
“Bagaimana keadaan anak saya dok?”Tanya dari ayah Nayya khawatir. wajahnya sangat sayu karena takut,. Sebab rasa bahagianya terganti dengan rasa khawair.. ditambah Nayya yang pingsan dalam pelukannya membuat ia yakin jika ada sesuatu terhadap Nayya.
Dokter perempuan itu menghela nafas dan berkata. “ Sepertinya nona Nayya sedang banyak fikiran buruk dan juga kelelahan. Ditambah dia yang sedang mengandung membuat tubuhnya semakin lemah. Saya tidak tau apa yang dialami Nayya, karena sepertinya fisikisnya sedikit terganggu.”Ujarnya pelan disana.
“Maksud kamu apa...?!!” Tanya Cakra membentak tak terima disana.
Ayah Nayyapun kaget mendengarnya. Bundanya Nayya? ia hanya menangis dipelukan Abel.
“Maksud kamu adik saya gila?!! Adik saya tidak gila yah!!”Bentak Cakra tak terima disana. “Dan bagaimana bisa adik saya hamil..!” Bentaknya tak terima. Ibu dan ayahnya Nayya juga shok mendengarnya.
Dokter perempuan itu terkejut dibuatnya. “Bukan begitu maksudnya. Coba kau dengar dulu penjelasanya si dokter, sebab gangguan fisikis tidak selalu tentang gila saja, tapi pikiranya dan juga batinnya yang terganggu. Bisa jadi apa yang ia lewati membuat dirinya trauma atau ada hal yang membekas sehingga menganggu kesehatanya.”Ujar Rey menenangkan disana.
Rindu sudah tak kuat berdiri karena perutnya yang membuncit membuat ia duduk saja sembari sesekali melihat. Ia bahkan memejamkan mata nampak tak peduli. Rindu memang begitu ditengah keributan.
Dokter perempuan itu mengangguk cepat.”Benar tuan. Pisikisnya terganggu bukan berarti gila, hanya saja mungkin dia sudah melakui hal yang berat sehingga dirinya sedikit terganggu akan pikirannya. Dan masalah Hamil, saya rasa kalian tau mengapa dia hamil. Saya dengar dia sudah menikah. ” Ujarnya cepat disana.
Masa ia harus jelaskan juga jika hamil itu karena melakukan hubungan intim.?
“Yah.. Nayy hamil.. kita mau punya cucu..”Ujar Bunda Nayya disana bahagia mengusap kepala anaknya sayang. Ayah Nayya disana tak kalah bahagia dibuatnya.. “Anak kita sudah besar Ya..”Ujarnya disana lirih lagi.
Tangan ayahnya terkepal disana menatap nanar sang dokter.”Tapi Putri saya baik-baik saja kan dok?”Tanyanya lagi lirih disana.
“Kandunganya baik-baik saja kan dok?”Tanyanya lagi tak tega mlihat anaknya yang pucat.
Dokter kembali mengangguk.” Syukurlah dia baik-baik saja. Kalian hanya perlu mengimbangi kesehatannya, jangan biarkan dia memikirkan hal hal yang membuat kesehatanya menurun, selalu bikin dia melupakan hal yang buruk dan hindari dia dari masalah berat, karena sepertinya kandunganya sebelumnya sudah bermasalah.”Ujarnya disana. Semua diam mendengarnya. “ Masalah obat akan ku tulis. Kalian tinggal beli diapotik terdekat... “Ujarnya disana. ," Jika sudah saya pamit pulang... "
“Terimakasih dok.. mari saya antarkan kedepan.”Ujar Abel disana santun diangguki yang lain. Dokter cantik itupun keluar dari sana karena sudah tak ada lagi urusan yang harus ia urus. “Sekali lagi terima masih dok....”Ujar Abel diangguki dokter tersebut,.
Tangan ayah Nayya terkepal,. Sama dengan Cakra.. Cakra bahkan disana segera pergi kekamarnya ingin mengambil kunci.” Br3ngsekk kau Hbaib..!! ku bunuh kau..!!” Teriaknya kuat disana lalu melangkah ingin pergi menghampiri Habib.
