
Hay guys. Salam sayang dari Author. Maaf sebelumnya jika aku jarang radon dikomentar tapi jujur aku pantau ko. dan aku balas juga beberapa komentar dari kalian. Terimakasih yang sudah memberi respons baik. kritik dan saran.. Aku sangat membutuhkan hal itu...
Jika ada yang membenci Riana tau membenci Habib atau yang lain. Saya hanya memberikan beberapa motivasi dan beberapa hal yang fositif yang mungkin bisa kalian ambil dinovel ini. mohon yang jeleknya bisa kalian buang jauh-jauh saja yah. Saya juga sudah mengurangi menulis dilapak saya yang lain sebab banyak tugas dan juga tuntuan perkulihan saya. Tapi saya akan menamatkan ini novel terlebih dahulu baru yang lain yah kan. Supaya tidak tercampur. Maklum yah teman..
Mungkin tak akan lama lagi tamat kok.
Btw kemarin ada yang komen ‘motovasi dan masukan saya memang bagus tapi saya sebagai author tidak bisa menerima saran dan kritik. Mohon maaf sebelumnya saya katakan ’Saya menerima kritikan dan saran. Bahkan sangat menerima yah. tapi saya tidak bisa merubah jalan cerita ini. saya sudah punuya alur sendiri, memang saya buat beberapa sikap yang jelek dan juga aklhak yang buruk disini untuk pembelajaran diri. Dan selebihnya saya terima kok. Jika semua tokoh berwatak benar disini maka tidak akan ada konflik. Mohon dimengerti yah. lagipula endingnya saya sudah punya gambaran sendiri jika saya harus ombak lagi maka saya akan cukup sulit merubahnya.
Dan intinya dadi cerita ini mungkin bisa anda dapatkan nanti di akhir yah. soalnya ada pesan yang akan saya sampai lewat novel ini.
Hanya itu saya sampaikan. Saya tekankan saya menerima saran dan kritikan tapi saya tidak bisa merubah jalan cerita sebab saya sudah punya alur sendiri. terimakasih. Mohon pengertiannya. Dan bagi pecinta novel sebelah aku minta maaf belum bisa Up. Soalnya aku sedang sibuk kulia dan mau PPL sebentar lagi. Mungkin diatas tanggal 8 insyallah saya Up rutin. Salam sayang dari author... Terimakasih yang sudah mendukung dan memberikan Vote...
.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Kunci dunia adalah orang miskin. Tapi sayang, zaman sekarang orang miskin banyak yanh mengeluh bukan berdoa.... Nafi.......
Bagi yang mau kata mutiaranya aku buat komentar saja yah. Kata-kata yang bagus nanti akan aku masukan.. ini salah satunya Kak Nafi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Habib diam menatapnya. Ia terasa terenyah dibuatnya. Ia ingat nayya buta. Ia ingat dirinya yang beberapa hari ini mengelih akan anak dan istrinya. Dan ia ingat jika ia melupakan kata syukur saat ini.
Anak itu kembali menatap Habib.” Lalu akupun bersyukur kepada fisikku meskipun tak bisa seperti mereka tapi aku punya yang tak Semua orang punya yaitu penglihatan."
"Tapi aku juga punya teman yang kaya raya,. Rumahnya besar dan juga punya kolam berenang yang besar.. aku iri sebab aku tidak punya kolam renang. Aku juga iri karena bekalnya selalu lezat sedangkan aku hanyalah hasi goreng yang dibuat dari nasi yang dingin dari sore kemarin.”Ujarnya. Habib diam mendengarnya.
