Istri Butaku

Istri Butaku
Ajaran keras kadang dibutuhkan


__ADS_3

Tanpa mereka sadari ada Nayya menguntip dari dalam. Ia meringis dan juga tadi ingin mendekat sebenarnya hanya saja ia takut, rasa takut akan anak-anaknya yang tidak setuju jika Abu menjadi bagian dari mereka membuat ia takut. Namun ternyata ia salah. Anak-anaknya menerimanya apa adanya dan juga tak menuntut banyak hal.


Dan ia terkejut dikalah ada pelukan hangat dari belakangnya. Ia segera memberontak namun suara berat seseorang itu membuat ia terdiam. “Terimakasih Nay.”Gumamnya. Nayya meneguk saliva keringnya dibuatnya sebab suara itu sangat berat membuat ia takut. Sosok dibelakangnya Nayya memejamkan matanya dan kembali bicara. “Terimakasih karena sudah mendidik anak kita dengan baik.”ujarnya dengan berat.


Nayya menghela nafas dan mengeleng.”Tidak bisa. aku masih gagal menjadi ibu yang baik untuk Acha. Lihatlah dia bahkan tak memiliki akhlak sebagaimana seharusnya wanita.”Gumamnya disana dengan lirih. Ia sadar alasan kesalahanya.


Habib menggeleng disana.”Bukan gagal. Hanya saja Acha yang belum paham akan perkataanya. Biarkan saja, sebab kamu sudah sangat berhasil mendidik ditengah kelebihan yang ia miliki.”Ujarnya disana. Ia menghela nafas sebab tadi ia mendengar semuanya akan ucapan Acha dan juga Abu. Ia sadar akan Acha yang sangat tidak suka Khumairo. “Maafkan aku yang membuat keadaan semakin rumit.”Gumamnya disana.


“Mas lepas dulu.”Ujar Nayya disana.


Habib menggeleng.”Maafkan mas dulu baru mas lepaskan.”Gumam habib.


Nayya disana menghela nafas dengan kasar dan menggeleng. Habib disana mengeratkan pekukannya dan menghirup aroma tubuh Nayya dalam.


Bugh.. Nayya memukul Habib dengan dikutnya hingga Habib kaget. Tak sampai disana, Nayyapun menarik rambutnya menujauh hingga ia meringis dan menjauh dari Nayya. nayya menatapnya tajam.”Sekarang giliran kamu yang didik dia jadi baik sebagaimana yang mnenurut kamu benar. Siapa tau dia bisa cocok sama kamu..Kamukan ayahnya.”Ujarnya Nayya disana dengan helaan nafas.


Habib tersenyum disana dan menatap Nayya dengan tatapan maksud tertentu.”Hmm jika aku bisa udah dia jadi lebih baik lagi kamu mau nikah sama aku kan?”Tanyanya Habib disana dengan menantang Nayya dengan yakin.


Nayya meliriknya dengan tatapan remeh.” Ku kasih sampai 2minggu, selebihnya tidak ada pernikahan yang kedua.”Ujarnya Nayya disana menantangpun. Ia melirik Habib dengan tatapan membunuhnya..


Habib tergelak.”Lagian tidak ada yang harus diubah dari sikapnya Acha, dia itu memang benar jika Mira jahat dan wanita yang tidak baik, dia juga pemarah karena memang ajaran Rindu itu benar. Jika Acha diajarkan diam saja dan tidak membantah maka saya bisa jamin jika dia sekarang jadi bahan bual-bualan dan bullying disekolahnya. Dia akan dipojokkan dan akan jadi bahan babu oleh teman-temanya.”Ujar habib. Nayya diam mendengarnya.


Itu benar dalam reallita..! orang bodoh akan ditindas...


Habib menggeleng.”Tidak ada manusia sempurnah didunia ini Nay. Saya setujuh jika Rindu mengajarkan dia tentang pertahanan diri seperti menjadikan sikap landak pada dirinya, mengibarkan jarumnya ketika ada yang mendekat, sebab apa? Sebab Acha itu bagaikan telir, mudah rapuh dan polos, sangat mudah mengelabuinya dan juga membohonbgi dia. Jadi mangkanya Rindu memberi benteng kepadanya.”Ujarnya lagi.


“Aku dengar bahkan Rey memberi dia kebebasan akan uang yah kan?”Tanyanya Habib. Nayya diam mendengarnya dari mana Habibmengetahuinya.?.


