Istri Butaku

Istri Butaku
2. Percakapan


__ADS_3

Pernikahan dengan orang yang bahkan baru beberapa kali ketemu bukannlah suatu hal yang enak. Jujur Nayya akui jika Vano adalqh lelaki yang tampan dan juga gagah, ia juga sangat penyayang buktinya kepada anaknya saja ia sangat peduli dan juga bertanggung jawab diselah tuntutan pekerjaannya. Ia mapan dan ia juga menjadi idaman buat semua wanita diluar sana.


Tetapi, bukan itu masalahnya..!! mapan, tampan dan semua hal itu tak menjamin seseorang mencintai ia, bukan fisik tapi kenyamanannya dan bagaimana bisa nyaman jika baru begini? Nayya lagi dan lagi menghela nafas Karena tak tau harus apa. Ia menikah dengan Habib dulu juga begini kan? tak tau wujud rupa dan juga semua hal. Tapi sekarang ia bisa melihat semuanya, ternyata ketika mampu melihat dan mengetahui banyak hal membuat ia semakin banyak pertimbangan dan semakin sulit untuk menerima. Apalagi usia mereka terpaut cukup jauh, dirinya yang hampir 45 tapi Vano baru 35. Kenapa bisa vano mau menikah dengan dirinya yang sudah mau jadi nenek-nenek ini? hal yang menjadi mengusut otak dan juga pikiran Nayya.


“Kamu belum tidur?”Nayya yang masuk dalam pikirannya itu membuka menutup matanya, ia tiur dengan hijabnya menghadap tembok tak ingin menatap suaminya itu, entah suaminya atau bukan tapi baginya bukan..! sebab ia tak menerimanya. Matanya bengkak disana membuat ia sangat-sangat jelek. baginya..


Vano yang baru selesai mandi itu menghela nafas, melihat nayya yang tidur mengenakan hijab saja ada sesuatu yang menyentil hatinya, apalagi kaus kaki dikakinya Nayya. apakah nayya tidak menganggapnya suami sebesar itu? Tapi ia tak boleh marah, ia memilih duduk di kursi dan meminum kopi yang ia bikin tadi, tak lupa buku ditangannya untuk dibaca. Nayya tak tidur, ia hanya memejamkan matanya menikmati matanya takut Vano membuka atau menyentuhnya sembarangan.


Tapi sudah setengah jam tak ada pergerakan, membuat ia penasaran, ia melirik kesamping dan ternyata tidak ada Vano, ia melirik ke kanan dan ke kiri, ternyata disana ada Vano, vano duduk di sofa dengan tangan yang memegang buku dan wajah yang damai tertidur dengan leher yang ke kanakan pasti sangat pegal.. batin Nayya.


Lalu kaki yang menyilang diatas meja, buku ditangannya sudah jatuh di pangkuannya. Nayya jadi merasa kasihan, kenapa ia tak tidur di kasur saja? Apa karena dirinya? Ia disana duduk sebentar dan menghela nafas menatap lain arah, tak ada niatan untuk mendekat atau memberi selimut.”kenapa begitu sulit menerima lelaki lain Yaa Allah? Sesulit inikah bahagia?”Gumam Nayya lirih.


“Bukan kamu yang sulit bahagia, atau Tuhan yang tak membahagiakan kamu tapi kamu yang tidak bisa mencari kebahagiaan kamu dan keluar dari masa lalu kamu.” Nayya disana kaget ketika suara dingin dan juga tegas itu memasuki telinganya. Nayya terasa meremang dan juga tertegun. aura Vano memang cukup kuat membuat siapapun segan termasuk dirinya.


Meski begitu ia menatap Vano yang ternyata tadi belum tidur sepenuhnya. “Kamu belum tidur?”Tanya Nayya disana mendesis. Lalu memutar bola mata malas.”Cih penipu. Semua lelaki sama saja. Sama-sama suka berpura-pura dan juga tak ada yang bisa dipercaya.”Gumamnya disana tak suka.


Vano disana duduk lurus dan menatap nayya dalam.” Saya sudah terbiasa begitu. Bahkan ketika saya tidur dan kamu berjalan saya mampu mendengarnya. Karena terbiasa akan keadaan Nay.. pelatihan saya dan juga lingkungan yang memaksa, sama seperti kamu yang memaksa kamu tak bisa menerima lelaki lain dan merasa tak bahagia. itu karena keterbatasan bukan?”Tanyanya membuat nayya tertegun.


