Istri Butaku

Istri Butaku
Selamat


__ADS_3

Banyak yang Rindu cerita Rindu dan Rey terbyta hehe... Ini nanti aku akan kasih beberapa yah..


.


.


.


Rindu dan Rey disana diam menatap Abel prihatin, lalu menatap Nayya.. dengan segera Rey mengendarai mobilnya menuju kelinik terdekat.. sebenarnya mereka itu dari tempat dimana anaknya sekolah, dan niatnya untuk mengambil surat untuk perpindahan sekolah sebab mereka ingin pindah ke Turki beberapa hari lagi.


Tak berselang lama mobil yang mereka kendarai itu memasuki salah satu tempat kesehatan, hanya kelinik namun tak apa sebab rumah skait cukup jauh dari sini.


"Kita antarkan kedalam cepat. Rumah sakit masih jauh sebab ini desa, aku takut dia kenapa-napa.”Ujar Rey disana membuat istrinya mengangguk. Abel disanapun mengangguk patuh akan perkataan mereka berdua.


Nayya dibawa oleh Rindu kedalam dibantu dnegan Rey. “Tolong.. dokter tolong...!” Teriak Rindu kuat disana membuat beberapa suster dan perawat yang menjaga didepan itu mendekat dan mulai membantu dirinya disana.. mereka membawa satu brangkar cepat.


“Dokter tolong teman saya yah hiks hiks. Tolongin dia.”Ujarnya Abel menangis disana nanar melihat Nayya yang dibawa dan diangguki oleh perawat disana.. tubuh Abel terasa limbung andai saja wanita yang menolongnya itu tidak memeluknya..


“Kamu harus semangat jangan begini.. kamu kuat.”Ujarnya lirih berbisik. Namun Abel disana tak kuat membuat ia juga pingsan.


Kepanikan Rindu menggebu disana dan membuat suaminya kalang kabut. “Hey kamu tidak apa-apa.. suster tolong dia pingsan..!” Terikanya panic.


“Yaampun jangan teriak-teriak.. kamu lagi hamil.”Ujar suaminya panik melihat istrinya begitu.


“Gimana enggak panik, liat dia pngsan Rey.”Gumam lirih istrinya.


”Iya itu kasih sama suter biar dia yang rawat.,”Ujarnya disana. Rindu panik pun mengangguk saja. Ia tak menangis namun tetap saja ia takut.


R8indu dipeluk oleh usuaminya.”Tenang yah, jangan panik.. mereka pasti baik-baik saja. Kan sudah ada kamu yang menyelamatkan mereka.”Bisik suaminya dan mengusap perut besar nya itu. Usia kandunganya itu baru tujuh bulan tapi sudah cukup besar karena ia mengandung anak laki-laki. Biasanya memang anak laki-laki lebih besar perutnya ketimbang hamil anak perempuan.


Rindu mengangguk disana. Rey mencium kepala dan pelipis istrinya.”Pinter banget si.. kan kalo tennang gini enak. Nanti bayinya ikutan panik loh.”Ujarnya membuat Rindu terkekeh. Suaminya memang paling bisa menghiburnya bagaimanapun dan keadaan apapun..

__ADS_1


Mereka menunggu diluar, namun beberapa suter dan dokter keluar dari sana memanggil dokter lain membuat Rindu dan Rey disana panik lagi..


Tapi kedua kalinya dokter keluar. “Keluarga pasien? Suaminya mana?”Tanyanya berteriak disana.


“Kami keluarga pasien. Dia selamatkan dok?”Tanya Rindu cepat disana nanar.


Dokter itu menatap Rindu dengan tatapan helaan nafas. “Maaf, tapi pasien membutuhkan darah golongan AB. Kami kehabisan stok. Dia kekurangan banyak darah, jika kita tidak menemukan darah yang cocok, maka kemungkinan dia bisa keguguran dan kehilangan anaknya,.”Ujarnya disana cukup tegas dan tenang.


Rindu mendengarnya panik.. Sebagaimana dirinya yang hamil, ia tau bagaimana trasanya menjadi Nayya., ia juga hamil.. “Suaminya mana? Kita butuh persetujuan dia terlebih dahulu nyonya tuan.”Ujarnya. ia melirik dokter Rey sebntar disana membuat Rindu diam.


“Kita keluarganya dok. Lakukan apapun yang terbaik buat dia.. selamatkan anaknya dok.. saya golongan darah AB juga dok. Ambil darah saya saja.”Ujar Rindu disana dengan nanar ingin membantu Nayya.


“Kamu gila..!” Pekik Rey tak suka mendengarnya. “Kamu lagi hamil sayang, enggak, enggak ada yang donor donor.. biar aku aja yang donor. “Ujarnya menolak.” Sus ambil darah saya saja.. tapi jangan sentuh istri saya.”Ujarnya memeluk istrinya. Istrinya hampir menangis karena khawatir disana..


Dokter disana meliriknya cemas.”Tapi kami butuh tanda tangan suaminya, secara kami ini hanya kelinik kecil, dan harus memiliki anda tangan tanggung jawab.. “Ujarnya disana nanar.”Kami tidak bisa melakukan sembarang hal, sebab nyawa taruhanya.”


“Sudah tau nyawanya taruhanya. Cepet lakuin yang terbaik..!” Pekik Rindu disana tak suka.”Dia suaminya juga. Jadi cepetan selamatkan dia..!” Ujarnya mendorong suaminya.


“Yaudah. Kamu jangan nangis.”Ujar Rey mencium kepala Rimndu dengan mesra. Dokter memalingkan wajahnya yang memerah karena keromantisanya.


