
Senyum mekar Rindu dibalik noqobnya menatap brosur dimana foto seorang gadis dan juga pria disana dengan kata ‘Dicari’ itu membuat ia tersenyum sinis. Yah itu adalah Brosur berisikan foto Khumairo dan juga Aron. Mereka masih hidup tak ada yang membunuh mereka, Rindu dan juga keluarganya memberikan wewemang besar kepada Nayya dan keluarga. Ia tak berhak bukan?
Namun matanya jauh memandang dimana ada sosok pria muda yang melamun disana. Itu membuat ia bangkit dan juga menghampiri pria itu. Ia memilih duduk disisinya dan juga menatapnya. Sosok yang ditatappun tersenyum fakenya saja. “Bunda.”Gumamnya lirih.
Rindu disana menatap kedepan. Yah mereka sedang ditaman belakang rumah, disisinya itu adalah Abu anak dari Khumairo yang menjadi tahanan dari Rindu dan keluarga. Rindu bertanya.”Mengapa hm? Kau merindukan ibumu?”Tanyanya disana dengan helaan nafas.”Kau bisa menemuinya dan membebaskannya tapi hanya satu syarat. Bawah dia jauh dari sini dan jangan sampai bertemu lagi dengan keluargaku. “Ujarnya Rindu disana tegas.” Termasuk Nayya dan aku.” Lanjutnya menekan kata-katanya.
Abu sang anak polos nan lugu menatapnya lirih.”Dan itu artinya aku tak akan bertemu ayah dan Bunda lagi?”Tanyanya dengan mata berkaca-kacanya. Ia menatap Rindu dalam membuat Rindu mengangguk. Abu disana menatap kelain arah dengan wajah tak biasa.
Rindu disana menatap matahari yang sudah mulai menguning pertanda hari sudah sore.”Kenapa hidup ini harus dipenuhi dengan pilihan bunda? Apakah tidak ada cara lain?”Tanyanya disana dengan lemahnya. Ibunya memang jahat tapi ibunya tetaplah darah yang mengalir didarahnya, sosok yang membawahnya kedunia ini. tapi tak mampu ia elak jika sosok Rindu adalah satu-satunya sosok yang mengerti dirinya dan membawa ia pergi dari lingkaran hitam hidup ini.
tawa Rindu terdengar merdu masuk ketelinganya Abu. Abu menatapnya dengan Tanya. Rindu disana terhenti lalu berkata.”Siapa yang menyuruhmu memilih dalam hidup ini ha? “Tanyanya disana lalu menatap Abu dengan tatapan Tanya.”Coba pikir siapa yang menyuruh kamu memimlih? “Tanyanya kembali. Ia menunjuk dada Abu dan berkata.”Diri kamu sendiri. Jika kamu anggap apa yang saya katakana tadi itu adalah pilihan, yah itu akan menjadi beban dihidupmu tapi jika kau pikir itu adalah jalan maka kau harus menganalisisnya.” Ujarnya Rindu.
“ Manusia selalu mengatakan jika hidup adalah pilihan, sedangkan bagiku sendiri hidup bukanlah pilihan, tapi jalan, hanya saja kadang kita harus menganalisis jalan mana yang harus kamu ambil, jika sekali atau dua kali kamu tersesat atau salah jalan, maka kau harus cari cara untuk kembali atau harus cari jalan untuk keluar dari jalan itu. Dan itu harus menjadi guru dikehidupan berikutnya untuk kembali berhat-hati dalam memilih jalan, jangan sampai kembali tersesat dan kembali membuat kamu jatuh dilubang yang sama.”Ujarnya Rindu dengan helaan nafas.
Abu diam mendengarnya. Rindu terkekeh.”Saya tidak memberi kamu pilihan untuk ibumu. Bahkan saya memberi jalan, kamu bisa bersama ibumu dan aku akan mencari tahu dimana ayah kandungmu yang semu tapi jauhkan ibu dan ayahmu dari hidup kamu. Bukan karena kami membenci kalian. Tapi bukankah hama memang harus diracuni dan juga dijauhkan dari tanaman yang dirawat?” Tanya Rindu dengan helaan nafas lagi.”Dan bukankah itu artinya mengorbankan itu memang perlu. Sama layaknya dengan ibumu,”Ujarnya Rindu. Abu disana mengusap kepalanya.. ia hamper gila jika begini. Rindu disana mengusap pundak Abu.”Kamu anak yang baik. Sejahat apapun ibu kamu kamu tetap menyayanginya.”Gumamnya dalam hati.
