
Ini udah kau berapa bab tapi belum diACC ajuan kontrak... Tolong kasih Rating bintang 5 dong, dan like and komen supaya bisa cepet di ACC....
.
.
Pagi ini Nayya ckup kaet ketika Fatih mendatanginya sangat subuh dikamarnya.
Ia datang menenteng banyak bahan dapur Membuuat siapapun akan kaget. Ia membawa Nayya yang baru sudah sholat subuh kedapur. Hal itu tak luput dari penglihatannnya Habib,namun ada urusan lain membuat ia mengizinkan saja.
Nayyapun tidak tau apa-apa. Kata Fatih ada hal yang sangat penting membuat ia menurut saja.
Fatih menghentikan kursi rodanya Nayya didepan kompor dan menyuruh bik Nur minggur. “Nah Niang bilang Niang bisa masakkan.. Karena Niang bisa namun memiliki keterbatasan, jadi Fatih yang akan jadi kaki dan tangan Niang. Niang cukup bilang saja apa saja bahanya dan apa saja yang akan dilakukan Fatih. Biar Fatih yang melaksakananya.”Ujar Fatih menyingkap lengannya membuat bik Nur diam menatapnya.
Nayya disana tersenyum dibuatnya lalu menganggguk.”Baiklah... aku akan menyuruh dan kamu tinggal melakukannya ya.. memamgnya disini ada apa saja? Coba kamu sebutkan.”Ujar Nayya semangat membuat bik Nur bisa tau bagaimana Nayya. Nayya jika semangat bagai anak kecil ya,,
Faith menyebutkan satu persatu dan dibantu bik Nur membuat Nayya mengangguk dan paham. Nayyapun mulai mau memasak Cah kangkung campir ikan teri dan sosis. Ada juga ikan Asam Pade Ikan Fatin dan juga ayam Teriyaki. Kan sudah dibilang jika Nayya suka masak. Jadi ya begini. Keadaan dapur berbeda dari biasanya, aromah masakan yang dianjurkan oleh Nayya sangatlah kentara dari biasanya membuat siapapun akan lapar menciumnya. Bahkan Habib yang baru pulang dari masjidpun tergoda menciumnya.
Kyai Abu dan umi Ana yang disampingnyapun tersne5yum dan juga menghirupnya.”Ummm wangi banget. Ini siapa yang masak ya? “Ujarnya membuat kyai Abu dan Habib mengeleng karena tidak tau. Karena rasapenasaran mereka bergegas kendalem dan melihat siapakah gerangan.. Karena memang mereka hari ini bertugas untuk melihat dan juga memeriksa para santri untuk melaksanakan mengaji bersama dan juga setor hadalan sampai ke shoat fajar berjama’ah. Yah.. disini memang sangat ketat akan didikan agamanya.
Sampai didapur Habib terkejut dikalah melihat makanan sudah tersedia namun perlu yang berbeda, bahkan disana juga ada Nayya dan Fatih yang tersneyum. Ia tau tadi Nayya dan Fatih pergi tapi karena uruusan mendeksak dipanggil oleh abinya membuat ia mengabaikan hal itu dan mempercayai Nayya dengan Fatih saja.
__ADS_1
“Hmm enak banget bauhnya. Bik Nur masak apa nih?” Tanya Kyai Abu disana mendetail meja makan dan dikikuti oleh Habib dan Umi Ana.
Umi Ana disana mengangguk.”Iya enak banget bauhnya, bik Nur bikin kita laper tau enggak..”Ujarnya membuat bik Nur meringis.
Tak lama setelahnya ada Aisya yang pulang dari muraja’ah dimasjid datang dengan semangat karena makanan diatas meja. Ia pun duduk disamping Fatih yang baru saja menaruh makanan diatas meja.”Wih makan enak nih.. tumben bauhnya sampek keluar ndalem,..”Ujarnya disana semangat membuat Nayyya tersenyum kaku.
“ Yaudah. kalian cobaik aja dulu, siapa tau enak kan...”Ujarnya membuat mereka mengangguk dan mulai menaruh nasi diatas piring masing masing. Dan sibuk dengan masakan yang ada. Habibpun duduk disamping Nayya ingin menaruh nasi dipiring Nayya.
