
Kamu yakin Bu mau ikut Rey keUAS kembali? Kamu enggak mau sama abi aja disini?” Tanya kyai Abu kepada Abu yang Nampak membereskan peralatan dan juga baju-bajunya. Ditemani oleh Raja dan juga Nichol dirumah Habib. Yah dia memang sudah pulang pagi yadi namun ia diberi kabar oleh Rey jika mereka akan pindah malam nanti setelah akad nikah bersama Nayya(ralat si tepatnya rencana nya selesai). yah Abu tau pernikahan itu tapi ia tak dibolehi beri tahu kepada Habib. Abu tak tahu tapi ia ikut saja karena katanya demi kebahagiaan nayya ibunya.
Abu disana diam dan melirik Kyai Abu dan Umi Anna. Ia disana menyenduh, sosok kedua orang tua Habib sangat baik dan juga menerimanya apa adanya. Ia juga sangat menyayangi kyai Abu dan juga Umi Anna.
Tetapi mereka hanya sibuk saja, jadi ia cukup jarang bertemu dan juga bermain bersama. Jadii mangkanya begini. Ia dilemah jika begini, tetapi mengingat Rey dan juga keluarga Rey,, keluarga Rindu yang menyayanginya dan juga selalu ada waktu untuknya membuat rasa pergi menggebu-gebu. Lagian ia juga tak ingi disini terlalu lama. Ia tak lagi ingin bertemu keluarga ibunya dan juga tak ingin lagi terjerat dalam masalah. Bisa dikatakan jika dirinya trauma. “Abi tetap akan pergi Nik. Kik.. maafin Abi yah.. nanti Abi akan sering kesini kok untuk jenguk akik sama ninik.”Ujarnya membuat kyai Abu dan umi Anna saling lirik.
Jujur saja mereka sangat menyayangi Abu, merasa Abu cucunya sendiri meski ia bukan anak kandung Habib. Tapi bagaimana lagi jika itu pilihannya? “ Tapi kenapa mau pergi? Apa ninik sama akik ada salah sama Abi?”Tanya Umi Anna mengusap kepala Abu sayang.
Abu menatapnya dan juga menggeleng cepat.”Tidak. abu hanya suka saja dinegara USA. Kan disana Abi ingin menuntut ilmu, Abi juga tiak ingijn menemyi masalah kik.. Nik.. Abi mau hidup bahagia.”Gumamnya disana lirih dan juga menyenduh.
Kyai abu dan Umi Anna saling lirik dan juga menghela nafas dibuatnya. “Jika itu pilihan Abi. Ninik tidak bisa memaksa. Tapi asal Abi tahu jika kami sangat menyayangi Abi dan kami akan selalu terbuka untuk nerima Abi. Abi cucu kami., kami sayang Abi, dan kamu berhak atas rumah dan juga pesantren ini. nanti pulang yah nak.”Ujar Umi Anna sayang dan juga sendu pada sang cucu.
Abu mengangguk disana. Kyai Abu pun mencium kepala Abu dan tersenyum sendu.”Nanti janji sama Akik yah jika pulang dengan keadaan yang sudah bergelar dan sehat selalu. Bila perlu bawa seseorang untuk dikenalkan kepada kami.”Ujarnya disana membuat Abi mengangguk dengan sendu dan menangis. Alay si tapi yang namanya perpisahan tidak ada yang tidak menyedihkan. semuanya menyakitkan dan juga merelahkan. Akh ralat, perpisahan itu adalah dipaksa untuk terbiasa bukan ikhlas..
Habib menatapnya dari ujung kamar, matanya disana memerah dan juga terdiam.. memanas dan juga meredam, kenapa ia harus kehilangan Abu? Bolehkah ia egois? Ia tak ingin kehilangan Abu. Ia menyayangi Abu. Dadanya memanas hingga tak mampu berkata apapun. bahkan menemui Abu saja ia tak sanggup. Tapi harus bagaimana lagi jika ia memang tak pantas untuk mempertahankan dan juga meminta untuk Abu supaya tetap berada disisinya.
Sisi lain sosok Nayya sudah pulang dari rumah sakit, ia sudah sembuh dan dikagetkan dengan rumah yang sudah ramai dengan orang, disisinya ada Rey yang menyetir membuat ia bertanya-tanya. Ada apa ini? kenapa bisa ramai? Dadanya menyesak hendak keluar namun ia ingat jika sebenarnya kan besok adalah hari akadnya Nayya dan Rey membuat fikirannya kosong.
