Istri Butaku

Istri Butaku
Ketahuan


__ADS_3

...cinta itu bujan tentang terbalaskan tapi tentang kamu yang menatapnya diri jauh namun mampu membuatmu susah tidur... Rindu...


.


.


.


.


Acha yang bercerita tentang cincinya kepada Nayya. nayya yang menatapnya bingung. Sebab cincin itu sangat cantik, dan kata Rindu jika Rian tak mengenakan uangnya sepeserpun, sebab disana Rian kerja..!! yah Rian mandiri dan mengenakan uang yang Rindu dan Rey berikan dengan usahanya. Meski belum sukses sekali namun Rian sudah mandiri lah yah.


Tapi cincin itu harganya 22 milyar.. waw? Yah harganya memang mahal karena terbuat dari berlian langkah dan juga salah satu cincin yang didesain sendiri dan hanya ada satu didunia ini. rindu tau dari mana? Yah taulah, sebab yang punya toko perhiasan cerita dengan Rindu. Dan Rindu menceritakan itu kepada Nayya.


“Ih cantik banget yah Mi.. Acha kira abang engak sayang acha padahal Acha suka abang. Suka banget gitu.”Ujarnya Acha polos diselah-selah akan berangkat ke Indonesia itu. Ia maish memandang cincin berlian berwarna biru dan perpaduan putih itu. Sangat cantik dan juga elegan. Apalagi ada bentik kupu-kupu mungil disela-sela berlian.


Nayya disana menatapnya dengan helaan nafas.”Abang Rian memang tidak jahat.. dulu pas Umi hamil kamupun abang Rian yang selalu jagain Umi dan juga bantuin Umi buat jagain kamu, secarakan diwaktu itu Bunda kamu Rindu juga sedang punya anak kecil.”Ujarnya Nayya jujur. Acha polos membulatkan mulutnya percaya.


“Terus dia yang bantuin Umi yang buta pas Umi mau kemana-mana. Pokoknya dia itu baik, dan berubah ketika dia udah sekolah ketempat lain. Umi tidak tau alasannya tapi kata bundamu dia hanya membatasi diri sebab tau jika kita tidak ada hubungan darah.”Ujarnya.


Alias bukan mahkrom


Acha mengangguk paham disana.”Tapi Acha kadang suka takut. Soalnya kalo Acha deket dia jauh. Kalo acah jauh dia tatap tajem banget. Kalo acha Tanya suka enggak dijawab Mi. beda kalo sama kak Rani atau sama Bunda.”Ujarnya kesal. Ada rasa tak senang didadanya ketika dibeda-bedkn begitu.


“Acha suka sama bang Rian?”Tanya Nayya membuat Acha diam menatapnya. Ia mengangguk membuat nayya tersenyum.”Acha tidak suka jika bang Rian sekat dan peduli dengan wanita lain dan juga mau lihat Acha kan? Atau Acha sukanya gimana?”Tanya Nyaya dengan sabar dan memilih duduk, sebab berangkat masih dua jam lagi.


“Acha tu suka karena.”Acha memilinkan rambut bonekanya dan tersenyum,.”Enggak tau, Cuma yah bang Rian ganteng, dingin, terus dia baik dan taat sama agamanya. Dia juga mandiri dan juga tatapan dia sama Bunda Rindu lembut banget.”Ujarnya disana lirih. “Kadang tu Acha sampek bingung,. Dulu pas acha dateng liat abang tu lagi marah sama temannya ditelpon tapi pas bunda panggil dia dia segera senyum dan membantu bunda Rindu. Bagi Rindu itu suatu hal yang istimewa.”Ujarnya Acha lagi dengan helaan nafas.


“Karena kata bunda Rindu, nanti Acha harus suka sama laki-laki yang bisa memperlakukan ibunya dengan baik, taat akan agama, lembut bicaranya dan tegas pebawaanya. Ada lagi katanya bisa menerima semua kekurangan Acha dan bangga akan kelebihan Acha. Jadi yah Acha suka bang Rian, tapi sama Nichol sama bang raja juga suka. Semuanya Acha suka, sama abu sama Arga. Cuma kalo sama abang Rian itu beda, dia bikin Acha takut sekaligus penasaran.”Ujar Acha menghela nafas.


