
Habib mendorong kursi Roda Nayyya sampai dirumahnya Habib, deengan telaten Habib membantu Nayya menaiki kursi rodanya menuruni Nayya dan mendorongnya. Nayya diam masih kepikiran. Siapakah lelaki tadi yang memanggilnya . jika Habib menatap Nayya diam, ia fikir Nayya masih marah dengannnya. Padahal nayya memikirkan hal lainnya.
Didepan pesantren disana sudah ada satu mobil Alya Putih membuat Habib diam.
Siapakah tamu yang datang?
Nayya yang tidak tau hanya diam saja menuruti kemana Habib mengajaknya. Bahkan jika Habib mengajaknya kepau atau kejutan dan mendorongnya kejurang saat ini ia tidak akan tau dan ia akan pasrah saja.
Nafas Habib menghebus kasar dikalah tau siapa tamunya."Assalamu’alaikum...”Ujar Habib. Dibelang Habib ada supir menghantarkan boneka dan mainan serta prabotan Nayya.,
“Waalaikum salam.. yaampun anak ayah.. sudah pulang..”Siara itu membuat Nayya menatap nanar kemanapun arah. Itu suara ayahnya membuat ia tersenyum lebar.. Ayahnya nayya mendekat dan mendekap erat anaknya. Nayya disana pun langsung mendekap ayahnya meski ada boneka ditengah yang Nayya peluk sedari tadi.
“Ih ayah kenapa baru datang datang si liat Nay? Ayah enggak sayang atau rindu Nay apa?”Tanya Nayya disana. Tak tau jika ayahnya sudah menangis dipunggung anaknya itu. Betapa ia merindukan putrinya itu. Tapi istrinya selalu berkata kita liat satu bulan ini. Jika Habib melakukan kejahatan dan tak mampu mengurus Nayya mereka akan menjemputnya dan merawatnya. Jika satu minggu itu tidaklah cukup. Mangkanya ayah nayya ikut saja.,
"Mana mungkin.. "Jawab ayah Nayya Disana nanar...
“Asssalamu’alaikum apak.”Ujar Habib disana kepada meertuanya itu. Ayah Nayya hanya mengangguk dan melepaskan Nayya.
Nayya disana mengerjab tersenyum.”Bunda mana?”Tanyanya disna tak mendengar suara bundanya.
“Amboy.. anak bunda nyariin bunda..”Suara itu membuat Nayya terkejut. Nampak suara ibunya sangat marah membuat Nayya meringis.
Disana ada ibunya Nayya menatap Nayya tajam lalu menatap Habib berdecak pinging. Kyai abu dan Umi Ana hanya meringis menatap ibu Nayya yang bagaikan ingin memakan Habib hidup hidup.
__ADS_1
“:Nayya sini sama Bunda.. yaampun nak kamu diapain sama pria ini astaghfirullah..” Ia menarik nayya menjauh Dari Habib membuat Habib mengerjab. Apa salahnya?
Ibu Nayya menatap anaknya dari ujung Hijab sampai kaki.”Kamu apakan anak saya ha? Kenapa kayak badut Ancol gini ha? Kamu pikir anak saya itu anak kecil atau anak TK yang bisa kamu jadiin kayak badut?!!”Pekik ibu Nayya membuat Nayya disana terkejut. Memang apa yang ia gunakan si? Bola bola dihidung kah? Atau riasan wajah yang berlebihan.
Keluarga Habib disana diam menunduk sembari menahan tawa meliuhat Habib yang memucat disana.
Habib menata Nayya lalu mengeleng.”Tidak ada.. aku hanya melakukan apa yang aku tau. Apa salahku?”Tanyanya disana terkejut dan polos. Ia tak mengenakan apapun dengan Nayyya,.
“Kamu bilang kamu tidak melakukan apapun pada anak saya?”Tanya Bundanya Nayya membuat Habib mengangguk. Ayah Nayya disana diam menatap istrinya yang belum mampu menerima Habib sbebagai menantunya.
Ibu Nayya melirik Nayyya lagi dan berkata.”Kau tau Nayya. Kau mengenakan sepatu kaca berwarna Pink. Baju gamis berwarna Pink dan hijab berwarna pink. Bando berwarna Pink. Boneka b4bi berwarna pink. Bahkan kau gunakan pula tasnya berwarna pink. Kau pikir anakku ini anak kecil atau anak TK ha?”Tanyanya berteriak tak kuat melihat Nayya begini.
Nayya disana membola matanya mendengarnya. Ia tak tau hal itu membuat ia menahan malu, jadi ini alasnya kenapa Khumairo dan ibunya tadi mencubit pipinya? Jagan bilang Khumairo dan orang lain berfikir dirinya anaknya Habib?
