
...17tahun berlalu........
.
.
.
Hiruk piruk kota sangat kentara, seperti kota-kota lain, suara bising kendaraan dimana-mana, ada yang mengenakan sepeda, ada yang mengenakan motor dan mobil. Namun beda halnya dengan Indonesia, disini oprang-orang lebih menyukai mengenakan bis ataupun sepeda dengan Alasan mengurangi polusi udara.. Jika Di Negara kita ada ribuan sepeda motor dan juga mobil. Maka disini tidak, mereka lebih mementingkan hidup sehat.
Penjaja makanan dan juga lainya sudah siap ditoko masing-masing. Bahkan pengemis yang tidur jam 5 sudah harus bangun dan stay ditempatnya.. ada banyak pelajar dan mahasiswa dan pekerja yang lewat mudik hilir karena matahari sudah mulai hangat..
Seperti wanita satu ini, langkah kaki tergesah-gesahnya itu sangat terdengar dijalanan karena terlalu dihentakkan, rasa cemas menyeruak didalam hatinya.. “Duh udah kesiangan lagi,, gimana yah.”Ujarnya menepuk dahinya. Ia berhenti dihalte dengan nafas yang naik turun akibat berlari kencang sedari tadi.
Ia menatap sekitar, disini orangnya berbeda-beda dengan orang Indonesia, cenderung apatis orangnya. Bahkan lihatlah tak ada yang peduli denganya padahal dia sedang kelelahan, ia menatap lagi kelain arah.. ia mengusap dahinya.. ia tersenyum “ Aku enggak boleh ngeluh.. Semangat Acha..” Gumamnya mengangkat tangannya tinggi menatap langit yang cerah...
Tadi ia telat karena ada nenek-nenek yang meminta bantuan untuk dihantarkan kegreja, namun jaraknya bertolak belakang dengan tujuannya dan cukup jauh. Tapi dia pun menyetujui saja karena ia tahu jika nenek itu mau beribadah..
Setelahnya ia melihat ada mobil yang berhenti didepanya membuat ia mengutuk dirinya, lihatlah siapa dia.. Ia hanya menggaruk pipinya dna tersenyum manis dikalah kaca mobil turun. Mata lelaki itu tajam menatap Acha.. “Masuk.. biar mas yang anterin.”Ujar dari dalem...
Acha menggeleng cepat.” Enggak mau.. “Ujarnya disana membantah.. ia melirik kebalakang dan tersenyum.” Acha duluan yah mas... hati hati assalamu'alaikum...”Ujarnya lalu menaiki bis yang telah tiba didepannya..
Sosok itu menghela nafas dibuatnya. Ia tersenyum tipis lalu berangkat lagi.. ia kesal karena Acha tak mau menunggunya. Acha memang selalu menghindari untuk pergi bersama atau apapun itu. Acha hanya mau menjaga hati istrinya saja. Dan sosok pria itu cukup berterimakasih dibuatnya.
Yah benar saja.. Acha telat membuat ia menghela nafas menatap pintu kelasnya sudah tertutup. Ia menatap jam ditanganya dan ternyata ia sudah telat selama dua puluh menit. Ia mengigit kukunya.”Gimana yah? Masuk nggak? Masuk enggak?”Gumamnya takut disana.. ia menatap lagi kekanan dan kekiri, masih banyak mahasiswa dan siswi lainya yang tak memiliki kelas.
Sosok gadis itupun menghela nafas dan juga menekan dirinya.”Kata mbak Rindu aku harus berani.. “Ujarnya disana menghela nafas lalu maju mengetuk pintu dengan memejam kan matanya.. ia meringis takut.
“Masuk..” Ujar dari dalam membuat ia membuka matanya dan segera masuk..
disana ia melirik dosennya, namun alisnya menyatuh karena sosok itu sosok tak asing baginya.. dan sosok itupun terdiam menatap sosok didepanya ini.. “ Ada keperluan apa?”Tanyanya dingin disana kepada Acha disana.