“Lalu akupun bertanya pada temanku. ‘Bagaimana si rasanya punya kolam renang dirumah? Bagaimana rasanya punya makanan yang selalu lezat? Aku kadang jika mau makan mie goreng saja bahkan harus menunggu ibuku memberi uang entah itu kapan. Jika mau makan buah ibu dan ayahku selalu membelikan buah yang tak segar supaya harganya tak mahal dan mereka bisa membelikanku buah.’’Tanyaku padanya. Namun jawaban dari temanku yang namanya yang kaya itupun membuat kau kembali terdiam. Temanku tersenyum dan kembali bertanya.’Lantas bagaimana rasanya punya ibu dan ayah yang menyayangimu? Memberikanmu kasih sayang dan juga selalu memelukmu dan menguatkanmu?”Ujar dari temanku. Ia kembali ternyum.”Semuanya hampa dirumahku sebab terasa sepi tak ada orang. Tak ada yang mengajariku sebab ibu dan ayahku sibuk. Semuanya tidak berguna karena yang aku butuhkan adalah pelukan dan bermain. Tapi mereka tidak memberikanya padaku.”Ujarnya.
“Dan ternyata benar jika sebenarnya bukan tentang apa yang kita lihat itu indah itu benar-benar indah. Tapi tentang apa yang kita miliki dan kita tak membandingkan dengan yang kita anggap lebih indah atau diatas yang kita miliki. Tapi bandingkan dengan orang dibawah kita supaya kita bersyuku,r dan bahagia. Aku sadar jika rumah dan juga kekayaaan. Fisik yang sempurna dan juga bagus membuat aku bahagia. tapi aku yang mampu menerima diri aku apa adanya. Jadi jangan sedih jika paman sakit atau paman tidak punya uang., paman harus beryukur dan berusaha. Tetap tersenyum dan jangan lupa makan.”Ujarnya.
__ADS_1
Habib diam mengulum sisa-sisa coklat dimulutnya. Terasa sangat berat masuk kedalam mulutnya. Ia diam mengulumnya dan menatap langit-langit. “Kau benar.. kita harus beryukur tentang apa yang kita punya yah kan.”Ujarnya. Anak itu mengangguk dengan senyumnya.
Anak out tergelak dan mengangguk. “Ngomong-ngomong apa paman sudah punya anak perepuan? Jika punya bolehkah kami berteman?”Tanyanya disana tersenyum lagi dnegan polosnya. “Apa paman belum menikah?”Tanyanya mengerjab.
Habib mengangguk.”Paman punya. Hanya saja dia sedang istirahat didalam.”Ujarnya menunjukan jalan menuju ruangannya Acha.”Dia gadis yang manis sepertimu. Doakan dia supaya dia bisa kembali sehat yah.”Ujarnya lirih.
“Oh jadi karena anak paman sedang skait mangkanya paman murung dan bersedih?”Tanyanya disana.
Habib menatapnya dna mengangguk sembari tersenyum. Anak itu kembali berkata.”Paman tidak harus bersedih. Karena kami sebagai anak tidak mau orang tua bersedih karena kami.”Ujarnya.
“Hammpir seluru anak yang ada didunia ini bercita-cita mati sebelum orang tuanya menunggalkan mereka. Karen apa? Karena kami mencintai kalian para orang tua. Jadi jika kami sakit jangan menangis, tapi berdoalah supaya kami panjang umur dan bisa membahagiakan kalian kelak. Kami hanya butuh itu saja. Meninggal sebelum kalian meninggal, atau membahagiakan kalian-kalian disuatu hari nanti. Aku pun sama. Hanya saja sepertinya aku sudah tidka bisa bertahan.”Ujarnya menatap langit-langit.”Karena temanku sudah menunggu. Teman yang aku bilang tadi yang mengatakan punya kolam. Dia meninggal setahun yang lalu disaat itu aku tidak tahu jika dia memiliki penyakit keras dan juga sedang mengalami masa sulitnya.”Ujarnya tersenyum.”Dia mendatangiku dan memberi kabar indah itu.”
“Jangan percaya mimpi. Itu hanya bunga tidur. Kau akan cepat sembuh kok jika kau percaya itu. Karena kata-kata itu adalah doa.”Ujarnya Habib tak suka. “Kau anak kuat dan aku yakin kau akan sembuh.”Tegasnya Habib lagi.
“ Anyara..!!!” Teriak dari ujung lorong membuat habib diam. Oh iya dia lupa menanyakan nama dari anak tersebut, namun anak itu tersenyum.
