
Happy reading....
”Menangis itu adalah hal yang wajar hanya saja yang bunda butuh adalah doa kita.. Dia butuh kalian yang kuat. sendainya bunda bisa memilih pasti ia tak akan mau meninggalkan kalian. anak anaknya yang paling ia cintai. Tapi ia bisa apa?” Tanyanya. Raja disana diam menatap nanar disana. Rey menatap makam istrinya yang sudah selesai hingga penancapan batu nisan lagi.
Raja gemetar berdiri dan berkata.”Biar saya saja pak.”Ujarnya dengan bulir-bulir air mata yang jatuh. Disana Raja gemetar menancapnya dan mendekati makam ibunya. Ia disana menacncap sebagaimana arahkan dan yang ia ketahui. Sampai sudah selesai mereka berdoa.
inilah pentingnya untuk belajar agama, mempelajari tata cara memandikan main ataupun mayat, menghafal doa-doa, hingga mengetahui tata cara salat jenazah, supaya kelak suatu saat ketika orang terdekat kita, baik ayah ataupun ibu, adik ataupun kakak, nenek atau saudara yang meninggal, maka kita selaku anak atau ponakan atau adik bisa memandikan, menyolatkan dan mendoakan dari keluarga atau saudara kita tersebut, Bukankah itu adalah suatu hal yang membanggakan?
ditambah, sesungguhnya bagian tubuh dari keluarga atau family kita itu adalah aib yang harus kita jaga, Emangnya kalian mau Ayah atau Ibu kalian bagian tubuhnya dilihat oleh orang lain yang bukan dari darahnya.
dan, sesungguhnya ketika itu, di saat itu itu sesuai adalah hari terakhir di mana kita bisa berbakti dan melakukan penghormatan terakhir untuk orang tua kita atau keluarga yang meninggal. maka bisa dikatakan mengetahui memandikan mayat ataupun mayit Belajar menghafal doa-doa dan juga salat jenazah diharuskan untuk kita, ingat diharuskan..!
Rey dan Rajja disisi makam. Rian dan keluarga juga namun nampak Rajja memeluk nisan ibunya dengan memejamkan matanya menciumnya beberapa kali tanpa tangisan histeris lagi. namun beberapa saat setelahnya matanya menjadi sayu dan berat sehingga tanpa sadar ia tertidur diatas nisan ibunya dengan keadaan yang menyedihkan.
wajah yang tadinya penuh tangisan yang ada sekarang hanya wajah sendu dan juga damai yang artinya ia tertidur damai dengan memeluk nisan bundanya.
"Raja... " Gumam Rey sopan namun terdengar ada teratur membuat ia turun ia hanya tidur buka pingsan. Rey menatap itu hanya tersenyum lirih. Anaknya bahkan tertidur saking lelahnya menangis.
Ah atau saking nyamanya dipelukan makam Rindu? Sebegitunya kah efek dari nisan Rindu? Bahkan ketika ia sudah pergi saja masih memberikan kenyamanan kepada sang anak yah kan? Masih bisa memberikan kehangatan.
Rey disana mengusap nisan istrinya dan berkata.”Tugasmu sudah selesai sayang.. terimakasih, terimakasih karena kamu sudah memberikan kebahagiaan dihidup ku.. Sayang baik-baik yah disana, tunggu mas dan anak-anak. Kita kumpul lagi nanti.” Gumamnya Rey disana lirih. Pundakanya dielus oleh orang tuanya dengan sendu membuat Rey disana mengangguk nanar.
Arga disana pun turun dan mengusap nisan bundanya. Matanya menatap Raja nanar yang maish terlelap tak ingin bangun. Tampa mengganggunya ia mencium nisan itu dan berkata.”Bunda adalah orang yang paling baik dihidupnya Arga,, bahkan ARga kecil sempat berfikir kalo ibu kandung Arga itu bunda bukan Umi. Dan bunda adalah idola Arga dari kecil hingga sekarang. Arga bersyukur banget meski tidak dilahirkan dari Rahim bunda. Arga dibesarkan oleh bunda. Bunda memang bukan ibu kandung arga tapi bunda punya seluruh hati Arga bersama umi dan ayah...”Ujarnya nanar memeluknya.
