepada Arga.. selama 2bulan karena masa penyembuhan Nayya.
Namun setelah itu ternyata asinya Nayya tak kunjung berisi membuat Rindu kembali memberi asi kepada Acha yang kecil. Sunggu Rindu dan Rey menganggap kedua anak Nayya itu anak mereka sendiri. Nayya pun malu sebenarnya tetapi mau bagaimana lagi? anaknya diwaktu kecil mau dikasih susu formula saja tetapi tak mau mereka.. mereka tak akan makan jika tak diberi Asi. Dulu Nayya pernah mencoba merangsang air asinya dengan Arga yang memulai memakan asinya.
TetapI apa daya Arga bahkan tak mau dan sangat menolak ketika Nayya memberi asinya. Arga sudah terlalu terbiasa pada asinya Rindu. Rindu pun tak keberatan malah ia senang sebab ia suka Acha dan Arga.
Nayya disana pun menatap Rindu yang mulai memakan sarapanya lagi. matanya menyayu.”Maafin saya yah mbak.. saya terlalu merepotkan mbak.”Ujarnya lirih menghapus air matanya.
Rindu diam menatapnya.”Bahkan Raja harus berbagi ayah demi anak-anakku.. kita harus berbagi suami demi anak-anakku. Mbak gerlalu baik mbak.”Ujarnya lirih.
Dulu sempat Nayya pergi bersama anak-anaknya dari rumah Rindu dan memulai hidup disalah satu kota kecil di Turki. Tetapi mereka menjadi bahan gunjingan orang, mereka bilang Nayya itu wanita tidak benar dan juga tidak baik. Memiliki anak tampa ayah.. dan anak-anaknya yang masi kecil tidak tahu apa-apa itu dibully dengan anak-abak tetangga.
Setelahnya ia kembali pindah ke tempat lain. Namun sayang seribu sayang menjadi janda muda dan berjuang untuk anak-anak itu tidak semudah mengembalikan telapak tangan.
Ia difitnah menyukai suami orang, anak-annlaknya bahkan pernah terluka gara gara disakiti anak-anak disekolahnya.
Mangkanya Nayya suka pindah-pindah itu. Anak-anaknya menjadi korban membuat Rindu dan Rey menjemput mereka secara langsung dan menaruh nama Nayya di KK Mereka atas saran Rindu sendiri bukan Rey. Dan karena sedari kecil Arga dan Acha sudah memanggil Rey ayah yah tak apa.. bahkan mereka diwaktu pindah itu sering bolak balik masuk rumah sakit karena merindukan Rey dan Rindu.
Rindu disana pun tersenyum dengan manisnya.” Tidak ada yang dibagi kok. Aku senang dengan kalian semua, senang berbagi kebahagiaan. Hidupku terasa lebih berwarna.”Ujar Rindu disana dengan tulus dan kembali berkata. “ Dari pada kita membicarakan hal ini mending kita shoping saja yuk.. Aku harus membelikan beberapa baju untuk rumah panti kita. Sudah enam bulan kita tidak kesana, mana sebentar lagi bulan romadhan.. “Ujarnya disana mengalihkan pembiaraan karena ia tak suka membicarakan kebaikannya.
Baginya kebaikan itu bukan dibicarakan sesama manusia namun dari hati manusia kepada Tuhannya.
Nayya disana pun mengangguk.”Iya mbak. Soalnya Nay juga tugas malem nanti bukan pagi ini karena malam tadi Nay lembur.”Ujarnya Nayya disana. Ia paham akan Rindu yang tidak pernah mau mengungkit kebaikannya.” Yaudah yuk mbak.”Ujarnya membuat Rindu disana mengangguk.
“Skuy lah.. kita beli scincare dan lainnya.. yok ayok habiskan uang Mas Rey.”Ujarnya Rindu membuat Nayya menghapus air matanya dan tertawa. Jika boleh meminta ia ingin meminta sedikit hatinya Rindu saja. Yang selalu baik, tabah, ikhlas dan juga tulus. Ia ingin sekali seperti Rindu tapi ia tak bisa. sudah berbagai cara ia menetapkan hatinya tapi ia tetap tak bisa setegarnya Rindu. Sungguh ia iri akan sifatnya tetapi ia harus bagaimana lagi? mungkin memang sikap mereka yang berbeda.
Nayya juga sekarang membayar kebutuhan untuk anak-anaknya kepada Rindu. Rindu menolak keras awalnya tetap ia harus apa jika dirinya memohon dengan air mata? Rindupun tak tega jadilah, Rindu menerimanya dan juga mendukung Nayya. Tanpa Nayya sadari jika uang yang Nayya beri untuk kebutuhan anak-anbaknya kepada Rindu itu ia tabungkan untuk anak-anaknya dan jumlahnya sekarang bahkan ada banyak. Sepeserpun Rindu tak ambil dan tak menceritakan kepada siapapun.