__ADS_1
“Kua mau kemana?!!” Tanya Rindu disana dengan dingin, ia yang duduk mendengar suara itu bangun. Ia melintangkan kakinya membuat Cakra tak bisa lewat.
“Bukan urusanmu.. Minggir..!” Teriaknya pada Rindu. Amarahnya sudah mengubun-ubun..
” jangan membentak istriku..!” Teriak Rey tak terima disana..
Cakra disana diam melangkah lagi. “Tak ada gunanya kau pergi kesana, aku yakin dia sedang mengurusi istrinya yang hamil itu.”Ujar Rindu disana.
“Istri? Hamil?!!” Tanya ayah Nayya disana membentak tak terima.
Rindu mengangguk dengan Abel yang masuk. Abel terdiam melihat wajah kedua lelaki yang sangat marah itu. “Iya dia hamil, aku rasa kalian jika kesana akan menambah masalah.”Ujarnya Rindu disana pelan.
Tangan ayah dan kakak Nayya semakin erat lalu menatap wajah Nayya yang maish pucat dan pingsan itu sendu. Rindu disana mengusap perut buncitnya. “ Kalian kesana akan membuat masalah baru, sedangkan sekarang Nayya butuh kalian. Dengan kalian memukul Habib atau melakukan apapun pada keluarga itu tidak ada untungnya sungguh..! yang harus kalian lakukan berfikirlah yang jerni. Lakukan yang terbaik untuk Nayya. jangan mengejar hal yang tak pantas untuk dikejar.”Ujarnya ringan.
“Tapi dia harus ku habisi..! karena sudah menyakitri hati adikku. Berani benarinya dia menikah lagi dan menghamili wanita lain..!! dan berani beraninya dia menikah lagi dikalah Nayya mengandung anaknya..!!” Bentak Cakra tak terima disana.
“Jangan membentak istriku ku bilang!!!” Bentak Rey disana menekan kata kata kepada keluarga itu.
ia mendekati istrinya dan berkata.“Mana kami tahu, kami hanya membantu saja, kami menemukan Nayya dikalah ia diculik dan mereka kabur sampai dipingir jalan, disana kami bertemu dan membantu nya, setelahynya kami mengantarkanya kerumah suaminya namun suaminya sudah menilkah lagi. Nayya memilih bertemu kalian, kami tidak tahu apa-apa..!” Ujarnya dingin. Sebenarnya ia tau jika keadaan yang membuat mereka membentak, tapi tetap saja i atak terima istrinya dibentak. Ia saja tak pernah membentak istrinya ...!
Cakra disana menatap nanar adiknya.”Diculik?”Tanyanya nanar. Abel disana menatap sendu Cakra yang menyayanginya. Ia ingin juga diperatikan.. namun ia hanya mampu menangis karena iri saja akibat Nayya yang sangat disayangi. Rindu bahkan iri, karena dulu ia tak pernah disayang sesayang itu. Ia merindukan kakaknya..
“Yah.. mangkanya kalian tunggulah dia bangun dulu baru bicarakan masalah. Jangan sampai nanti kalian kesana, melakukan hal yang gegabah. Ingat kita tinggal dinegara hukum, satu kali pukul sekarang bisa masuk penjara 5tahun. Kalian mau bertemu ponakan atau cucu kalian disaat usianya nanti sudah dewasa? Nayya butuh kalian. Tolong pentingkan yang seharusnya kesehatan Nayya dulu. Masalah Hbaib, kalian yakinkan saja jika ia akan mendapatkan balasan sesuai apa yang harus ia dapatkan.”Ujarnya Rindu disana lembut.
Cakra dan ayahnya diam karena yang dikatakan Rindu benar. Tak lucu jika mereka masuk penjara nanti kan?
