
“Apa sekarang dia baik-baik saja? Apakah dia masih sakit?”Tanya Habib lirih kepada Nayya.
Nayya Disana menggeleng.”Dia sudah jauh lebih dari kata baik, dia bahkan lebih tinggi dariku. Ia menuruni tinggi darimu mas.”Ujarnya terkekeh. Habib disana jadi merasa sangat bersalah kepada Nayya.
Habib meremas tanganya. Nyilu di dadanya bertambah-tambah bagai sembila lalu yang tak terusaikan. “Maafklan aku.”Ujarmya lirih, sekarang ia sadar apa yang ia lakukan memang sangat buruk, dimana nayya harus berjuang sendiri diluar sana sedangkan dirinya mengkhianatinya.”Lalu kenapa kau tiba-tiba pergi? Apa hanya karena pernikahan itu?”Tanya Habib lirih.
Nayya pun diam sebentar.” Tak ada yang harus aku tutupi lagi kan mas?”Tanyanya. Habib menatapnya dan mengangguk.
Nayya menghela nafas dna menjawab.”Sebenarnya dikalah itu aku bukan pergi, tapi aku diculik.”Ujarnya disana jujur. Bagi Nayya tak ada yang harus disembunyikan, ia mau semuanya selesai dan tanpa ada larut-larutan. Ia mau hidup bahagia dan bebas tak dikekang akan rasa bersalah ataupun rasa terbebani.
Habib menatap nayya tak percaya disana. “Bagaimana bisa?”Tanyanya disana lirih.
Sungguh ia tak percaya.”Bagaimana bisa kamu diculik Nay, bukankah dikalah itu kamu ada dirumah kita?”Tanyanya lagi. suaranya seidkit meninggi karena kaget.
Nayya mengangkat bahu tak tahu.” Aku pun tidak terlalu ingat sebab aku buta dan tak tahu apa-apa. Yang pasti dikalah kamu pergi meninggalkan aku didanau aku diculik oleh seseorang.”Ujarnya disana dengan lirih.”Dan dikalah itu banyak yang aku lewati, dari hampir dibunuh, diperkosa dan juga hampir kehilangan anak kita.”Ujarnya terkekeh.
Mata Habib semakin memanas mendengarnya. Air mata Nayya sudah ingin jatuh namun Nayya malah terkekeh sinis disana.” Seseorang menolongku hingga relah mati, dan seseorang rela melindungiku demi tak diperkosa. Dan dia berjuang supaya aku bisa hidup lagi. Aku harus berlari dan berjalan ditengah hutan dengan keadaan buta demi menyelamatkan anak kita. Dan bersyukurnya ada orang baik yang membantu kami, dia ayahnya dari anak-anak kita saat ini.”Jujurnya disana.
“Tapi dia berniat baik menghantarkan aku pulang.”Ujar Nyaya menatap mata Habib dan tersenyum.”Dan disana aku malah mendengar kabar pernikahan kalian sudah dilaksakan disela aku harus berjuang mati-matian untuk hidup aku dan anak kita. Haha disini sakit. “Ujarnya Nayya menepuk dadanya.
Habib diam tak bergerak dan tidak berbunyi. Ia terlalu shok mendengarnya. Ia disana menatap Nayya lirih, ia jadi sadar dan jadi tahu jika sebenarnya Nayya pergi itu karena dirinya yang gagal. Jika sudah seperti sekarang ia harus bagaimana? Berjuang untuk Nayya apa pergi? Ia merasa tidak pantas untuk berjuang karena sudah menghancurkan nayya.
Nayya menghapus air matanya.”Semuanya sudah terlewat hehe.. Maafkan aku, karena dikalah itu tak bisa menjaga diri hingga hampir saja mau kehilangan anakmu, namun sayangnya karena pristiwa itu anak kita yang jadi imbasnya, maaf.”Ujarnya.
Habib inginn berteriak jika yang salah bukan nayya, memeluk Nayya erat dan berkata maaf dengan berteriak, tapi sayangnya suaranya tengggelam akan rasa sesak, sangat sesak dikalah tau semuanya. Ia hanya diam tak berkutik. Merasa apa yang ada dimulutnya tak pantas ia lontarkan. Ia hanya bisa mendengar semua kenyataannya.