Acha merimngis dibuatnya.. “ Hm... Acha siswi. Maaf Acha telat.. tadi ada sesuatu yang bikin Acha telat.”Ujarnya meringis disana.. sosok itu tetap menatap Acha dengan dalam membuat Acha terdiam menatap kedepan, dan ternyata siswa dan siswi disana menahan tawa melhat Acha yang takut. Acha memajukan bibir dibuatnnya mencebik.
Sosk dosenya itupun duduk diatas meja.. “Karena kamu telat, saya mai kamu nyanyikan saya lagu sebagai hukumannya...”Ujarnya disana dingin.
Acha disana mendelik dibuatnya namun ia tersenyum.”Bapak mau lagu apa emang?”Tanyanya disana dengan senyum manisnya.
Dosen pria itu yang tampan dan juga sangat rapi itu tersenyum tipis.. “Hmm.. lagu romantic.. yang lagu All Of You dari Jhon Lagen,”Ujarnya disana.. ia menatap Acha dengan dalam.. sudah bias bagi orang orang.. akhhh iya..
Acha disana mengangguk.”Maaf pak, saya tidak bisa lagu itu.”Ujarnya Letta membuat sosok itu menatapnya mendalam.”Saya bisanya lagu Anna Uhibuka Fillah.. ku mencintaimu karena Allah.”Ujarnya disana membuat dosen itu memerah dan sorakan heboh terdengar nyaring..
" Hiyaaaa... hantam Cha hahaha.. "
__ADS_1
"Jangan sampai lolos Cha... "
"Acha Genit huuuuuu.. "
“Hu... Acha genit huuu.’"Teriakan disana membuat Acha terkekeh menutup bibirnya mengerjap polos.
Dosen itu menetralkan wajahnya menatap Acha dengan tatapan tajamnya. “Acha kamu itu jahat...”Ujarnya membuat semua diam dan Acha menatapnya juga diam.”Jahat karena mendahului saya yang menyatakan perasaan.”Ujarnya dengan senyum manis.
“Jahatan mana saya sama bapak yang selkalu godain saya tapi ga berani datang kerumah dan lamar saya.,”Ujar Acha membuat sorakan kembali terdengar keras... Acha disana terkekeh dengan recehnya membuat semua gemes. Acha itu sangat cantik dan bahkan tak ada yang menyangkah jika ia sudah dewasa.
“Sudah-sudah.. sudah.. gara gara kamu ini Acha kelas saya jadi heboh.”Ujar dosen itu. Dosen itu bernama Xavier Aexander.. ia bangkit dan berkata.”Duduk sana..”Ujarya.
Acha disana pun mengangguk.”Terimakasih pak..”ujarnya Acha membuat semua orang mulai tersenyum.. Semua menyukai Acha hanya ada beberapa orang yang busuk hati dan iri.
“Bentar...”Ujar pak Xavier membuat Acha disana menatapnya heran.. “Kemarin saya baca arikel.. jika melihat wanita cantik dan manis, apalagi wanita yang kita cintai itu bisa menambah semangat kerja.. terimakasih sudah menambah semangat saya untuk mengajar.”Ujarnya disana kepada Acha dengan tersenyum.
Cie... sorak disana semakin terdnegar membuat Acha disana nyenhir dan berkata. “Ini nih yah pak, .. jangan sering serring gombal. Enggak baik buat jantung Acha. Jantung Acha suka cenat cenut gitu kayak mau keluar... apa Acha juga jatuh cinta sama bapak?”Tanya Acha.. pak Xavier disana pun tertawa mendengar kepolosan itu.
Semua orang semakin tertawa gemes dibuatnya dan ada beberapa lelaki yang tidak tertawa, bakan wajahnya masam.. “ Acha duduk cepet.. nih aku belum paham kamu bikin aku tambah engak paham tahu nggak?”Tanyanya salah satu pria disana berteriak keras nampak sangat sensi.
Acha disana mencebik disana lalu mengangguk.”Dadah bapak gombal.”Ujar Acha.. semua tergelak dibuatnya... Acha memilih duduk didekat sosok wanita didekatnya, tepat dibarisan ke 3.
Sosok itupun menjilat kepalanya keras dan berkata.” Genit banget si. Nanti dimarahin bunda sama umi baru tahu rasa..” Ujarnya disana dengan delikan.
