Istri Butaku

Istri Butaku
hadia


__ADS_3

Sudah hampir satu dua minggu Nayya disini dan ditambah satu minggu ini.. Tangannya sudah bisa bergerak semua meski masih sakit..


Habib masih tetap sama memperhatikanya. Kyai dan Umi disana juga sangat baik.. dan pastinya hubungan dirinya dan Habib tidak ada yang tau.. Fatih pun sudah satu minggu ini tidak dirumah membuat Nayya kesepian tak ada teman. Aisya sama saja selalu menyakitinya.


Sampai pada hari dimana katanya Fatih yang sudah bertugas diluar itu pulang membuat ia semangat dan bahagia. Habib menatapnya saja heran,. Kenapa istrinya bahagia? Jujur saja.. Semakin hari ia semakin mencintai Nayya sebagai gadis kuat dan cantik.


Siapapun juga akan mencintainya meski memiliki kekurangan.. .


“Assalamualaikum Niang..”Ujaran dari Fatih membuat Habib disana mengerjab menghilangkan pemikiran tentang Nayya. Disana Nampak Fatih tersenyum membawakan paperbag..


Nayya dan Habib tadi keluar dari kamar menuju ruang tamu karena disuruh Umminya, mangkanya ia sedikit terkejut melihat Fatih.


yang dikejutkan bagaimana bisa Fatih malah menegur Nayya bukan dirinya?


“Waalaikum salam.. ini Fatih ya?”tanyanya Nayya girang,, ia bahkan jika tidak patah kakinya ia akan loncat loncat.. “Ih kamu kok enggak bilang kalo pergi jauh. “Ujar Nayya disana marah, ia tak suka Fatih tak memberikanya kabar jika dirinya akan pergi.


Dan itu tidak lepas dari pandangan keluarganya. Yah karena memang sedang diruang tamu menunggu Fatih pulang. Tapi kok Nayyya yang dipanggil dan disambut?


“Niang si kemarin jalan jalan sama bang Habib kekebun belakang jadi ya Fatih pergi aja.. lagian Fatih Cuma sebentar dan beli yang udah Fatih janjiin sama Niang”Ujarnya membuat Nayya disana mengerutkan keningnya bingung.


“Apa itu?” Tanyanya.


Faith pun mendekati niangnya dan membuka paperbegnya membuat Habib yng melihatnya ikut menatap apa Yang Fatih maksud... dan disana ada Al-Qur’an Elektronik membuat Habib tertegun.


Fatih memberikan benda bagaikan pulpen itu kepada Nayya membuat Nayya merabah benda itu.

__ADS_1


”Pulpen?”Tanyanya disana membuat Fatih disana meringis.”Ak aku tidak bisa menulis lagi..”Gumamnya disana jujur.


“Bukan Niang.. itu adalah Al-Qur’an elektronik.. jadi kalo Niang mau menghafal lanjutan hafalan Niang, Niang bisa mengenakan ini.. Niang hanya perlu sebut surah yang Niang mau seperti surah Al-Mulk nanti dia akan memutarnya.. dan itu bisa digunakan dan diberhentikan disatu ayat saja dan dibolak balikkan.. disana juga ada alat untuk tunanetra. jadi Niang bisa membaca Al-Qur’an dengan merabah dengan jari jari Niang.”Ujarnya membuat Nayya Disana tersenyum.


“Kamu serius?”tanyanya membuat Fatih mengangguk senang.


"iya... "


Nampak Nayya senang sekali mendapatkan semua itu membuat ia hampir melompat..


”Terimakasih Fatih...l “Ujarnya disana membuat Fatih mengangguk dan bergumam sama sama.. Habib diam tertegun dibuatnya.. kenapa dirinya didahului adiknya terus? Ia sudah merancang ini untuk Nayya. Ia mau membelinya hanya saja ia belum sempat.. dan sekarang Fatih duluan membuat ia diam menatap saja. Bagaimana bisa ia dikalahkan oleh adiknya.


“Buat Ais mana kak? Masa Cuma kak Nayya aja yang dikasihi?”Suara Aisya yang diam saja dari tadipun membuat Fatih menatapnya dan tersenyum.. ia kembali dan memberikan satu paperbeg yang isinya boneka ukuran sedang berbentuk buaya..


lalu kembali memberikan satu kotak untuk Nayya.”Ini boneka untuk Ais dan coklat untuk Niang. Katanya coklat cocok untuk orang yang stress..”Ujarnya,.


