Istri Butaku

Istri Butaku
Godaan


__ADS_3

“Andai aja mas kata maaf tu bisa ngembaliin semuanya. Enak tapi enggak bisa, jadi simpen saja yah.”Ujarnya ketus lagi.


.””Sekalian aja Mi. andai aja kata maaf bisa dijual atau dituker sama duit. Pasti udah kaya raya semua orang dimuka bumi ini yah bund saking banyaknya manusia yang melakukan kesalahan terus minta maaf, terus bikin kesalahan lagi terus melakukan lagi, teus terus saja sampai mati.”Sahurnya Acha menyeletuk disana polos.


“Acha... diem ”ujar Rey gemes kepada Acha yang nyelocos tak tau apa yang diobicarakan oleh orang lamun. Sedangkan Habib ingin menangis rasanya, sekaligus ingin tertawa , menangis karena ucapan Acha nyelekit dan tertawa karena Acha sangat polos.


Acha menatap Rey gemes.”Ih ayah bener tauk. Itu kata bunda Rindu waktu Acha kecil yuang suka bikin kesalahan terus bundanya bilang gitu. Artinya kata maaf tidak adagunanya mangkanya kalo ngelakuin suatu hal mikir dulu dan ketika tau salah kata maaf harus diiringi dengan perubahan. Berul apa betul?”Ujarnya kepada Rey dengan cengenegsan.


Rey terkekeh dibuatnya.”Ih anak siapa si gemes banget.”Ujar Rey menguyel pipi Acha membuatnya tergelak.


"Anak ayah dong..." Sahut Acha dengan tergelak.


Habib hanya bisa menelan pill pahit akan rasa sakit dan rasa cemburu yang harus ia punggungi. Matanya menyayu dan sadar akan ucapan Arga dan Acha yang selama ini selalu membanggakan ayah mereka. Ternyata benar, ayah mereka sebaik itu rupanya.


“Hari sudah malam. Jadi mau apa yang dibicarakan lagi?”Tanyanya Rey kepada kedua orang didepanya itu.”Kalian mau menginap disini saja bersama Arga? Biar Acha dan Nayya dirumah saya dulu, sebab jika disini nanti takutnya timbul fitnah. Lagian kan kalian salah juga jika masih bersama satu rumah kecuali sudah menikah.”Ujarnya Habib.”Berilah keputusanya biar cepat selesai.”Ujarnya. jam sudah menunjukan pukul 11 malam soalnya.


"Saya butuh waktu." Ujar Nayya cepat. Rey memgangguk.


"Habib??" Tanya Rey.


Habib mengangguk saja. "Saya ikut saja tapi....--"


Habib menatap Arga dan Rey.”Bolehkah saya tidur bersama kedua anak saya?”Tanyanya nanar. “Sa-saya selalu bermimpi hal ini sungguh. Saya sangat mau bersama mereka dan memeluk mereka dalam mimpi.”Ujarnya Habib mengusap air matanya.”Biar nanti kamu juga sama kami saja jika kamu ragu jika saya melakukan hal yang buruk pada mereka.” Lanjutnya.


“Terus saya tidur dimana? Dilantai sambil liat kalian pelukan?”Tanya Rey disana ketus. Habib diam sedangkan Acha dan Arga menahan senyum dibuatnya.”Gila sjaa kamu minta saya jagain. Tidur aja kalo anaknya mau. “Ujarnya menatap Acha dan juga Arga.


“Acha tidak mau. Acha kan baru kertemu dia ayah.”Ujar Acha menolak. Sedangkan Arga hanya diam, ia tak banyak bicara.


“ his jangan panggil dia dia atau apalah itu.. panggil dia Ayah.. dia ayah kandung kalian. Dosa tauk." Ujar Rey menyentil bibir Acha.


“Tidak mau.”Ujar Acha dan Arga.


