Istri Butaku

Istri Butaku
Pernikahan


__ADS_3

Acha disana menatap sekeliling dengan mata binarnya... sangat cantik dekorasinya.”Ihhh siapa yang ulang tahun tapi Acha enggak dii undang.. Hua...”Acvha disana malah menangis menyangkah jika ada yang ulang tahun tapi dianya tak diundang membuat semuanya terkekeh.


“Suprais......” Ujar ramai dari sekitar membuat ACha terdiam menatap semuanya binar, semua baju mereka senada dan seirama dengan bajunya. Warna mocca membuat suasana ya. lebih indah...


“ Selamat datang baby Caca sayang... “ Ujar dari Fitri disana membuat ia disana menatap mereka dengan tatapan tak percaya dan juga binar..


“Iya mbak Caca... selamat datang dan selamat sehat kembali hehe.” Ujar dari Willy sang paman. Acha ,masih mangap disana menatap mereka binar. Disana lengkap, ada kakek dari ayah kandung Rindu, ada juga dari ayah angkat. Ada dari keluarganya.. disana dan ada juga keluarga yang mengakuhi jika ia ayah dan ibu Habib kemarin. Ada banyak ponakan dan juga paman-paman lainnya.


“ Mingkem Cha.”Ujar Rey menutupi mulutnya membuat ia sadar dan tersenyum..” Ini acaranya apa? Acha belum ulang tahun..!! Acha masih lama ulangtahunnya. Nanti Oktober Acha ulang tahun.”Ujarnya disana dengan polos.


Reon disana tertawa dibuatnya serta memeluk Acha. Yang lainnpun mendekati Acha dan juga tertawa.”Ini bukan acara ulang tahun, tapi pentambutan kamu yang sudah keluar dari rumah sakit. Maafkan kami yang tidak datang ketika kamu sudah sadar yah. karena ini kejutan.”Ujarnya sang kakek disana membuat Acha disana menatapnya dengan muka tak suka.


“Acha pikir kalian sudah tidak sayang Acha lagi, acha juga pikir kalian sudah melupakan Acha karena sudah lama tak bertemu.. Acha kangen kakek.”Ujarnya dan memeluk Reon. Reon tertawa melihatnya, ia memeluk Acha juga dan tersenyum menatap Rindu. Yah kalian tahu kan Reon? Ia pamannya Rindu,, dulu ia tinggal disamping rumah Rindu di USA Hanya saja ia suka berpergian membuat ia jarang berjumpa, dengan Acha? Ia sangat menyayangi Acha sebab ia tak punya cucu perempuan.


Dikeluarga ini hanya punya satu cucu perempuan kandung yakni Salma, dan Acha cucu angkat.


“Enggak lah sayang.... mana ada yang bisa lupain acha yang lucu kayak gini.”Ujar Reon disela semua orng.


“Uluu-ulu.. paman juga kangen Acha.. sini dong peluk. Acha cantik banget si malam ini.. ”Ujar Willy membuat ACha disana tersenyum dan memeluk mereka semua satu sama lain hingga Salma dan Salman pun ikut.


“Kakak tinggi banget... Salma mau juga tinggi.”Ujar Salma mendengus membuat Acha terkekeh sebab memang tinggi Acha diatas rata-rata wanita yang ada.. ia tersenyum dan menjawab”Mangkanya cari ayah tu yang tinggi biar kayak Acha tinggi.”Ujarnya.


“Ojh jadi kamu bilang paman pendek gitu?”Tanya Willy disana dengan mata yang menyelidik.


“Iya yah ACha bilang gitu? Perasaan enggak.”Ujarnya mengerjab membuat semuanya tergelak.”Soalnyakan fakta paman.”Ujarnya mensejajarkan tinggi mereka dna terbukti ia lebih tinggi 2cm.. dan itu membuat Willy menatapnya dengan mendengus dan semuanya tertawa.


Disisi lain ada Habib yang menatap anaknya nanar, anaknya sangat cantik malam ini... Bagaimana bisa ia tengelam dikerumunan banyaknya orang disini. Ia tidak terlihat atau Acha yang tidak mengangapnya? Ia yang merasa jauh atau memang mereka yang masih tetap asing satu sama lain? Bukan hanya mereka. Tapi juga keluarga Habib..!! Aisya? Ia terdiam menatap keluarga kaya raya ini.. bahkan ia merasa insecure akan pakaian mereka dengan pakaian keluarga ini. mereka beda kasta. Sungguh..!!


