
Rian tak mendengarkanya. Ia tetap menjauh dari sana dan memilih duduk dikursi dissisi lain. Wanita itu menghentakkan kakinya karena tidak direspon tak sadar jika ia mengenakan sepatuh higt tinggi hingga ia terjatuh.”Auuhhkk..”Ia teriak kaget ketika kakinya terkilir dan merasakan nyilu. Ia bahkan terduduk disana dengan tak elitnya memegang kaki yang terpilih.
Rian disana pun menatapnya dengan wajah datarnya. Wanita itu meringis merasakan sakit sekaligus nyilu saat ini. matanya memerah menatap Rian meminta bantuan. Namun Rian bahkan tak bangkit disana. Ia hanya menatapnya saja membuat ia makin Sedih.” Tolong.. ini sangat sakit,aku tidak bisa berjalan.”Ujarnya lirih.
Rian disana tak melayani, ia hanya diam dan menatap lain arah. Gadis itu merasakan malu sekaligus hati yang sakit. Sangat sakit ketika diabaikan oleh Rian. Sampai pada seseorang yang datang membantunya de gan taut cemas.
Wanita yang tak lain juga perawat disana.” Ririn kau tak apa?”Tanyanya membantu. Wanita cantik nan muda itu membantu temanya yang jatuh. Ia melihat semuanya sedari tadi sebab ia teman dekat Ririn.
Ririn meringis dan bangkit dibantu Tasya. Tasya melirik Rian yang tak melirik dan tak membantu membuat ia geram ”Hey tuan.. matamu buta ha?!! Kau tak lihat temanku jatuh ha? Kau tidak mau membantu sama sekali memangnya kau begitu mahal yah hingga tidak mau membantu temanku. Wajah tampanmu sungguh tidak pantas dengan adab yang jau miliki..!!! kau lihat kaki temanku terkilir..!!” Makinya pada Rian dengan tangan yang berdecak pinggang. Bahkan matanya hampir keluar saat ini karena amarahnya sampai keubun-ubun menatap Rian yang sama sekalo tak memiliki sisi ke prikemanusiaan dimatanya.
Rian tak peduli, ia hanya diam dan menatap lain arah. Tasya semakin geram. Ia melepqskan Ririn dan mendekati Rian untuk menghajarnya.
Ririn menahannya”Mau ngapain si?”Tanya Ririn takut menatap temanya yang sudah mentisingkan bajunya mendekati Rian.,
Tasya menghempaskan tanganya dan melotot.”mau hajar dialah supaya jadi laki-laki itu punya adab...!! masa liat perempuan jatoh diam saja. Dimana hatinya dia ha?!!” Teriaknya marah. Taysa meringis dibuatnya dan melirik Rian yang tetap diam saja tak peduli akan mereka berdua yang berdebat.
Tasya mendekati Rian dan juga berdecap pinggang tepat dihadapan Rian. Rian diam menunduk menatap bunganya itu mendongak menatap sosok yangwajahnya merah. Mata yang hampir keluar dan nafas yang naik tuurun.”Kau mendengarkanku tidak si haa? Kau tidak punya hati. Temanku terjatuh membawakanmu kopi,, dia membelinya dan mengantri pajang dipagi hari, bangun lebih pagi hanya untuk kamu dan kau menolaknya dengan begitu mudah. Hey tuan jangan terlalu sombong..!!!” Ujarnya membentak disana dengan suara cemprengnya.
Rian disana pun menatapnya dengan dingin.”Lalu saya harus bagaimana?”Tanya Rian dengan dingin.”Menerimanya sedangkan saya tidak meminta dia mengantri membelikan saya kopi? menerima hanya karena dia bangun pagi? Membantunya bangkit sedangkan saya tidak meminta ia mengejar saya? Dan mendengarkan celotehan kamu sedangkan saya tidak kenal kamu? Atau apa hmm? maaf kita bukan makhrom jadi saya tidak bisa membantu. Dan Kamu siapa?”Ujar Rian disana jujur dan juga dingin dan alis yang terangkat. Bahkan sangat dingin.
Sosok Tasya mendengarnya menjadi tambah geram. ”Hanya karena perkara bukan mahrom?!! Hey kau manusia paing suci dan paling bersih..!! kau punya otak tidak si ha?!!” Teriaknya. Rian tak menjawabnya. Ia hanya diam menatap tak mau wanita didepanya.
__ADS_1
Tangan wanita itu terkepal ingin memukul wajah tampan milik Rian. Sungguh ia geram akan sikapnya Rian. “Jangan sok alim....!!! Cuih..” Ia meludah disisinya Rian dengan tak sopannya karena amarahnya yang menggebu.
"JAWAB!!!!" Teriak Tasya geram melihat Rian tak menjawab sama sekali...