Mobil hitammnya Rey sudah sampai dihalaman kampusnya Acha membuat Acha segera melepaskan silbetnya cepat.
__ADS_1
Rey disana ingin membuka pintu namun segera terhenti dikalah mendengar teriakan Acha”aayah diem enggak boleh keluar. Disini aja.”Ujarnya disana membuat Rey menaikan satu alisnya.
"‘Kenapa si hm? Kan ayah Cuma mau bukain pintu buat kamu dan anterin sampek depan kelas loh. Ayah bahkan sampek sekarang enggak tahu kelas kamu dimana.’"Ujarnya disana tak terima. Acha memang tak pernah mau jika Rey antarkan kedalam, selalu cukup sampai didalam saja.
Acha segera mengambil tangan Rey dan menciumnya sopan. ” Dih ayah pokonya sampai disini saja. Nanti ayah telat kekantpornya. “Ujarnya disana.”Dah ayah tampan, terimakasih muach... Caca sayang ayah.”Ujarnya Acha segra keluar dna menutupi pintu mobilnya dengan cepat. Ia segera berlari dengan nanarnya.” Bisa mati kalo ada yang liat ayah... bisa heboh nih.”Gumamnya lirih dijalanan. Sebab wajah ayannya yang rrrr;...
Rey yang dicium dipipi itu menggeleng saja melihat anaknya. Anaknya terlihat panik. Apa anaknya tak menyukainya? Atau malu memiliki ayah seperti dirinya?
Akhhh ia bercermin sebentar.”Masih ganteng kok. Rindu aja masih cinta aja sama aku tu.”Ujarnya dengan PD .
" Ihhh cinta benget deh hehe. Masa cuma aku cinta banget sama Rindu.”Gumamnya lirih disana.
Lalu matanya melihat ke dasboardnya dan disana ada bekalnya Acha dari Rindu. Akh istrinya masak subuh-subuh relah berkorban wanktu dan tenaga membuat ia segara keluar dari mobilnya untuk memanggil Acha.
Namun sayang. Acha sudah tak ada disana membuat ia melirik kekanan dan kekiri, semua tatapan pemujaan ada diwajahnya membuat ia mendengus tak suka. Ia segera melangkah dan bertanya pada lelaki disana.”Permisi.. kalian tahu dimana kelasnya Acha?”Tanyanya disana kepada segerombolan anak laki-laki.
Nampak mereka menatap Rey dengan tatapan sinis.”Acha polos yang keluar dari mobil anda tadi?”Tanyanya salah satu dari mereka. Rey diam disana.”Gue tegasin jauh-jauh deh sama dia. Dia tu masih bocil.. kayaknya anda sudah berumur.. udah enggak cocok.”Ujarnya sinis.
“Tapi saya ayahnya.”Ujarnya Rey. Semua terdiam disana mendengarnya.” Saya hanya mau mengantarkan bekal kepadanya. Istri saya sudah masak dan menyiapkanya sedari pagi tadi. Jadi nanti mubazir dan dia tidak akan mau makan.”Ujarnya Rey disana membuat semua pucat.. terpucatlah lelaki yang membentaknya tadi.
“O-oh beneran?”Tanya salah satu temannya dan diangguki Rey.
“Wajar aja cantik. Bapaknya aja kayak gini woy.”Bisiknya disana membuat Rey disana terkekeh.
”Anu maaf om, kami tadi kasar. Soalnya kami taunya Acha cewek baik baik dan juga polos. Kami tidak mau saja dia dirusak.”ujarnya. lalu tanganya terulur.”Kenalin nama saya Granat.. saya Komti (Ketua Tingkatan) Dikelasnya Acha., kita satu kelas dan juga deketan duduknya.”Ujarnya disana. Dia yang tadi marah marah.
Rey disana pun terkkekeh.”Tidak apa-apa. Saya juga ngucapin terimakasih jika kalian mau menjaga anak saya. Lain kali saya traktir makan-makan yah karena kalian lelaki baik. “Ujarnya membuat mereka berbibnar.”Tapi anterin saya dengan anak saya dulu.”Ujarnya membuat semua disana mengangguk.,
“Siap om.. ikuin aku saja, siapa tahu bisa direstuin jadi calon mantu.. Pipipi calon mantu.’"Ujarnya Granat membuat temanya menjitak kepalanya. Mereka disana hanya ber4 kok.
Rey hanya tergelak disana dan segra mengikuti langkah Granat dna teman-temanya sampai dikelasnya Acha. Nampak disana Acha ngos-ngosan berlari memasuki kelasnya. a
Wajar saja cepat ngilang. Dia lari..!!
“Acha sayang..!!!!!” Teriak Rey.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys.
__ADS_1