Nampak disana Nayya mengangkat coklatnya.”Kita tukeran aja. Soalnya dikamar nay enggak ada guling jadi Nay mau boneka.. kamu coklat aja gitu..”Ujarnya tulus membuat Habib kembali terdiam, mereka punya guling tapi untuk pembatas tidur, apakan ia se gagal itu sampai tidak tau apa yang Nayya butuh.?


Aisya disana diam menatapnya.


”Enggak Niang.. itu memang untuk Niang, nanti Fatih kasih guling Fatih saja, Fatih enggak pakek guling soalnya.”ujar Fatih membuat Nayya disana mengangguk paham mengambil coklatnya lagi. Coklat yang berada dikotak Nampak mahal dan juga enak tapi tak mampu nayya lihat.


Aisya disana mengapalkan tanganya menatap kakaknya yang tidak adil.”besok kakak beli coklat buat Ais yah.. jangan rebut.. nanti kakak beli, maaf tadi mau beli banyak tapi sudah habis, jadi yah kakak beiliin brownis untuk kita sekeluarga. Ais mau?”Tanya Fatih lembut menenangkan disana membuat Nayya diam dan Habib diam.


Bugh..

__ADS_1


Fatih terkejut dibuatnya dikalah kepala Nayya dilempar dengan boneka oleh Aisya, Nayya tak kalah kaget malah ia hampir jatuh dibuatnya, alhamdulillah Habib menangkapnya tadi.


.”Ais benci dia... Ais benci..!”teriak Aisya membuat Nayya disana diam mendengarkanya dan menenangkannya.


“Astaghfirullahhalazim.. Nay kamu tidak apa-apa?”Tanyanya si Habib melihat istrinya yang Nampak shok namun diam disana..


Aisya disana ditahan oleh Fatih dan tangan Fatih pun terangkat.. dan


Plak.. satu tamparan ringan mengenai pipi Aisya membuat Asiya menatapnya nanar.


“Fatih..”!Teriak ayahynya Fatih membuat semua oran diam. Bahkan Habib pun diam disana.


Fatih Nampak mengangkat tanganya menatap abinya.”Abi sendiri yang bilang, jika lisan tak lagi mampu mengajarkan dengan nasihat dan juga kelembutan, hukuman tak lagi mampu meruntuhkan akhlak yang jelek.. maka menyakiti fisik tidaklah apa-apa.. dan Aisya sudah melakukan semuanya melebihi batas. Fatih tidak suka pembangkang.!.” Ujarnya disana tegas membuat Habib diam melihat sang adik.


Asiya diam Disana menatap kakaknya takut. Fatih memang lebih menyeramkan dibanding abbinya, bahkan abinya saja segan kepada Fatih.


Nampak Fatih disana menatap Nayya disana dan mendekat.’”Niang.. maafkan Fatih, karena Fatih yang tidak adil niang yang terkena masalahnya. Fatih minta maaf.”Ujarnya disana tulus..


Nayya disana tersenyum dibuatnya. Lalu memberikan Al-Qur'an elektronik itu kepada orang didepanya membuat Fatih menatap tangan Nayyya yang disana “ Tidak apa-apa.. jika Asiya lebih membutuhkan semuanya ambil saja.. “Ujarnya jujur dan tulus membuat Fatih meringis.


Nayyapun menunjukan coklat kepada Fatih.”Dan yah.. ini coklat nya ambil saja. Karena mungkin Aisya lebih membutuhkan.”Ingat kata membutuhkan.. padahalkan Aisya disana tidaklah tunanetra dan juga lumpu.. atau apapun itu.


“Nay tidak suka keributan hanya karena barang. Maafkan Nay yang tidak bisa melihat membuat Aisya merasa jika Nayya terlalu diprioritaskan. Nay juga tidak suka makanan yang hanya terasa sampai tenggorokan, dan paginya sudah menjadi t4i.. Nay juga minta maaf karena Nayya Ais merasa Aisya tak lagi disayang.. “Ujar Nayya membuat Habib meringis dan Fatih yang terdiam menatap niangnya.


”Yasudah. aku mau tidur dulu.. ayo mas kita tidur, dan ini alatnya.”Ujarnya memberikan hadia tadi dengan Habib membuat Habib diam memegangnya.. lalu menatap Fatih dan memberinya.

__ADS_1


Faith diam disana dibuatnya menatap nanar Aisya.. lalu ia mendekat dan memberikan alat alat dan coklat itu ditangan Aisya kuat membuat Aisya yang menangis tertegun.” Kamu kan yang lebih membutuhkan semuanya, jadi pakailah.. pakailah sepuasnya.. karena benar kata Nayya, yang disini itu buta bukan dirinya, tapi kamu.. kamu buta hati..”Ujarnya dingin lalu pergi meningalkan Aisya yang menangis.


__ADS_2