“Lalu apa Acha mau nikah sama bang Rian?”Tanya Habib yang datang tak tahu dari mana. Nayya bahkan harus memejamkan mata kaget. Apalagi pas habib duduk disisi kanan Acha dna mengusap kepalanya. Ternyata dia penguping yang handal rupanya. Namun lihatlah mata polos tak bersalah itu. Cih.. Nayya membenci sekaligus menyukainya.

__ADS_1


Acha menghela nafas menatap abinya.”Emang boleh?”Tanyanya dengan lirih.


Habib mengangguk dengan semangat.”Jika mau si boleh.”Ujarnya dengan semangat.”Kan kalian tidak ada ikatan darahnya.”Ujarnya lagi semangat.


Acha menggeleng.” Enggak ahhh. Soalnya bang Rian mana mau sama Acha. Kan dia hafiz terus pandai agama. Acha mana bisa ngimbanginnya. Jalan depan cewek aja dia nunduk beda sama acha yang petakilan, dia bisa masak sedangkan Acha tidak. Acha sadar diri kok Bi.”Ujarnya dengan nanarnya.


“Ihh anak abi rupanya udah paham soal perasaan yah.”Ujar Habib mengusap hidungnya Acha.”Siapa si yang ngajarin anak abi insecure. Enggak boleh gitu. Kalo kamu suka sama Rian tidak boleh bicara begitu, coba aja dekatin dulu, siapa tau Rian suka Acha juga. Kan usaha aja dulu.”Ujar habib menggodanya.


Nayya mendelik melijhatnya. Namun ia diam saja mendengarkan. Acha menggeleng cepat menatap habib.”Apa si Bi. Kata Bunda jadi cewe harus ada harga dirinya. Jangan mau ngejar laki-laki. Laki-laki yang harus ngejar perempuan.”Ujarnya Acha disana dengan tegas dan juga menentang.


”Tul betul..”Ujar nayya menepuk kepala anaknya semangat.


Habib menatapnya dengan tak terima.”Loh kok gitu si? Mana bisa gitu? Yang berjuang bukan berarti harus lelaki dan perempuan yang berjuang untuk perasaannya bukan berarti tidak ada harga dirinya. Apa lagi lelaki seperti Rian memang harus diperjuangkan bukan, apalagi kalo udah cinta. Kamu taukan jika Khadiija yang melamar dan menyatakan cinta kepada nabi Muhammad jadi tidak ada tu ceritanya wanita harus dikejar dan juga lelaki yang harus mengejar.”Ujar Habib tak terima.


“Memang benar.”Ujarnya ACha cepat kepada abinya itu dengan polos.”Tapi kata bunda ketika seorang lelaki memperjuangakn cintanya kepada perempuan, disana kita perempuan bisa lihat ketulusanya, dan juga hal itu juga membuat sang laki-laki sadar jika perempuan itu berharga.. Ketika cara ia mendapatkan perempuan susah dan juga butuh perjuangan dan pengorbanan. Ketika ia yang datang dan mengungkapkan, meminang dan membawa pulang. Semuanya ada peroses, dan ketika lelaki berulah atau berkhianat maka disana sang lelaki harus sadar yang meminta wanita itu ada disisinya itu adalah dirinya. Maka ia tidak bisa semena-mena dan juga sesukanya pada wanita. Dan ketika ia semena-mena pun ia akan ingat jika wanitanya berharga. Cara mendapatkanya juga berharga. ‘;MAHAL HARGANYA’”Ujarnya Acha dengan senyumnya.


Habib diam mendengarnya.”Jelas beda bukan ketika ABi beli jam yang harga ratusan juta dengan cara abi mengumpukan uang dan berjuang menambung untuk mendapatkan jam idaman tersebut dengan jam yang kapan saja Abi bisa beli karena harganya murah? Acha tidak bilang jika Khadija juga salah mengejar cintanya nabi Muhammad. Karena mereka itu sudah ditakdirkan bersama dalam sejarah. Dan lagi nabi Muhammad memang pantas dikejar dan Khadija beruntung memilikinya. Tidak boleh disamakan nabi Muhammad sama lelaki sekarang. Nabi Muhammad adil dan juga pedoman akhlak sedangkan lelaki sekarang? Kebanyakan menikah hanya karena nafsu bukan karena agama.”Ujarnya Acha membantah.