“Kamu sudah menikah dengan Vano bukan saya.”Ujar Rey membuat nayya melotot dan menatap Rey dengan tanda Tanya. Rey disana kembali berkata dikalah mobilnya ia hentikan tak jauh dati rumah Nayya.”Ayahmu meninggal di kalah kejadian itu karena kebanyakan kehilangan oksigen.” Ujar Rey membuat dada Nayya tertikam belati.. sungguh ia tak percaya.
“Mas jangan main-main dengan ucapan..!!!! Saya ingat jika dua hari yang lalu dia baik-baik saja dan juga menjenguk saya. Dia tidak mungkin pergi, lalu siapa yang menikah? Saya dan mas? Mas saya memang mau mas jadi suami saya tapi saya sadar jika mas hanya milik mbak Rindu.. jangan mengada-ada..!!!”| Ujarnya dengan hati yang mendesak hingga melabur.
Rey disana menatap Nayya dan juga kembali berkata.”Dia memang sempat selamat dan menjenguk kamu Nay, tetapi itu adalah kesempatan terakhir bagi dia. Mangkanya dia mau jenguk kamu.”Ujar Rey dengan nanar membuat nayya disana menitihkan air matanya., hatinya kosong, hampa, semuanya gelap dan blank. Ia kehilangan arah. Sosok Arga? Ia dibelakang menangis juga. Ia sudah tau kakeknya sudah meninggal dikalah itu.
Rey disana menitihkan air mata dna berkata.” Dia sangat menyayangi kamu Nay, bahkan hingga ia meninggalkan sekalipun yang pertama yang ia ingin lihat itu kamu. Ia tak peduli jika ia tak bisa berjalan, ia tak peduli ketika ia sakit. Tapi yang ia tau ia hanya ingin kamu. Ia hanya ingin melihat kamu. Dia ayah yang sangat baik Nayy.. dia ayah idaman untuk semua wanita dimuka bumi ini.. kamu beruntung.”Ujar Rey ikut menangis. Ia ingat bagaimana ayah Nayya yang berusaha tersenyum dan juga menahan sakitnya untuk melihat Nayya dan ketika keluar dari ruangan Nayya ia kehilangan nafasnya. Sungguh.
Nayya memukul dadanya menangis sesak. Arga disana segera mendekati ibunya dan memeluknya.” Kenapa kalian tidak memberitahu ku..!! kenapa kalian jahat kepadaku hiks hiks. Ayah.. ayah Nayy hiks hiks.” Ia menangis dengan nanar.. suaranya serak disana.
__ADS_1
Rey mengeleng. "Ayahmu TIDAK MAU KAMU BERSEDIH., KARENA KESEDIHAN KAMU TERLALU BANYAK Nay, dia tidak lagi mau melihat kamu menangis. Kamu bidadari kecilnya, dia tak ingin kamu bersedih. Dia mau kamu bahagia..” Ujarnya Rey disana menggeleng menyadarkan Nayya. nayya tetap menangis dan juga meraung mengingat wajah ayahnya. Ayahnya sangat menyayanginya.
“Ayah Nay juga sayang ayah hiks hiks. Maafin Nay yah yang udah diemin ayah selama dua minggu ini yah hiks hiks. Nay janji yah Nay enggak akan diem ayah lagi yah hiks hiks. Tolong yah Nay sayang ayah. Nay mau peluk ayah..” Gumam nayya menyesal. Karena memang sudah dua hari ini ia mendiami ayahnya yang ia anggap egois dan memilih kebahagiaan Nayya bukan? Ia egois dan juga ia kejam mematahkan harapan nayya.
