Istri Butaku

Istri Butaku
Keadaan


__ADS_3

Sosok cantik itu menatap dalam kearah wajah gadis yang tertidur lemah dihadapannya itu. Ia menatap dari atas hingga bawah dengan tatapan datarnya.


"Cekkkk.. Perasaan cantikan gue deh. Kok dia mah mau sama ini cewek yang tepos dan nggak ada tandingannya sama gue?? " Gumamnya tak terima dan membandingkan wajahnya dan juga body mereka.


Iya si bodynya lebih WAW dari pada sosok yang ia tetap saat ini. ia kembali menatap sosok di hadapannya itu dengan tajam dan kembali membandingkan dirinya dengan sosok yang di hadapannya itu." Siapa sih namanya. " Iya menatap nama yang tertera di papan nama pasien dan mengejanya " Acha Maura Habibal."


Yaaa... Dia sosok yang menyukai Rian kemarin,sosok Ririn si suster genit itu. Matanya berputar dan berkata. "Gue matian aja kali ya supaya Tuan Rian bisa Sama gue.." gunanya tak suka.


Matanya melirik kesana kemari dan tersenyum licik. "Waktunya beraksi... " Ia segera mendekat dengan niat busuknya.


Dan.


Tubuh Acha dihadapkannya nampak kejang-kejang membuat ia kaget. " Ehh ehhh.... Ko-ok kejang-kejang?? Gu-gue belum ngapa-ngapain loh.. Ehhh jangan ngeprank... " Gumamnya disana kaget dan tak terima. Ia panik dibuatnya.


Tubuh Acha nampak kejang-kejang dengan muka yang memerah. Hal yang membuat Ririn yang berniat jahat itu segera mulai melakukan tugasnya memeriksa Acha dan memanggil dokter Acha.


Tak berselang lama ada beberapa dokter yang datang dan segera mencoba membantu dan memeriksa Acha. Tubuh Acha segera diberi suntikan dan beberapa alat medis.


...----------------...


Dilain tempat ada sosok yang sakit beberapa hari ini merasakan dadanya sesak dan juga sakit seperti dipukul dengan ribuan ton besi. Sungguh terasa sakit hingga ia tak bisa bernafas.


Arghhh.... Ringis nya sungguh pilu. Ia memukul dadanya yang sesak san berusaha bangkit untuk mengambil air minum.


"Astaga...! Arga kamu kenapa?? " Tanya dari sosok didepan dengan wajahyang sudah mulai keriput itu terlihat sangat panik, bahkan nampan yang berada di tangannya itu tumpah, bubur dari juga teh hangat terkapar di lantai dengan keadaan yang sangat kacau. Ia segera mendekati Arga serta membantu untuk bangkit.


" Kamu kenapa sayang, Ada yang sakit atau gimana." Ia segera mengusap kepala Arga dengan rasa sayang dan rasa paniknya.

__ADS_1


Arga memang sudah sakit Dari dua minggu ini, ya selalu merasakan sesak nafas dan juga tubuh yang terasa ngilu.


Arga menggeleng dengan wajah, ia terlihat sangat pucat dan menyedihkan "Arga baik-baik aja kok nek. " Gumamnya lirih Disana.


Yah.. dia adalah Fitri, ibu angkatnya Rindu. ia memilih ikut Rindu dan keluarga rindu untuk memenangkan dirinya. namun apa daya, ikatan darah tetaplah ikatan darah, mau sampai ke ujung dunia pun tetap akan terikat.


Apalagi mereka itu adalah kembar yang memiliki jiwa yang sama, yang memang sedari kecil, jika salah satu dari mereka ada yang sakit, maka salah satu yang lain juga akan merasakan hal yang sama. itu terasa bukan hanya kepada Arga dan juga Acha saja, tetapi juga banyak dirasakan oleh orang-orang atau anak-anak yang terlahir dengan keadaan kembar.


Wajah bunda Fitri terlihat prihatin menatap Arga dan. hingga rasa paniknya menjadi-jadi ketika melihat Arga memuntahkan darah"Astaghfirullahaladzim nak, kamu kenapa, aku baik-baik saja kan." Dia terlihat sangat panik dan kembali berteriak.


"Rasyid... nak... cepat kemari lihat Arga... " teriaknya.


Sosok lelaki tampan yang sudah berumur itu pun keluar dengan wajah panik nya dan ber tanya " Ada apa Umi, Kenapa dengan Arga apa dia baik-baik saja.?"


Fitri segera menarik bajunya dan berkata,"cepat ambilkan mobil kita akan mengantarnya ke rumah sakit atau klinik yang terdekat, Dia muntah darah." ujarnya dengan panik.