Habib diam mendengarnya. Benar. Jam yang mahal dan diperjuangkan dengan cara menabung mengumpulkan uang dan bekerja keras akan beda dengan jam yang mudah ia dapatkan, kapan saja ia bisa beli. Perlakukanya akan beda dan pandangannya juga akan beda, memiliki dan melindunginya juga akan sangat berbeda membuat ia tersenyum. Ia percaya sekarang jika Acha sudah dewasa dalam pemikiran hanya kecil dalam sikap saja,.


Nayya yang mendengarnya diam, ia sadar menikahnya dia dan Habib tanpa cinta, lantas apa ia harus membenarkan kata Acha? Tapi pernikahan mereka karena takdir bukan karena keinginan. Habib sendiri pun sadar akan ucapan Acha. Semuanya benar. Menikah bukan menuntut balasnya cinta tapi menuntut kebahagiaan dari dua individu. Jika salah satu tak bahagia maka akan berpisahkan mereka tetapi ketika keduanya bahagia maka bisa dipastikan jika mereka akan tetap bersama dan juga saling mengisi harinya. Kadang banyak yang saling mencintai tapi tak saling memberi rasa bahagia. Karena apa? Karena cinta. contohnya saja mereka berdua. Nayya dan Habib haha.


“Acha siapa yang jarain tentang cinta?”Tanyanya Nayya dengan lembut pada anaknya. Sebab ia belum pernah membicarakan hal itu. Acha tidak pernah membiarakan laki-laki kepadanya. Setahunya anaknya masih jauh dari perasaan rumit itu.


Acha menatap uminya dan berkata.”Bunda Rindu.”Ujarnya tersenyum.”Dulu pas SMA Acha bilang kalo Acha suka bang Rian. Acha mau pacaran seperti teman-teman Acha. Acha bilang bang Rian ganteng dan teman-teman Acha suka dia sampai Radit bilang Acha harus pacaran sama bang Rian supaya bang Rian tidak diambil orang. Tapi bunda melarang dan berkata. ‘Pacaran sesungguhnya bukan pengikat. Melainkan ikatan setan untuk manusia menuju maksiat dan zina. Jangan mempercayakan ikatan yang terbuat dari kertas yang terkena air akan mudah hancur fan yabg melebur adalah wanitanya. dan dia juga jelasin beberapa yang udah acha bilang tadi mangkanya Acha tau dan acha tidka mau mengejar laki-laki. Kata bunda jika hidup tanpa cinta terlarang itu akan damai dan terhindar dari masalah, dia nyuru supaya Acha serahkan aja sama takdir.”Ujarnya jujur lagi.


“Jadi Bunda Rindu tau kamu suka bang Rian dari SMA?”Tanyanya Nayya membola.


Acha mengangguk.”Enggak juga. Buna tau waktu Acha SMP Karena Acha suka ngelu bang Rian suka ngehindar dan berlaku baik sama mbak Rani aja. Acha pikir mereka pacaran dulu.”Ujarnya.


“ Pantesan si mbak Rin senyum-senyum pas ditanya tntang Rin. jadi dia tau kalo mereka saling suka?”Gumamnya Nayya dnegan datar kepada dirinya sendiri. “Cha-Cha. Kok engak cerita sama Umi?”Tanyanya lirih. Ia merasa tersaingi.

__ADS_1


Acha menggeleng.”Engak tau. Acha tu ngterasa kalo sama Umi tu acha nyaman dan suka peluk, tapi kalo sama bunda tu Acha ngerasa punya guru, punya arahan karena bunda bisa ajarinbl acha banyak hal yang mudah acha pahami. “Ujarnya Acha lirih.”Bukanya Acha enggak suka sama Umi, Cuma kadang Acha hanya butuh kenyamanan ditempat-tempat tertentu kayak sama bang Arga. Kalo sama Umi tu umi terlalu lembut. Acha merasa Umi selalu dukung Acha sampai acha enggak tau kalo yang acha lakukan itu salah atau bukan. Kalo bunda? Ia selalu beri acha batasan. Acha suka batasan karena acha bodoh. Acha harus punya batasan kan biar Acha tau mana yang baik dan mana yang salah.”Ujarnya polos lagi.