Nayya disana pun tersenyum lagi. dan menatap Habib berkali-kali. “aku akan usahakan untuk mengenali kalian secepatnya. Aku juga tidak mau berlarut-larut dengan masalah. Masalah kita sudah usai, kau dan aku sudah selesai. Jangan ada dendam dan masalah diantara kita. Aku ingin hidup damai dan tentram.”Ujar Nayya disana.
“Sudah yah mas. Bahagia yah. Aku tak memaksamu menerima kenyataan, tapi aku mau memaksamu menerima pilihanku. Aku tidak mau lagi terjebak akan rasa kita yang salah. Ke,mmbali sama istrimu dan aku kembali akan kebahagiaanku. “Ujarnya disana lagi.”Kau berhak betemu anakmu. Jikapun kau ingin membawanya pulang dan mengenalkan kepada orang tuamu silahkan, tapi jangan larang aku untuk bertemu dengannya dan jangan larang dia bertemu dengan ayahnya yang sekarang. Sebab mereka terikat bahkan lebih dari yang kau tau.”Ujarnya disana.
Habib menatap lain arah dibuatnya., ia tak tau harus bilang apa. Bahkan ia sadar jika mengatakan ribuan kata maaf dan menangis darah sekalipun tak akan memulihkan hatinya Nayya. ia sadar akan kesalahanya dan ia percaya akan ucapan Nayya.
__ADS_1
Nayya bangkit dan menadakan tanganya.”Minta kunci saya mas. Dan “Ia mengeluarkan dompetnya. Ia mengeluarkan kartu disana.” Itu nomor ku., kau bisa hubungi rumah ku jika ingin bicara denganku. Dan kau bisa bicara dengan anak-anakmu disana. “Ujarnya.
Habib menatap lain arah memejamkan matanya. Ia tak kuat namun ia mengeluarkan kunci mobil Nayya. ia menepi menatap nayya nanar. “Sejak kapan kau bisa melihat?”Tanyanya liih.”Matamu indah, meski lebih indah mata lamamu.''|Ujarnya bergetar. Ia tak tau lagi bicara apa.
“Ini hadia darinya, karena kelahiran anak kita. Dia ingin aku bisa melihat anak kita. “Ujarnya Nayya disana dengan bangganya. Hati Habib semakin sakit karena sadar akan kata 'dia' adalah lelaki yang dianggap anak-anaknya ayah.”Dan sampai jumpa mas, aku harus segera pergi.”Ujarnya Nayya.
Nayya pergi meninggalkan Habib yang menahan sesak didadanya. Ia menekan dadanya yang sakit dan menepuk-nepuknya. Ia terkekeh dan menatap langit. Apakah sesakit ini mengetahui kenyataanya? Ia bingung jika sudah begini.
Nampak mata Nayya memancarkan akan kebanggaan dan pujaan yang dalam akan lelaki itu, ia iri dan ia tak suka, tapi ia punya hal apa? Dikalah lelaki lain sudah mampu membuat istrinya terbuai karena kebaikanya? Ia harus berhenti berjuang? jelas jika begitu, sebab ia tak akan mau merusak kebahagiaan Nayya setelah sakiti yang telah ia toreh.
Harapannya hanya anaknya sekarang, hanya anaknya karena ia mau hidup bersama anaknya. Pikiran menikah lagi? tak ada, karena rasa sakitnya masih sangat Dalam dan basah., bagai tersiram akan garang laut yang melimpah. Tuhan maafkan diriku yang belum mampu menjadi suami yang baik dan juga pemimpin keluarga yang pantas..
...----------------...
Sosok Acha sudah berhari-hari menangis, hanya berselang seling saja ia berhenti. Sebab bunda yang selalu menemaninya, mengajarinya bela diiri, membantunya akan semua hal hingga menyambutnya pulkang sekarang tak lagi ia lihat. bundanya bahkan tak keluar kamar membuat ia sedih. Sangat sedih hingga matanya membengkak disana. Ia tak peduli ayah kandung, ia peduli akan kemarahan bundanya..
Ia memang bodoh dan tak mampu menjaga bicaranya. Ayahnya pun sekarang sedikit dingin kepadanya karena dirinya menyakiri bundanya. Acha sadar jika ayahnya sangat menyayangi bundanya. Ia sadar, hingga ia terdiam lirih didepan kamar Rindu untuk meminta maaf.
