
Ada yang tahu bagaimana menjadi awan? Yang selalu berusaha menutupi matahari untuk bumi., supaya bumi tak terlalu panas?
Hhahaha. Dan lucunya awan tak dianggap. Sebagian mereka hanya menganggap awan yah awan, hanya penghias langit. sedangkan diatas sana ia harus terombang ambing oleh angin dan mengerang panasnya matahari dipunggungnya?
Sakit yah jika awan adalah manusia? Tapi entah kenapa.. Nayya menganap jika awan adalah salah satu bentuk ketulusan sebenarnya. Mau dianggap atau tidaknya., mau dilihat atau tidaknya, dan mau dihujat sekalipun ia akan tetap bertahan, bertahan untuk melindungi orang yang mereka sayang. Yaitu bumi.
Tak sampai disana, ia juga memberikan hujan bukan? Sayangnya manusia mengatakan hujan berlebihan tidaklah baik yah kan? Haha, yang salah itu sebenarnya bukan hujan, tapi manusianya. Hutan ditebang, sampah dibuang sembarangan, belum lagi pembabatan hutan dan juga melakukan pertumpahan darah dan zina dimana mana.
Akhh manusia memang seaneh itu yah., menyalahkan Hal yang baik dan melupakan kesalahan yang fatal pada diri sendiri.
“Kamu yakin Bib mau pindah kerumah belakang segera?”Tanyanya Umi Ana dengan mata yang sendu.”Nayya nanti gimana? Kalo disini kana da Umi, ada abi, ada Fatih.. ada Ais.. ada bik Nur. Jangan lah pindah.” Bujuknya. sebenarnya ia tak mau Habib pindah karena Fatih jarang dirumah. Ia mau anaknya kumpul bersama semua.
Nayya disana diam saja sembari memakan nasi gorengnya mengenakan tanganya sendiri. Habib yang sibuk memisahkan daging ayam dan tulang untuk Nayya menatap uminya sendu. Karena uminya memang taunya dirinya akan pindah itu esok lusa bukan besok.. ia diam sebentar lalu menjawab.”Habib mau disini, tapi kenyamanan Nayya tidak ada disini Umi. Habib sebagai suami Nayya tidak mau Nayya selalu disakiti disini.. apalagi Nayya disini bukan yang salah, disini Habib yang salah. Habib yang menabraknya hingga buta.. jadi Nayya bukan cacat.”Ujarnya disana. Nayya jadi tak selera makan.
Uminya Habib menatap Aisya yang disana sembari memakan makanannya dengan menunduk.
Fatih disana mendengar saja itu menyahut.”Jadi nanti jika Fatih mau bertemu dengan niang boleh kan bang?”Tanyanya pelan namun terdengar.”Lagipula sepertinya memang lebih baik jauh jauh deh bang. Seenggaknya Nayya enggak disakitin.” Ujarnya.
__ADS_1
“Tapi satu hal yah bang. Fatih capek liat abang diem mulu.”Fatih terdiam sebentar menatap Habib yang diuam disana.” Nayya itu istri abang jadi seengaknya abang harus belain dia apapun yang terjadi. Aku tau abang baik banget dan enggak bisa marah. Tapi jangan buat kebaikan abang sendiri ngelepas niang Nayya. Kalo nanti Niang disakitin lagi Fatih enggak jamin niang ada disamping abang lagi. Fatih sendiri yang akan bawa Niang jauh dari abang.. bahkan abang enggak bakal nemuin niang.”Ujarnya menekan disana.
“Fatih kamu ini ngomong apa si?”Kyai Abu memotong ucapan putranya itu. Ia menatap Fatih tajam lalu berkata.”Tidak sepantasnya kamu masuk kehubungan abang kamu, dia sebagai kepala keluarga pasti tau mana yang baik dan mana yang tidak. Kamu tidak boleh bicara seakan kamu lebih tau dari dia. Kamu tidak tau posisi Habib bagaimana, jika kamu ada disana mungkin kamu akan melakukan kesalahan yang sama.”Ujarnya disana. Fatih diam mendengarnya.
Faith disana menghela nafas,.”Fatih memang bukan bang Habib yang cerdas dan baik hati. Fatih yah Fatih bi.. Mi..”Jawabnya disana lembut.”Tapi seenggaknya Fatih tau mana yang harus dilakuin dan mana yang bukan..”Jawabnya lagi.”Lagipula ini salah Ais yang selalu aja mau ngajak Khumairo main Kesini. ” Lanjutnya.
“Kok salah aku si kak?”Tanya Aisya menyahut tak terima.”Kan mbak Khumairo yang main kemarin dan ngajakin aku main. Lagipula aku Cuma selalu bicara apa adanya..”Jawabnya lagi membanta dengan mata tak terimanya.
Nayya disana menghela nafas dibuatnya. Habib disana menghela nafas juga. umi menatap nayya dengan helaan Nafas. “ Kamu engak suka Khumairo Nay? Mangkanya ngajak Habib pindah? Tenang saja, kamu disini aman kok., kan ada umi yang jagain kamu.”Ujarnya lembut.
Nayya disana menggeleng lemah.”Bukan Nay yang ngajak pindah tapi mas Habib..” Jawabnya sopan namun lugas. ”Lagipula ngapain ribut si bi mi. kami cuma pindah dibelakang ini aja kok, kalo mau ketemu yang datang aja, kami tu bukan pindah Negara loh.”Ujarnya menghela nafas.”Tapi masalah Khumairo jika boleh jujur yah. Nay enggak suka, karena disini dia ngejar Habib , sedangkan Habib suami Nay. Istri mana yang mau suaminya dikejar terus. Dia wanita yang berakhlak dan juga memiliki hafalan yang banyak.. pasti banyak taukan masalah agama.”Jawabnya jujur dan blak-blakan.