Nayya menghela nafas dan ***** anaknya sayang. Habib mendengarnyapun menghela nafas sebab ternyata mereka berdua sama-sama gagal bukan? Acha memeluk budanya dan abinya.”Nanti kalo umi sama abi balikan Acha tidak apa-apa kok. Karena acha bakal balik sama Bunda Rindu saja dan kalian kasih Acha dedek gemes.”Ujarnya memeluk keduanya,


“ini lagi siapa yang ngajarin tentang dedek gemes?”Tanya Nyaya melotot mendengarnya.


Acha tersenyum lebar.”Yah bunda Rindu laah hehe katanya kalo Umi sama ABi nikah lagi mintain dedek gemes, biar nanti bisa Acha cubit pipinya.”Ujarnya mencontohkan mencubit pipi bayi.


Habib tergelak mendengarnya.,”Iya boleh. Kamu bujuk Umi dong biar bisa bareng abi lagi. nanti Abi kasih lima dedek gemes.”Ujarnya dengan semangat mengompori Acha yang ada didepan matanya.


Acha menatapnya binar.”Kek anak kucing dong.”Ujarnya. Nayya tergelak dibuatnya.”Tapi enggak apa-apa. Ayo kasih acha dedek gemes, Acha mau punya dedek lagi.”Ujarnya plos. Nayya menghela nafas ,melihatnya. Bukan hanya pengaruh baik, pengaruh burukpun Rindu tularkan.


Ehemm.. semuanya terdiam dikalah ada yang berdehem dibelakangnya mereka. Itu membuat Acha terdiam dan kaget mendengarnya. Ia segera menoleh kebelakang dan ternyata ia Rian.”Ehh Rian kok ngagetin. Kamu udah lama disana?”Tanyanya Nyaya kaget.”Duduk dong. Kenapa?”Tanya Nayya melirik Acha yang pucat,.


Ingin rasanya Acha kabur. Tapi kakinya terasa berat...


Rian tersenyum.'’Tadi pas Rian ketok pintu sama ucap salam enggak ada yang nyahut. Tapi ayah suruh masuk aja terus panggil kalian takutnya kalian lupa kalo kita akan berangkat.”Ujarnya dengan sopan dan juga lembut,”Mangkanya saya disini. Maaf menganggu kalian.”ujarnya disana lagi.


Nayya menepuk kepalanya.”Yaampun hehe. Maaf tadi kami lupa karena keasikan ngobril nih. Kita udah siap kok tinggal berangkat aja lagi.,”Ujarnya bangkit dan tersenyum kepada Rian.” Dan makasih yah udah panggilin kalo enggak kami pasti lupa.,”Lanjutnya meringis merasa bersalah.


“Sama-sama Umi.”Ujarnya sopan.”Jika begitu Rian pulang dulu yah siapin mobilnya.”Ujarnya.


Nayya mengangguk. “Eh bentar. Kamu udah lama disini hm?”Tanyanya meringis melihat wajah Acha yang pucat dan diam bagai manusia yang kekurangan darah akibat kaget dan juga takut jika Rian mendengar semua ucapan mereka tadi.


Rian melirk Acha dan Nayya. ia mengangguk.”Tidak juga.”Ujarnya. Acha menghela nafas keras membuat Rian tersenyum simpul dan menatap nayya.” Jika begitu Rian pamit yah Mi. lima menit harus berada didepan soalnya bentar lagi bakal pergi kita,”Ujarnya. Nayya mengangguk., sebenarnya tak apa sebab mereka mengenakan pesawat pribadi mangkanya santai.”Untunglah.”Gumam Acha lemas. Ia sangat takut Rian mendengar perkataanya tadi.


Disisi lain ada Rian yang tersenyum mengingat kata-kata Acha. Yah ia mendengar semuanya ia tadi hanya diam saja, bahkan ia melihat habib yang masuk tadi barengan mangkanya ia juga memilih masuk. Ia menghela nafas dan tersenyum lemah.” Tunggu sebentar Lagi.”Gumamnya lirih.”Bunda.. bunda tau tapi diam saja. Menyebalkan.,”Gumamnya terkekeh.”Bumnda harus dihukum nih.” Jailnya.


.


.

__ADS_1


.


...kapan tamat ye haha.santay ye...


__ADS_2