Istri Butaku

Istri Butaku
Sadar


__ADS_3

Come back... Maaf yah jika Typo tapi aku uzaha buat teliti...


Dokter itu tersenyum dengan mirisnya yang berkata " tadi Nona Acha merasakan reaksi kejang-kejang dikarenakan jantungnya yang kurang stabil akibat dari alat pemacu supaya jantungnya kembali berfungsi di dalam tubuhnya. Tetapi Bapak dan nyonya tidak perlu khawatir Karena itu adalah pertanda baik, yang artinya jantung Nona Acha akan berfungsi secara normal kembali." ujarnya dengan bangga.


Tanpa disangka tangan sang suster cantik dibekang Habib dan Nayya terkepal mendengar kabar baik akan Acha. Gadis yang telah membuat pujaan hatinya bahkan tak menatapnya barang sedetikpun itu.. bolehkah ia membenci Acha?


Sedangkan Habib dan nayya disana mendengarnya dengan lirih. “Serius dok? lalu bagaimana keadaan anak saya sekarang?”Tanya Nayya disana cepat. .


“Anak kita Nay.” Gerutu Habib membuat mata Nayya disana berputar karena tak terima. Namun hal yang membuat dokter muda didepannya Nayya itu terkekeh gemas menatap dua insan yang berumur dihadapanya ini.


Ia tersenyum dan berkata.”Tadi ia sempat memuntahkan darah.”Ujarnya disana dengan jujur membuat Nayya dan Habib melotot.”Tapi tenang saja. Itu hanayalah darah beku dan darah kotor dalam tubuhnya Acha. Dan tadi ia smepat sadar sebntar. Hanya saja kesadarannya itu hanya sadar dibawa alam mimpi. Kalian hanya butuh waktu untuk menunggu saat ini.”Ujarnya menjelaskan.


“Lalu bagaimana lagi dok?”Tanya Habib cepat.


Nayya menganguk disana membuat dokter itu berdehem dan menjawab.” Hanya itu. Saya harap ibu dan bapak harap bersabar dengan nona Acha yah. Sebab nona Acha nampaknya sangat lemah dan membutuhkan perlidungan dari kalian.” Ia melirik Ririn dibelakang habib membuat sosok itu menatap sosok dokter muda itu heran. Ada apa dengannya? Kenapa dia yang jadi sasaran ha? Atau.. atau dia tau jika ia punya niat jelek dengan Acha tadi? Jika iya. Dia tau dari mana?


“Ehemm. Dan buat nona Ririn saya minta untuk menjadi susternya nona Acha yah. Sebab nona saya lihat sangat telaten dan yang paling baik dirumah skait ini. suster tau kan jika nona Acha adalah anak dari dokter Rey yang tak lain pemilik rumah skait ini?”Tanya nya dengan tajam membuat Ririn meneguk saliva kering. Ia tak tahu..!! sungguh.!!


Dokter muda itu tersenyum smirk dan kembali berujar.” Dan jika suster gagal merawat dan juga membantu nona Acha. Suster tau kan kosequensinya? Yah... dipecat bahkan tak akan bisa menemui pekerjaan dimanapun..!” Ujarnya disana menekan kata-katanya membuat Ririn pucat pasih disana.


“ Eh kok gitu si?”Tanya Nayya kasihan kepada Ririn. Ia disana kembali berkata.”Jangan gitu dok. Yang namanya keadaan dan juga semua sudah ditakdirkan oleh Allah. Jangan sampai hal itu menjadi beban untuk dia. Jangan diancam dok saya tidak suka begitu.”Ujarnya lembut.


Ririn disana menatap Nayya sendu. Nayya disana segera memeluknya dan berkata.”Kamu jangan khawatir yah. saya yakin kamu bisa jagain Acha anak saya. Dan kamu tidak akan dikeluarkan dari rumah sakit ini. “Ujarnya dengan tulus. Ririn diam mendengarnya kaku, sebab ia baru kali ini dipeluk orang lain.


Bukan..! bukan karena ibunya tak baik ataupun kejam sebagaimana kisah ibu tiri atau ibu yang membuang anaknya..! Tapi ibunya terkesan apatis dan juga tak lembut, tak pernah memeluk dan juga selembut ini. ibunya itu sejujurnya dari ‘Wanita malam’ yang hamil ketika sudah menikah, namun cerai ketika ia dalam kandungan. Ibunya yang masih punya hati nurani itu tak menggugurkanya dan tetap membesarkanya. Hanya saja ibunya tak bisa seperti ibu-ibu lain.


