Istri Butaku

Istri Butaku
Rindu


__ADS_3

Dan tak lama setelahnya suara dari sebrang membuat nayya kaget.”Umii.... putrimu Rindu..!!!” Teriaknya. Nayyapun disana kaget ketika tubuhnya dipeluk erat. Bahkan udang ditanganya jatuh dibuatnya, ia disana kaget mendengar suara anaknya. Ia segera membalas penukan anaknya itu dengan elat bagaikan tak akan melepaskan anaknya.


“Yaampun Acha.. Umi kangen banget.”Ujarnya disana melompat. Achapun ikut melompat dan juga terkekeh memeluknya erat, acha tergelak dikalah ibunya mencium pipinya sayang dan mengusap kepalanya sayang...”Ihh Acha Umi kangen.”Ujarnya.


Acha disana menghela nafas legah.’'Iya kangen si kangen mi. Cuma liat Acha mau mati kehilangan nafas Umi cekek kayak gini..!!! Yaampun mii ini namanya pembunuhan berencana..!!!” Ujarnya disana dengan dramatis membuat Arga terkekeh disana. Dua laki-laki yang mengikuitinya dari belakangpun tersenyum melihatnya.


Nayya cemberut disana dibuatnya.”Ih kamu ini bikin kesel deh. Baru ketemu udah bikin naik darah. Sinii Umi cekek beneran biar beneran Koid..”Ujarnya membuat Acha tertawa dengan gelak kekehan. Nayya disana tersenyum sendu menatap anaknya penuh rindu. Ia sangat merindukan anaknya yang paling manja ini... Dan semuanya terbalas untuk saat ini.


Acha disana memainkan piipi umimnya.”Utututu Tayang-tayang Uminya Caca... Acha Jauga Rindu sama Umi uluuuuuluu.. jangan cemberut gitu dong. Nanti tambah tua dan keriputan mauu?”Tanyanya membuat Nayya menjetikkan keningnya. Acha malah tergelak melihat Uminya sedang marah dan mengamuk padanya. Uminya memang seasik ini.


Mata Nayyapun melirik kebelakang Acha dan ia tertegun. disana ada Habib yang menatapnya dengan tatapan rindu.. Habib disana tersenyum padabnya dan bertanya.”Hai apa kabar Nay?”Tanyanya. matanya sangat-sangat dalam seakan-akan menyampaikan rasa kerinduan yang sangat dalam.


Nayya mendengarnya merasakan dadanya bergemuru seakan tawuran satu sama lain, menolak ingin menjawab namun nalurinya berperang seakan hal itu tidaklah benar. Hingga ia merasa dirinya berkata.”Hmmm Alhamdulillah baik mas.”Ujarnya. ia merasa dadanya semakin bergemuru dikalah sesudah menjawabnya.


Habib disana tersenyum mengangguk, acha dan Arga disana pun saling tatap dan terkikih.,”Hmmm Umi enggak nanya kabar abbi balik gitu? Ihh jahat banget si Umi sama suami sendiri.”Ujar Acha menyenggol tangan uminya.

__ADS_1


Nayya melotot disana pada anaknya. Acha disana pun menatap ya pura-pura takut.”Ihhh abi Umi melototi Acha kayak mau marah gitu. Acha jadi takut Abi.”ujar Acha menjauh dari Nayya dan memeluk lengan Habib.


Nayya menghela nafas menatap anaknya itu. Namun Arga pun menambahkan dengan godaan.”Ihh Umi bukannya melototi Acha. Cuma Umi lagi degdegan ada Abi disini pujaan hatinya. Umi mau nanya sama Abi tapi gugup.. nih abang aja sampek denger detak jantung Umi sampek sini loh.”Ujar Arga mengejek kepada Uminya. Nayya disana melotot dibuatnya dan memegang jantungnya. Semua orang tergelak melihat Nayya yang polos


dan juga mudah sekali ditipu. “Beneran?”Tanya Nayya pada Arga berbisik membuat gelak mereka terdengar keras.


Nayya disana terdiam dan merutuki dirinya sendiri dibuatnya. Bisa-bisanya dia dikerjai oleh anak-anaknya. Wajahnya memerah hingga telinga. Habib? Ia hanya menggeleng akan kerjaan mereka berdua.. “Kalian nakal yah.” Ujar Nayya disana mendengus.”Tapi ngomong-ngomong kok Acha bisa ada disini sama mas Habib dan Rian?”Tanya Nayya disana dengan heran.