Acha menarik ingusnya dan mengusapnya dengan ujung bajunya. Ia menatap ayahnya dengan lindangan air mata.”Acha mau minta maaf sama bunda. Acha sal-salah. Hiks hiks.”Ia menangis dengan sesegukan karena tangisan tak bisa terhenti sedari tadi. Matanya bahkan bengkak baggai digigit seranggga semua.
Rey disana menghela nafas dan menepuk pundak sang anak Nayyya tersebut.” Bunda tidak marah sama kamu, dia hanya mau kamu berfikir secara baik. Dan paham apa yang kamu ucapkan itu.”Ujarnya Rey disana lirih.
“ Acha sadar kok. Acha salah omong. Acha udah nyakirin hatinya bunda kan?”Tanyanya disana.”Acha enggak tau kalo Acha ngomong gitu. kata-katanya keluar sendiri tanpa Acha minta hiks hiks.. sumpah Acha enggak ngomong gitu.”Ujarnya Acha bagaikan anak kecil umur 5tahun yang meminta maaf secara tulus.
“Acha Cuma bisa nangkap itu dalam kesalahan Acha?”Tanya Rey. Acha disana pun menatap Rey tak paham dan juga nanar. Rey disana bertanya lagi.” Terus Acha tau kesalahn apa yang bikin bunda Rindu marah?”Tanyanya.
Acha mengangguk.”Karena Acha ngomong kasar.”Cicitnya polos mengusap air matanya dengan bajunya.
Rey menahannnya dan mengusap air matanya Acha dengan tanganya.”Acha udah gede enggak boleh nangis gitu lagi.”Ujarnya. Acha diam disana merasakan usapan dikepalanya. Bukanya berhenti menangis ia malah bertambah menangis.”Jangan menangis lagi, nanti kamu sakit.”Ujarnya. Acha mengangguk dengan nafas yang naik turun.
Rey menarik pundaknya dan berkata.” Bunda marah sama Acha bukan hanya karena itu. Tapi bunda marah karena Acha yang bicara seakan-akan bunda tidak sayang Acha. Padahal bunda sayang Acha.”Ujar Rey sabar menjelaskan. Acha menatapnya dengan hidung kembang kempis karena menahan tangisnya.
__ADS_1
Rey mengusap kepala Acha supaya tak menangis lagi.” Jauh sebelum Acha lahir. Bunda merajut baju untuk kamu karena tau kalo umimu mengandung anak perempuan, sebab dia suka anak perempuan, dia mau ada suara cerewet dirumah ini. disaat kamu lahir dan dirawat dia selalu datang memberi kamu asi dikalah ibumu tak bisa bangun dari komanya, hingga umur satu tahun kamu minum asinya., dia rawat kamu dengan baik, mengajarkan kamu menjadi anak yang pintar dan tidak diremehkan.” Ujar Rey menjelaskan kepada anaknya. Ada rasa marah didadanya, sesak ketika istrinya disakiti. Tapi ia harus tau kekurangan Acha yang tak sama dengan anak lain.
Acha menatap ayahnya dengan tatapan memelasnya. Rey kembali mengusap kepala anaknya sayang.”Acha ingat kan dimana pas Acha yang dibully di TK? Siapa yang ngajarin Acha bela diri dan ngajarin Acha kalo jadi anak enggak boleh ditindas.. kalo dipukul harus dibalas?”Tanyanya Rey disana dengan sabar.
“Inget.”Ujar Acha dengan muka merahnya.” Acha pas kecil pulang karena rambut Acha digunting sama dipukul. Acha disuruh sama bunda balik lagi kesekolah kan? Enggak boleh pulang lagi kalo Acha belum bales orang yang pukulin Acha? terus acha balik lagi kesekolah Cuma karena mau bales pukulannya lagi?”Tanya Acha polos.
Rey mengangguk.” Terus itu berlanjuut pas Acha yang suka dibully. Kalo acha pulang dalam keadaan berdarah dan juga luka terus nangis bunda selalu anter Acha balik kesekolah lagi buat nemuin anaknya. Terus acha disuruh berantem lagi sampek acha bisa bales dan ngalahin mereka?”Tanya Acha dengan menahan tangisnya membuat Rey disana menahan gelaknya.