“Dari sana saja Rey mengajarkan kepercayaan kepadanya, kamu bisa bayangkan bagaimana jika Acha diajarkan jadi anak baik? Yang semuanya menurut. Yang jahat tetap dikawan dan yang baik tetap bersama? Kamu tau dengan keadaan polos namun ia diberi kepercayaan uang dan juga materi yang berlebihan? Dengan keluarga yang mapan dan terpandang seperti Rindu? Maka saya bisa jamin dia akan jadi tumbal kawan maupun lawan. Kadang hidup memang harus punya pilihan. Baik bukan berarti manusia yang selalu bertutur kata baik. Ingat semut yang banyak mati bukan karena racun, tapi karena terlalu banyak makan manis.”Ujarnya disana tersenyum,


Nayya meliriknya lirih. Ia sdaar akan ucapan Habib. Habib mengusap kepalanya dengan senyumnya.”Jangan terlalu mengharapkan kesempurnaan Nay jika kamu saja belum sepurnah sebab yang sempurna kadang belum tentu membuat kita bahagia, karena bahagia bukan tentang apa yang kamu harapkan. Teta[pi tentang bagaimana kamu mensyukuri apa yang ada dimiliki kamu sekarang.”Ujarnya disana dengan lirih.


“Saya akan janji merubah sikap Acha yang pemarah san bertutur kata kasar,tapi saya tidak janji merubah prinsipnya. Saya tidak janji mengubah kepribadianya. Sebab saya bahkan mendukung pibadi dan ajaran Rindu kepadanya. Maaf.. saya ingin belajar egois sebagaimana yang Rindu ajarkan kepada saya.”Ujarnya lirih disana.


Nayya disana menatap habib lirih.”Kenapa saya tidak bisa seperti Rindu? Yang mengubah banyak orang disekitar saya? Saya kadang iri sama dia, bahkan kamu saja bisa ia kendalikan. Aku juga ingin.”Gumam Nayya mencicit. Ia kadang ada sikap iri terhadap Rindu. rindu punya suami yang baik dan juga sempurna baginya, memiliki anak-anak yang sholeh dan sholeha. Siapapun didekatnya akan kagum dan juga mengukainya. Bahkan termasuk dirinya.


“Karena Rindu tidak pernah berharap jadi orang lain dan berhatap akan kesempurnaan, Ia tidak berharap sebagaimana yang ia inginkan tapi ia melebihkan apa yang ia miliki sampai ia sadar jika yang ia miliki jauh dari kata sempurna..”Ujar habib disana dengan memegang pundaknya.”Dia tidak pernah mau menjadi orang lain dan mengubah orang lain, ia hanya menyampaikan yang menurutnya benar dan apa yang ia pandang lebih baik dibanding suatu kebenaran itu sendiri. Ia menyampaikan tanpa harus menjadi orang lain. Tak takut dibenci dan dijauhi. Bahkan tak takut dibilang egois demi kebenaran itu sendiri. Kita sama-sama belajar yah supaya kita bisa sama seperti dia. Sama-sama menatap kehidupan yang baru.”Ujarnya lirih.


“Kadang saya juga sadar Nay. Kemarin saya bertemu dengan Rey.”Gumam Habib lirih. Nayya menatapnya.”Tengah malam tadi Rey bercerita kepada saya bagaimana dia memperjuangkan Rindu, dan perjalanan Rindu, dan disana saya banyak mendapatkan pelajaran hidup. Bahkan saya sama halnya dengan kamu. Memiliki hati iri dan ingin sama sperti dia. Bahkan ketika dunia menolaknya untuk hidup, tapi tetap memilih hidup karena yakin jika Tuhan bersamanya. Memilih hidup demi darah yang bukan dari darahnya. saya iri dan saya mau.”Ujarnya Habib menangis.


Nayya diam menatapnya. Habib mengusap kepala Nayya.”Sekarang saya berjanji akan menjadi manusia egois demi suatu kebenaran dan Tuhan saya. Bahkan ketika dunia menolak saya. “Gumamnya. Ia mengangguk yakin.


Nayya disana hanya menatapnya dengan helaan nafas. Ada rasa haru didadanya ketika mendengarnya. Ini baru pertama kali ia mendengar suara yang sangat jelas dan terang dari Habib. Ia bisa melihat ketulusan yang ada dimaksud.

__ADS_1


Bolehkah ia berharap?


Yah semalam itu Habib dan Rey bertemu dirumahnya karena Rey yang mengundangnya. Rey menceritakan banyak hal, bahkan tentang dia dan Rindu. Tujuannya Rey ingin membuka pola pikir Habib supaya siklap dan sifatnya lebih baik lagi. sebab sikap Habib diangap plinplan dan juga tak berkopenten sebagaimnananya harusnya laki-laki. Karena Rey yakin suatu waktu pasti akan ada kejadian yang mengharuskan Habib kembali memilih, bukan tentang Habib dan Nayya tetapi ini tentang Habib dan anak-anaknya. Percayalah jika manusia mental patungan yah itu. Mainanya mengancam.