Perepuan yang baju sederhana itupun mendekat dengan nafas terengah-engah.”Yaampun nak kenapa bikin ibu cari cari terus si... ibu bayar obat kamu malah disini. Ayo masuk ruangan kamu.”Ujarnya.
“Anyyara..”Gumamnya disana mengangguk. Ia merilekkan tubuhnya dan tersenyum. Jadi ia harus banyak-banyak beryukur dan terima akan kenyataan bukan? Haha lucunya ketika ia diajarkan anak kecil.
...----------------...
Disisi lain ada sosok yang menatap Nayya dari luar dengan senyumnya. Ia menggenggam bunga tulip kesukaan Nayya yang berwarna merah dan putih yang dicampurkan. Nayya sangat suka bauhnya. Ia ingin masuk namun terdiam sesaat membuat ia hanya mampu menatap dari luar.”Halllo Nay. Kamu apa kabar? Hehe udah lama aku cari kamu tapi tidak juga bertemu.”Ujarnya mengusap pipinya yang basah.”Aku merindukan kamu.”Ujarnya lirih.
Muka yang menua itu terlihat murung. Ia yang mendonorkan darahnya kepada Nayya kemarin ia kemari karena ingin melihat anaknya yang sakit diisini. Ia menghela nafas dan kembali pergi. Ia tau Nayya disini ketika tepat dikalah itu anaknya masuk rumah sakit dalam keadaan darurat. ia datang tak mau membuat nayya terluka lagi. ia hanya ingin memastikan Nayya baik-baik saja kok. Hanya itu.. tak ada ingin merusak sebab ia tau jika Habib mencintai Nayya dan ia yang sudah mematahkan Nayya hingga sangat takut akan cinta yang terlalu dalam.
Ia melangkahkan kakinya masuk keruangan itu. Dengan sneyum sayunya ia menatap wajah nayya yang pucat. Tangannya bergetar disana menatapnya.”Hay Nay.” Gumamnya disana tersenyum.”Kamu kenapa begini. Maafin saya yang membuat kamu terluka hingga terlalu takut untuk mamu.”Ujarnya lemah.
Ia mengusap pipinya yang basah dna menaruh bunga disisinya Nayya. “ Ini buat kamu.. kamu sukakan hehe.”Ujarnya tersenyum.”Aku pergi yah. Dadah.”Ia memilih melangkah pergi namun dikagetkan dengan sosok Seseorang dari luar yang datang. Sosok yang tak lain adalah Rian yang memang mau menjenguknya.
Ia tak peduli dan Rian diam menatapnya. Bukanya Rian tak mau bertanya hanya saja Rian malas bicara. Yah sosok Rian itu malas bicara entah kenapa ia sangat jarang bicara, seakan-akan yang ia bicarakan itu tapi karena rasa penasarannya ia pun keluar dan menatap sosok tadi.”Siapa kau?” Tanyanya disana pelan.
__ADS_1
Sosok Bryan pun menatapnya diam dan memilih pergi. Rian pun segera menarik tangannya dan menatapnya tajam. Bryan disana menatapnya dengan tatapan tak kalah tajam.” Bukan urusanmu..”Ujarnya Bryan dan menghentakkan tanganya. Ia memilih meningalkan rian yang menatapnya.
Rian ingin segera menghubungi pihak rumah sakit namun ia dikagetkan dengan suara pecahan dari dalam.”Umi.”Gumnya. Ia segera masuk dan melihat disana ada Nayya yang bangund engan keadaan gemetaran. Tubuhnya penuh keringat dan tangan yang terluka.”Acha..!!! Acha dimana?!!” Teriaknya dengan nanar.
“Ummii..!” Gumamnya Rian dan segera menghubungi dokter dengan bel daruratnya.. nayya disana gemetaran. kepalanya dikelilingi dengan tragedy dimana ACha yang dilukul dan kjuga muntah darah. Anaknya tak bernafas membuat ia memukul kepalanya."Acha MAAFIN Umi nak. Maaf.”Ia ingat dimana Acha yang menyelamatkan dia.