Rindu memang seaneh itu jadi orang tua, dia tidak mau anak-anaknya ditindas, baik anaknya Nayya maupun anak kandungnya. Ketika berkelahi Rindu akan marah jika anak-anaknya yang dipukul karena tidak ada salah, terus dibully. Ia akan menyuruh anak-anaknya membalas hingga mengalahkan sang pembully.
Alasanya kenapa? Supaya yang membuly kapok dan anak-anaknya bisa menjadi kuat, tidak lemah dan tidak mudah ditindas. Ia mau anak-anaknya dihargai dengan semua kekuranganya termasuk dengan Acha pisiknya yang tidak kuat. namun Rindu selalu berkata. Maut sudah ditangan Tuhan, jikapun mati, setidaknya kita mati dalam keadaan mempertahankan hak kita. Hak untuk hidup damai.
Bagi rindu kalo orang yang menindas tidak dilawan maka mereka akan tetap sok berkuasa hingga kitalah yang rugi..
Rey disana mengusap kepala Acha disana sayang. “ Acha harus pikirin lagi kesalahan Acha, kalo udah Acha hanya perlu buat bunda tidak marah lagi nanti. Jangan nangis lagi, kalo Acha sakit lagi nanti bunda tambah marah loh. Acha taukan kalo acha sakit bunda khawatir sama Acha. “Ujarnya.
Acha Diana mengusap air matanya yang jatuh.”Tapi Acha rindu bunda huaa hiks hiks. Acha mau ngeliat bunda, bunda neggak keluar-keluar dari kemarin ayah.”Cicitnya disana negan nanar. Ia sangat terisak akan rasa bersalah ini.
“Mangkanya Acha renungin kesalahn Acha lagi. kalo Acha engak tau salah Acha dimana Bunda enggak bakal mu maafin Acha dan Acha enggak bakal bisa ketemu bunda lagi. jangan nangis, renungin kesalahan acha sana.”Ujar Rey disana dengan tegas namun tak membentak.
Acha menatap ayahnya dengan tatapan polosnya dan mengangguk. Ia mengusap air matanya dan mencium pipi ayahnya.”Iya. Acha pergi, tapi ayah janji jangan benci Acha. Karena bagi Acha, ayah Acha Cuma ayah, yang lain bukan ayahnya Acha.”Ujarnya lorih.
Rey disana menganguk mengusap pipinya Acha. Acha bangkit disana dan memeluk ayahnya.”Nanti kalo bunda masih marah ayah enggak boleh jauh-jauh dari Acha. Acha sayang bunda sama ayah. Hiks hiks. Ayah enggak mau ayah pergi. Acha takut.”Ujarnya.
“Siapa yang pergi si sayang hm? Kamu enggak mau beneran ketemu sama ayah kamu apa?”Tanyanya Rey disana. Acha menggeleng.” Kenapa enggak mau hm? Acha dengerin ayah yah. Kalo ayah kandung Acha tu baik banget, dia tu sayang sama Acha sama Uminya Acha, sama abang Arga. Cuma karena sesuatu dia enggk bisa didekat kalian.” Ujarnya menjelaskan.
Acha tetap diam menatap ayahnya. Rey disana menghela nafas dan kembali berkata.” Mau bagaimanapun, dan apapun itu. Mau acha punya ayah kandung atau tidak ayah tetap ayahnya Acha. Suami dari bunda Rindu yang menyusuhi kamu, ayah yang selalu ada buat acha sampek sekarang dan sampai kapanpun. Acha tetap anak gadis ayah sampai kapanpun yah. Ayah sayang Acha sampai kapanpun. “Ujarnya disana. Acha disana mengangguk lirih dibuatnya menatap sang ayah nanar,
“Janji?”Acha mengangkat kelingkingnya polos dan segera disambut oleh Rey.
” Ayah enggak meski janji, karena itu bukanlah hal yang dijanjikan, tapi suatu kenyataan sayang.”Ujarnya. caha disana mengusap kepalanya didadanya Rey manja. Ia bagai kucing kedinginan membuat Rey disana menggeleng.
__ADS_1