Abu disana menata Rindu dan menjatuhkan air matanya. ”Tapi bunda. Saya sangat menyayangi kalian, ayah, bunda, bahkan aku malu untuk bertemu Umi Nay dan juga Acha karena kesalahan keluargaku. Aku... Aku juga mau tau siapa ayah kandungku dan juga bersama ibuku. Tapi apakah mereka bisa menerimaku sebagaimana kalian menerimaku?
Memperlakukanku sebagaimana kalian memperlakukanku. Aku butuh kehidupan seperti ditengah-tengah kalian.”Ujarnya nanar.”Tapi disisi lain mereka orang tua ku dan kalian hanya orang asing dihidupku..”Lanjutnya dalam batin. Ia sadar akan hal itu. Ia bahkan juga sadar jika dia hanyalah anak dari pengangggu keluarga ini. ia sadar jika ia anak dari Khumairo yang menghancur kehidupan mereka saat ini.
Yah kemarin dimana Acha dan Nayya diserang sejujurnya ia juga diculik oleh ibunya. Hanya saja ia kabur dan juga lolos, dijalan ternyata ia hampir ditabrak oleh orang yang tak lain adalah Cakra kkaknya Rindu. Ia dibantu dan juga diselamatkan dari kejaran mereka. Itulah kenapa Abu tiba-tiba menghilang. Ibunya ingin dia kembali dan tidak mau dia bersama keluarga Nayya.
Rindu disana tersenyum.”Saya paham posisi kamu.”Ujarnya Rindu.”Dan saya juga tidak menyarankan kamu untuk menjauhi ibumu dan bersama kami.”Ujarnya disana dengan helaan nafas. Abu meliriknya nanar. “Tapi saya punya satu kisah. Ada seorang ayah yang mempunyai anak yang sangat sukses dan disana ayahnya sangat bangga hingga memberikan mobil kepada sang anak lalu berkata’ Selamat yah nak akan kesussesan yang kamu miliki, sebagai hadsianya ayah akan memberikan mobil ini kepada kamu. Ini mobil pertama ayah ketika berjuang dalam hidup dulu.” Ujar sang ayah itu kepada anaknya.
“Anaknya pun berterimakasih kepada sang ayah, tetapi ayahnya kembali bicara’ Tapi sebelum itu kamu harus menanyakan harga mobil ini ditempat penjual mobil, lalu kau kembali kepada ayah berapa harga dari mobil ini.” Ujar Rindu bercerita. Abu mendengarnya dengan diam.
“Lalu sang anakpun pergi dimana ayahnya perintahkan tadi, tak lama pun anaknya kembali menemui ayahnya dan berkata ’Ayah ternyata katanya mobil ayah sudah tidak layak untuk dijual lagi karena sudah sangat tua dan using.mangkanya ia hanya memberikan harga 50juta saja “Ujar sang anak memberi tahu ayahnya.
Ayahnyapun tersenyum dan mengangguk sembari menjawab.” Baiklah nak. Jika begitu kamu pergilah kepegadaian dan tanyalah berapa harga dari mobil ini’ sang anakpun pergi menuruti perintah ayahnya dan menanyakan harga dari mobil tersebut.
Dan anakpun kembali dengan wajah lesuh dan berkata.”Ayah ternyata disana harga mobil ayah sangatlah murah. Bahkan lebih murah dari sebelumnya dan hanya dihargai 25juta saja. Dikarenakan mobil ayah sudah sangat-sangat—sangat tua dan juga usung,’Ujar sang anak.
Lalu ayahnya kembali berkata.’Oh gitu. Yah sudah sekarang kamu pergilah keclub mobil yang terkenal dan popular itu dan Tanya harga mobil ini’ sang anakpun pergi dan kembali menanyakan apa yang diperintahkan ayahnya diclub mobil terkenal itu. Dan disanapun ia kembali dengan keadaan yang sangat kaget.
‘Ayah disana mobil ayah diberikan harga yang sangat besar yaitu 500 juta dikarenakan mobil ayah ini terkenal unikk dan juga langkah. Mangkanya banyak dicari-cari oleh banyak orang.” Ujar sang anak membuat ayahnya tersenyum.