Bunda Nayya menangis.”Tenang bu. Nayya baik-baik saja kok, dia hanya perlu kita.”Ujar Abel disana menenangkanya.
Bundanya Nayya memeluknya erat.” Nak.. hiks hiks. Maafkan bunda yah, bunda gagal jadi bunda yang melindungimu.”Ujarnya loirih.
__ADS_1
“Bunda enggak gagal kok..!” Siara Nayya yang sadar membuat mereka tertegun. Nampak Nayya yang tersenyum. “Nayya tu haus.. mau minum, bantuin ambil Nayya minum dong.”Ujarnya. sebenarnya ia bangun dikalah kakaknya tadi marah, hanya saja ia diam saja karena tak tahu harus apa. Jika boleh ia ingin kakaknya memukul Habib sampai babak belur. Tapi ingat ke Rindu membuat ia tak bisa apa apa.
“Iya bunda bantuin ambil yah nak.. kamu tungguin..”Ujar bundanya Nayya segera kedapur mengambil minum., lalu kembali lagi, ternyata Nayya sudah duduk dibantu ayah dan kakaknya.. “Ini minum sayang...”Ujar bundanya gemetar.
Nayya disana tersenyum dan meminumnya, kepalanya dibelai sayang oleh ayahnya dan dicium.”Maafkan ayah yah nak, tidak bisa jadi ayah yang terbaik.”Ujarnya. air matanya jatuh karena tak kuat. Baginya kebutaan Nayya saja sudah membuat dunianya gelap, dan sekarang lihatlah, anaknya ditinggalkan disaat mengandung.
Nayya disana tersenyum. “Ayah itu paling baik. Bunda itu paling hebat,. Dan abang itu paling kuat. Nayya sayang kalian dan tidak ada yang gagal menjaga Nayya,, karena yang Nayya lewati saat ini itu takdir bukan kemauman kalian. Sekarang Nayya butuh pelukan kalian saja.. jangan nangis lagi.”ujarnya tersenyum.
Tuk.. “Aduh.. kok kepala Nayya diukul si.’'Gumam Lirih Nayya. ia tau pasti itu abangnya.
Cakra disana mengusap air matanya dan berkata. ‘Selalu aja gini. Enggak pernah mau nangis didepan kita. Nangis aja dek enggak apa-apa, jangan dipendem sendiri. Kami sayang adek.’"Ujarnya lirih dan tak suka. Sebab Nayya selalu kelihaatan baik-baik saja didepan mereka.
Nayya menggigit bibir bawahnya nanar.”Karena jika ada kalian disisi Nayya, Nayya rasa Nayya tak butuh apapun lagi. jadi kalian itu senyumnya Nayya. mana bisa Nayya menangis jika ada kalian.”Ujarnya dan langsung ditarik Caktra untuk dipeluk dan menangis.
”Janji jangan ilang lagi yah dek..”Ujarnya menangis. Nayya mengangguk dipelukan abangnya.
Ibu dan ayahnya pun berpelukan.. ‘'Terimakasih yah.”Ujarnya pada Rindu dan Rey yang disana.
Ada abel juga yang diam dari tadi. Rindu langsung menarik Abel membuat Abel terkeut.”Jangan merasa sendiiri. Karena kamu sekarang adik mbak, kamu bisa eluk mbak sepuas kamu.. jangan sedih yah.”Ujarnya. abel disana merasakan matanya memanas dan memeluk Nayya erat.
Tuk.. Auuuuu.. Abel meringis dikalah kepalanya dipatuk oleh Rey. “Jangan kenceng kenceng, ponakan kamu kegeprek nanti.nanti enggak ganteng kayak ayahnya gimana?”Tanyanya disana.
Abel memainkan bibir.,”tinggal bikin aja lagi.”Ujarnya mencemooh.
Tukk.’'Sembarangan kalo ngomong. Kek berpengalaman saja.’Ujar Rey mencibir. Abel menyengir dibuatnya. Namun ia terdiam juga. Karena ia memang berpengalaman....
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak yah... ...
__ADS_1