Habib menahan sakit didadanya dan juga tangis yang ingin meledak.. kalian tahu bagaimana rasa tangis yang ditahan bukan? Begitulah Habib saat ini.. sesak, bahkan jika satu kata keluar dari mulutnya ia jamin air matanya akan jatuh. Fatih disana hanya menatap sang kakak dengan miris.


“Umi... Kenapa enggak jemput Acha?” Tanya Acha menatap ibunya yang mendekatinya.. ia memeluk ibunya yang disana dan Nayya memeluknya sayang. Nayya melirik Hbaib namun hanya beberapa detik sebab Hbaib menatapnya juga.


Habib tan berhenti Nayya sebab Nayya sangat cantik malam ini.


Acha disana mencium tangan ibunya.” Acha rindu.”Ujarnya disana lirih kepada sang umi.

__ADS_1


Nayya disana mengusap pipi anaknya.”Umi juga..”Ujarnya. acha mengangguk.”Kamu cantik banget malam ini. Umi sampek pangling loh.”Ujarnya.


Acha disnaa tertawa.”Semua bilang gitu...”Ujar Acha disana menyahut.”Emang beda banget yah Mi?”Tanyanya.


“Iya beda banget tau nggak kak. Sampek tadi Salma pikir kakak tu baerbi jalan.. kakak cantik banget tauk.”Ujarnya disana dan diangguki yang lainnya. Acha disana memerah malu dan juga tersenyum dibuatnya... ia tak tau jawab apa sebab ia tak suka dipuji sungguh...! ia takut AIN.


“Kak Arga mana?”Tanya ACha. Ia tetap mencari sang kakak. Namun tetap tak bertemu membuat ia resah.


”Kak Arga baik-baik aja kan mi? kok Acha engak liat?”Tanyanya disana nanar. Acha disana menatap mereka dengan gelisa dibuatnya.


Rindu menatap sang suami dan Nayya menatap yang lain.. “Ada kok.dia tadi lagi dandan didalam ingin melihat kamu tadi. Kemarin dia sakit mangkanya enggak lihat kamu dirumah sakit.”Ujar dari Reon menengahi membuat Acha panic..”Kamu engak suah panic, dia usah sehat kok tenang aja. Nanti dia kesini.”Ujarnya lagi. Habib disana menatap anaknya miris, bahkan tidak menbcari dirinya yang tak ada disana. Ia ingin mendekat namun ia merasa jika ia tak pantas.


"beneran? "


"iya sayang.. "


Hingga sosok Rian turun dari tangga dalam rumah menuju ketempat mereka. Acha disana menatapnya yang menebarkan suara sepatu. Disana ada Rian yang datang dengan stelan jas yang warnanya sama dengan bajunya membuat Acha menatapnya kaget. Ia cuple kah? Belum lagi ia yang mengenakan peci dan tersenyum manis kepada semuanya. Ia sangat tampan sungguh..!! hingga ia mangap dibuatnya.


Rindu dan Rey disana tersenyum. Semuanya mundur meninggalkan Acha sendirian. Acha disana tak sadar ia masih menatap Rian yang datang dengan bunga ditangannya. Ia mengerjan hingga Rian datang dihadapannnya. Ia disana mengerjab menatapnya. Rian menatapnya gemes dibuatnya, ingin sekali ia menutupi bibir itu dengan tangannya.” Mingkem.”Ujar Rian membuat Acha disana mengerkan dan menutup bibirnya reflek.


Rian menghela nafas, meredakan dadanya yang terasa berdebar.” Acha saya tau ini terlalu cepat, saya juga tidak bisa merangkai kata-kata untuk mengatakan hal ini kepada kamu.kamu mau tidak menikah dengan saya malam ini?”Tanyanya. matanya menatap kepada Acha berharap. Ia takut mengatakanya namun lebih cepat lebih baik.