Rey disana mengeluarkan surat dikantungnya dan memberikan pada Nayya. nayya melihatnya pun mengambilnya,.”Itu surat dari ayahmu.. baca lah..”Ujar Rey menatap lain arah. Ia diisana ikut menangis dibuatnya
Nayya membukanya cepat diselah mata yang memburam. Ia mengusap hidungnya yang basah dan juga tersumbat. Ia disana mengusap pipinya dan bergumam membacanya. “ Dearr putri kecilku.. dari ayahmu yang Egois..” Dari awalannya saja Nayya sudah kembali menangis dan juga tak kuat,
“Ayah PALING BAIK, AYAH MEMANG EGOIS, BANGET... AYAH MEMANG SANGAT EGOIS NINGGALIN NAYYA KAYAK GINI HIKS HIKS. Nanti kalo ada yang nyakitin Nayya siapa yang bakal lindungin nayya. siapa yang nakal peluk dan pukul orangnya.. ayah egois banget."Gumam Nayya disana tak kuat membaca teks itu.
Matanya kembali membaca surat itu sembari membayangkan wajah ayahnya.
“ Maafin ayah yah Nay.. ayah dua minggu ini enggak bisa tidur nyenyak karena kamu diamin ayah, tapi tidak apa, selagi kamu bisa bahagia. ayah tidak apa jika kamu benci ayah dan menganggap ayah egois, karena ayah enggak mau kamu kembali bersama Habib. Ayah sangat tidak ikhlas putri kecil ayah harus disakiti kembali. Ayah mau nay bahagia. kadang kita memang harus menentang hati kita dan harapan kita Nay. Kita harus keluar dari apa yang kita anggap cukup Nay. Sebab ayah laki-laki. Ayah tau., bahkan sangat tau jika lelaki yang sedari awal saja tidak mampu menjaga dan juga mempertahakanmu maka ia tak pantas untuk dimaafkan.”
“ayah akan memaafkan kesalahan apapun darinya Nay, tapi tidka dengan pengkhianatan, tida dengan kami yang hampir kehilangan kamu Nay. Bahkan kamu tidak tahukan bagaimana rasanya ayah kehilangan kamu dulu? Kamu tidak tahukan hancurnya hati ayah ketika tau kamu disakiti oleh lelaki lain sedangkan ayah mati-matian untuk membahagiakan kamu nak? Ayah sayang kamu.” Nayya ke,bali menangis mengusap pipinya tak kuat membacanya.
“ Ayah pergi tapi tak ingin kamu kembali bersamanya. Maafkan ayah yang egois ini nak, menikahi kamu dengan lelaki lain tanpa sepengetahuan kamu. Abi ingin kamu bahagia, terima di ayah sayang, abi yakin dia bisa membahagiakan kamu. Ayah sudah tidak bisa jaga kamu, tidak bisa peluk kamu ketika menangis, ayah harap nanti dia mampu menjaga kamu dan membahagiakan kamu. Ingat yah sayang. pilihan abi hanya untuk kamu supaya kamu bisa bahagia, supaya kamu bisa kembali hidup dengan orang yang mampu bertanggung jawab nak. Didunia ini ada banyak lelaki tetapi tidak banyak lelaki yang mampu memegang kata-katanya, ada banyak lelaki yang tidak mampu memegang janjinya dan bertanggung jawab. Ayah hanya ingin kamu memiliki yang terbaik. Semoga bahagia anakku. Ayah mu yang egois ini sangat mencintaimu.””Ujarnya membuat nayya menitihkan air matanya dan terkekeh sedih akan hidupnya.
Nayya diam, ia tak mau menanyakan siapa orang itu meksi ia bertanya-tanya siapa. “Perenikahan itu tidak sah, saya belum menerimanya, saya berhak tau siapa yang menikahi saya dan siapa yang menjadi sosok yang ayah saya pilih.”Gumamnya serak.
Rey disana menggeleng.”Perenikahan itu sah, karena diwakilkan oleh ayahmu dan diberi mahar serta semua persyaratan yang cukup. masalah hubungan kamu dengan Habib? Kamu lupa janjinya dulu? “Ujar Rey.”Saya harap tidak meski saya jelaskan lagi tentang ini?”Tanya Rey dengan lembut.
Pasti disini ada banyak yang bertanya sejujurnya pernikahan Nayya dan Habib itu sudah cerai atau belum? Sejujurnya kalo dari Dosen aku sendiri dari dosen Syiasa hukum keluarga mengatakan jika selagi sosok lelaki atau suami belum mengatakan menjatuhkan talak maka mereka tidak akan bercerai. Tetapi ada hal lain juga dan hukumnya juga yang membuat mereka bercerai. Kalian ingat bukan jika dulu Habib berjanji jika ia mengkhianati Nayya maka ia akan menerima untuk berpisah kepada Nayya. peringatan itupun berkali-kali.