“Seharusnya Umi yang melindungi Caca bukan Caca Nak. Nak hiks hiks maaf Umi gagal jagain kamu.” Ia menangis histeris n memeluk tubuhnya hingga ia tak sadar jika luka ditanganya berdarah. Ia sangat takut. Ia memeluk dirinya sendiri.
Rian yang panic menghubungi habib. “ Cepatla Umi sadar dan dia menangis saat ini..!” Ujar Rian disana panic dans gera mematikan teleponnnya. Habib yang tadi diam didepan ruang Acha segra menuju ruang nayya panic. Nahkan ia menabrak beberapa orang yang lewat saking paniknya.
Rian diam menatap Umi Nayya. Ia tak tau harus apa. Ia mendekat dan menatap Nayya. nayya disna amenggigit bibirnya dan memukul kepalanya bagai orang defresi.”Umii. “Gumamnya. Nyaya tak menyahut. Dikepalanya rangkaian kejadian it uterus menerus.
“Nayya..!!” Teriak dari luar. Disana ada Habib yang datang dengan wajah paniknya. Ia segera mendekati nayya dan memeluknya erat. Dan setelahnya ada dokter yang datang. Rian diam menatapnya yang memeluk nayya. nayya disana atak merespon, ia malah memeluk dirinya erat.
“Sayang..”Gumam habib. Nayya semakin menangis dan memeluk diriinya sendiri. Habib menepuk pipinya pelan.”Hey sayang sudah bangun. Kamu baik-baik saja kan hm?”Tanyanya disana dengan nanar. Nayya yak merespon disana.”NAYYA...!!” Ujar Habib menaiki okta suaranya hingga Nayya menatapnya dengan mata basahnya.
Ia melirik bunga tulip disisinya Nayya. Siapa yang mengirimkan Nya?
“ bapak tenang sebntar. Buat nyonya Nayya kami yang rawat.”Ujarnya dokter yang datang.
Habib mengangguk dna memilih pergi. Dokter disana segra membantu Nayya. namun Nayya tak mau diatur.”ANAK SAYA MANA?”teriak Nayya.
Dokter disana pun mengisyaratkan pada suster memberikan obat pnenenang.”Pak Habib tolong pegang istrinya biar kita beri obat.”Ujar dolkyter. Habib mengangguk dan memeluk sang istrinya ia mencium kepala Nayya dengan dalamnya. Nayya disana pun memberontak namun kalah tenaga.
Rian disana segra keluar. Ia membiarkan semua orang didalam lagipula tak sopan jugakan dia didalam? Beberapa saat nayya pun tenang dan tertidur. Habib disana menaruh kepala Nayya dengan pelan dan mengusap kepalanya. Para dokter dan suster sibuk membersihkan luka ditangan nayya dan juga lengannya..
“Bagaimana istri saya dok?”Tanya Habib lirih. .
Dokter menghela nafas.”Tenanglah, dia baik-baik saja. Hanya saja ia masih trauma akan kejadian yang Menimpahnya sehingga otaknya belum stabil. Biasanya ini akan berlangsung hanya beberapa saat hingga kesadaranya memuli. Sekarang bapak hanya perlu menemaninya hingga ia sadar dan tidak melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan lagi.” Ujarnya disana kepada habib.
Habib mengangguk.”Baik dok. terimakasih.Gumam habib lirih. “Jika boleh minta. Saya minta kepada bapak untuk keluar sebentar, sebab kami harus melakukan penanganan intensive untuk melakukan ronsen ditubuh istri bapak.”Ujarnya. habis mengangguk dan memilih meningalkan tempat sembari menatap Nayya yang lemah dna tertidur disana. Ia mengusap kepalanya nanar dan menghela nafas.
__ADS_1
Didepan ia bertemu dengan rian yang duduk dengan menatap ke pintu dna mata mereka saling tatap. Habib Nampak sangat kusut disana. “Bagaimana keadaan Umi?”Tanya Rian kepada habib pelan. Ia menatap Habib yang duduk disisinya saat ini.