“Hey.. are you oke?”Tanya Nayya pada Ririn yang kaku. Ririn yang sadarpun mengangguk sedang senyum kakunya. Matanya menatap mata Nayya dengan sendu. Bolehkan ia berharap ibunya sebaik ini? ia ingin memiliki ibu yang mengusapnya begini, menatapnya dengan penuh kasih sayang.. Bukan.. bukan karena ibunya menatapnya penuh kebengisan, hanya saja ibunya tak mau menatapnya karena ia anak dari lelaki br3ngs3k itu.


“Saya baik-baik saja nyonya.”Ujarnya dengan desiran darah yang bergetar. Bahkan suaranya nyaris tak terdengar dan bergetar. Ia tersenyum dan berkata.”Saya janji akan menjaga nona Acha dengan baik dan juga mengusahakan semaksimal mungkin.”Ujarnya lagi. jika dipikir-pikir bukankah dengan adanya hal begini ia akan sering bertemu dengan Rian nantinya?


Uhuyyyy atau ia akan dengan mudah membunuh dan menyakiti Acha? Yah yah.. pemikiran yang menarik.


Dokter itu tersenyum mendengarnya.”Yasudah, kesepakatannya sudah selesaikan, sekarang saya undur diri bersama Ririn. Nyonya dan tuan jika ingin masuk silahkan, tetapi harus higenis dan steril yah,”Ujarnya dengan lembut dan menarik tangan Ririn membuat Ririn kaget.

__ADS_1


Nayya mengangguk.”Eh jangan kasar-kasar dokter.”Ujarnya Nayya dan disenyumi dokter muda itu. Habib disana pun menatapnya dengan tatapan aneh.


Nayya mendengus dan menghela nafas.” Yuk mas kita liat Acha. Siapa tau dia udah sadar kan?”Tanyanya disana semangat dan juga heboh. Habib menganguk dengan kekehan.


Sedangkan dokter muda itu menyeret Ririn dengan cepat membuat Ririn meringis dan juga memberontak. Sampai didepan ruangan dokter itu ia menghempaskan tangan Ririn dan menatapnya tajam. Ririn meringis dan menatapnya dnegan lirih.” Kamu lihatkan bagaimana baiknya keluarga itu dan bagaimana sayangnya mereka dengan gadis muda itu?”Yang dimaksunya ‘Gadis muda itu adalah Acha’ ia menatap Ririn tajam.


Ririn menghela nfas dan berkata.”Maksudnya apa si dok? saya melakukan kesalahan apa emang? Dan kenapa harus saya yang ditarik dan diseret? Sakit.”Cicitnya menatap lengannya yang memerah. Yah dia itu putih dan bisa dijamin akan bertanda untuk semeinggu kedepannya.


Dokter itu tersenyum smirk.”Saya tau semuanya, kamu mau berniat buruk dengan dia tadi kan..!” Ujarnya membuat Ririn melotot dan menatapnya gelagapan. Dokter itu mengangkat tangannya dan berkata.”Jika terjadi suatu hal yang buruk pada dia. Kamu orang pertama yang akan saya cari, dan perkataan kamu didalam ruangan Acha tadi akan saya buat menjadi bukti jika kamu dalangnya..!! jadi jika kamu sayang dengan pekerjaan dan karir kamu lebih baik berfikir secara baik yah.”Ujarnya. Ririn mau menjawab namun dokter itu pergi.


Namun ketika mau masuk dokter kembali berkata.”Kamu juga harus ingat jika ibu kamu juga punya hutang dirumah sakit ini..!! kmu tidak maukan jika pengobatan ibu kamu dihentikan?!!” Tanyanya dan segera menutup pintu.


“Dok..!” Teriaknya tak terima. Namun dokter itu sudah masuk tanpa mau mendengar jawaban dan tanggapan darinya. Ia berdecap dan mendesah.”Siall.. arghh.” Ia menghela nafas kesal dibuatnya.


...----------------...


Dilain sisi ada Nayya yang masuk kekamarnya Acha. Namun disana ia dikagetkan dengan sosok Acha yang sedang menatap langit-langit dengan wajah pucatnya.” Yaampun nak.. Acha sayang kamu bangun?!!” Tanyanya berteriak histeris dan juga segera memeluknya.