Habib disana menggeleng dibuatnya.”Ak aku tidak tau. Lagiupula apa salahnya dengan warna Pink?”Tanyanya. ia tak tau apa-apa.
Habib disana berfikir sejnak dan menggeleng.
Bagaimana bisa ia tak berfikir begitu.
“Lantas bagaimana bisa kau mengenakanya kepada putriku begini ha?”Tanyanya lalu menarik bando yang Nayya gunakan dan kembuanyya kepada Habib.
dengan gelagapan Habib menangkapnya ”Pakek bando kelinci lagi.. kau pikir anakku ini hanya mainan yang bebas kau gayakan bagaimanapun. Nayya itu sudah besar seharusnya kau bisa memakaikan dia baju yang layak dengan usianya. Lagipula Nayya tidak suka warna Pink, dia lebih suka warna gelap seperti Hijau botol. Army ataupun coklat dan moca.. ia juga suka abu-abu ataupun ungu gelap.. kau memang suami yang tidak tau apa-apa yah..”ujarnya sinis.
__ADS_1
Habib menatap nanar orang tua Nayya. :”Sudah Bund. Habib hanya tidak tau saja,. lagipula Nayya juga tidak bilang jika Nay tidak suka warna Pink. Mungkin karena baru kali ini berinteraksi dengan wanita. Mangkanya dia pikir Nay suka warna Pink. ”Bela nayya tak mau ada keributan. Pasti Habib capek, masa harus memikirkan dirinya juga,
“Bela aja terus Nay bela suami kamu yang enggak becus ini.”teriak ibunya Nayya membuat nayya diam mengerucutkan bibirnya.” Lihatlah, dia bahkan tidak menyalami Bunda dan ayah. Berdiri bagaikan tiang dipintu.”Ujarnya lagi
Lah bagaimana bisa? Ia bahkan belum disuruh masuk dan langsung dimarahi hanya karena baju batin Habib tak terima, tapi ia memang salah si? Apa salahnya dengan baju dan penampilan Naya? Baginya imut dan lucu. Tak tau dan tak mau menjawab Habib memilih diam mendengar ocehannya ibu Nay.,
Nayya menghela nafas disna.”Bunda jangan marah terus. Nayya pusing dengernya..”Gumam Nayya disana mengusap kepalanya membuat ibunya Nayya mendelik.
”Gara gara suami kamu tuh yang engak becus jagain kamu. Kalo kamu enggak bilang suka warna apa seharisnya dia nanya. Jadi suami itu harus peka,. Masa hal kecil itu aja dia enggak tau. Jangan jangan kamu udah makan ikan tongkol dan terkena alergi lagi Nay?”Tanyanya mendelik kepada nayya membuat Habib dan keluarga tegang,
Ibunya Nayya menjuliti Habib dan berkata,.”Jka iya. Akan ibu bawa kamu pulang dan engak bakal bunda kasih lagi kamu sama suami yang engak ada gunanya macam dia, bisanya Cuma nyusahin kamu aja.. pisah aja deh kalo enggak bisa rawat..”Ujarnya mendorong kursi Nayya menjauhi Habib yang mematung tak bisa menjawab apa-apa. Nayya diam mendengarnya disana sembari mengerjab bingung.. "Dibanding kamu yang sakit.. "Lanjutnya Bunda.
Habib hanya menatang Disana tak mampu menjawab apapun lagi menatap nanar Nayya yang dibawa orang tuanya meninggalkannya diluar.
“Kak Cakra engak kesini bund?”Tanya Nayya disana mengalihkan pembicaraan kepada bundanya.
Bundanya yang sibuk mengusap kepalanya itupun diam..
”Abangmu udah kembali kekairo Nay. Diakan masih S2 Dia Cuma titip kado aja si. Kemarin paketnya sampek kerumah banyak banget buat kamu.”Jawabnya. ayahnya Nayya tau jika istrinya masih marah anaknya diginikan...
”Bunda jangan marah terus.”Tarikan Ayahnya Nayya kelengan baju ibunya Nayya berharap istrinya tidak marah lagi,.”Malu diliatin banyak orang."
“Yah gimana bunda enggak marah. emosi bunda liat Nayya gini. Bunda aja enggak pernah buatin Nayya kayak gini yah Yah.”Intonasinya sangat keras membuat ayah Nayya terdiam.
__ADS_1
Habib diam mematung. Bagaimana jika ibu dan ayahnya Nayya tau jika anaknya kesusahan selama disini? Akankah Nayya masih ada disisinya? Kenapa rasanya sakit yah ketika memikirkan itu? Apakah tak sebecus itu ia merawat Nayya istrinya?
Sedangkan umi dan abi hanya Habib diam tak berkutik. Mereka sangat tau jika bunda Nayya orang yang paling tak mau anaknya menikah dengan habib, dan ternyata restu itu belum juga Habib dapatkan..