Istri Butaku

Istri Butaku
Abu


__ADS_3

Pagi sekali Acha suah bangun, ia menyiapkan pakaian Rian untuk kerja. Ia juga menyiapkan barang-barangnya sebab ia akan kulia ditempatnya yang baru. Ia mendapatkan kabar ini dari suaminya kemarin, sebab ia tak memungkinkan untuk kulia lagi diluar negeri, selain ia juga Maba ia juga tak bisa meninggalkan Rian disini. Awalnya ia ingin diluar negeri saja karena lebih nyaman. Tapi mau bagaimana lagi ia tak bisa memaksa keadaan.


“Assalamualaikum bidadari kecil,.,”Ujarnya Rian yang baru pulang dari masjid membuat Acha yang membaca Al-Qur'an itu menatapnya dengan semu merah dipipinya. Rian memang memanggilnya dengan panggilan tersebut membuat ia sering Salting.


“Wa’alaikum salam abang.. udah pulang yah.”Ujarnya, ia segera turun dan menutupi Al-Qur’annya. Ia mendekati Rian yang mendekatinya. Ia mencium tangan rian yang tersenyum padanya. Rianpun mencium kepala Acha dengan khidmad.


Tak berselang lama Rian memeluknya erat membuat Acha kaget.”Eh..”Gumamnya. Rian disana memeluknya dengan lembut dan menghirup aroma tubuh Acha. “Bentar yah sayang.. abang capek.”Ujarnya. Acha disana menganguk kaku dan mengusap punggung Rian.


Rian disana menatap mata Acha. Ia membimbing Acha duduk. Acha pun duduk dan Rian merebahkan kepalanya dikakinya Acha. Acha disana kaget dibuatnya. Rian menaruh tangan Acha dikepalanya Rian dan bergumam,”Elus yah sayang.. abang capek banget. Abang kangen bunda.”Gumamnya membuat Acha mendengarnya.


Tangan Acha dengan lembut mengusap kepala Rian. Rian pun menikmatinya hingga ia disana merasakan nyaman. Acha disana tak tega membangunkan Rian meksi ia tau Rian tak tidur. Rian hanya memejamkan matanya hingga beberapa tetes jatuh dari sudut matanya Rian.


Acha yang merasakannya itupun terdiam dan menatapnya lirih.”Abang nangis?”Gumamnya.


Rian disana tersenyum tipis.”Hanya mengungkapkan rasa rindu.”Gumamnya disana membuat Acha ikut mberkaca-kaca dan menjatuhkan air matanya. Rian disana membuka mata Acha dan menatapnya dalam.


” Sayangin umimu yah Sayang.. sebab jika dia sudah pergi kamu akan merasakan rindu yang tidak berujung. “gumamnya disana melirih.”Sayangi dan hormati orang yang berada didekatmu selagi ada. Sebab penyesalan akan berada diujung waktu. Andai saja sayang abang dulu nggak ambil S2 Diluar negeri, abang berada disisi bunda. Pasti abang tidak akan semenyesal ini. Abang kehilangan banyak waktu bersama bunda.”Gumamnya lirih. Yah ia menyesal jauh dari bundanya sedari dulu. Ia sangat-sangat menyesal meembuang waktu cukup banyak.


Acha disana mengangguk dengan wajah memerah karena rindu pada bundanya. Bagaimana bisa abangnya saja yang bisa dikatakan anak yang berbakti dan juga sholeh bisa merasakan penyesalan dan juga kesedihan mendalam bagaimana dirinya yang belum perrnah membahagiakan uminya danbbundanya? Bahkan ia merasa ia penyebab bundanya meninggal membuat pipinya tambah basah dan suaranya tersekat.


Rian disana mengusap pipi Acha dan tersenyum. “Nanti jika kita punya anak kita harus bisa kayak bunda yah Cha. Bisa didik anak dengan baik, kuat dan juga berbakti. Mengerti jika dunia itu bukan tentang kebahagiaan tetapi tentang keihklasan.. Semoga kita bisa jadi orang tua kayak mereka.”Ujarnya. acha kembali menganguk.


Rian memeluknya sayang dan mengusap kepalanya.”Jangan nangis..”Gumamnya.