Besok adalah hari lebaran, hari ini Acha sangat senang karena harus membeli baju lebaran. Arga ikut senang sebab akan pergi rame-rame. Ada Abu juga disana. Kemarin Rindu dan Rey sudah dikasih tau oleh Nayya akan Abu. Rey dan Rindu terima saja. Tapi dia terang-terangan bilang jika Abu dilarang masuk kerumah jika belum ada data dan penyelidikan sedaru awal dulu. Dan ternyata ABU LULUS SELEKSI Dan tidak ada sangkut pautnya akan Khumairo dan Aron. Bahkan ia dianggap menjadi orang yang menyedihkan dimata Rindu karena kejahatan dan kekurang ajarannya keluarga itu. Ia juga korban.


“Abu pilih ini saja biar kita Coplekan, sama abang, sama Acha sama Abu. Biar nanti kita kayak ke,lmbar Tiga yeyy.”Gumam Acha menunjukan baju yang ada dimenekin itu ada baju kembar namun hanya dua. Satu peremmpuan dan satu laki-laki. Baju Cuple sebenarnya.


"Hmm boleh. yai warnanya.." Gumam Arga memelas melihat warna Hitam. massa lebaran warna hitam?


Abu mendengarnya sangat bersemangat. “Bo-boleh?”Tanyanya disana gugup. Baru kali ini ia pergi ke pusat perbelanjaan dengan keluarga besar begini. Apalagi tempat ini dikosongkan oleh Rey selama tiga jam supaya mereka bisa membeli sepuasnya.


“Ih kan Acha udha bilang. Bicaranya jangan gagap Abu.”Gumamnya Acha disana tak suka.


Abu disana melirik Acha murung. “Maf-,maaf. Ak aku enggak bisa. maaf.,”Gumam Abu gugup lagi.


“Tuh kan Ih. Abu nyebelin. Pusing Acha akh.”Gumam Acha disana lalu memilih melihat baju dimenekin itu.


Abu menatapnya takut. Ia meremas tangannya dan juga menatap nanar semua orang. Ada Nayya dan Habib yang menbeli baju, ada Rian dan Rani. Ada Raja dan Nichol mencari baju. Ia merasa sendiri hingga ia merasa tepukan dibelakangnya. Ia melirik kebalakang ternyata sosok Rindu.


“Angkat kepala kamu.”Ujar Rindu.


Abu menatapnya takut sebab mata Rindu sangat tajam. Sungguh..!!


“ Tanganya jangan disatukan, taro disisi kanan dan kiri lalu kepalkan.”Ujar Rindu lagi. Abu melepaskanya ragu dan melakukan instruksi dengan takut saking penurutnya.


Abu mengeleng. Ia memejam kan matanya takut., sungguh mata Rindu menyeramkan. “TATAP Abu.”Gumam Rindu disana menekan kata-katanya.


Abu disana ingin menangis namun ia merasa kepalanya diusap oleh Rey.”Ikuti saja kata bundamu. Tatap dia, dia tidak akan makan orang.”Gumam nya. Ia disana merasa tenang karena bahunya dielus pelan. Ia membuka mata dan menatap Rindu dengan tatapan nanar. Jantungnya terpompa keras rasa ingin meledak.


“Tatap dengan tajam, coba abu bayangkan bunda. Apa yang abu rasakan kebunda? senang? Atau suka? Atau rindu? Apa Bunda dimatanya abu? Jika bunda baik maka lihat bunda dengan ketulusan dan senyum. Tapi jika bunda jahat maka bayangkan bunda jahat dan tatap mata bunda dengan tatapan tajam. Jangan menunduk.,”Ujar Rindu lagi mengajarkan.


Abu melakukanya hingga ia melihat mata Rindu dengan sendu. Ia menatap Rindu dengan tatapan luka. Rindu menghela nafas. “Jangan tatap orang lain dengan tatapan itu. Kamu akan dianggap lemah. Coba kau lihat tatapan ayah.”Ujarnya menunjukan Rey.


Rey menatap abu ketika abu menatapnya. Rey mengusap kepala Abu.” Kadang tatapan kamu kepada orang lain, sikap kamu ketika melawan membuat mental lawan kepada kamu juga tak bisa ditandingi. Kamu harus bisa mengendalikan diri kamu.”Ujar Rey.


Abu menghela nafas.”Sekarang tatap ayah dan bilang kamu benci ayah.”Gumam Rey. Abu mengeleng nanar. Mana mungkin ia menatap Rey dengan tatapan benci sebab ia menyayangi orang baru ini.”cepet. Bilang kamu benci ayah dan ingatkan kejahatan mereka kepada kamu.”Ujar Rey.


“Ak-ak aku aku –“ Jangan gagap..


"keras keras,”Ujar Rey memotong dan membentak mengakibatkan semua orang menatap Rey kaget. Abu


menahan tangisnya mengepalkan tanganya.”Ak-ak..”