“Enggak ada yang wajar mi ketika seorang perempuan masih mendekati laki-laki yang sudah menikah,. Tidak ada yang wajar..”Jawab Nayya disana menekan kata-katanya. “ Dan jikapun dia memang hanya mau jika Nay setuju kenapa harus setiap hari disini? Dan Nay dengar dari Fatih jika dia akan menjadi salah satu Utadza disini dan tinggal di ndalem atau para guru lain? Bukankah abinya dia sudah memiliki pesantren lain kenapa dia tidak mengajar disana? Dan lagi Nay dengar dia salah satu lulusan terbaik dibidang kedokteran, tapi kenapa mau jadi guru? Kenapa bukan jadi dokter? atau menjadi salah satu apoteker? Kenapa mau disini? Kenapa mau jadi madu? Why? Why? Kenapa mau disini?”Tanya Nayya disana dengan mata dalamnya.
Umi Anna disana diam menatap Nayya.”Nay.. disini Umi tidak mengajak kamu rebut. Umi hanya menyuruh kamu berfikir kembali dan Umi hanya menyampaikan pendapat bukan mendukung Khumairo loh..”Ia mengusap lengan Nayya,
Nayya disana tersenyum mendengarnya lalu menjawab.”Bukankah tadi Nay udah berfikir. Nay suruh umi kembali berfikir, kenapa Khumairo mau menjadi madu sedangkan aku masih bisa berdiri disini? Bukankah dia terpelajar dan kami sama sama perempuan? gini deh mi, jika Nay bilang jika abi Abu harus menikah lagi karena menikah lebih dari satu kali itu adalah wajib karena Abi Abu sudah terikat janji sebelum menikah dengan Ummi, apakah umi bolehin?”Tanya Nay disana.
__ADS_1
Dengan cepat umi Anna menggeleng.”Mana bisa begitu... Umi sudah memberikan keturunan, dan lagi wajib gimana? Berikan hadis dan juga sanatnya.. “ Ujarnya disana..” Dan umi disini masih sempurna dalam fisik wanita meski umi tidak akan sempurna. Tidak ada yang sempurna didunia ini.”Ujarnya lagi.
“Lantas bagaimana dengan Nay? Umi yang mampu melihat saja tidak mau dimadu apalagi Nay..”Ujar Nayya disana dengan kening mengkerut.” Nay sama Habib memang menikah atas dasar tanggung jawab, tapi bukankah sedari awal Nay sudah bilang jika pernikahan bukanlah suatu hal yang main main? Sedari awal Nay tidak menekan akan rasa tanggung jawab. Bagaimana jika Nay dimadu? Apakah masih ada cinta dihati Habib buat Nay sedangkan kami menikah bukan atas dasar cinta? Lalu ia menikah lagi dengan perempuan yang sangat dia cintai? Disini siapa yang akan sakit hati? Nay? Ok Nay memang egois. Tapi Nay bilang Nay akan selalu egois jika masalah hati Nay. Sebab bunda Aisya Istrinya Rosullah saya masih suka cemburu ketika nabi Muhammad membicarakan bunda Khadija. Padahal Bunda Khadija sudah meninggal. apalagi Nay yang masih hidup? Yang masih memiliki telinga dan hati? Lucu yah mi jika Nay mempertahankan perasaan Nay tapi malah dibilang egois. Yah Nay egois sangat.. karena Nay tidak mau pernikahan lebih dari satu kali. Jikapun ada itu bukan Nay yang mau. Tapi suami Nay sendiri.”Ujarnya disana dengan tegas.
“Nay Umi tidak begitu maksudnya.”Ujarnya Kyai abu disana.
Nayya disana pun mengangguk.”Lantas bagaimana maksudnya? Mewajarkan Khumairo yang masih memperjuangkan hal yang tak pantas? Atau apa? Menyuruh Nay untuk membuka jalan supaya ada sosok lain diantara Habib dan Nay? Atau apa lagi? Atau melarang Nay supaya tidak memikirkan hal yang jauh diluar sana? Maaf abi, Nay memang sosok yang tegas dalam masalah hati. Karena hati Nay Cuma Nay yang ngerasain. Kalian hanya bisa berpendapat sedangkan sakitnya Nay yang ngerasain. Jangan bilang Nay kurang ajar. karena disini Nay bicara masalah hati bukan fakta atau opini kalian.”Ujarnya.
Terdiam umi Ana disana menatap Nayya. Sosok yang dulu begitu lembut nyatanya sangatlah tegas akan pendiriannya.
Bukan-bukan.. ia bukanya berharap Khumairo menjadi pendamping Habib. Ia hanya mau Nayya disini saja., jika boleh jujur ia juga kasihan melihat Habib harus mengurus Nayya layaknya bayi. Memakaikannya baju, celana, makanan, membeli ini dan itu sedangkan Nayya tidak tau apa-apa. Jika khumairo ada disisi Habib pasti ada yang membantukan? Dan Nayya tidak sendirian dan berteman dengan kegelapan. Ia hanya tidak tau isi hati Nayya ataupun Khumairo.
Habib menghela nafas mendengar semuanya.”Intinya Habib akan pindah sama Nayya mi.. biar Nay bisa fres dan semoga saja mata Nay secepatnya pulih dan dia bisa melihat lagi..”Ujarnya membuat sang abi dan umi menganguk.
Nayya disana kehilangan selera makannya membuat ia diam saja. Ia merasakan elusan ditanganya dan ia yakin itu adalah suaminya. Habib tak bisa membela siapapun disini. Karena dua malaikat didepanya ini sama sama berharga..
.
__ADS_1
.