“Kamu maukan punya anak sama abang yang lucu-lucu dan pintar-pintar?”Tanyanya dengan lirih. Acha disana mengangguk. Dan Rian terkekeh.”Pasti putri kita nanti lucu-lucu kayak kamu dan tampan-tampan kayak abang, abang jadi nggak sabar..”Ujarnya dengan kekehan.


Acha disana pun mengangguk.”Acha juga. Semoga aja yah Acha Cepat Hamil dan punya Anaj.” gumam Acha disana lirih. Ia mengusap perutnya polos dan Rian disana terkekeh karena Acha yang kelewatan polos. Ia masih percaya dengan menikah saja bisa hamil..!!


“Nanti malam kita buat anak mau?”Tanya Rian membuat Acha berbinar dan mengangguk.


Rian terkekeh mengusap kepalanya Acha.”Yaudah siap-siap gih. Kita kekampus sekarang.. kamu siap-siap malam nanti kita buat anak, tapi jangan biilang siapa-siapa yah.”Ujarnya takutnya Acha yang polos bicara sembarangan.

__ADS_1


Acha mengangguk polos.”Acha nggak bakal bilang apapun kok. Sebab dulu bunda pernah pesan jika tidak boleh bercerita tentang rumah tangga kita dengan siapapun itu. Appakah hari itu kita makan atau tidak, apakah kita hari itu berubungan suami istri atau tidak. Bahkan bahagia atau tidaknya jangan membicarakanya pada orang lain.”Ujar Acha polos dan Rian diam mendengarnya.


“Karena ketika kita bicara hal yang menyedihkan pada orang lain kadang orang lain bukannya ibah atau kasihan melainkan akan membicarakan hal jelek itu pada orang lain lagi dan orang lain lagi akan berbicara hal jelek pada orang lain lagi sehinga tersebarlah aib jelek dirumah kita. bagitu juga dengan kebahagiaan atau tentang apa yang suami beri pada kita. jika kita bicarakan atau ceritakan pada orang lain, tak semua senang dan bahagia mendengarnya. Ada juga yang akan merasa iiri dan dengki sehingga akan menyebabkan penyakit hati dan juga AIN. Istri harus menjaga rapat tentang prihal rumah tangganya begitu juga suami.” Ujarnya polos.”Sebab manusia itu rambutnya sama hitam tapi hati siapa yang tahu.”


Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang hamba menutupi (aib) seorang hamba (yang lain) di dunia melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat." (HR Muslim).


Jika menutupi aib sesama Muslim dianjurkan, tentu menjaga aib orang-orang terdekat semisal suami atau istri lebih diutamakan.


Seorang istri yang salehah juga mampu menjaga diri mereka sekaligus menjaga kehormatan suami. Saat suami tak di rumah, istri yang menjadi penjaga kehormatan suaminya di rumah. Istri adalah representasi suami. Begitu juga sebaliknya.


Allah SWT berfirman, "Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)." (QS an-Nisa [4]: 34)


Suami adalah pakaian bagi istri dan istri adalah pakaian bagi suami. Jika seorang suami atau istri membuka aib pasangannya, sama saja ia menelanjangi diri. Suami istri adalah satu kesatuan yang saling melengkapi. Lalu bagaimana jika suami istri membuka hubungan suami istri dengan tujuan konsultasi ke dokter? Lembaga Pengkajian Fikih Islam dalam muktamarnya di Brunei Darusaalam tahun 1993 memberikan catatan soal ini. Pertama, hukum asal dalam rumah tangga itu adalah larangan membeberkan rahasia. Menceritakan aib tanpa ada keperluan yang dianggap sah juga dilarang.


Keperluan yang bisa dianggap sah adalah jika ternyata menyimpan rahasia justru bisa membahayakan. Dalam hal ini lembaga tersebut membolehkan seorang suami istri melakukan konsultasi kepada dokter ahli. Dengan catatan kesepakatan bersama dan ditimbang jika tidak melakukan konsultasi justru akan mendatangkan mudarat. Semisal memeriksakan penyakit agar bisa mendapatkan keturunan.


Acha tersenyum dan berkata.”Wanita selalu bisa menuutpi aib tapi lupa menutupi betapa bahagianya hidupnya. Kadang tak mesti membicarakan semua orang bisa menilai apakah ia hidup dengan bahagia atau tidak. Bicara masalah hidup bahagia atau tidak kepada orang lain nanti takutnya membuat kita menimbulkan rasa sombong dan juga bertinggi hati. Sedangkan hal tersebut bisa merusak iman dan hati. Mangkanya kata bunda kita itu lebih baik diam. Sebab diam adalah emas.”Ujar Acha dengan senyum lagi.


