Istri Butaku

Istri Butaku
Kenapa


__ADS_3

Nayya mengangguk. ”mbak Rindu keras,. Punya TV Tapi dihidupnya satu kali dalam seminggu, punya uang tapi tak pernah ia keluarkan jika anaknya tidak ada usaha mendapatkanya, ia itu keras jika mau apapun harus diimbalkan dengan hafalan meksi begitu ia tak lengah memberikan motiivasi dan juga dorongan untuk anak anaknya dsn juga anak kita. Meski begitu ia tak lupa memberi kasih sayabg yang luar biasa. "Ujarnya Nayya tersenyum "Jadi wajar saja jika anak anaknya semua berhasil."Lanjutnya lagi.


Habib mengangguk paham dibuatnya. "Ditambah sedari bayi anak anaknya tidak disematkan akan hal duniawi, diajarkan akan agamis yang kuat dan akhlak orang tua yang baik. Sebagaimana pula perilaku ia yang baik pastinya diikuti oleh anak anaknya. " Lanjutnya lagi.


Sebagaimana kisah nya, Kalian pernah dengar? jika suami jahat dan istri biak dan dikejar ama anaknya akan jadi anak sholeh sama seperti ibunya. Tapi jika ayahnya sholeha dan ibunya yang tak baik biasanya anaknya akan ikut sebagaimana ibunya dan ikut yak baik.


Mau bukti? Lihatlah kisah nabi Musa yang dibesarkan Asyia isyri Firaun? maka anaknya Musa menjadi nabi, atau kisah nabi Luth yang shole tapi mmeiliki anak yang jahat karena apa? karena istrinya jahat dan gagal menjadi istri yabg baik.


Mangkanya wanita itu adalah cerminan masa depan anaknya masa depan, jika ibunya hobbi berkata kasar maka anaknya juga akan suka berkata kasar, jika ibunya suka ibadah san mengaji percayalah jika anaknya juga akan suka mengaji. karena apa? karena kebiasaan sedari mereka kecil, pengetahuan dan penanaman nilai yang baik.


Sebab sikap dan sifat itu terbentuk sedari kecil... ! Mangkanya jadilah orang tua yang baik dan juga cerdas untuk masa depan yah..!


.......


Suasana ramai dirumah rindu sangat menghibur semuanya termasuk Acha dan juga Arga. mereka bercerita dan tertawa bersama hingga lupa waktu. " Bunda kok Umi enggak diajak si? " Tanya Acha Disana kepada Rindu.


Rindupun tersenyum "Bunda cuma mau ayah Dan ibu kalian bisa memiliki waktu, jika tidak begini pasti sulit mendekati mereka. "Ujar Rindu. Acha membulatkan bibirnya dan mengangguk.


"Oh jadi gitu.." Gumamnya. "Bunda-bunda mau tanya lagi. Kenapa si kita harus puasa? Aja capek puasa terus,terus bagaiman si seharah puasa itu asalnya didalam islam.. ? Kok bisa ada hal yang begini? "Gunanya mengeluh. padahal sedari dulu ia sering mengeluh.


Rindu menatapnya dan tersenyum. "Biar Kak Rian saja yang jawab. Rian kenapa?? " Tanya Rindu. Rian menatap Rindu tak terima namun Rindu abaikan sebab tau jika dia memang tak dekat dengan Acha.


"Bun-" Cicit Acha takut.


Rian menghela nafas menatap acha lalu menjawab " Sebelum Islam, puasa dengan berbagai variasinya telah dilakoni oleh masyarakat dari berbagai kebudayaan. Mengutip buku Rahasia Puasa Ramadhan karya Al Jibouri dan Maliki Tabrizi (2002), bangsa Yunani terbiasa berpuasa sebelum terjun ke medan peperangan.