“Kamu tidak lupakan saya siapa? Jika saya tidur mati seperti kamu kamu bayangkan saja bagaimana jadinya.”Ujarnya Vano tegas lagi. oh yah vano kan jendral. Ooh iya sebagai masukan dan ilmu, sebenarnya para penjaga keamanan memang diajarkan untuk selalu siap, standby selalu akan kedamaian dan juga keamanan.,mereka harus selalu peka dan juga bangun meski disaat tidur. Mereka harus tau dan juga harus selalu sigap. Jadi wajar saja.


“Kamu belum bisa menerima saya?”Tanya Vnao disana menghela nafas pada Nayya. nayya diam saja disana meliriknya.”Saya akan berusaha membuat kamu menerima saya tapi dengan syarat beri saya kesempatan. Saya berjanji akan menerima dan juga membimbing rumah tangga kita kejalan yang dirahmati Allah Nay. Tapi kamu harus buka hati buat saya. Saya tidak bisa berjuang tanpa adanya jaminan. “Ujarnya disana tegas.


Nayya menatap arah lain dan berkata.”Saya pernah mendengar kata-kata begini, jangan terlalu mempercayai pria, hal yang paling dangkal dan tak berguna di dunia adalah mencintai pria, pria tidak akan ada yang setia.”Ujar nayya membuat vano terdiam menatapnya.”Dan saya pernah mengalaminya, Poligami cihhh.”Ujarnya lagi dan menatap tepat dimatanya Vano.


“Betul yang kamu bilang.”Ujar Vano lalu duduk menatap nayya. ia berdiri dan memilih mendekati Nayya. nayya disana duduk dengan tegapnya dan menatap Vano dengan gugup. Vano duduk di kursi dekat kasur dan menariknya kehadapan Nayya hingga saat ini mereka berhadapan,


"Karena Allah tidak pernah menuntut kesetiaan dari seorang laki-laki. Tapi Allah menuntut tanggung jawab dari seorang laki-laki terhadap anak-anak dan istrinya. Sampai hari kiamat nanti.” Ujar Vano tegas.


Nayya mendengarnya pun menjadi tak terima.”Itu namanya tidak adil, kenapa hanya perempuan yang dituntut untuk setia? Kenapa tidak dengan laki-laki?”Tanyanya dengan tatapan tajam pada Vano yang menurutnya tidaklah bagus.

__ADS_1


Vano disana mengangguk.”Allah maha tahu apa yang terbaik atas ciptaannya. Pasti ada kebaikan disetiap kebaikan dari ketentuannya. Yang jelas, perempuan tidak pernah dituntut atas dosa-dosa suaminya. Tapi seorang suami, akan dituntut dan akan diajak atas dosa-dosa atas anak-anak dan istrinya.” Ujar Vano dengan serius kepada Nayya.


“Kebanyakan suami, lebih memilih jalan haram dari pada jalan halal karena takut istrinya. Kamu beruntung memiliki saya yang menjadi suami kamu karena berbeda dengan leIaki lain.. Kamu pikir wanita-wanita penghibur diluar sana bisa hidup mewah dapat dari laki-laki lajang? Bukan..! mereka hidup mewah dari suami-suami orang, “


Nayya terdiam menelan saliva kering. Lalu terdengar suara pengajian dari masjid yang ternyata ada acara pengajian mingguan.”Kamu dengar lantunan kalam Allah dimesjid itu?. Saya tidak bersumpah, walaupun Allah halalkan saya menikah lebih dari satu kali tapi saya tetap memilih satu. Kamu seorang. Bukan karena saya takut dengan kamu. Tapi karena saya takut tidak mampu berlaku adil, dan besarnya tangung jawab diakhirat nanti. Sekarang terserah kepada kamu, apakah kamu percaya atau tetap menutup diri terhadap saya.”Ujarnya Vano disana lagi tegas.


Lalu matanya menatap ke lain arah.”Jikapun saya hendak menikah dan tidak setia, lantas kenapa saya melajang hingga sejauh ini Nay.”Gumamnya disana dengan datar. Ia melirik nayya dan berkata.” Kamu masih berfikir jelek tentang saya?”Tanyanya lagi. bukan apa-apa, ia masih yakin jika Nayya bahkan belum menerima dirinya dan masih tidak mempercayainya. “Sesakit itu yah Nay hidup kamu?”Gumam Vano.