Acha disana menatapnya dengan kaget dibuatnya.”Lh—kok gitu? Bukanya acaranya satu bulan lagi yah? bukannya kita nunggu umi sama abi nikah duluan baru kita? kenapa cari mau nikah sekarang? Acha tidak hamil duluan kok mau nikah buru-buru.”Ujar Acha membuat semua menatapnya menepuk jidat.


“Kok malah ke hamil duluan si Cha?”Tanya Rian disana dnegan polos pada Acha yang polos.


Acha mengerjan dan menjawab polos.”Lah kan memang yang hamil duluan yang sering nikah dadakan terus mau cepet-cepet. Acha enggak hamil duluan mangkanya enggak usah cepet-cepet.. “ Ujarnya Acha polos membuat semuanya terkekeh. Memang benar si kata Acha, ia itu polos jadi ia sreing mendengar temanya mengatakan nikah karena hamil duluan mangkanya cepat-cepat atau dipercepat.. mangkanya ia berpresepsi jika nikah cepat-cepat itu karena hamil duluan.


Nayya disana menggeleng.”Acha bukan gitu. Ih yang mau nikah cepet itu bukan hanya karena hamil duluan sayang, tapi tergantung niat.”Ujar Nayya membuat Acha menatapnya dengan heran.” Nikah cepet tu kadang ada alasanya salah staunya karena sudha merasa saling cocok dan juga sudah matang dalam hubungan,ada juga yang karena tidak mau ada zina dan ingin sama-sama mengejar ke jannanya Allah. Saling memperbaiki diri.. gitu.”Ujar nayya disana.


Acha mengangguk paham disana. “Lalu kak Rian kenapa mau nikah cepet?”Tanyanya.


Rian disana menghela nafas dna menjatuhkan tanganya lelah. Ia mendongak dan berkata.”Karena saya mencintai kamu dan saya tidak mau terlalu jauh memandang kamu yang bukan makhrom saya. Saya tidak suka kamu masih dipandang orang lain. Saya ingin menyempurnakan agama kita. lebih tepatnya saya ingin melindungi kamu untuk diri saya.”Jawabnya dengan tegas membuat Acha terdiam dan menatap uminya yang tersenyum.


Acha disana menatap Rian nanar. Ia menatap uminya dengan mengerab.”Tapi bagaimana dengan Umi dan Abi?”Tanyanya.. “Abi mana?”Tanya Acha membuat habib yang dari tadi diam saja ditengah keluarganya itu menatapnya binar.. “Bagaimana dengan kalian? “Tanyanya disana.

__ADS_1


Keluarga Habib disana menyingkir dan Nayya menatap habib. Keluarga Nayya disana mendengus melihatnya. Hingga suara Nayya menginstruksi.”Kita tidak apa-apa lok Nay. Yang terpenting itu kamu. Jika dengan Rian nanti kamu akan ada yang menjaga, dan terhindar dari fitnah. benar kata Rian, terlalu lama kalian dekat maka terlalu banyak juga dosa yang akan kamu dapatkan. Lebih cepat Rian menghalal kamu, itu lebih baik.”Ujarnya.


“Halal halal. Emang Acha haram.”Gumam Acha membuat semuanya terkekeh mendengarnya. Acha disana menatap Rian dan juga termenung. Ia ingin tapi bagaimana dengan ayah dan ibunya? Mengingat kata kata Nayya membuat ia bingung


“Jadi gimana Cha? Jika kamu masih berfikir saya boleh istirahat dulu gak? Capek nih.”Ujar Rian membuat semua tertawa.


Acha yang polospun mengangguk dengan wajah malunya.”Acha mau kok. Tapi sabar ih.”Ujarnya membuat emuanya tertawa. Bisa-bisanya Acha sangat polos begini. Ia sangat menggemaskan bukan?


“Alhamdulillah.”Ujarnya Rian dan segera bangkut. Ia segra berlari dan memeluk Rindu membuat Rindu hamper jatuh. Ia mencium seluruh wajah ibunya membuat Rindu tertawa dna terkekeh. “Makasih bund.” Gumamnya. Rindu disana menghela nafas dan memeluk anaknya juga sayang, meski Rian bukan anak kandungnya namun Rian tetap anak pertama dihidupnya.