“Acha..!!” Panggilan itu membuat ia menatap kedepan.”Yah pak?”Ujarnya dan menepuk pahanya temannya itu membuat temannya meringis..
Pak Xavier itu memberi wajah seriusnya dan berkata.”Acha bisa bikin kopi sama masak?”tanyanya disana dengan sreius.
Acha disana mengerjab polos dan menatapnya dengan guyonan serius.”Bisa dong pak.. Acha bisa nyuci, masak, kerja, dan semuanya.. Acha bisa semuanya. Karena Acha hebat kalo kata ayahnya Acha.”Ujarnya disana dengan memngerjab lucu.
Xavier disana mengangguk dan menjawab ”Berarti udah cocok yah jadi istri dan ibu dari anak-anak saya.”Ujarnya dan semua kembali bersorak.. Acha disana hanya terkekeh dibuatnya menatapnya.. ia hanya mengangguk saja..
“Pak udah dong gombalin Achanya. Kapan kita belajar lagi.”Ujarnya seseorang dengan mendelik tak suka menatap sosok itu.. ia menatap Acha dengan mata yang menghela dan sinis.. ia tak suka dnegan Acha yang jadi perhatian..
“Loh kan saya dosennya.”Ujar Xavier disana tajam membuat sosok itu diam.”Lagian materi kita udah habis,, bentar lagi kalian akan UTS Kan? Kamu saya hukum jika membantah.”Ujarnya. sosok perempuan itu hanya diam menunduk takut, Semua mulai terdiam dibuatnya..
Acha disana menghela nafas mulai focus kedepan,, senyumnya tadi sudah berhenti dan digantikan dengan muka seriusnya menatap kedepan, dimana sedang ada pelajaran. Acha itu ceria dan juga sangat mannis. Usianya memasuki 17tahun saat ini dan menginjakkan kaki diuniversitas terbaik di Sidney.. yah..
Dia itu sudah 4kali pindah-pindah dengan kakak dan keluarganya . Ia tak tahu karena apa si, sebab usianya terlalu dini dulu membuat ia nurut saja... jadilah sekarang ia dan keluarga menetap disidney disini sekarang. Yah yah yah.. sudah hampir satu tahun si semenjak ia memasuki jenjang perkuliahan..
Ia bukanlah gadis pintar layaknya semua kakak-kakaknya.. bisa dibilang ia itu lelet.. mungkin karena dulu diwaktu ia dilahirkan katanya ia hampir meninggal karena terlalu banyak meminum air ketuban, ia sempat keritis dan juga harus diruang inapkan dirumah sakit selama 6bulan untuk mengembalikan dan menyetabilkan oksigen di otaknya..
Ketika kakaknya sudah bisa berjalan ia bahkan belum bisa merangkak.. dulu keluarganya bahkan sempat mengira jika ia akan meninggal ternyata salah. Ia tumbuh normal setelah dibesarkan dan diberi asi oleh ibu sepersusuannya, sebab ibunya dulu tak memiliki air asi.. kakaknya juga bahkan diberi asi oleh ibu sepersusuannya dan juga bundanya juga.. yah, dia itu istri pertama ayahnya katanya... Tapi entahlah ia tak terlalu paham yang ia paham hanya satu. Keluarganya sangat mencintainya, bahkan istri pertama ayahnya lebih sekat dengannya dan lebih memperhatikannya.. apalagi ayahnya dan semuanya. Ia sangat disayang asal kalian tahu.
__ADS_1
“Baiklah kita akhiri perkuliahan pada hari ini.. semoga minggu depan kita masih bisa kembali berkumpul dan menuntut ilmu..”Ujar dari pak Xaviel disana membuat semua mahasiswa dan mahasiswi disana mengangguk dan memberi ucapan terimakasih.
Acha disana menghela nafas memukul kepalanya sedikit.”Kamu kenapa Cha?”Tanya dari temanya heran kepada Acha disisinya.
Acha disana menatapnya dan berkata.”Kepala aku tu pusing Sya... cape 3SKS ini jamnya.”Ujarnya menjatuhkan kepalanya diatas mejanya dengan helaan nafas.
Temannya yang bernama Taysa itu menggeleng dibuatnya. Ia sangat cantik dengan rambut curli berwarna pirangnya.