Sedangkan bangsa Romawi menganggap puasa dapat memberi kekuatan fisik serta mengajarkan kesabaran dan ketabahan. Itu merupakan dua prasyarat yang dibutuhkan untuk memenangkan pertempuran. " Ujar Rian dengan helaan nafaa "Jadi puasa sebenarnya bukan hanya agama islam saja yang melaksaknannya tapi juga banyak agama lainnya sebelum kita. Jadi jangan mnehalahkan agama islam sebab islam mengajarkan kebenaran."Ujarnya. Acha meringis dibuatnya, Ia takut.


Tiba kembali bicara "puasa Ramadhan diwajibkan kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya pada bulan Syaban tahun kedua Hijriah. Kala itu Rasulullah mulai membangun pemerintahan yang berwibawa di Madinah. Puasa sangat penting artinya dalam membentuk manusia yang dapat menerima dan melaksanakan tugas-tugas besar dan suci.


Perintah berpuasa ini ada dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi:


Artinya: "Hai, orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."


Ash Shaduq Amali, seorang pakar fikih mengutip hadits dari Ja'far bin Ali bin al Hasan bin Ali bin Abdullah bin al Mughirah al Kufi yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat:

__ADS_1


“Maukah kalian kuberi tahu tentang sesuatu, yang mana jika kalian melakukannya, kalian akan dijauhkan dari setan sejauh jarak antara timur dan barat?"


Para sahabat menjawab, “Mau, beritahukanlah kepada kami."


Rasulullah berkata, "Sesuatu itu adalah puasa. Puasa mampu menghitamkan wajah setan, sedangkan sedekah mampu mematahkan tulang punggung setan. Cinta karena Allah dan membantu orang-orang lain dalam melakukan perbuatan-perbuatan baik mampu memutuskan buntut setan, sedangkan memohon ampunan Allah dapat membelah tulang belakangnya. Bagi segala sesuatu ada zakatnya, dan zakat tubuh adalah puasa."


Tidak ditemukan penjelasan eksplisit mengenai alasan mengapa puasa diwajibkan pada bulan Ramadhan dan bukan di bulan-bulan lainnya. Namun memang di bulan kesembilan dalam kalender Hijriah ini terdapat peristiwa-peristiwa penting seperti turunnya wahyu pertama Nabi Muhammad pada 17 Ramadhan dan adanya malam Lailatul Qadar.


Dari buku Misteri Bulan Ramadhan tulisan Yusuf Burhanudin, sebelum ayat yang mewajibkan puasa turun, umat Islam biasa berpuasa pada hari Asyura 10 Muharram. Saat Nabi SAW tiba di Madinah setelah hijrah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa setiap tanggal tersebut.


Rasulullah bertanya alasan mereka berpuasa. Orang- orang Yahudi kemudian menerangkan bahwa 10 Muharram merupakan hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari kejaran Firaun.


Nabi Musa pun berpuasa di tanggal tersebut sebagai bentuk syukur kepada Allah. Nabi Muhammad kemudian memerintahkan agar umat Islam berpuasa pada tanggal 10 Muharram.


Pada awal diwajibkannya puasa, kaum Muslimin berpuasa hingga Maghrib. Setelah berbuka mereka masih diperbolehkan makan, minum dan bersetubuh hingga menunaikan shalat Isya dan tidur.


Usai menunaikan shalat Isya' dan tidur, mereka tidak diperbolehkan melakukan hal-hal tersebut hingga tiba saatnya waktu berbuka. Ternyata praktik ini memberatkan sebagian orang sehingga banyak yang melanggarnya.


Allah SWT kemudian menurunkan surat Al Baqarah ayat 187 yang artinya:


Sedangkan bangsa Romawi menganggap puasa dapat memberi kekuatan fisik serta mengajarkan kesabaran dan ketabahan. Itu merupakan dua prasyarat yang dibutuhkan untuk memenangkan pertempuran.


Melansir kemenag.go.id, puasa Ramadhan diwajibkan kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya pada bulan Syaban tahun kedua Hijriah. Kala itu Rasulullah mulai membangun pemerintahan yang berwibawa di Madinah. Puasa sangat penting artinya dalam membentuk manusia yang dapat menerima dan melaksanakan tugas-tugas besar dan suci.