Rian mendengarnya tersenyum manis.”Ihhh bidaari abang sangat pinter yah.. jadi makin sayang.”Ujarnya dngan mengusap pipi Acha yang memerah karrena malu. Ia tersenyum geli melihat Acha yang malu dan salting. Ia suka wajah Acha yang memerah malu. Ia suka semua tentang Acha. Acha itu polos dan juga tegas. Polos tentang kebaikan dan tegas akan kejahatan..!!


Rian menatapnya sendu dan tersenyum tulus. Ia sangat bersyukur bisa memiliki Acha. Matanya menatap kepelapon rumah dan menatapnya dengan gelindangan air mata.,”Bahkan ketika kau pergi apa yang kau tanam pada acha masih melekat Bund.. bunda tenang yah disana,. Karena didikanmu disini tidak ada yang gagal.”Gumamnya lirih.


...----------------...


Disisi lain sosok pemuda dengan hodie menutupi kepalanya menatap gundukan tanah didepannya dengan gelindangan air mata. Tangannya gemetar menggeam bunga ditangannya. Ia terjatuh dan terduduk dimakam yang ia lihat.. memeluk nisan yang tertulis nama Rindu Azzahra..


“Bunda.. ini Abu.. anak bunda.. MAAFIN Abu baru dateng lagi yah.”Gumamnya lirih.. ia terkekeh miris.”Tapi apa bunda masih mau anggap abu anaknya bunda? Hiks hiks..”Ia menangis lirih dan memeluk lisan itu dengan mata yang tak berhenti menangis. Yah ini bukan pertama kali ia datang. Tapi sudah kesekian kali dan itu selalu dimalam hari


Abu disana merintih dengan tangisnya. Ia menggeam tanah milik gundukan Rindu.”Bunda Abu nyusul bunda aja yah. abu capek bund. Abu lelah hidup.. tapi kalo ingat kata bunda, jika Abu ngak boleh capek dan lelah akan hidup buat Abu merasa Abu mau kembali hidup. Tapi Abu capek. Abu tidur disini aja yah malam ini. Abu rindu bunda. Abu Rindu elusan bunda.”Gumamnya lirih dan juga menaruh pipinya ditanah. Tak ada rasa takut didadanya meski keadaan sekitar masih hitam dan gelap. Tak takut apakah ada makhluk tak kasat mata atau tidak ia tak tau.


“Bunda tau nggak. Abu capek bund.. tolong Abu bund. Bawa Abu sama bunda aja yah.. Abu nyaman sama bunda sampai Abu selalu nanya sama Tuhan didalam sujud Abu. Kenapa yah Abu nggak dilahirin dari Rahim bunda aja. Pasti Abu bakal bisa hidup bahagia dan nyaman. Kenapa Tuhan nggak adil bund. Abu mau bunda jadi ibunya Abu.. sakit banget bund hati Abu.”Gumamnya disana lirih memegang dadanya.”Maafin Abu yah bund dikalah itu Abu nggak bisa jagain bunda sampek bunda meninggal. Karena Abu hiks hiks. Abu nggak bisa jelasin bund.”Gumamnya disana lirih.

__ADS_1


Matanya memejam dan memeluk gundukan rindu seakan-akan memeluk tubuh Rindu Dengan erat..”Abu nginep yah jagain bunda malam ini.”gumamnya tersenyum.”Biar bunda nggak ngerasa sunyi.”ujarnya lagi. tampa disadarinya jika disudut sana ada Rey yang menatapnya dengan datar. Ada willy juga yang sedari tadi hendak keluar tapi Rey tahan. Rey tidak tahu kenapa tapi yang ia tahu Abu sangat terluka dan kehilangan Rindu. Ia tau jika Abu sedang berada dititik terendahnya.


“Dia udah dapet. Apalagi Rey.”Gumamnya Willy disana dengan ngegas karena tak diberi mendekat dan menangkap orang yang selama ini ia cari. Matanya memanas menatap Rey karena marah sedangkan Rey berwajah tenang menatap Abu.


“Biarkan dia tertidur sebentar dan kita tak perlu mengejarnya. Jangan gegabah.”Ujarnya disana. Wily disana pun menghela nafas dan juga tak terima. Ia segera keluar dari tempat sembunyi nya dan Rey yang tak bisa lagi menahannya.