Nayya menatap lain arah lagi dan menatap hati, ia memilih memejamkan matanya dan Vano disana diam tak bersuara. Vano memilih pergi meninggalkan nayya untuk berfikir. Nayya melirik Vano yang pergi entah kemana, apakah vano tak mau berusaha mendekatinya atau apa begitu? Namun disisi lain ia sadar jika yang dikatakan Vano benar. sesungguhnya memang Lelaki tidak dituntut kesetiaan tetapi dituntut tanggung jawab. Sedangkan wanita dituntut kesetiaan dan juga ketaatan untuk dirinya sendiri bukan milih suami, anak dan juga orang lain. Tetapi hanya untuk dirinya.


Bayangkan jika suami memiliki istri banyak dan anak banyak, semua dipertanggung jawabkan dan juga meminta tuntutan. Apa tidak berat itu siksanya? Hmm jadi sekarang Nayya mulai paham akan Rindu yang tak menuntut suaminya setia tetapi menuntut dirinya setia. Jadi karena ini?


Disisi lain ada sosok yang menatap langit, disana sosok yang bertubuh ringkih itu mengerjab dan juga tak terhentinya memikirkan dirinya. Hingga tepukan dibahunya membuat ia melirik ke kanan. Ternyata ada ayahnya. Ia tersenyum ketika ayahnya memberinya kopi, dan iapun menerimanya.,”Teriimakasih ayah.”Ujarnya lembut.


Ayahnya tersenyum dan mengangguk. Ayahnya ikut menatap langit disisi jendelanya itu, lalu menghela nafas.”Kamu masih memikirkan keluargamu?” Tanyanya disana.


Sosok Abu itupun mengangguk.”Saya tidak tau kenapa sesakit ini dilahirkan. Bahkan tidur saja saya harus diganggu oleh banyak masa lalu yang kelam. Kapan saya bisa tidur nyenyak ayah?”Tanyanya melirik. Yah ia tak bisa tidur nyenyak akibat mimpi buruk dan masalalu yang begitu sakit. Ia insomnia.


“Mutiara itu berasal dari pasir-pasir yang masuk kedalam tubuh kerang didasar laut, pasir-pasir itu lalu membuat tubuh sikerang kesakitan. Kerang melawan rasa sakitnya dengan membalut pasir-pasir tersebut dengan getah yang ada didalam perutnya dan hal itu ia lakukan selama bertahun-tahun saking lamanya. Dari yang awalnya pasir itu memberikan rasa sakit. Setelah bertahun-tahun berbentuk lah mutiara-mutiara yang cantik dan berharga. Dari luka menjadi mutiara.”Ujar Rey kepada Abu menghisap kopinya lagi dan keluar uap dari mulutnya dimalam yang dingin tersebut.


Ia melirik Abu yang bungkam dan menatapnya dengan serius.”Hikmatnya. ketika kamu tersakiti, balut lah semua rasa sakit dihatimu dan tetaplah tenang, buatlah suatu pembuktian dan nikmati prosesnya, hingga suatu saat nanti. Rasa sakit itu akan menjadi mutiara-mutiara kebahagiaan, dan kesuksesan. Enggak ada kebahagiaan dan kesuksesan yang tidak melewati proses,, karena itu, tetap semangat, teruslah berdoa. Dan teruslah bersyukur. Karena semua akan indah pada waktunya.” Ujar Rey kepada Abu membuat Abu disana tersenyum menatapnya.


“Orang bijak berkata. Ketika kamu dilahirkan, kamu dalam keadaan menangis, sedangkan orang-orang di sekitarmu tersenyum bahagia.. maka beramal lah , beribadah la. Hingga kematianmu membuat banyak orang menangis dan kau sedang tersenyum.”Ujar Rey lagi tersenyum pada Abu.


Abu disana mengangguk kepada sang ayahnya. Bolehkah ia mengatakan kepada Tuhannya akan ke bersyukuran yang besar terhadap apa yang Allah nya berikan. Sosok ayah yang meski bukan ayah kandungnya tetapi melebihi ayah kandungnya. Sosok yang bisa mengajarkannya ilmu, semangat, ayah dan tempat pulang. Dia sangat-sangat merasa beruntung akan hidupnya karena bisa bertemu.. Abu. Ia berjanji akan menjadi anak yang kebih baik lagi untuk Rey


Rey disana menghela nafas menatap jamm yang ternyata sudah pukul 1 malam.”Yaudah yuk tidur.. ayah kelonin biar bisa tidur, biasanya Raja kalo dikelonin bisa tidur. Kamu enggak baik tidur malem banget, kamu harus tidur cukup.”Ujarnya disana menarik tangan Abu.


“Tapi...”Abu menahan tanganya menatapnya lirih.

