Istri Butaku

Istri Butaku
Aron


__ADS_3

Menjadi orang baik sesulit inikah? Habib bukan tak tegas, ia merasa bahwa jika ia hanya mau membantu namun ia tau mana yang harus ia lepas. Ia tak akan melepaskan Nayya. namun satu fakta yang harus ia tahu jika ucapan Nayya semuanya benar. Ketika ia dan Miranya menikah apa kata orang jika ia menikahi Mira namun tak ia beri nafka baik lahir maupun batin.


Jika begitu sama saja ia sedang mempermainkan suatu pernikahan bukan? Tapi disisi lain ia kasihan pada Miranya yang sekarang. Ia juga bingung harus melakukan apapun. keduanya sama-sama berat untuk ia jalankan dan ia pilih. Ia sangat mencintai Nayya meski baru mengenal, namun tak mampu memungkiri jika hatinya mungkin masih kasihan pada Miranya. Apa ia masih memiliki rasa pada Miranya?


Ia labil dan ia tak tahu....!


Disinilah ia sekarang, berada didepan Nayya yang diam dengan menatap langit. Sudah dua hari Nayya tak bicara padanya, bahkan mendiaminya dan tak menjawab semua kata-katanya. Nayya nya memilih tidur dengan Putri dikamar Putri.


Sebenarnya Nayya tau jika semua itu dosa, jika seorang istri dan suami tidak boleh pisah ranjang dan juga tak bicara. Ia tahu..! ia banyak mengetahui tentang agama bahkan jika lewat dari tiga hari maka ia sudah menjadi durhaka. Tapi ia mau Habib tau jika yang ia katakan itu semuanya benar. Bukan gertakan melainkan akan menjadi suatu kenyataan jika Habib menganggap itu hanyalah suatu bualan semata,.


Suami memang pemimpin rumah tangga bagaikan pemimpin nahkoda dalam kapal yang ia bawa, tapi sebagai orang yang dibawa dalam kapal menjadi penumpang. Apa kah ia akan membiarkan ada orang ketiga?


Itu sama saja mengundang angin badai yang menghancurkan perahunya.


Nayya tau diagama poligami itu tidak dilarang, tapi ia bukan salah satu istri yang terima jika dipoligami. ia pernah mendengar jika istri yang baik akan selalu mendengar dan menghargai keputusan suami dan tak melarang poligami. Dan surga adalah hadia untuk istri yang sabar.


Tapi bagi Nayya surga bisa digapai dengan banyak hal, tak hanya poligami. Dan Nayya bukan salah satu wanita tangguh dan sabar. mungkin imannya masih rendah yah.


Tapi baginya poligami bukan tentang iman namun tentang komitmen dan tentang hati. tak bisa dipaksa jika dipaksa hidup bersama dalam orang ketiga, Nayya lebih baik mundur dan Sendiri.


Terdengar egois bagi orang lain. Silakan hujat dirinya. Tak apa...


Habib menghela nafas melihatnya. Ia mau mendekati Nayya namun ia terkejut dikalah banyak Bomac For Cover dan Bomac lainnya datang kepesantren ini. Disana ada alat berat memasuki pesantren. Itu membuat ia menjauhi Nayya dan melihat apa yang sedang terjadi.


Nayya pun yang tak tau apa-apa itu cukup terkejut mendengar dentuman itu, ia mengerjab dan mendengar saja tanpa tahu apa. Namun karena rasa penasaran ada ia pun mendekati asal suara dnegan tongkat miliknya.. Itu suara yang sangat keras..!


“Apa yang kalian lakukan disini..!!!” Teriak Fatih marah dikalah garda depan pesantren itu rusak karena dihancurkan oleh pemilik Bomac itu.. itu membuat banyaknya orang yang ada dipesantren itu keluar melihat apa yang terjadi. Bisik-bisik pun terdengar.


Dan tak berselang lama seseorang dengan angkuh dan arogannya keluar, Ia merapikan jas hitamnya. Ia adalah Aron kakaknya Khumairo. Ia tersenyum miring pada Habib yang baru saja datang bersama ustad dan ustadza yang lain, ditemani Umi dan Abinya juga.


“Apa yang kamu lakukan Aron..!!”Tanya Habib cukup terkejut melihatnya.

__ADS_1


Aron disana tersenyum misteri, tak dapat dibaca namun dimatanya Nampak kobaran amarah yang nyata.. “ Mengabulkan perkataanmu Habib.. meratakan pesantren ini.”Ujarnya cukup tenang. Namun terdengar sangat mengerihkan.