Perintah berpuasa ini ada dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Artinya: "Hai, orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."


Ash Shaduq Amali, seorang pakar fikih mengutip hadits dari Ja'far bin Ali bin al Hasan bin Ali bin Abdullah bin al Mughirah al Kufi yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat:


“Maukah kalian kuberi tahu tentang sesuatu, yang mana jika kalian melakukannya, kalian akan dijauhkan dari setan sejauh jarak antara timur dan barat?"


Para sahabat menjawab, “Mau, beritahukanlah kepada kami."

__ADS_1


Rasulullah berkata, "Sesuatu itu adalah puasa. Puasa mampu menghitamkan wajah setan, sedangkan sedekah mampu mematahkan tulang punggung setan. Cinta karena Allah dan membantu orang-orang lain dalam melakukan perbuatan-perbuatan baik mampu memutuskan buntut setan, sedangkan memohon ampunan Allah dapat membelah tulang belakangnya. Bagi segala sesuatu ada zakatnya, dan zakat tubuh adalah puasa."


Tidak ditemukan penjelasan eksplisit mengenai alasan mengapa puasa diwajibkan pada bulan Ramadhan dan bukan di bulan-bulan lainnya. Namun memang di bulan kesembilan dalam kalender Hijriah ini terdapat peristiwa-peristiwa penting seperti turunnya wahyu pertama Nabi Muhammad pada 17 Ramadhan dan adanya malam Lailatul Qadar.


Dari buku Misteri Bulan Ramadhan tulisan Yusuf Burhanudin, sebelum ayat yang mewajibkan puasa turun, umat Islam biasa berpuasa pada hari Asyura 10 Muharram. Saat Nabi SAW tiba di Madinah setelah hijrah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa setiap tanggal tersebut.


Rasulullah bertanya alasan mereka berpuasa. Orang- orang Yahudi kemudian menerangkan bahwa 10 Muharram merupakan hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari kejaran Firaun.


Nabi Musa pun berpuasa di tanggal tersebut sebagai bentuk syukur kepada Allah. Nabi Muhammad kemudian memerintahkan agar umat Islam berpuasa pada tanggal 10 Muharram.


Pada awal diwajibkannya puasa, kaum Muslimin berpuasa hingga Maghrib. Setelah berbuka mereka masih diperbolehkan makan, minum dan bersetubuh hingga menunaikan shalat Isya dan tidur.


Usai menunaikan shalat Isya' dan tidur, mereka tidak diperbolehkan melakukan hal-hal tersebut hingga tiba saatnya waktu berbuka. Ternyata praktik ini memberatkan sebagian orang sehingga banyak yang melanggarnya.


Allah SWT kemudian menurunkan surat Al Baqarah ayat 187 yang artinya:


“Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu.


Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.” Ujarnya Rian menjelaskan secara detail masalah puasa.


Acha tak paham harus mengangguk, ia tak berani membuat Rey tergerak kencang. " Rian liat muka Acha pucat liat kamu. "Ujarnya tergerak.


Rian menatap Acha dengan Helaan nafas "Acha paham? " Tanyanya. Acha menggeleng lemah membuat Kedua orang tua Rian tertawa.


"Sabar... "Ujarnya Rindu terkekeh.


"Iya Kak. "Ujar Raja Disana terkekeh.


Acha memilih hujan bawahnya hingga ia mendongak menatap Rian yang bicara. "Nanti saya akan bimbing kamu, mangkanya cepat tamat biar saya tidak punya skat untuk bicara dan dekat dengan kamu."Ujar Rian. semua diam mendengarnya.. Maksudnya? sedNgkan salah Rian nampak tak berdosa setelah mengatakan hal itu.


.


.


.

__ADS_1


Weeyy besok mau lebaran?


__ADS_2