Namun disana sosok Acha hanya menatapnya dengan lelah dan juga sendu. Nayya memeluk anaknya sayang. Habib? Ia disana menatap anaknya dengan bahagia dan juga nanar.. anaknya bangun dari komanya adalah suatu anugerah terindah baginya.!!


Namun tangannya tertahan oleh Acha dan menatapnya nanar. Nayya disana menatapnya lirih dan jugamenunggu ucapan Acha.”Ummi jahat.”Ujarnya.


Dugh.. Nayya terdiam mendengarnya. Bibir pucat nan rapuh itu berkata ia jahat? Ada apa gerangan? Kenapa ia dikatakan begitu ha?


Setelah tak lama bibir pucat itu bergetar dengan mata yang menitihkan air mata. Nayya terdiam disana dan menjauh. Acha menutupi wajahnya dan menangis membuat Habib mendekat dan memeluk Nayya.”Nak? kenapa? Umi salah yah maaf. Maafin umi yang enggak bisa jagain kamu yah. gara-gara Umi kamu terluka hiks hiks. Umi memang jahat dan tidak pantas menjadi ibu kalian..!” Ujarnya. Ia menangis yang segera dipeluk oleh Habib yang menggeleng.


Acha semakin menangis membuat Nayya jatuh.”Jangan nangis Umi mohon. Jangan nangis sayang, nanti kamu sakit lagi Umi enggak mau. Umi enggak mau Acha sakit lagi tolong sayang.. jangan nangis yah nak.”Ujar nayya dengan lirih. Ia sangat tau jika Acha tak boleh menangis dan juga tertekan. Ia tak mau kehilangan Acha lagi. cukup satukali saja.


Habib disana segera mengusap kepala Acha sayang dan berbisik.”Sayang jangan nangis lagi yah nak. Liat Umi kamu nangis, Umi enggak salah, yang salah itu Abi. Kenapa abi saat itu enggak bisa jagain kalian seharusnya itu tugas abi. Jangan nangis lagi abi Mohon. Abi sayang Acha, Abi enggak mau Acha sakit lagi. Abi engak mau Acha ngerasaain sakit lagi. abi sama Umi mohon nak. Jangan siksa diri kamu gini, kamu kan baru sadar.”Ujarya lirih.


Acha disana mendengarnya segera menatapnya dengan muka merahnya.”Acha mau minum.,”Ujarnya lirih. Segera Habib ambilkan dan membantu Acha minum. Habib sangat hati-hati dan Acha masih sangat lemah. Bahkan tubuhnya terasa kaku saat ini.


Nayya diam disana menatap anaknya takut, ada sisi bahagia didadanya ketika tau anaknya sudah sadar dan baik baik saja, namun ada sisi remuk ketika anaknya menyalahkanya dan mengatakan ia jahat. Ia gagal menjadi ibu yang baik..!!

__ADS_1


“Sudah hm?”Tanya Habib. Acha Disana mengangguk dengan sesaknya. “Ini sakit.”Ujarnya Acha membuat Habib segera melihat yang dikatakan Acha. Yang ternyata dada yang tempat ia operasi. “Kamu butuh dokter nak? Abi panggilin yah.”Ujarnya cemas dan takut.


Acha menggeleng dengan wajah sedihnya. Habib menatapnya takut.”Loh kok nangis lagi? sakit banget yah. abi panggilkan dokter yah.”Ujarnya mau pergi.


” Abi sakitnya disini enggak ada bandinganya sama sakit kepercayaan dan kekecewaan acha sama kalian.”Ujarnya dengan marah.


Nayya dan Hbaib diam mendengarnya. “Bisa-bisanya abi sama Umi biariin laki-laki masuk dengan keadaan Acha tampa pakek hijab? Acha malu huaa hiks hiks.” Ia menangis lagi dibuatnya.


Nayya disana diam dn Habib menatap Nayya lirih, Acha disana mengusap dadanya.” Acha malu Umi, abi.. hiks hiks. Bagaimana bisa Acha gagal menjaga auratnya Acha? Hiks hiks. Kata Umi jika Acha gagal menjaga aurat nanti Acha bakal masuk neraka.”Ujarnya lirih dengan mata merahnya.”Acha enggak apa-apa kalo masuk neraka sendirian karena kesalahan acha. Tapi kata Umi jika acha gagal maka yang acha sert itu adalah ayah, abi, abang hiks hiks. Acha enggak mau huaa hiks hiks. Kalian semua orang baik acha enggak mau merusak kebaikan dan kesalihan kalian hiks hiks.”Ia menangis dengan sesegukan karena kecewa dengan keadaan.


