Istri Butaku

Istri Butaku
Untuk Habib


__ADS_3

Setelahnya ada sosok santri yang mengetok pintu ndalem


“Tok.. Tok..Tok..


"Assalamua’alikum Gus..”Ujarnya sopan, dia adalah Rendy temanya Nayya. yah dia tersenyum melihat Fatih dan Habib yang sedang Nampak bersedih. “Afwan ana mengganggu gus-gus sekalian.”Ujarnya meringis merasa bersalah.


Habib dan Fatih mengangguk disana. “Wa’alaikum salam Ren.. kenapa?”Tanya Habib disana. Fatih diam meliriknya sesudah menjawab salam. Ia memilih duduk disisinya Habib dan meminum teh yang sudah dingin diatas meja.


"’Ini afwan gus, tadi ada yang ngirimin paket. Jika berkenan bolehkah saya masuk untuk ngasih barangnya?”Tanyanya sopan, dipondok pesantren memang diajarkan sopan santun yang luar biasa dan Habib mengangguk membuat Rendy disnaa mendekat dan memberikan ampop yang berwarna coklat disana.


Habib meliriknya dengan Dalam.”Dari siapa ini Rey? Saya? dan untuk siapa ini?”Tanyanya heran. Dizaman sekarangkan sudah sangat jarang orang menghantarkan barang atau surat melalui pos kan? Sekarang ada yang namanya hape dan juga benda canggih lainnya.


Rendy menggeleng.”Tidak tahu gus. Tadi hanya ada tukang pos saja menitipkan. Jika begitu saya permisi Gus.. Assalamu’alaikum.”Ujarnya memilih pergi saja.


Habib dan Fatih disana mengangguk melihat Rendy yang menjauh. Fatih dan Habib tahu jika Rendy memang masih marah kepada Habib yang sudah membuat Nayya hilang. Ralat, kehilangan Nayya sudah tersebar diseluruh pesantren yah Guys.


“Coba bukak kak.. “Ujar Fatih disana.”Ada namanya tidak? Nama pengirimnya?”Tanya Fatih dan segera dicek oleh Habib. Tidak ada.. membuat ia menggeleng.


“Kita buka berdua saja yah.”Ujarnya disana membuat Fatih mengangguk dan menatap barang apa yang dikirim.


Suara sobekan kertas terdengar disana, membuat Habib dan Fatih menatap barang apa itu... Mata Habib membulat dengan jantung yang berdebar-debar.. Rasa sesak didadanya semakin menjadi dikalah melihat itu.


Itu USG... tanganya bahkan gemetar melihatnya.. dan disana tertulis atas nama Nayya Maura Nadifa, dan satu surat membuat Habib terdiam.


“Ini USG? Anak kami.?”Fatih pun menatapnya lirih disana, ada gambar yang belum jelas disana, seperti telur yang bergerak gerak dan itu berjumah dua buah membuat Habib terdiam kaku dan Fatih ter enyah kaku dibuatnya.


“Nayya hamil?”Gumamnya tak percaya disana.”Ini punya Nayya kan kak?”Tanyanya tersenyum bahagia disana menatapnya. Bahkan air matanya jatuh disana.


Dengan segera Habib memeluk USG itu dan menciumnya, air matanya jatuh dengan memebayangkan memeluk Nayya. jatuh kepalanya kelantai bersujud syukur dan berkata.” Yalalah terimakasih Yallah..”Gumamnya menangis dengan rasa syukur.

__ADS_1


Kepalanya mendongak menatap Fatih yang juga tak kalah bahagia.”Dek kakak mau jadi ayah hehe.”Ujarnya tersenyum bahagia disana dengan rasa membuncahnya.


Fatih disana pun ikut bahagia. Habib terdiam dengan bahagianya sesaat.”Tapi Nayya dimana dek? Hiks hiks.. Nayya baik-baik saja kan berarti? Apa ini Nayya yang ngasih dek?”Tanyanya.


"Coba kakak buka suratnya, siapa tau Disana ada info pengirim. " Ujar Fatih.


Segera Habib membuka surat itu lagi.. dan berhasil menemukan satu surat yang membuat ia segera membukanya cepat...


”Ini bukan tulisan Nayya kak, Sebab Mbak Nayya tidaklah mungkin menulis, diakan tidak bisa melihat.”Ujar Fatih., itu mampu membuat Habib kalut. Lalu siapa?


“ Assallamu’alaikum Wr, Wr.. sebelumnya saya minta maaf karena sudah lancang mengirimkan ini kepada kamu, meski terlihat lancang karena tidak izin kepada Nayya, tapi saya mau kamu sebagai ayah bisa melihat pertumbuhan anakmu meski dari jauh tapi ku harap kau mampu merasakannya. “ Itu kalimat pertama yang Habib baca.