Acha disana terdiam melirik Arga.. Habibpun melirik Acha dengan tanda Tanya. Rianm? Ia hanya diam disana menatap istrinya.”Anu.. Umi.. tadi Acha minta temenin abi sama bang Rian buat beli nugert yah mau beli nigert dan kaviar.. yah..”Ujarnya disana dengan gugup. Mata polosnya melirik kelain arah secara acak pertanda jika ia sedang degdegan.


Acha disana memegang hidungnya.”Iya kah? Mana ada begitu Umi. Umi fitnah ini.”ujarnya mengelak. Ia melirik Arga meminta bantuan sebab ia memang paling tidak bisa berbohong. Namun lirikan itu bisa dibaca oleh Nayya membuat nayya mendelik dan menjewernya dan telinga Arga.”Kalian mau ngerjain Umi yah?”Tanyanya.


Aauuwau.. Arga dan Acha terppekik sakit ketika telinganya ditarik Nayya. mereka berdekatan dan menatap Nayya dengan wajah pasrah.”Ampun Umi.. acha kesini sengaja ketemu umi karena dapat kabar dari Arga. Katanya Acha kangen Umi dan Arga tau Umi kangen sama Acha mangkanya Arga hubungin Acha supaya kesini.. lepasin Acha umi ARga yang salah.”Ujarnya memelas.


Nayya disana mendengarnya menatap Arga disana dengan tatapan bersalah.”Heheh... tapi nggak usah bohong lain kali... “Ujarnya. Arga disana mendnegus ketika telinganya dilepas dan ia menatap Acha yang dian sembab tak tau jawab apa.. kakaknya memang selalu mengalah dan berkorban untuknya. Hingga merasa elusan ditelinganya dari seseorang.

__ADS_1


Matanya melirik kesamping dan tertegun. disana ada Rian yang mengusap telinganya.”Sakit nggak?”Tanyanya disana membuat ia menganguk lirih meminta elusan dan juga dukungan namun kata-kata Rian membuat ia terdiam.”Umi.. tarik aja telinganya lagi. karena sudah berbohong... siapa yang ngajarin coba?”Tanyanya membuat ia terdiam dan juga memelas. Rian terkekeh mengusap telinga Acha.”Mangkanya jangan bohong.”Ujarnya meniupnya sayang.


Nayya memutar bola mata malas dibuatnya.”Duh yang baru udah nikah, nggak usah tebar-tebar kemesraan deh,. Sepet nih mata litanya.”Ujar Nayya disana mencinbir.


Acha disana menatap ibunya dengan delikan.”Bilang aja iri. Kalo iri bilang bos.”Ujarnya. nayya disana mendelik melihat anaknya. Acha segera berlindung dibelakangnya Rian.,”abang.. liat Umi melotot lagi.”:Ujarnya dengan menye-menye membuat Nayya mengerang dalam hati. Anak siapa lah ini>? ia mengidam apa sampai anaknya semengesalkan itu.


“Udah deh.. Umi mau bayar dulu. “Ujar Nayya disana meninggalkan mereka, ia tak mau terlalu lama dekat dengan Habib, namun ketika beberapa langkah kakinya melangkah, ia disana mendelik ketika merasa jika Acha mengikutinya. Bahkan semua yang ada disana.”Kalian ngapain ngikutin Umi?” Tanyanya.


Acha disana tersenyum.”Yah mau ikut Umi. Kan Acha kangen. Kita makan yuk Mi.”Ujarr Acha polos dan memainkan bajunya.”Acha kangen disuap umi,, kita main yuk Umi. Nanti kalo udah pulang Acha nggak boleh main dan ketemu Umi sama kakek dan nenek. Jadi disekarang saja yah.”Ujarnya memelas.


Acha disana menatap anaknya nanar, benar kata anaknya. Ini kesempatan untuk mereka main, tapi ada Habib. Ia tak bisa melanggar apa yang ia katakan pada ibu dan ayahnya. “Kamu main sama ayah saja yah. Umi sibik.”Ujarnya lalu pergi dengan ketidak ikhlasan.


“Tapi Umi. Achakan maunya sama Umi.”Ujar Acha menarik lengannya erat. Matanya memelas dengan gemasnya.”Umi nggak sayang Acha lagi yah mangkanya nggak mau main sama Acha?”Tanyanya disana lagi dengan wajah sedih.


Nayya disana menggeleng cepat.”Mangkanya ayokk main..”Ujarrnya disana merengek.

__ADS_1


Nayya disana menghela nafas dibuatnya dan menganguk. Acha disana segra tersenyum dan juga memeluknya.”Asikk. makasih Umi.”Ujarnya. nayya pasrah sebab tak mau anaknya bersedih. Disiisi lain ada mata Acha dan Arga yang saling berkedip satu sama lain. Memberi kode untuk mereka yang ada disana.


__ADS_2