__ADS_1
Ayahnya pun menepuk pundak sang anak lalu berkata’ Wahay anakku, inilah pesan dari yang ayah sampaikan. Hidup itu seperti mobil itu, kau akan dihargai hanya ditempat yang tepat bukan ditempat yang kita inginkan.”Ujarnya Rindu dan tersenyum.” Kau akan menemukan siapa yang bisa menghargaimu ketika kamu berusaha mencari tau dimana tempat yang bisa menerima kekurangan kamu menjadi kelebihan kamu sebagaimana mobil itu. Yang tua dan usang menjadi antik dan unik.” Ujarnya lagi.
Abu diam mendengarnya. Rindu mengangkat bahu acuh.” Kadang bukan kita yang tidak berharga. Hanya saja tempat kita yang tidak bisa menghargai kita..”Lanjutnya. Abu diam mendengarnya.
Rindu tersenyum kepada Abu.”Dan bagi saya kamu berharga, ketika kamu yang hidup karena kecelakaan ibumu atau hal yang tidak diinginkan kamu berharga dan istimewa. Kamu berhak bahagia. jika kamu beranggapan jika ibu kamu adalah tempat yang bisa membuat kamu pulang yah silahkan. Tapi jika kamu mau pulang kesana juga saya sangat menerimanya. Karena bagi saya kamu sangat berharga dan juga anak istimewa. Ketika semua manusia harus bersujud dan berdoa untuk dikaruniakan anak. Maka Tuhan kirimkan kamu dirahim ibumu tanpa diminta. Tuhan mau kamu melihat dunia ini dan berkenalan dengan kebahagiaan.”Ujarnya disana.
Abu menatapnya dengan mata yang sudah menjatuhkan air mata. Kenapa Rindu sangat bisa membuat ia terasa sangat berharga dimuka bumi ini? kenapa Rindu selalu bisa membuat ia bahagia dan tau jika hidupnya berharga? Ia percaya jika hidupnya sangat-sangat berharga dan sangat di cintai Tuhan tidak sepertiga sebelum-sebelumnya.
‘Dasar kamu anak haram.. Jangand ekat-dekat dengan saya..!!! pergi kamu..!!”.
” Kamu cucu yang tidak berguna. Kamu bukan cucu saya. Kamu anak haram pergi kamu..!! jangan panggil aku oppa..!!!”
“Anak sial.. jangan panggil aku paman.. aku malu punya cucu yang idiot seperti kamu///!!!
Clas.,.. Tolong.. Tolong Umii..
”mangkanya jadi anak jangan bodoh.. dasar anak pembawa sial. Gara-gara kamu hidup saya hancur.. Mati kamu mati argh..!!!!
Abu terdiam memejam matanya mengingat kata-kata yang dilontarkan ibunya. Bagaimana ia ditendang dan dipukul diwaktu kecil, tak seperti anak lain yang disayang. Ia hanya anak sial dan anak haram dimata kedua orang tuanya. Ia sungguh tak mengerti lagi pada hidupnya. Rindu disana diam disana dan mengusap kepalanya sayang. Abu disana diam merasakan kepalanya diusap, ia memeluk dirinya sendiri hingga ia merasa pelukan hangat.
Rindu tersenyum melihat suaminya yang baru pulang kerja itu. Rey disana mengusap kepala Abu dan juga tersenyum kepada sang istri.”amal lakik tidak boleh cengeng.”Ujarnya. abu disana mengangguk dan mengusa air matanya.
“Ayah ada kabar gembira buat kalian.”Ujarnya Rey membuat keduanya menatap Rey binar.
Rey tersenyum dan berkata.”Acha sudah sadar dari komanya loh.”Ujarnya membuat Abu dan Rindu berbinar mendengarnya.
”Dan mungkin nanti malam kita akan menjenguknya dirumah sakit. Jadi bersiaplah untuk kerumah sakit nanti malam yah.”Ujar Rey disana lagi.
“Mas beneran?”Tanya Rindu diangguki oleh Rey.”Terus gimana keadaan Acha? Apa dia masih sakit atau bagaimana? Apa dia butuh sesuatu mas?”Tanyanya disana dengan semangat. Rey menggeleng dibuatnya.
“Dia baik-baik saja. Dan kabar baik lagi kata Rian tadi nyusul saja disana.”Ujarnya.