"kita tidak hubungi Rindu atau keluarga Arga Mi? " tanya Rasyid yang sudah kembali dari mengeluarkan mobil dan juga memanasnya.


Umi Fitri terdiam sesaat, lalu lalu ia berkata "tidak usah, nanti dia panik, padahal kamu tahu sendiri kan jika keluarga mereka sedang banyak masalah. Apalagi katanya Naya baru bangun bangun koma. " ujar Fitri dengan baik."disuruh Cepat bawa dia ke rumah sakit di sekitar sini saja,"


Dan Rasyid pun segera membawa Arga ke rumah sakit atau ke klinik yang terdekat, Karena bagaimanapun Arga yang bukan anaknya Rindu adiknya, ia tetap menyayangi Arga seperti anaknya sendiri, anak Rasyid pun hanya satu, Jadi wajar saja ia menyukai dan menyayangi anak-anak dari Naya ataupun anak rindu.


...----------------...


Sisi lain sosok Naya dan Habib yang sedang tertawa bahagia karena terhibur anak-anak yang ada di taman tersebut dikagetkan dengan suara seseorang dari belakang yang bertanya,"keluarga dari saudari Acha Maura Habibal, Apakah kalian orang tuanya? "suara itu terlihat dan Terdengar sangat panik.


Naya dan Habib segera menoleh dan bertanya "Ya saya orang tuanya dari Aca, Ada apa sus? " matanya terlihat sangat panik dan juga tak tenang namun tertutup dengan suara tenangnya.

__ADS_1


Suster yang tak lain adalah Ririn itu menatap Naya dan Habib dengan wajah ramahnya dan berkata"Anu.. Saudari Acha tadi bereaksi kejang-kejang dan juga sesak nafas, lal-" ucapannya segera dipotong oleh Naya yang panik.


"Ada apa dengan Acha dia baik-baik saja kan, udah baik-baik aja kan sus?" tanyanya dengan suara yang naik Tiga Okta membuat Habib segera menahan tubuhnya yang hendak berdiri dan mendekati suster.


"Sabar Nay, Acha pasti baik-baik saja,." ujarnya dengan lembut.


"Bagaimana aku bisa sabar Mas, sedangkan anakku di dalam sana sedang tidak baik-baik saja."ujar nayah dengan membentak.


"Bukan hanya anakmu, tapi juga anakku. Acha anak kita Nay... " ujar Habib membuat sayang meringis dan menatapnya nanar.


Suster di sana menatap kedua insan yang sedang berdebat itu dengan tatapan iri, sebab nampak di matanya jika mereka sangat mencintai dan menyayangi anaknya. Hal apa yang paling di irikan selain kasih sayang orang tua yang melimpah dan juga teramat sangat?


"Eheem.. " Ririn berdehem untuk menyadarkan dua insan yang ada dihadapannya yang sedang berpelukan.


Habib segera sadar dan juga langsung berkata " Eh maaf suster, Bagaimana keadaan anak saya dia baik-baik saja kan?"


Ririn di sana menatap Habib dengan tatapan binar, sebab matahari yang terlihat sangat berkilau bagai mutiara, dia sangat kagum. setelahnya ia segera berkata "Anu tadi anak bapak merasakan reaksi kejang-kejang.. Jika bisa Bapak dan Ibu segera lihat anak ibu sekarang di ruangannya."


Habib dan ayah segera menggangguk dan berkata"Baik sus."


Ririn mengangguk lalu berbalik untuk meninggalkan Habib dengan tangannya terkepal, sedangkan Habib segera merangkul Naya untuk membawanya ke ruangan Acha saat ini.


Langkah Habib terlihat sangat hati-hati membawa Naya, dia tak mau Naya kenapa-napa. Sedangkan Naya saat ini terlihat sangat panik.


Ketika sudah sampai di hadapan pintu kamarnya Acha tepat saat itu juga Dokter muda yang berada dari dalam itu keluar dengan membawa teleskopnya, tak ingin membuang waktu Habib pun segera bertanya"Bagaimana keadaan anak saya dok, apa dia baik-baik saja?"tanya panik, Naya pun menggangguk dengan nanar.


Dokter itu tersenyum dengan mirisnya yang berkata " tadi Nona Acha mersakan reaksi kejang-kejang dikarenakan jantungnya yang kurang stabil akibat dari alat pemacu supaya jantungnya kembali berfungsi di dalam tubuhnya. Tetapi Bapak dan nyonya tidak perlu khawatir Karena itu adalah pertanda baik, yang artinya jantung Nona Acha akan berfungsi secara normal kembali." ujarnya dengan bangga.

__ADS_1


__ADS_2