Mata semua orang membelalak disana menatap Aron. “Apa maksudmu Aron?!!” Tanya Kyai Abu disana maju dengan terkejutnya disana.


Aron terkekeh melihatnya.“Kau masih ingatkan jika ini punya kami, pesantren ini milik kami jadi tidak ada haknya kamu menghancurkan pesantren ini..!”Ujarnya Kyai Abu disana dingin dan juga tak terima. Namun terdengar masih lembut.


Aron disana maju dengan angkuhnya dan berkata. “Jangan lupa jika pesantren ini kami juga ikut membangun dan juga memiliki saham sebesar 50% ketika Dimana lahan kalian pernah bermasalah dengan pemerintah, Jika bukan kami yang dulu membantu maka pesantren ini sudah lama rata. Dan kita memiliki perjanjian jika kalian melakukan kesalahan itu tandanya ini menjadi milik kami.”Ujarnya disana.


“Mana ada..! kami tidak melakukan perjanjian itu.!”Ujarnya Kyai Abu menentang disana.


Tanpa kata Aton pun mengambil berkas diasistennnya dan melemparkanya pada Kyai Abu. Itu langsung dibuka oleh Kyai Abu.


Aron menyeringai mengedarkan matanya mencari seseorang, dan matanya bertemu. Dengann mata itu meski kosong namun tetap ia sukai. 'Cantik '


“ Ini penipuan..! kami tidak melakukan apa-apa disimi.. Brettt..!” Kertas itu langsung disobek oleh kyai Abu dengan ganasnya Karen mamahnya. Semua orang diam tak tahu apa-apa.


Aron tersenyum manis namun manisnya terlalu memikat bagaikan malaikat kematian. “ Itu hanya coppy an. Bakar saja tidak apa-apa.” Ujarnya disana. Tangan Fatih mengepal disana dibuatnya. “ Dan itu sudah masuk kedalam pengacara kami dan tinggal penuntutan lagi. Kami akan menghancurkan pesantren ini dan mengubahnya menjadi sekolah swasta biasa saja dan kalian yang sekolah gratis dan juga hidup pas-pasan silahkan pergi dari sini..!” Ujarnya disana. Mengatakan jika sudah tak ada lagi anak-anak yang sekolah gratis disni.


Aron terkekeh disana. “Silahkan. Karena akan ku pastikan jika kalian akan masuk kedalam penjara karena sudah membuat laporan pencemaran nama baik dengan kami.” Ujarnya. Semua orang diam disana tak tau harus apa. “Kecuali jika Habib menerima Mira menjadi istrinya.”Bisiknya pada Habib namun didengar oleh semua orang. Habib tertegun disana.


“Kenapa tidak bicara didalam saja..!! Aku rasa disini tidak baik bicara masalah aib.”Ujar Fatih disana kesal melihatnya disana. “ Dan ku rasa disini bukan tempat pembukaan aib..!” Lanjutnya lagi disana datar.


Aron disana menyeringai lalu mengangguk. “Yasudah baiklah..”Ujarnya kyai Abu disana dengan nada khawatirnya. Semua bisik-bisik terdengar nyata hingga angin membawa bisikan itu semuanya pada Nayya. Nayya mengerjab disana dan menghela nafas.


Ia memilih pergi kemana bisa ia pergi, dimana ada yang bisa membuat ia tenang. Bukan karena rasa sakit. Namun semua semakin sulit. Apakah Habib akan menikahi Miranya untuk pesantrennya? Atau memilih dirinya yang bukan apa-apa? Nayya menjadi semakin ragu akan Habib yang akan menerimanya dan akan menolak Mira mentah-mentah. Ia yakin jika Habib memilih Mira dan mengabaikanya demi pesantren yang ada kan?


Nayya mendongak dan mengerjab merasakan silau meski tak mampu melihat, semenjak buta ia jika melihat cahaya putih membuat matanya sakit. Ia menghela nafas, entah kenapa air matanya jatuh.. Ia memilih duduk ketika merasa itu dingin, meski ia tak tau jika ia sudah berada dipohon rindang didekat danau. Disini cukup sejuk dan dingin.


Ia memilin tangannya disisi kanan dan terkekeh. Ia menggenggam erat liontin dikejarnya, Liontin yang berisikan namanya. “Kamu akan menjadi pertama dan yang terakhir yang sudah mengkhianatiku Bi... dan tidak akan pernah terjadi lagi. Meski dunia sekalipun menentangku. Aku tidak akan mau diduakan..”Gumamnya dengan nada miris. Air matanya jatuh juga.