Disana ada Rian juga yang menatap langt. Ingat kata-kata Rindu dulu. ‘Hahaha nanti jika bunda sudah disyurga bunda akan cari ayah sama ibu kamu dan bilang kalo kamu sudah besar dan jadi anak yang pintar.. sholeh dan juga baik. Pasti mereka sangat senang dan banggga memiliki anak seprti kamu.” Rian ingat percakapan diwaktu kecil itu.
__ADS_1
Namun Rian menolak dan berkata. ‘Bunda tidak boleh pergi, kalo bunda pergi kami sama siapa? Bunda disini saja yah temenin kamu. Jangan pergi kayak mereka..” Ujarnya kecil. Rindiu terkekeh dan mmengangguk memeluknya. Ia sangat bangga dan bahagia memiliki Rindu sebagai ibunya didunia ini..!!
Di lain tempat sosok yang pucat itu menangis mendengar kabar Rindu yang sudah tiada. Ia telat sebab pemakaman Rindu sudah diselesaikan siang tadi sedangkan ia baru sadar malam ini. Ia ingin kemakam Rindu tetapi tidak bisa membuat ia menangis memukuli dadanya sendiri.
Ia ingat betul betapa baiknya Rindu. Rindu yang menyuruh Rey menikahinya supaya anak-anaknya tidak dibully dan anak-anaknya akan mendapatkan ayah dipengakuan Negara dan juga masyarakat. Tetapi Rey menolak mentah-mentah dan berkata ia tak mau menyakiti Rindu. Rindu kekeh mengatakan tak akan sakit dan lebih sakit ketika anak-anak Nayya dibully dan juga Nayya yang dicaci menjadi pelakor.
Namun Rey kembali menolak dna berkata. Sebaik-baiknya wanita pasti akan sakit dan cemburu ketika suaminya menikah lagi, dan ketika ia menikahi Nayya itu artinya ia harus membagi haknya, baik hak batin maupun non batin. Dan Rey tidak mau. Ia memang sanggup dengan finansial bahkan sangat..! tetapi ia tak mau Rindu merasakan sakit dan diduakan. Tak pernah mau..!! itu sebabnya Rey bertindak cepat dan keras. Rei sosok yang sangat mencintai Rindu dan tidak akan pernah mau Rindu merasakan sakit.
Tampa harus menikahi nayya ia membuat bukti nikah mereka yang sudah dimanipulasi. Disurat KK pun dituliskan namanya dan anak-anaknya sehingga anak-anaknya tak lagi dibully dan mereka bisa masuk dimanapun sekolah. Disana Rey berjanji pada Rindu akan menjadi ayah yang adik kepada anak-anaknya dan anak-anak Rindu dimanapun. sebab Rey mampu untuk mematahkan Rindu, jadi Ia membuat rencana sendiri.
Disana Rey memang sudah merawat anaknya dengan baik dan adil sebelum perjanjian namun setelah itu Rey lebih giat lagi menghantar anak—anak mereka sekolah barengan hingga anak-anaknya tidak kehilangan sosok ayah. Rindu disana masih meragukan dan ingin Nayya bangkit sehingga Nayya kembali kulia dan menjadi dokter..
Ia mau Nayya kuat dan kokoh ketika bertemu Habib. Disqna ia diajarkan menjadi kuat dan teguh. Semua orang menganggap mereka istri dan madu yang akur. Rindu dihujat dan ia diam saja malah tersenyum. Namun ketika Nayya yang dihujat maka ia akan menjadi tameng pertama Nayya.