Nyit.. sakiutnya hati Hbaib. Namun Acha segera menjelaskan.”Tidak mau. Karena ayah kita Cuma ayah saja. Kami akan panggil dia bukan ayah..”Ujar Acha. Ia memainkan bajunya dan melirik Habib takut.


“Panggil Abi saja. Yah abi.”Ujar habib disana menyahut. Ia sadar maksud Acha itu apa.


Arga mengangguk bersama Acha.”Boleh juga. Asal jangan ayah nanti susah bedainnya yah kan. Yah udah sekarang Acha panggil Abi resek.” Ujarnya heboh.


“Iiih kok kata reseknya masih ada si. Abi ganteng kek.”Ujar Hbaib merengut kepada Acha.


Acha menatapnya mendelik. ”Engak mau. Karena abi emang resek. Abi resek-abi resek wlelele..”Ujarnya Acha menjulurkan lidahnya. Habib tergelak dibuatnya.


“Ih acha engak boleh gitu.”Gumam nayya menatap anaknya melotot.


“Ih abisnya abi reske suka bikin Acha sebal. Rasanya pengen gangguin aja gitu mi. rasanya kek sudah jadi hobynya Acha enggak tau kenapa.”Ujar ACha polos.


Nayya memijit pelipisnya dibuatnya. Rey hanya terkekeh.”Saya rasa kamu sudah tau ‘kelebihan Acha. Dan saya harap kamu bisa mengimbanginya dan memakluminya, dan kamu harus bisa menerimanya.”Ujarnya kepada Habib. Habib hanya mengangguk paham.


“Udah yah, saya mengantuk. Istri saya dirumah pasti menunggu saya. Jadi kalian jadi nginep kan? “Tanyanya. Habib mengangguk disana menatapnya.”Yah sudah, demi kebaikan bersama jika kalian mau tidur bersama kalian tidur dirumah saya saja supaya kalian bisa ada yang jaga. Saya belum bisa percaya dengan orang asing bersama anak-anak saya. Diisini masih baru saya takut nanti anak-anak saya kenapa-kenapa.”Ujarnya.


“He jika kamu lupa dia anak saya. Engak bakal saya apa-apain ih.”Ujarnya Habib nyolot pun karena ia seperti diangap pencinta s3x atau hypers3xc dimatanya Rey sehingga mau menganggu anaknya sendiri.


“Saya tidak bilang begitu. Tapi suapa tau. Kan kamu selama tujuh belas tahun tidurnya sendirian terus. Pasti kedinginan,”Ujar Rey tergelak mengejek. Habib mendengus dibuatnya. “Udah ah capek bicara sama kalian. “Ujarnya bangkit.”Yok tidur..”Ujarnya lagi.


"Loh loh. Kemana kami?”Ujarnya Fatih.

__ADS_1


“Kamu tidur disini saja jagain rumahnya Nayya. Habib tidur disamping. Ini rumah baru Nayya rumah kami disamping.”Ujarnya Rey berjalan.


Acha disana pun mengangguk.”Ayah gendong.”Ujarnya Acha manja pada Rey.


“Minta sama abimu itu. Dia pasti mau soalnya dulu kamu bayi dia engak ada gendong kamu. Nanti dia iri lagi sama ayah. Liat dari tadi mukanya masem banget.”Ujarnya


. Acha melirik Habib dan mendelik.”Enggak kakh. Nanti Acha dibuang ke sungai amazon malah.”Ujarmnya dengan mendelik.


“Heem kamu nakal banget yah.”Ujar habib ikut berjalan.


“Emang.”Ujar Acha membuat Hbaib tak tahan memeluknya dan mengejarnya. Arga diam menatap ayahnya saja. Sebab ia tau jika hatinya menghangat ketika tau jika ayahnya merindulkan ia selama ini. Semoga saja ayahnya bukan pencitraan.


Nayya berjalan disisinya Fatih, nayya Disana menatapnya dengan senyum.”Apq kabar? enggak bawain mbak coklat lagi?”Tanyana nya terkekeh.