“ Bulan...!! !” teriak sesoerang yang membuat sosok yang sedang membaca karya ilmiah dari beberapa Wikipedia itu menghela nafas.. ia memutar bola mata malas dikalah seseorang dengan penampilan urak-uraikan nya namun sayangnya sangat tampan menatapnya terkekeh dan membawa bekalnya dan duduk disisinya.

__ADS_1


“Bi jangan teriak-teriak.. aku sedang mencari bahan untuk lomba karya ilmia ..” Ujarnya disana kesal. Sosok itu malah mencebik dan menarik pipinya dan itu membuat sang empu mengadu sakit namun tak menghiraukanya.


“Bulan tatap sini.. tatap Bintang.. Bintang bawa apa.”Ujarnya menarik pipi gadis itu. Namun gadis itu hanya bergumam dan tak meliriknya. “By..!” Gumamnya lagi disana menarik hape milik gadis yang membaca itu.


Gadis itu menghela nafas dan menatap sosok didepanya itu. Sosok itu berbinar dan mengajuhkan kotak makan. “Kata kak Cakra kamu belum sarapan tadi pagi. Jadi kamu harus makan supaya tidak sakit. Lombanya kan tiga hari lagi.. nanti jika kamu sakit bagaimana?”Tanyanya disana dengan lembut..


Sosok itupun menghela nafas “ Justru Karena tiga hari lagi waktunya selesai Bi mangkanya aku harus segera menyelesaikanya. Jangan ganggu. Main gih sama yang lain..!” Ia mendorong sosok ddiepanya itu. Sosok itu sedikit terhuyung namun ia malah terkekeh geli.


“Ayo dong bulannya Bintang. Makan dulu. Gimana kalo Bintang suapin dan Bulan bisa baca dan buat tugasnya mau?!”Tanyanya disana. Sosok itu hanya menghela nafas dan mengangguk membuat sang empu mengusap kepalanya.


“Anak pintar... Mau cium ih rasanya.”Ujarnya terkekeh memajukan bibirnya.


“Bi jangan mulai deh.”


Yang diancam malah terkekeh geli melihat wajah gadisnya, gadis itu jika marah sangat mengemaskan, dengan bola mata jerni itu melotot membuat ia bagaikan bayi baru lahir.


“Nanti aku makan bekal kamu yah.”Ujar dari Bintang diselah menyuapi makan kemulutnya Gadisnya itu lembut. Bulan mendelik meliriknya. “ Hhehe kan kamu makan bekal aku bi. Nanti aku traktir makan samiyang deh mau? Yang spesial dan komplit.”Ujarnya membujuk.


Gadis itu hanya bergumam membuat sosok itu malah terkekeh dan mau memeluknya namun langsung dipelototi oleh gadis itu“Ih gemes deh jadi mau peluk.. Makasih sayang.. Eumachh..” Ia hanya memberikan kiss by jauh dan kembali menyuapinya..


Sosok itu hanya menggeleng melihat Bintangnya.


Yah sosok Bintang sangat menyukai makanan yang dibawa gadisnya. Meski gadisnya hanya memasak nasi goreng dengan telur tapi ia sangat suka...! Padahal ia termasuk lelaki nakal tapi ia selalu membawa bekal yang isinya banyak macam, ada ayam lah kadang rendanglah,, kadang makanan luarlah. semuanya sangat enak dan mahal. Tapi tetap saja ia mau makan makanan gadisnya dan menukarkan makanannya.


Lagipula alasan kenapa ia bawa makanan adalah untuk ditukarkan dengan bekal milik kekasihnya itu, bekal hanya alibi saja supaya bisa memakan masakan gadisnya. Tak lupa selalu memberikan bunga atau coklat dan susu coklat disetiap pagi.. Dengan kata. ” Supaya semangat dan ingat kalo didarahmu ada nama aku..” Itu ucapannya.. Dan itu membuat banyak mata iri menatap mereka. Usianya mungkin masih sangat muda namun ia tak tau jika karena usia mereka yang muda membuat rasa cinta itu melekat dan melukai hingga menyakiti hati sosok wanita itu..!!


Nayya mengerjab mengingat semua itu. Ia menghela nafas dengan kalung dilehernya yang bertuliskan namanya disana. Jika semua orang mengatakan dirinya egois tak apa. Karena dirinya memang benar-benar membenci suatu hal yang namanya diduakan dan dikhianati. Jika pun ada Mira maka ia akan memih hidup sendiri. Meski sulit namun setidaknya ia tak akan sakit Karena rasa cinta dan diduakan. Meski dihina setidaknya ia tidak makan hati..


.


.

__ADS_1


...Flot Jangan lupa tinggalkan jejak yah......


__ADS_2