__ADS_1


“Jangan GAGAP..!” Bentak Rey.


“AKU BENCI IBU.”Ujar Abu lemah disana sembari memejamkan matanya.


“lagi lebih kuat.”Ujarnya Rey. "Dan buka mata kamu dan lihat ayah.”Ujar Rey membuat Abu takut dan menggeleng. “CEPAT..!” Bentak Rey.” Bayangkan wajah ayah adalah wajah orang yang kamu benci.”Ujar Rey


Abu membuka matanya.”AKU BENCI AYAH...!” Ujarnya tanpa gagap. Ia menatap Rey sebagaimana yang Rey suruh. Ia menatap Rey dengan tatapan membenci mengingat Aron dan ibunya. Keluarga ibunya, kakeknya dan semua manusia yang membullynya.


“iya bayangkan ketika kamu dibully sedari kecil, bayangkan ayah jahat dan orang yang membuat kamu takut.”Ujarnya Rey disana dengan Abu tajam memukul pundaknya.”Cepat katakan dan ungkapkan semua kekesalan kamu kepada orang sekitar cepat..!” Ujar Rey disana dengan bentakan.


“AKU benci Ayah..!!! AAKH AKU BENCI AYAH..!! TIDAK AKU tidak BENCI AYAH. AKU Benci mereka, aku BENCI MEREKA SEMUA..!!!” Teriak Abu dengan nanarnya menatap Rey menangis.


“Aku benci mereka dan aku benci diri aku sendiri..!” Gumamnya.


“Pukul mereka.. pukul mereka semua. Lawan mereka semua..” Ujar Rindu disana dibelakangnya.


Rey membelalak mendengarnya. Rindu disnama tersnyeum melihat Rey yang nanar disana. Abu menatap Rindu dengan tatapan takut.


”Tidak apa-apa. Bayangkan saja ayah orang yang ingin memukulmu dan membullying. Bayangkan dan ungkapka semua apa yang kau pendam dan yang kau inginkan. Cepat..”ujarnya Rindu.”Pejamkan mata kamu dan rasakan. Lepaskan dan jadi diri kamu sendiri.”Bisiknya.


Abu menurutinya dan menangis. Hingga ia terdiam sebentar dan mengusap air matanya.. ia mengepalkan matanya dan menghela nafas. Rey disana melirik Rindu melotot. Bisa bisa ia jadi samsak hinggga Rindu terkekeh. “lawan mereka dan buka mata kamu.”Gumam Rindu.


Abu disana Nampak berbeda, bahkan tak ada senyum lirihnya, yang ada mata merahnya dan kepalan tangannya yang melayang dan memukul Rey kuat. Rey mengelak dan juga mengimbangi..”Huauuuaa... aku benci kalian..”Gumam Abu disana dengan keras bagai singa mengamuk.


Rindu pun disana terkekeh dan mulai tersenyum melihatnya. Rey kualahan namun ia tergfelak. Abu Nampak melampiaskan semuanya kepadanya hingga beberapa sepatu melatang kepada Rey.


Berhasil...!


Nayya dan lainya panic disana melihatnya. Acha mencicit.”Abi. itu Abu kenapa? Dia marah Acha katain gagap tadi yah?”Cicitnya merasa bersalah.


Habib meliriknya.”Tadi kamu bicara begitu sama dia?”Tanyanya dan Acha mengangguk nanar.


Habib tersenyum dengan arti lain.”Berarti memang salah Acha. Acha si enggak bisa bicara baik dan bikin dia marah. Mangkanya kalo bicara harus disaring. Acha lupa kata abi kalo acha marah seharusnya acha tulis dibuku apa yang mau Acha lontarkan. Bukunya udah Acha isi belum?"|Tanyanya,


“Acha lupa.”Cicitnya Acha nanar.”Terus gimana?”Tanyanya Acha.


Habib menggeleng membuat Acha ingin menangis dan memukul bibirnya.”Eh kok bibirnya dipukul?”Tahan Habib kaget.


“Biarin. Biar sakit hiks hiks. Kan Acha salah kata bunda sakit fisik dibuma tidak setara dengan sakit diakhierat. Hiks hiks. Maafin Acha tolong ayah abi.. Maafkan Acha Abu,Pishin mereka.” Gumamnya dengan nanar.


Habib harus bagaimana? Ia bingung. Bingung kenapa Abu mengamuk dan bingung karena dirinya Acha malah menangis meraung disana. Lihatlah bahkan Acha mau memisahkan mereka sekarang. Idial.. apa ini yang namanya memakan racun buatan sendiri?


Dan lihatlah.. Bukannya Rindu pamik,ini malah bertepuk tangan menyemangati Abu... Gila..

__ADS_1


.


Hay...


__ADS_2