Rindu disana terharu dan tersenyum.”Yaudha kalo gitu. Aku mau masak bubur kesukaan acha dulu lah.. “Ujarnya lalu pergi dari sana.
“Eh—eh ada yang tinggal ini.”Ujar Rey membuat Rindu memeriksa lagi tempat duduknya tadi.
__ADS_1
Ia menatap Rey dan mengeleng.”Tidak ada Rey. Apa yang tinggal? Mana?”Tanyanya cepat karena merasa buru-biuru.
Rey mendengus dibuatnya dan mengajukan tangan dan pipinya.,”Nih.”Ujarnya membuat Rindu disana menatapnya dengan tatapan memutar. Namun meksi begitu ia tetap mendekat dan juga menyalaminya dan cup.. Cup.. ia mencium tangan dan pipi Rey dengan manis.
Ia ingin pergi nmamun tanganya segera ditahan oleh Rey dan ditarik. Ia kaget ketika Rey mencium seluruh wajahnya dan juga memeluknya.”Mas kangen.”Gumamnya disana dan memeluknya erat.
Rindu disana kaget.”Mas ada Abu loh.”Ujarnya disama.
Abu hanya diam menjadi orang cengo. Rey disana tak melepaskan Rindu.”Biarin.. dia sudah besar dan tau kok.”Ujarnya. Rindu berdecap disana.
Rey menatap Abu dan bertanya.”Kamu mau punya adek baru nggak?”Tanyanya menaik turunkan alisnya.
“Ih mas... bicara apa si?”Tanyanya Rindu tak suka.
Abu terkekeh dan berkata.”Tidak ayah.. seharusnya bukan adik baru lagi yang kami dapatkan, tapi ponakan,, kalian butuh cucu baru bukan anak.”Ujar Abu disana membuat Rindu mengangguk dan menepuk pundaknya.”Nah dengar tu. Udah tuir juga enggak sadar-sadar emang.”Ujarnya. abu tergelak disana melihat wajah ibunya yang memerah malu dan juga marah.
Rey disana menghela nafas.”Mo cucu tapi belum ada yang nikah. Kamu belum mau nikah gitu Bu biar kita gendong anak kamu saja?”Tanya Rey..
Rindu menepuk lagi lengannya.”Ih mas bicara apa si? Enggak liat kalo si Abu masih kulia? Nanti anaknya mau dimakan apa?”Tanya Rindu disana. Ia tak habis pikir akan pemikiran suaminya.
Rey disana menghalau tangan dan tatapan.”Ah gampang. Kalo itu mah kan rezeky sudah ada yang ngatur. Tinggal kerja sama ayah nanti. Istri dan anak kamu bisa makan dan juga hidup.”Ujarnya. ajarannya memang sesat membuat Rindu menggeleng menatap suaminya ini.
Abu menggeleng dengan kekehan.”Enggak deh yah.. Soalnya belum ada ceweknya.”Ujarnya membuat suara kecewa Rey terdengar.
Rindu disana menggeleng dbuatnya.”Jadi dilepas enggak nih? Capek juga diginiin terus.”Ujarnya Rindu disana dengan suara tak suka padahal suka-suka saja. Jantungnya bahkan terdengar tak normal.
“Oh tentu saja tidak. Kita pindah kekamar saja.”Ujar Rey dan mengendong istrinya.
”Eh-ehh mas..”Teriak Rindu kaget.
Rey tergelak dan mencium pipinya.” Bu ayah kekamar dulu yah.. mau dua-duaan sama bunda kamu.”Ujarnya. Rindu memerah malu namun ia diam dan tak bisa menolak sebab ini adalah kewajibannya. Rey pun tak tahu malu.
Abu disana tertawa melihat keduanya pergi.ia sudah besar dan sudah tau akan hubungan orang menikah. Namun yang ia salutkan dan ia suka dari Rey dan Rindu. Meski sudah tua mereka tetap romantic dan juga tetap bahagia. Pernah rebut dan beda pendapat tapi keduanya saling tetap bicara dan juga besok paginya kembali romantic dan baik seperti semula.
Abu menatap lain arah dan berhgumam.” Nanti jika aku menikah aku mau seperti kalian.. “
__ADS_1
Ia masih bingung tentang prihal ibunya. Ia takut ibunya diapakan tapi ia tak bisa berbuat banyak karena ibunya tetaplah salah.