Dan yang namanya perjanjian itu adalah sakral. Tak bisa dielak dan tak mampu dihilangkan jika mau tak mau habib telah menalak Nayya,
Sedangkan pernikahan tanpa diterima atau ditolak oleh seorang wanita? Jawabannya ketika pernikahan itu diwakilkan sah dari ayah atau wali wanita maka hukumnya sah. Ada banyak yah yang harus kita pelajari tentang hukum Nikah, Cerai, Talak dan sebagainya. Karena Hukum yang kita kenakan atau hukum yang kita pakai saat ini ada banyak yang tidak kita pahami dan juga perbedaan.
__ADS_1
Contohnya saja, ada banyakkan orang yang bercanda mengenakan kata Talak? Tanpa ia sadari ucapannya mampu menjadi nyata.. dan tanpa mereka sadari mereka sudah berpisah. Ada juga yang berbohong. Atau salah satu dari pasangan itu berbohong mengatakan jika ia lajang(tepatnya kaum laki-laki) maka tanpa ia sadari ia sudah hara menggauli istrinya, ia sudah menalak istrinya. Mudah bukan? Dilihat tak masuk akal. Tapi memang begitulah sesungguhnya. Pernikahan adalah hal yang sakral dan sangat-sangat suci.. sangat terikat dan tidak bisa diajak bermain-main dan bercanda.
Lalu bagaimana dengan wanita yang sudah dinikahi oleh ayahnya tanpa sepengetahuannya apakah itu sah? Yah kembali pada syaratnya. Jika sah maka ia akan sah. Kalian pasti berfikir”Bukanya syarat sah menikah itu adalah sepakat atau adanya dua pasangan, baik pasangan wanita dan juga prianya. Tapi sejujurnya itu yang dimaksud ada itu yah kedua nya ada, atau nyata. Atau memang ada dan juga hidup. Ini ada banyak tafsiran dan juga lainnya yah
Ada banyak yang harus kita pelajari sesungguhnya. Sebenarnya aku selaku Author juga tidak terlalu banyak paham dan tahu tentang pernikahan, sebab aku ambil jurusan syiasah tau Hukum islam bukan hukum keluarga. Tapi dari sini jika ada kesalahan saya minta maaf, semoga kita sama-sama ingin mendalami dan belajar lebih besar lagi agama islam. Sesungguhnya ada banyak yang belum kita ketahui, ada banyak yang harus dicari tahu. Jadi buat kalian yang akan menikah atau sudah menikah semoga bisa jadi pelajaran, bisa juga dibuat peringatan. Semarah apapun, sebercanda pun maka jangan pernah menyangkut paut atau mempermainkan ikatan pernikahan kalian. Cimiwiw semoga kita semua bisa mendapatkan jodoh yang baik dan juga bertanggung jawab.
Back pada tofik.
Disana Nayya menatap Rey dengan tatapan nanarnya. “Jadi say-saya sekarang sudah menikah? dengan siapa Rey? Dengan mas Habib? Aju rasa tidak mungkin karena ayah sangat membencinya.”Gumamnya disana nanar dan tak percaya.
Rey menjalankan mobilnya menuju rumah nayya."My be. Dia sebentar lagi akan menjemput kamu kok diluar. Kamu temui saja dia dan pergilah ke makam ayahmu. Kamu banyak salah pada ayahmu. Bagaimana bisa kamu mendiamkan ayahmu sejauh itu. “Ujar Rey membuat hati Nayya mengecil dan sakit. Rasanya bagaikan ditusuk dengan belati. Sungguh ia tak menyukai hal ini.
Nayya terdiam menatap langit. Ia tak kuat hingga menangis tak terhenti. Sampai mobil Rey berhenti dihadapan rumahnya ia tak lagi mampu membendung air matanya. Matanya tak mampu diajak kompromi. Ia memukul kepalanya sendiri.”Umi.. sabar mi.. kakek tidak suka Umi menangis.”Ujar Arga disana tak tega melihat Nayya. rey disana hanya diam menatapnya. Mau menenangkan tapi mereka bukan makhrom.