Nayya disana masih ingat bagaimana Rindu membeli seluruh tanah dikawasan rumah Nayya hingga semua orang disana diusir karena menghujat Nayya. ia ingat betul bagaimana rindu dengan tegas mengatakan jika Nayya bukan pelakor. Semuanya berjalan lancar hingga Habib harus berekting adil kepada kedua istri didepan anak-anaknya. Syukurnya anak Rindu menerimanya dan juga memanggilnya Umi. Sebab Nayya sangat tulus dan juga baik dimata mereka jadi tak masalah.,
Ia menatap foto dirinya dan Rindu ketika dipusat perbelanjaan. Disana Reylah yang memfotokan mereka. Ia memeluknya dan berkata.”Mbak Nay sayang mbak.. semoga mbak masuk syurga yah. mbak baik banget bahkan Nayya ragu kalo mbak itu manusia.”Gumamnya lirih memeluk foto itum
Ia berencana akan kemakam beosk pagi saja bersama akeluarganya, sekaligus meminta maaf kepada keluarga Rindu karena dirinyalah Rindu terlibat. Ia harus mengatakan sejujurnya siapa Khumairo dan ia akan menanggung semua resikonya.
Disisi lain ada Habib yang didekat willy itu diam. Nampak Willy memainkan komputernya dan mengurus semuanya. “Kamu sedang apa?”Tanyanya disana dengan nanar. Ia tak terlalu paham apa yang dilakukan oleh Willy yang memegang kendali pada angka-angka yang lumayan banyak tersebut.
Willy disana tersenyum dan berkata.”Mencari anak haram siyalan itu.”Ujarnya tajam. Yang dimaksudnya adalah Abu. Disana ia sedang melacak diman dia, sebab ketika kejadian itu terjadi hingga selesai abu tak mendapatkan kabar apapun. ia tau jika ini pasti Abu ulahnya. Seban dimanakah Abu sekarang? Masa iya dia selalu pergi ketika kekadian kejadian seperti ini. ia yakin Abu juga berkompotan dengan ibu dan ayahnya itu. Dan Willy jamin ia juga akan hancur.
Habib disana mengalihkan cepat.” Saya tahu Abu seperti apa dan dia tidka mungkin seperti itu. Dia anak yang baik dan juga tidak pernah berbuat jahat, bahkan dia yang suka dibully.”Ujarnya disana menolak paradigma dari Willy.
__ADS_1
Willy disana tersenyum sinis pada Habib lalu berkata.”Menjadi manusia itu baik diharuskan, tapi bodoh jangan dipelihara. Berprasangka baik itu diwajibkan namun berepikir dengan jerni juga diharuskan.”Ujarnya kepada Habib membuat habib kembali diam menatapnya nanar. Willy disana kembali menghela nafas dan berkata.”Terkadang apa yang kita annggap baik tak selalu baik Habib, dan yang buruk tidak selalu terlihat buruk. Jangan mudah mempercayai orang lain, sebab kadang diri sendiri saja suka membohongi orang lain, apalagi orang lain dengan kita?”Tanyanya. habib terhenyak mendengarnya.
Willy tersenyum sinis.”Tidak semua yang diam dan dibully terlihat baik dan juga sholeh. Yang tidak pernah melwan itu juga bukan pembangkang. Lkadang semua orang punya carater sendiri untuk membunuh kita yang ia anggap lawan. Mungkin kamu benar jika Abu itu anak yang baik sebab kamu ayahnya, tapi dari fakta? Siapa yang tahu?”Tanyanya. Habib kembali diam.
“Tapi saya rasa memang semua itu tidak mungkin. Saya tahu bagaimana dia.”Ujar Habib tetap menolak.
Willy disana mengangguk datar.”Silahkan berfikir begitu. Tapi jika apa yang saya katakan ini benar, maka kamu harus berjanji untuk tidak mudah memercayai semua orange hmm, hanya karena dia tersakiti, tersenyum ramah dan lainnnya. Sebab pelac** juga melakukan trik itu untuk menggeret suami orang. Kamu lupa Khumairo siapa? Waita baik dna penghafal? Tapi kamu lihatkan aslinya bagaimana?” Tanyanya terkekeh.”Saya tidak tahu, kamu **** polos atau Naif. Tapi yang saya tau kamu itu manusia terbodoh yang aku kenal.!!!” Willy disana meningalkan Habib diam dengan menatapnya kosong. Apa yang willy katakan itu benar atau salah? Namun kenapa rasanya menusuk?