“ Kamu tu bisa-bisanya sakit kepala.. memangnya kamu belum makan tadi?”Tanyanya dan digeleng oleh Acha.
Acha menghela nafas lagi.”Kenapa yah Acha enggak sepinter bang Rasya? Bang Rian,, bang Rain.. atau bunda Rindu.. ayah Rey.. Umii.. “Ujarnya disana lirih.. “ Apa Acha anak dapet dikolong jembatan yah kayak yang dibilang sama temen temennya Acha dulu?”Ujarnya lirih pada dirinya sendiri.
Yah Acha itu punya penyakit. Penyakitnya itu salah satu syindom.. syindrom yang tidak bisa memikirkan suatu hal terlalu berat, tak pandai menghafal dan juga menghitung.. kepalanya juga mudah sakit dan juga mau meledak ketika lama mendengar suara bising dan berisik sperti ombak laut, atau pun musuk..
Penyakitnya itu bukan kanker atau apapun itu, tapi entah mengapa,, ia itu tak bisa dikeramaian, jika tidak maka gejalanya sangat membuat ia sakit. Mual mual dan juga muntah, kepala sakit dan lemah hingga ia pingsan. Mangkanya ia dilarang keras untuk kecapean atau lelah.. ia bahkan pernah masuk rumah sakit berkali-kali.
“Acha . ..ayukk kekantin.. aku laper.”Ujarnya Tasya disana dengan muka memelasnya.
Acha diam dibuatnya.”Hay Chaca.. Tasya.. kekantin bareng yuk.”Ujar dari seseorang yang datang dengan wajah senyum manisnya menatap Acha dan Taysa..
Acha dan Tasya menatapnya mengerjab..” Acha engak ikut deh. Soalnya Acha udah dikasih bekel sama bunda.”Ujarnya menunjuk tasnya yang berisihkan bekal yang komplit.”Soalnya masakan bunda enggak ada tandinganya jadi yah Acha enggak mau.”Ujarnya disana dengan semangat.
“Is Acha enggak bosen apa makan makanan rumah terus.”Ujar Radit. Yah lelaki itu namanya Radit.. mukanya itu bisa dikatakan cantik sekaligus tampan, ia lucu dan imut. Banyak yang sangat menyukainya tapi ia tidak. “ Nanti aku deh yang traktir.”Ujar Radit disana mengangguk memelas.
Acha disana menghela nafas lagi dan memijit pelipisnya.”Hmm.. boleh tapi Acha tetep makan bekel yah. Radit cukup beliin Acha minuman sama es krim? Soalnya Acha lupa bawa minum.”Ujarnya disana dengan senyum polosnya.
Radit disana mengangguk sembari menarik tangan Tasya yang diam itu.”Oke... nanti Radit bakal traktir banyak banyak.. Tasya juga.”Uhjarnya.
“Seriusan nggak ni?”Tanya Tasya dengan semangat dan diangguki Radit.
“Asyikk.. Radit ma Thebest... . Muacht..”Tasya mencium pipi Radit membuat Radit disana terkekeh dan tersenyum membalas ciuman dari Taysa.
“Ih jangan cium-icum.. kata Bunda dan Ummi itu enngak boleh. Kalian bukan mahrom nanti masuk neraka mau?”Tanyanya membela mereka berdua dan menyempil ditengah tengah tubuh mereka.. ia Nampak sangat kecil jika begini.
Radit dan Taysa tergelak disana.”Kamu lupa jika beda agama?”Tanyanya membuat Acha disana menepuk jidatnya.
”Lupa.”Ujarnya dan digelaki oleh semuanya..
Kenalklan.. dia Acha.. anak dari Nayya Maura nafifa yang telah dilahirkan 17tahun yang lalu.. mereka berteman sejak kecil.. dan sempat terpisah, tetapi pas kulia Radit memilih untuk pindah ke Sidney untuk kulia bersama dua kawannya meningalkan kedua orang tuanya yang bercerai, sedangkan Tasya, dia itu memang tinggal disini setelah pindah beberapa tahun yang lalu..
.
... Jangan lupa tinggalkan jejak yah.. ....
__ADS_1