“Jadi ini benar benar punya Nayya?”Tanya Fatih diangguki semangat oleh Habib, Habib mengusap air matanya dan kembali membaca.


“Mungkin sebagai permintaan maafku yang tidak mampu menyatuhkan kalian, aku hanya bisa mengirimkan beberapa perkembangan anakmu disini sampai ia lahir. Setelahnya kau cari tahu sendiri bagaimana keadaan anak dan istrimu. “Itu lagi yang ia ucapkan.”Dan insyaallah akan ku kirim setiap tiga bulan sekali dan itu artinya kamu berkesempatan dua kali kiriman lagi... “


“Sebelumnya saya mau bicara masalah kau dan Nayya.Pernikahanmu dengan Khumairo Aku ingin sedikit menyadarkan kesalahanmu,



Tidak ada yang namanya menutub aib seseorang yang hamil diluar nikah itu adalah suatu kebaikan.. tidak ada sebab menikahi anak yang bukan dari dirimu sendiri itu mengundang masalah baru.



2 kau tak bisa mengenakan BIN atau atas nama dirimu disetiap ada pada anakmu. Jika wanita maka kau yang sulit menjelaskan jika kau bukan ayahnya. Bukankah lambat laun anak yang kau tutup aibnya juga akan terbongkar aibnya? Jikapun kau memaksa untuk membohongi anak aibmu itu bukankah kau menentang ketentuan Allah? Dan pada akhirnya anakmu itu pernikahannya juga tidak sah jika kau yang mewalikanya. Dan jika anak laki-laki maka ia tak boleh mendapatkan ahli waris.


Yang ke


__ADS_1



Adalah karena pernikahan kalian tidak sah, jika anak yang dilahirkan oleh istri tak sah mu itu perempuan, maka tetap saja kau berdosa ketika menyentuhnya.. dan yang ke




Kebohonganmu menghancurkan imanmu sendiri. Memunculkan kebohongan kebohongan yang lebih besar lagi pada dirimu. Jadi berhentilah sampai disini, jangan sampai kebohongan itu kian membesar dan menghanguskan dirimu sendiri.. aku tahu kamu melakukan itu semua karena anak pesantrenmu, hanya saja cobalah berdamai di diri sendiri. Dan pahami mana yang harus kamu perbaiki.’




Nayya dan anaknya insyalah baik-baik saja, tetapi jangan berharap ia akan ku kembalikan padamu,. Berusahankah selagi mampu dan temukan jika memang kalian berjodoh kembali. Salam dari anakmu..”


Habib terdiam mencernah kata-kata yang ada. Memegang dadanya yang nyilu.. Fatih disana menatap kakaknya dengan helaan nafas. “benar kak.. dan sekarang kau sedang berada difase dimana kehilangan sedikit demi sedikit keimanan kamu kak.”Ujar Fatih.


Habib terdiam dengan nanarnya.. segera berlari menuju tempat air Wudhu untuk sholat. Ia harus sholat taubat dan sholat meminta ampunan.. lirih sekali dirinya..


Namun ia teringat foto USG anaknya membuat ia menciumnya dan menangis.”Yaallah maafkan hamba.”Ujarnya lirih. Ia sadar jika ia sudah masuk kedalam jurang yang menghanguskan diriinya sendiri. Yang ia anggap adalah yang terbaik adalah hal yang membunuhnya secara berlahan, baik batin maupun iman.. Ia baru sadar jika saat ini ia menjadi manusia yang paling besar berdosa. Karena yang ia bohong bukan hanya manusia tapi Tuhan juga...


Fatih diam disana menatap kakaknya. “Tidak ada kebohongan demi kebaikan, sesungguhnya kebohongan itu ibaratkan api didalam kapas, sedikit demi sedikit meramban dan menghabisi kapas hingga hangus. Jadi jangan bermain-main dengan kebohongan jika tidak mau menghancur diri sendiri.”Ujarnya disana dan tersenyum, Ia cukup bahagia ketika tau jika Mbak Nayyanya baik baik saja.. karena ia sangat menyayangi nayya.


...----------------...


Dilain sisi ada Rindu yang tersenyum melihat siapa yang ia lihat.. Habib dan juga Fatihlah... ia kembali makan martabak buatan suaminya itu. “ Sebenarnya ini sedikit obat buat Habib, supaya ia menyesal dan meriundukan anaknya.. semoga bisa lebih baik Habib.”Gumamnya disana dengan kekehan..


.

__ADS_1


.


....Jangan lupa tinggalkan jejak yah teman......


__ADS_2