__ADS_1


Rey disana menatapnya dnegan tatapan tanda Tanya.”Abu malu yah. abu udah gede.”Ujarnya memerah. Yahkan? Biasanya yang dikelonin itu anak bayi atau balita. Sedangkan umurnya hampir dua puluh tajun woy..!!


Rey tertawa dibuatnya.”Bagi seorang ayah. Anak laki-lakinya tetap kecil dan juga belum dewasa. Jadi tidak usah malu. Ayok.. Raja saja suka tidak malu kalo minta usap kepalanya merindukan bundanya.”Ujarnya. abu disana menatapnya dengan sendu dan mengangguk. Mereka memilih tidur dengan Abu yang tidur disisinya Rey. Rey disana duduk disisinya dan mengusap kepalanya. Abu disana bisa melihat wajah Rey yang tenang menutup mata. Kepalanya diusap dengan lembut.


“Tidur Bu.”Ujar Rey mengingat membuat Abu menutup matanya rapat. Rey tersenyum tipis dibalik tidurnya. Abu disana tersenyum mengingat hal ini hal yang paling ia inginkan selama hidupnya. Diusap oleh seorang ayah dengan lembut ketika tidur. Dulu habib terlalu sibuk mencar Nayya hingga menelantarkannya. Ahhh usapan Rey bagaikan ramuan ajaib yang membuat ia segera mengantuk. Sungguh ia merasa matanya memberat hingga ia tertidur pulas.


Tak berselang lama Rey membuka matanya merasa nafas Abu berat dan juga berirama. Ia mencium kepada Abu dan bergumam.”Jadilah anak yang sukses dan bertanggung jawab yah nak.. kamu anak baik tidak seharusnya mendapatkan kenangan yang buruk.”Keningnya mengerut tak terima lalu memilih bangkit dan kembali ke kamarnya. Tapi ia itu hendak tidur sejujurnya tapi apalah daya ia melihat Abu dibalkon kamarnya sedang melamun dijendela. Jadilah ia disini menanyakan dan juga mencari tahu kenapa Abu belum tidur deengan membawa kopi coklat hangat.


Hari berganti hari. minggu berganti minggu. Sosok Nayya dan juga vano semakin menjauh, Vano tak juga menanyakan banyak hal tentang nayya dan Nayya juga tidak memusingkan itu, meski Nayya sejujurnya mengkhawatirkannya. Sebab Vano sangat dingin ternyata setelah percakapan malam itu., pulang dimalam hari selalu membawa dirinya makanan dan pergi di pagi hari memakan sarapannya, ia juga tak pernah menanyakan nayya butuh apa dan juga apa saja yang nayya lakukan, ia membisu ketika bersama Nayya. tetapi yang nayya beran kenapa apa yang Nayya pesan di aplikasi shoping Online selalu datang tanpa ia pesan, lalu apa yang nayya inginkan selalu ada diantar padahal ia tak mintakan? Hingga ia tau jika Vano menyuruh pembantu rumahnya mengawasi Nayya dan Vano juga menyadap hapenya untuk melihat apapujn yang nayya sukai dan apa yang ia inginkan membuat nayya tertegun, lalu apa yang Vano inginkan dari Nayya?. Ia hanya minta untuk nayya membuat makanan bekalnya dan juga makan untuk anaknya dirumah sakit. Nayya cukup kesal awalnya dijadikan pembantu, tetapi ia mencoba ikhlas


“Dih Bucin..!” Ujar daris seorang yang masuk kedalam ruangan Vano. Vano mendengarnya menatapnya datar lalu kembali melanjutkan tugasnya. Ia mengutak-atik laptopnya dan juga menghiraukan lelaki tersebut. Lelaki itu meneliti setiap ruang dan juga mengangguk. Disana ada banyak foto diri Nayya yang ia foto secara diam-diam ”Cantik juga wahar si kalo bucin.”Ujarnya disana.”Kalian udah bakal ada tanda-tanda punya anak lagi nggak nih?”Tanyanya dengan polos dan cengiran handal layaknya teman lelaki biasa lah yah. taukan?