Diujung sana ada sosok yang menatap mobil Rey. Ia mendekat dengan ibu Nayya disampingnya. Rey membuka mobil Nayya menampilkan nayya yang sudah menangis, mata Nayya bersitatap dengan mata ibunya yang pucat dan mengenakan hijab disana.”Ibu....”Teriaknya mendekati ibunya. Ibunya segera menyambutnya dan memeluknya. Ia memeluk nayya dengan erat.”Ayah buk hiks hiks. Ini bohong kan bu?”Gumamnya nanar dan tak terima. Ibunya menggeleng dengan nanar.,”Ibu bilang kalo ini bohong..”Teriaknya disana tak terima.
Ibunya tetap menggeleng.”Ikhlskan nak. Ayahmu memang sudah tiada.. jangan bersedih.”Ujarnya. tubuh Nayya terlemah disana hingga ibunya menyanggah tubuh anaknya.. “Nakk hilks hiks. Jangan begini..”Gumam ibunya tak mau menatap anaknya semen derita ini.
Nayya disana menutupi wajahnya dengan tubuh yang lemah. Disisi lain sosok lelaki yang sedari tadi menatapnya diam. Ia mendekat dan juga menyambut tangan nayya untuk berdiri.
Nayya menghempaskannya.”Bu. kenapa ayah pergi hiks hiks. Maafin Nayya buk. Maafin nayya yang marah, nayya janji bakal bahagia tapi jangan pergi tolong..”Ia menggigit tangannya sendiri tak kuat menangis.
Ibunya menggeleng memeluk anaknya. ia juga terpukul tapi harus bagaimana lagi? tubuh Nayya melemah karena belum sehat terlalu. Sosok Vano suaminya Nayya disana segera menariknya dalam pelukan. Namun nayya disana memberontak.”jangan sentu saya. Kamu siapa?”Gumam Nayya disana samar-samar.
Vano disana melirik Rey sebentar.”Saya suami kamu sekarang.. “Ujarnya.. namun mata Nyaya sudah lemah. Tubuhnya seakan terbang keudara. Ia sangat lemah bagai darahnya sudah tak lagi berdesir ditubuhnya. Ia samar-samar mendengarnya dan terjatuh.
“Bawa dia kedalam.”Ujar Rey. Rey disana menghela nafas dan juga menatap ibu Nayya sendu. Semua masuk dengan nayya dalam gendongan Vano. Arga? ia disana segera membantu Vano untuk masuk dan juga menidurkan nayya. pertanyaanya apalah anak-anak nayya tau ia sudah menikah? Maka jawabannya iya, sebab mereka juga tak lagi menyetujui Habib yang menjadi suami ibunya. Yang dibutuhkan seorang wanita itu bukan hanya cinta..!! tapi pebuktian..!! tapi action..!! dan juga perilaku..!!! jika mengandalkan cinta saja maka tidak akan membuat hidup kalian bahagia..!!!
__ADS_1
Setelah nayya diantar kedalam. Vano disana sibuk menyuruh beberapa orang mengambil minyak kayu putih, lalu dengan wajah tenangnya ia mengoleskan minyak angin itu dihidungnya Nayya. Ia mengusap kepala Nayya dengan sendu. Ia bisa merasakan jia Nayya memiliki tekanan.”Panggilkan dokter untuk menenangkan nayya..”Ujarnya pada pada orang disekitarnya.
Rey mengangguk dan menghubungi seseorang. Vano diam menatap wajah nayya. iya... dia ayahnya lala. Dan yang menyelamatkan nayya. ia tak menyangkah bisa menikahi nayya. ia sendiri kaget dimana Ketika ia sudah bercakap dengan Rey ia dikagetkan dengan Rey yang menariknya dan mengajaknya keruangan ayah nayya. ayah Nayya kritis dikalah itu. Rey bertanya apakah ia hendak menikah dengan Nayya maka ia pun menjawab iya tanpa tahu karena memang ia menyukai nayya sedari awal ia bertemu, tanpa ia sadari lagi jika ayah Nayya disana segera menyetujuinya ketika Rey mengatakan jika ia lelaki yang tepat. Ia yang disana tak tau apapun itu menikahi nayya dimalam dan detik itu juga. Ada sedikit keraguan, yakni takut Nayya tak menerimanya. Tapi ia akan berusaha dan ia yakin jika nanti nayya akan menerimanya.