Rindu disana pun mencium pipi suaminya.”Semangat yah.”Ujarnya. Rey terkekeh mengusap kepalanya. Ia mulai mengikuti dokter perempuan itu.


Rindu disana mengusap pipinya dibalik niqobnya itu dan mulai duduk, berdoa kepada yang kuasa siapa yang ia tolong supaya harus selamat.. dan aha.. Abel.. ia melupakan Abel.. dengan segera ia menuju keruangan dimana Abel tadi ditangani, rindu disana mulai diam tak lagi menangis, sebab dia bukan wanita cengeng. Dia hanya sedih saja.


Hampir dua jam Nayya dirawat disana, dan Rey yang sudah keluar, ia lemas membuat ia tidur dipaha istrinya. Tubuhnya dibagian kursi lain. Efek dari donor darah memang begitu. Sedangkan Abel sudah sadar, sekarang ia istirahat.. Rindu disana menghela nafas memandang dimana ruangan Nayya. ia tak bisa membayangkan jadi Nayya.. ketika hamil muda diculik, lalu hampir keguguran. Sungguh Rindu bahkan tak bisa lagi merasakan sakitnya keguguran.


Bagi seorang ibu itu. yang paling menyakitkan adalah kehilangan anak meski belum melihat wujudnya sekalipun...!


Ia sudah dua kali kegguguran asal kalian tahu, sebab karena system tubuhnya yang lemah akibat dari kanker yang pernah ia idap, tapi maksi begitu, ia diberi lagi ketika usia pernikahanya mencapai 6bulan, betapa senang suaminya, dan semenjak itu juga ia tak boleh kelelahan, semua dilakukan suaminya dan juga mertuanya., ayahnya dan parah kakaknya. Ia bagaikan ratu dirumahnya.


Hidupnya sudah bahagia membuat air matanya menetes. Mengingat itu membuat ia sangat syukur. Bahkan setiap sujud ia selalu melakukan sujud syukur

__ADS_1


Masalah nayya? dia selamat dan bayinya juga selamat. Hanya saja ia belum sadar, seperti yang Rey bilang tadi.


Mereka akan mengidap dihotel didekat sini. Tapi sebentar lagi, sebab mereka akan pulang sesudah azan subuh saja, supaya nanti bisa sekalian sholatkan.. dan lagi disini memang sedikit rawan akan begal.. Biasalah yah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain ada dua insan paru baya yang masuk keluar kamar mandi karena sakit perut. Ini kerjaan anaknya yang lucnat itu..!! bisa-bisanya dia menyuruh mereka makan rujak ditengah malam dengan rasa masam dan pedas..!! bahkan kaki mereka sudah gemetaran saat ini.


Namun dengan polos Habib memuntahkan semua makanan dia yang ia makan semalam, ia tak bisa makan apapun membuat ia melemas dan juga terkapar tak berdarah. Cairan tubuhnya melemah dan kembali drop..


Pelipisnya keluar banyak keringat sebesar biji jagung dan selalu bergumam nama Nayya. “nay kamu dimana., pulang Nay.. hiks hiks.”Gumamnya lirih. Namun tak ada yang mereka mampu perbuat. Karena memang mereka tidak tau dimana Nayya..


Kyai Abu yang sakit perut yang ingin memarahi Habib jadi tak tega, ia menatap anaknya itu dengan lelah. “ Abi jadi semakin merasa bersalah dengan Habib ummi. Andai aja kita enggak dukung mereka nikah sama Mira. Pasti engak akan jadi gini.”Ujarnya lirih bersama istrinya yang juga sakit perut.


“Semuanya udah sia-sia Abi.”Ujar dari belakang membuat Kyai abu diam. Itu Fatih, Fatih pulang dengan keadaan berantakan. Ia mencari Nayya dimanapun, bahkan membantu para polisi


“Kan Fatih udah bilang, yang takdir berbeda dengan yang pilihan. Takdir masih akan tetap berjalan sedangkan pilihan akan bisa menjadi takdir. Abi dan Umi tidak mampu membedakan dua hal dan selalu memprioritaskan takdir. Padahal Takdir tak akan terjadi ketika manusia tak memilih pilihannya.. “Ujarnya berkelok.


Ibarat kata. Apa yang terjadi pada diri kita itu adalah takdir. Tapi apa yang kita pilih dan perbuat itulah yang mempengaruhi takdir. Sesuatu hal tak akan bisa terjadi tanpa persetujuan dan tanpa perkata yang kita bikin sendiri. Kecuali takdir yang memang sudah tak mampu diganggu gugat lagi. seperti mati.


Sukses? Semua orang bisa menjadi sukses, dan bertakdirkan baik. Asal dia berusaha dan selalu mencoba dan berdoa. Tapi beda dengan maut. Mau menjauh kemanapun., bahkan keujung duniapun jika detik itu kau mati. Maka kau akan mati.


“Jadi kamu sudah menemukan Nayya belum nak? Liat kakak kamu. Hiks hiks maafkan kami.”Ujar umi Anna disana lirih.” kamu kenapa gini hiks hiks, kamu sehat sehat teruskan nak? .”Ia menangis menatap anaknya yang kalau saat ini.


“Umi tidak tau bagaimana rasanya ketika Fatih berkorban tapi pengorbanan Fatih sia-sia umi. Umi tidak tau sakitnya kepercayaan Fatih kalian sobek-sobek.. Sepertinya Fatih mau pergi jauh saja umi..” Ujarnya lirih disana. Tanpa ia sadari ia memangis disana mengusap pipinya. Keadaanya sangat kacau saat ini.


.


.


.

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys...! ...


__ADS_2