Kehadiran Rindu sudah tiada, namun ia masih terasa hidup diantara orang yang menyauanginya. Bagaimana bisa baru beberapa saat Rindu pergi sudah membekaskan Rindu bagai tak bertemu ribuan tahun terhadap jari yang menempatkan tahta terkhusus dihatinya? Bagaimana bisa punduk ini sudah meratapi bagaimana keadaanya sekarang padahal tanahnya saja masih basah dan kuning akibat diinjak oleh human yang akan merskan hal yang sama?
Mati..mandikan, disholatkan dan dikubur? Semua orang akan merasakan semua hal itu, baik diri maupun orang lain. Tak terima Rindu mati? Padahal ia hanya tokoh dalam novel. Menangis karena mencintai sosok yang baik? Lantas bagaimana keluarganya yang ia tinggalkan? Rasa bunuh diri dan mati menyelingap seakan-akan menjadi kawan saat ini meskipun iman dan keyakinan melekat. Sedahsyat itu kah potensi rindu kepada mereka?
Rindu adalah pembelajaran bagi semua orang, sebab jika kamu baik maka kamu akan mati demngan tangisan kepiluhan, kamu akan dirindukan dan kamu akan didoakan. Namun ketika kamu jahat...?Kamu lihat Khumairo. Matimu diharapkan. Sumpahnya melekat padamu, dan yang terparah adalah kematian kalian bukanlah suatu hal kesedihan, melainkan suatu kebahagiaan untuk orang lain.
Inti pebelajaran dua mansuia yang berbeda karakter saya matikan secara bersama bukan suatu alasan. Disini kalian bisa lihat bukan Khumair sosok yang memaksa takdir sedangkan Rindu yang mengikuti Tuhannnya., sama-sama pandai agama. Namun berbeda ambisi.
Yah Rindu pandai agama dan Khumaio pandai agama. Sama-sama penghafal dan sama-sama wanita pintar dan cerdas. Hanya berbeda akan ambisi terhadap duniawi. Ketika Khumairo mengejar duniawi maka hidupnya selama itu juga tak akan tenang.. beda halnya dengan Rindu,. Rindu tak mengejar duniawi. Ia hanya mengikuti takdir meski takdir lagi dan lagi menyakitinya.
Namun tak ada yang gagal dalam mempercayai Tuhan dan menyerahkan seluruhnya pada Tuhan. Tak akan ada salah dan tak karna da penyesalan. Apa yang Khumairo hangus dalam kebencian dan Rindu hidup dalam ingatan.
Matinya Khumairo dalam kesengsaraan sedangkan Rindu ati dengan keharuan. Cinta memang membutakan segalanya. Tapi cinta kepada Tuhan akan menunjukan suatu kebenaran.. Cintai Tuhanku maka Tuhan akan membenarkan cintamu. Tapi jika kamu mencintai ciptaanya dan meninggalkan Tuhannya. Maka siapkan dirimu jika kekecewaan mengitari kehidupan.
Langkah lemah Nayya diantar oleh Raysid menuju pemakaman Rindu. Disana ia diam menatap tanah kuning yang masih basah itu, kicauan burung didekat sana terdengar nyilu didada.. bukan hanya Nayya yang menangis tapi juga Raysid, sosok yang mengenal Rindu bahkan sangat.. ia sangat baik pada Rasyid yang dulu tinggal bersama mereka di SD. Yah kalian ingatkjan jika Rasyid juga disana mengajar? Mereka satu rumah.
“hay mbak..”Ujar Nayya disana mendekat dan duduk. Ia menatap nama yang tertera dinisannya dan menghela nafas. “Nay minta maaf yah selalu ngerepotin mbak, bahkan smapai mbak meninggal Nay selalu jadi beban mbak.”Gumamnya bergetar. Ingat semua yang ia lalui.
__ADS_1
.....
jangan lupa tinggalkan jejak yah teman..!