“Acha tuh udah bodoh, penyakitan, enggak pinter hiks hiks. Cukup didunia aja Acha enggak bisa banggain dan bahagiaan kalian. Tapi jangan sampek Acha jadi penghalang kalian masuk syurga. Acha enggak mau hiks hiks. Umi sama abi Jhaat. hiks hiks.”Ia kembali menangis lagi dengan lirihnya. Wajahnya penuh dengan air mata.


“Huuss sayang kamu bilang apa si nak?”Tanya Nayya dengan muka merahnya. Ia mengusap pipi anaknya yang pucat. Acha menatap wajah ibunya dengan sendu. Nayya disana mengusap kepalanya lembut dan berbisik.” Tidak ada yang mampu menentukan siapa yang masuk surga dan siapa yang paling sholeha didunia ini, siapa yang akan mendorong dan siapa yang akan membawa kita kesyurga maupun keneraka. Enggak ada sayang termasuk kamu..”Ujarnya.


“Ada Umi..ada.. k hiks hikk.” Acha menatap ibunya dengan mata sendunya.” Ada.. kalo anaknya tidak bisa baik dan juga menjaga auratnya. “Ujarnya lirih.”Umi sendiri yang larang Acha gitu sedari Acha kecil. “Ujarnya dengan lirih lagi.


"Tapikan acha lagi sakit sayang. Kamu kemarin operasi sayang jadi mangkanya baju kamu sedikit terbuka itupun pakek kain kok sipaya lukanya ceptlat kering.”Ujar Nayya membujuk anaknya lembut.”Dan kenapa enggak pakek hijab karena supaya oksigen dan juga beberapa alat medis yang Umi enggak tau itu bisa dipakein ke kamu sayang, lagian kamu ileran karena repeoduksi air liur dan juga otak yang tidak berfungsi dengan baik jadi jika dipakek nanti jamuran dan kamu bisa sakit. “Ujar Nayya lagi lirih.


Acha menatap Uminya dengan sendu.” Dan kenapa ada dokter laki-laki itu karena hanya dokter itu yang bisa rawat kamu, selebihnya dokternya yang oprasiin kamu itu dari luar dan mereka tidak bisa stay disini, tapi kemarin-kemarin dokter cewek terus kok yang rawat kamu.”Ujar Nayya serius lagi.”Acha jangan nangis lagi. Allah maha tau kok, sekarang Acha sehat dulu terus acha harus kut biar nanti bisa pakek hijab lagi. kan luka didada acha juga belum kering jadi enggak bisa kena kain sembarangan harus higenis,.”Ujarnya disana.” Biar acha cepat sadar dan membaik. Hanya itu.”Ujarnya sendu kepada Acha sang anak.


Acha disana pun menatap Uminya dengan sendu dan pandangan redup. Tak berselang lama ia menutupi matanya membuat Nayya panic.”Eh acha kenapa? He kamu engak apa-apa kan?”Tanyanya dengan kaget.


“Ngmm..”gumam Acha yang ternyata tertidur.


Jantung Nayya terasa terhenti sebenarnya. Ia menghela nafas memeriksa nafas anaknya. Habib pun mengusap pipi anaknya.. ia menatap istrinya dan memeluknya dengan erat. Nayya masih lemas dan juga tidak paham. Ia diam merasakan tangisan Habib dipungggungnya.


Habib bergumam.”Terimakasih sudah mendidik anak kita dengan begitu baik.. terimkasih. Kamu hebat.”Gumamnya yang masih terdengar oleh Nayya. nayya disana pun menangis sebab tak mampu berucap jika ia ibu yang gagal karena tak bisa menjaga anaknya.


Lihatlah ia akan mencari Khumairo.. dan akan menuntut balas..!!!


.


.

__ADS_1


Pesannya. " Ketika kita tak bisa menutup aurat secara sempurna,itu sebenarnya Orang tua yang gagal menjadi orang tua yang baik atau diri kita yang gagal menjadi anak yang baik???"


__ADS_2