Vano disana diam melirik temannya, ia disana bergumam saja, bukan apa jangankan punya anak. Melihat nayya tak mengenakan hijab saja ia tak pernah kan? bukan ia tak mau menuntut, tapi ia tak akan memaksa Nayya. tugasnya saat ini hanyalah menjadi suami yang baik. Hanya itu.. tetapi dengan caranya sendiri. Ia tak mau merendahkan dirinya dihadapan nayya mengatakan jika dirinya mencintai nayya..!! tidak tidak..! itu tidak akan pernah jadi jangan berfikir begitu


Temannya berdecih.”Kok bisa si? Punya kamu kecil yah mangkanya sulit.? Non liat jendral Flow sebulan nikah langsung kembung istrinya. Masa kalah. Cobalah kamu Tanya sama dia rahasianya yah.”Ujarnya terkekeh dengan ucapanya sendiri.


Vano disana menatapnya dan menunjukkan pintu.”Keluar. berisik tauk.. panas nih kuping saya.”Ujarnya. sosok itu memainkan mulu'tnya dan berkata.”Diingatin juga. Umur udah 35 tapi belum punya anak, ingat Van anak itu bukan anak loe. Loe butuh anak kandung...1” Ujarnya membuat vano ingat... yah ngomong soal lala iakan harus pulang nanti? Ia segera berdiri dan juga melangkah meninggalkan kerjaannya membuat temanya bertanya.”Mau kemana kamu?”Tanyanya namun vano diam saja tak menjawabnya. Ia memilih menjemput nayya saja ini.


Vanoo menelpon Nayya untuk pertama kalinya untuk menjemput Lala juga. Ia tau yang membuat laa bahagiakan istrinya itu. Jadi ia punya alasankan? Jadi yah begitulah syukurnya. Jadi karena itu meeka berdua dalam mobil dengan keadaan yang masih bisu dan pikiran masing-masing pikiran Nayya berkecambah pada ucapan lala dua hari yang lalu yang mengatakan jika Vano bukanlah ayah kandungnya. Ia disana cukup kaget dibuatnya.


Lala tau Vano bukan ayahnya disaat setahun yang lalu mendengar dokter berkata darah mereka tidak sama padahal ia harus operasi cepat. Dokterpun berkata bahwa Vano bukan ayah kandungnya. Ia mendengar dan tau akhirnya ketika itu. Ketika itu ia memang tidak terlalu pingsan. Jadi ia tau jika dirinya anak dari lelaki lain yang tak lain kakak daro vano sang selinghkuhan istreinya. Ia pernah merasa malu karena itu. Tapi ia diam saja hingga sekarang seakan-akan tidak tau semua hal itu.


Hingga Nayya disana dikagetkan ketika mobil itu kehilangan kendali dan oleng.”Ehh ini kenapa Vano?”Tanyanya kaget diselah sesudah melamun. Nampak disana Vano diam dengan wajah tenangnya menatap jalan yang sudah tak lagi kondusif. “Vano ini kenapa? Kamu jangan buat saya panic..!” Teriak nayya


Namun Nayya bisa merasakan tangan vano menggenggam tangannya, ia disana melihat vano.” Lompat Nay.. didepan ada rerumputan lompat.. rem ini blong, jika kamu tidka loncat kamu tidak akan selamat.,”Ujar vano disana dengan dalam dna juga datar.”JaNGaN PANIK.”Ujarnya menguatkan lagi nayya.


Nayya menheleng disana dan juga terdiam dan cemas. Jaraknya terlalu dekat .”Cepat Nay loncat... “Teriak vano mulai panic karena Nayya tidka loncat-loncat keluar. Ia sudah membuka pintu untuk Nayya saat ini. nayya tetap menarik tangannya erat dan berkata.”Tidak mau.. kamu juga harus loncat bukan hanya saya kan? saya takut.. “Ujarnya disana.”Jika kamu tidak loncat kamu bisa mati..!” Bentak Vano disama kesal pada Nayya.


Nayya disana tetap mengeleng lirih dan berkata.” Tidak Vano..!” Teriaknya. Vano disana memukul setirnya Kareena resah. Ia disana merasa tangannya ditahan erat oleh nayya. ia tak punya pilihan lain, ia disana segera membelokkan setirnya kepohon besar diujung saja. Lalu ia menarik Nayya dikepelukannya. Nayya disana terdiam kaku dibuatnya.. Vano ,sebalikkan tubuh nayya dan mengurungnya ditubuh kekarnya.

__ADS_1


Brak.. Bugmm.. Nayya bisa merasakan pedih di punggungnya yang artinya luka. Namun setelahnya ia merasa tangan kekar memeluk dirinya erat dna membalikkan tubuhnya kebawah. Ia tak merasakan sakit. Hanya ada rasa empuk dan nyaman. Ia memberontak tetapi tidak bisa. ia merasa mobil itu terguling dan juga bersedih hebat.


__ADS_2