“Terus saya harus bagaimana?”Tanya Rian disana datar kepada wanita yang menantangnya dihadapanya ini. matanya mendatar dan kembali bicara.”Terus saya harus sok bejat begitu hm? Sok jahat? Jahat mah jangan disok atau dipamer. Sebab saya memang jahat contohnya saja saya tidak membantu teman anda kan?”Tanya Rian disana dingin.”Saya mau membantu tapi teman anda dalam keadaan baik-baik saja, bahkan belum merasakan kedareuratan sehingga tidak mewajibkan saya untuk membantu dia berdiri. Lagi pula agama dan juga penetapan saya tidak bisa ditawar.”Ujarnya Rian. “Saya tidak minta dia mengejar saya jadi bukan tanggung jawab saya jika dia terjatuh .”
Mata wanita itu semakin memerah. “ Cuih... dasar lelaki bajj1ng4an..!!! alasan..!! “Teriaknya.
Buah...
Tangannya terangkat memukul kepala Rian, Plaakkk... Ia menatapnya namun semuanya tak terkena sebab Rian menghindar cepat dan berdiri.
Rian menghela nafas dan juga memilih pergi.”Hey kau mau kemana ha? Urusan kita belum selesai..!” Teriaknya menarik ujung baju belakangnya Rian.
“Sudah Rin. Lelaki yang seperti ini harus dikasih pelajaran supaya tau. Jadi lelaki jangan jadi sok paling suci. Sok-soan tak mau bantu orang jatuh. Hey mau bagaimanapun kalo orang jatuh yah tolong..!!! aneh banget Cuma perkara mahkrom atau tidak..!! Munafik..! ” Teriaknya dengan lantang disana.
Rian mendengarnyapun jadi geram dan memilih pergi meninggalkan gadis itu.
...“Percuma menasehati atau memberi tahu orang yang tak tahu menahu tentang agama namun ia dalam perkara emosi. Yang ada ia akan malah tamba marah dan menganggap jika kita paling sok suci..!!! “ ...
Yah.. jika ada yang marah pesan bundanya jangan dilawan atau diladeni. Biarkan dia dingin dan berikan ia waktu untuk perfikir supaya tau siapa yang salah dan juga apakah kesalahanya hinngga ia diabaikan...! sebab yang cerdas tak meski menjawab. Karena kadang yang suka perdebatan itu hanyalah orang-orang awam yang baru mengetahui suatu perara dan hukumnya.
__ADS_1
“Sialan tu cowok. Sombong banget..!” Ujar Tasya disana geram ditahan temanya menatap punggung Rian yang menjauh.”Kalo ketemu sama gue lagi bakal gue pukul tu kepalanya..!! capek gue ngomong teriak-teriak dia malah diam aja...!!” Ujarnya disana sinis.”Apa si yang dia punya sampek sedingin dan secuek itu?!!” Lanjutnya mendumel tak jelas.
Ririn disana meringis.” Tas gue nih sakit. Kaki gue terkilir jadi nanti aja yah marah-narah nya. Bantuin gue dulu nih auuu.”Ujarnya. ia dari tadi ingin menangis. Menangis karena sakit nan nyilu lalu menangis karena malu.
Taysa menghela nafas lalu membantu Ririn. "Lu beg0 mau aja sama cowok dingin kek gitu... "
“Lagi pula bagi gue enggak ada manusia yang dingin atau cuek didunia ini. yang ada itu hanyalah orang yang tidak tertarik atau nyaman sama kita.. “Jawabnya Ririn tersenyum diselah sakitnya.”Yah mungkin dia belum tertarik dan nyaman aja sama gue. jadi nanti gue berusaha buat dia nyaman dan suka gue udah kan?”Tanyanya.
Tasya yang gerampun menyenggol kakinya,”Auu skait wey..!” Teriak Ririn meringis sakit merasakan nyilu dikakinya. Ia menatap Tasya yang menatapnya dengan tatapan tak suka.
”Dih engak usaha suka sama cowok kek gitu. Banyak didunia gini cowo kek gitu.”Ujarnya Tanya membuat temanya itu mengangkat bahu acuh.
Tasya melirik bunga yang Rian tinggalkan. Mawar merah membuat ia menatap pintu dihadapannya. Siapakah yang Rian jenguk hingga membawa bunga merah? Ia melirik Ririn yang kesakitan dan memilih membantu Ririn untuk keruang rawat kakinya. Ia tak tega mengatakan hal itu pada Ririn.
Ririn itu anak yang sangat manis, ia baik dan juga ceria. Ia kenal Ririn dari kecil mangkanya ia tak suka ada yang menyakiti Ririn. Jikapun ada ia akan maju paling depan. Ia sudah mengaggap Ririn itu adalah adiknya sendiri yang harus ia jaga dan tak boleh ada luka.
.
.
.
__ADS_1
... Yah intinya jika baik dibilang sok alim tapi jika yang jahat tidak pernah dibilang sok jahat...! Karena apa? karena manusia 'berani melakukan kebenaran' akan selalu dianggap salah dimata manusia bukan.?... ...
...Ingat...! Jika kalian pilih Tuhan maka bersiaplah kehilangan manusia .!...