Krak.. suara itu membuat Abu sadar. Ia membuka matanya dan menatap Wily yang tak jauh darinya kaget. Ia pun segera bangkit dan Willy pun kaget.”heyt..!! mau kemana kamu..!!” Teriak Willy disana dan mengejarnya.


Abu disana segera berlari hendak kabur. Namun ia tak tau harus kemana hingga memasuki hutan dan dikejar oleh Willy. Rey? Ia disana menghela nafas dan juga mendekati gundukan rindu. Ia yakin mengejar Abu bukanlah suatu hal yang benar ditengah kegelapan begini. Lebih baik ia kemakam istrinya dan juga berdoa.


Nafas Abu tercekat karena dikejar dan berlari sekuat tenaga. Willypun kehilangan jejak Abu karena gelapnya subuh. Ia menatap sekeliling dan semuanya gelap.”Abu dimana kamu...!!! sini anak s*alan..!!” Teriaknya. Namun hanya ada suara jangkrikkk dan kodok. Argh.. marahnya dengan nafasnya yang tersendat sendat. Dan Abu memasuki hutan lebih dalam lagi.


Brak... Abu dikagetkan ketika ia menginjak sesuatu.. argh.. ia meringis merasakan sakit dipinggangnya. Sepertinya ia menginjak sesuatu yang tak lain adalah teringgiling disana. Dan ia pun terdiam merasakan sakit dipinggangnya. Ia disana ingin menangis dibuatnya..”Maafin Abu yah .. Abu harus pergi dan ngelakuin sesuatu dulu.. setelahnya Abu akan menyerahkan diri.”Gumamnya lirih dan juga menangis. Ia tak mau hidup dengan keadaan begini sungguh..!


Pagi yang cerah mengawali Acha yang siap dengan bajunya yang cantik berwarna hitam. Hijab pashmina hitam pula, dan sepatu putih. ia disana memilih duduk disisinya Rian. Ini dapur keluarga jadi yah semua ada. Ada Aisya dna juga suaminya juga. Ada anak-anaknya juga.


Seperti biasa Aisya menatap Acha dnegan tatapan tak menyenangkan dan Acha yang tak selera makan melihat wajah Aisya. “Enak yah sudah jadi istri tapi nggak masak, nggak ngurus suami.”Gumam Aisya dengan sinis.”Dulu kalo pas aku udah nikah aku udah bisa masak. Bisa urus suami. Pagi-pagi udah bangun.. beres-beres. Beda banget .”Gumamnya menaruh nasi goreng untuk suaminya.


Achha disana meliriknya dengan mata mendelik.”Cerita penderitaan hidup yah tante.. Yaampun jangan diumbar, nggak ada yang kasihan atau ibah disini. “Ujarnya membuat Aisyah mengerang. Iakan membicarakan Acha.


"Nggak sad---*


Ting..


“Sudah lah tante..!” Rian menjatuhkan sendoknya dan juga berkata datar membuat semuanya diam. Rian disana menatap Aisya dalam.”Saya sudah menaruh dua maid disini untuk memasak dan juga membereskan dapur, dua maid juga dirumah kami, jadi mau istri saya masak atau tidak, beres-beres atau tidak itu urusan kami. Jangan pernah ikut campur..!! saya suaminya saja tidak keberatan..!!” Ujarnya tegas.


“Saya hanya memberi cerita..”Ujar Aisya mengelak.


“Dan saya tidak mau mendengarkannya tante. Maaf.”Ujar Rian dina bangkit. Acha diam mendengarnya. Rian menarik lembut tangan Acha dan semuanya diam.,


”Kita beli makan diluar saja. Maaf saya tidak akan pernah mau makan makanan yang dibuat dengan tidak ikhlas.., sebab jatuhnya nanti akan haram..! dan saya masih sangat mampu memberikan istri saya makanan yang halal..!!!” Tegasnya.

__ADS_1


Habib disana pun menjatuhkan sendoknya dan menatap Aisyah tajam. Aisya disana menatapnya kicep. Fatih? Ia pun tak mood.. semuanya bangkit dan pergi


"Loh salah aku dimana?”Gumam Asya sok polos. Kyai Abu dan Umi Ana menatapnya nanar.


__ADS_2