Setelahnya Rian memberikan cincinya pada ibunya. Ia menyuruh ibunya memakaikannnya kepada ACha membuat Acha disana mengajuhkan tanganya gemetar. Cincin yang terukir dari berlian itu sangat cantik. Acha disna abahkan menatapnya binar dan pangling. Kenapa sangat cantik?


“ He... bukan begitu seharusnya. Seharusnya ada Habib lah disana kenapa kalian seakan-akan mengasingkan kakak saya? Kami juga keluarganya Acha loh. Dan kenapa acaranya begini? Seharusnya kalian bicarakan kepada kami juga selaku keluarga dari ayah Acha?”Tanyanya disana dengan berteriak membuat semuanya menatap Aisya dan Habib memejamkan matanya mendengar ujaran sang adik yang membuat onar.


Suttt... Rindu disana menutupi bibirnya dengan satu jari menatap Aisya semua menatapnya dengan diam hingga Rindu berkata.” Tamu dilarang bicara... karena kami tidak butuh pendapat orang luar dari acara ini.”Ujarnya membuat dadanya Aisya terhenyak akan kenyataan.


Rindu menatap habib dan berkata.”Habib sudah ditanyakan tadi bukan? Dan Rian sudah datang kerumahnya meminta restu dan habib sudan merestui. Bahkan ayah dan ibumu juga.”Ujarnya Rindu. “Jadi jika masih mau berada didalam rumah ini, lebih baik kau tutup mulutmu itu. Cukup busuk hatimu saja yah jangan mulutmu .”Ujarnya membuat Aisya mentepalkan tangannya dan Acha terkekeh. Ibunya memang jika bicara suka benar.


Habib disana menahan sang adik dan Aisya diam disana karena diintimidasi oleh keluarga ini. bahkan disana Gio selaku ayahnya Rindu mengepalkan tangan menatap Aisya.


Hinga suasana mencair saat Acha disana menarik ayahnya.”Abi kenapa disana? Disini aja. Maafin acha tadi lupa soalnya kaget sama pestanya cantik banget.. Abi deket sama umni dong.”Ujarnya tersenyum membuat Habib disana menatapnya binar.


Acha disana tersenyum dan Semuanya terdiam. Nayya disana diam saja ketika anaknya menyandingkan mereka berdua. Acha bertepuk tangan.”Nah kan asik. Acha punya keluarga lengkap dan cantik bunda ayah, umi abi.. kakek nenek.. cis..”Ujarnya membuat semuanya disana tersenyum mendengarnya. Acha memang pemberi warna dirumah gelap ini.


Diam diam Habib menggenggam tangan Nayya membuat Nayya diam menatapnya lirih. Habib tersenyum menatap kedepan.


“ Bagaimana jika acaranya kita mulai. Soalnya saya mau pulang istri saya pasti sudah menunggui.”Ujar penghulu yang sedari tadi menunggu. “Loh memang malam ini beberan yah nikahnya, Acha belum siapin berkas nikahnya loh.”Ujar Acha kaget.


“Yah emang malam ini Cha nikahnya. Masalah berkas sudah dikaish sama bunda dan ayah kemarin. Kan kita punya data dan berkas kamu.”Ujarnya membuat Acha disana menatapnya dengan anggukan. Tapi ia tetap kaget secepat itu. Ia pikir besok kek.


“Baik ayok kita mulai acaranya.. acara ini untuk menyatukan kalian saja supaya sah. Untuk acaranya kita akan buat sekitar satu bulan sebagaimana yang sudah kalian sepakati saja kok... karena permintaan Rian begitu.”Ujarnya Rey membuat Acha mengangguk dibuatnya menatap ayahnya.


Rey disana mendekati Acha dan Achapun disana tetap diam tak tahu bilang apa. Jantungnya terasa jatuh karena kaget akan kenyataan. Secepat inikah? Mau menolak juga tak bisa sebab ia mencintai Rian. Hingga ia disan menatap Rey yang menghantarkan Rian.


Nayya mulai membawa Aacha kedalam dimana tempat akan dimulai acaranya. Disana Nayya. acha dan Habib Nampak bagai keluarga bahagia dan Rian, Rey dan Rindu bagai keluarga yang sempurna. Habib harap ini berlanjut...

__ADS_1


__ADS_2