Namun ia didahului oleh Fatih yang berdiri dan meletakkan makanan diatas piring Nayya dan menaruh cah kangkung dan juga ikan yang sudah tak bertulang.”Ini tulangnya udah Fatih pisahan biar Niang tidak ketulangan, ayamnya juga. .”Ujarnya membuyat Habib tertegun disana menatapnya. Ia menjatuhkan lagi nasi itu diatas piringnya saja. Itu membuat semua orang sibuk dengan makanan mereka tanpa tau apapun.
“Emm.. enak banget...”Ujarnya Asiya memakan Cah kangkungnya.”Ini beli ya? Kok rasanya nasinya beda dan enak banget... kayak rasa dimana tu ya Ais pernah makan..|"’Ujar Aisya disana mengetuk dagunya sembari berfikir.” Hm.. Disol**ria itu loh.. itu dulu diajak mbak Khumairo. Dia traktir, ini dari mbak Khumairo lagi?” tan3yanya disana takut karena tak mau diamuk oleh keluarganya.
Umi Ana disana menatapnya takut dan Kyai Abu yang melirik Nayya yang tetap tersenyum ditempatnya sembari makanan makanannya. “iya enak si,. Tapi Khumairo mana mungkin kesini nganterin makanan., kan masih pagi..”Ujarnya disana dne4gan ringisan kepada Asiya memberi tau sesuai fakta.
Aisya disana tertegun deengan makannya dibuatnya, mau jawab apa? Ia tak bisa masak dan benar kata Fatih, masakan Khumairo memang tak seenak ini. Sedangkan Habib disana tersenyum mendengarnya.
"Emm. Masakan Kalian memang enak.. enggak nyesel si Habib nikahin Nayya.”Ujar Abinya Habib dengan senyum.
Nayya disana tersneyum bahagia.”Ya .. soalnya ini juga dibantu Fatih dan bik Nur hehe.. “Ujarnya lalu kembali memakan makananya khidmat.
Nayya memang alergi ikan, namun tidak ikan air tawar dan Fatih tau hal itu dari penelitian dan websitus yang ia baca tentang alergi yang Nayya miliki. Akhirnya Nayya bisa makan ikan dan bahagia lagi. Bagi Fatih, masakanya jadi dan Asya memuji itu hanya bonus. Yang pastinya Nayyya bisa tersenyum dan bahagia lagi itulah poin utamanya. Sampai tak menyadari jika Habib disana tersudutkan oleh kenyataan.
__ADS_1
Setelah kejadian pagi tadi, Habib mengajak Nayya untuk keliling pondok, karena hari ini memang hari libur santri, dan santri bisa pergi kemana saja yang mereka mau, bahkan keluar pondok. Hanya saja mereka harus kembali saat sebelum jam lima sore. Dan jika tidak mereka akan kena denda.
Habib hanya mengajak Nayya keliling pondok saja kok.
Ia memasang sepatuh untuk kaki Nayya dan merapikan lagi topi dan hijab Nayya supaya tidak kusut. Nayya hanya tersenyum karena masih bahagia karena mendapatkan pujian dan Aisya yang tidak menghinanya lagi.
Habib disana menepuk kepalanya pelan dan menciumnya, baginya itu adalah kebiasannya.”Hm wangi banget, kayak bayi..”Ujarnya disana membuat Nayya meringis.
Nayya memang suka parfun baby,, ada kok, Cuma harganya saja yang cukup ‘mahal’ karena parfun yang tidak wangi menggoda dan menghindari tubuh kita bauk. Kan seorang wnita itu tidak boleh mengenakan parfun berlebihan.
“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad. Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ , no. 323. Hadits ini shahih).
Maksud hadits di atas sangat jelas, bahwa wanita dilarang memakai parfum apabila tujuannya ingin menggoda dan membangkitkan syahwat kaum pria. Memakai wangi-wangian juga dilarang jika wanita sekiranya akan berada di antara kaum pria, dan walau pun tak ada tujuan menggoda pria tetapi wanginya menggoda maka tetap tidak diperbolehkan.
Mangkanya Nayya suka bau Bayi. bau yang tidak menggoda dan membuat syahwat lelaki naik.
Nayya disana mengangguk.”Yaudah kalo gitu kita keliling ya.. les go..”Ujarnya Habib membuat Nayya disan mengangguk, tangan Nayyya satunya sudah bisa dilepaskan dari kain membuat tangannya sudah dijatuhkan, hanya saja masih sangat digerakkan, hanya membiasakan dan sekali urut lagi. Kebaikan untuk Nayya ya guys. Doakan ya..
.
.
__ADS_1
tinggalkan jejak ya guys...