“mbak mau?”Tanya Fatih. ia ingat dulu suka memberi Nayya coklat dan es krim. Apalagi Aisya yang suka iri


“Mau dong hehe..”Ujarnya.”Oh iya. Anak mbak Rindu yang cewe cantik banget loh kalo kamu belum nikah. Kamu harus kenal sama dia. Mana pinter lagi.”Ujarnya disana dengan kekehan kepada Fatih.


”Ih mbak ketemu langsung mau cariin aku jodoh. Mbak enggak mau bilang kangen sama aku?”Tanyanya kekeh.


“Is kalo kangen pasti tauk.”Ujar Nayya dengan senyum manis.,” Malah banget tauk. Cuma yah mbak mau comblangin aja, siapa tau maukan.”Ujarnya. Fatih hanya terkekeh melirik Nayya yang bercerita.


Ia merindukan Nayya. “ Nanti kita cerita cerita yah.”Ujar Nayya semangat, Fatih mengangguk saja menatapnya. Nayya sibuk menghantarkan semuanya orang. Fatih ia tempatkan dikamar tamu sedangkan Habib tidur dikamarnya Acha bersama Arga. Jadi muatlah lagian banyak kamar disini kok.


Sungguh seperti mimpi bagi habib kali ini, ia tak pernah membayangkan hal ini, ketika menatap kedua anaknya yang tertidur didepanya. Acha tak mau didekatnya membuat ia dipinggir kanan dan ditengah ada Arga, disisi Kiri ada Acha yang memeluk Arga erat.. ia menitihkan air mata tak kuat sedari tadi, tak henti-hentinya ia mencium kepala Arga sekali dalam satu menit. Sungguh ia tak kuat.


Cup.. ia terdiam ketika tangan Arga menahan bibirnya yang mencium kepoalanya. Ia menatap anaknya yang ternyata juga menatapnya.."Maaf."0


”Udah tidur yah . udah malem nanti sakit.”Ujarnya lalu tersenyum memejamkan matanya. Habib jadi memeluknya erat karena terharu. Sungguh ia sangat lemah yah haha..


...----------------...


Rindu disana tersenyum.”Sudah. tapi tidak ada nama aron diperistiwa pengeboman dikalah Nayya diculik.”Ujarnya Rindu kepada Rey. Yah dia mencari data itu untuk melaporkan Aron.


Rey yang disana pun meliriknya lagi. “Dan dia tak pernahh terjerat kasus dunia gelap.. datanya terlalu tersimpan, sepertinya dia masuk kegolongan dunia hitam yang menyiman informasi secara baik,.”Ujarnya disana membuat Rey paham dan mengangguk.


“Tapi aku punya cara lain.”Ia menatap Rey dengan tatapan datarnya. Rey menatapnya dengan Tanya.” Kita pancing dengan Nayya dan habib. Kita harus segera menyatuhkan mereka dan dilihat oleh Aron bagaimanapun caranya,”Ujarnya disana menyeringai.”Kau taukan maksudku?”Tanyanya.


Rey disana mengangguk.”Aku juga punya kabar baik. Kabarnya adalah dia pernah meminta kerja sama denganku namun ku tolak karena kecurangan mereka terlalu jelas, dan juga satu hal lagi. jika pesantren milik ayahnya memiliki sakte sesat. Kita hanya perlu cari bukti dan juga saksi. Setelahnya kita serahkan dengan Habib bagaimana ia bergerak.”Ujarnya terkekeh.


Rindu mengangguk.”Yah. kita cari saja semuanya dulu. Dan maslaah kedepan kita lihat bagaimana Habib memperjuangkan mereka, aku mau liat sampai mana Habib bisa berjuang. Apa hanya ucapan saja atau nyata.”Ujarnya. rey mengangguk kepada istrinya.


Yah siapa pengikut Rindu sedari awal? Dia pasti tau jika Rindu panndai didunia rental begini..”Sepertinya dialog kita hanya sebatas ini saja Rey. Kita akan datang diwaktu yang tepat saja nanti. Katakan selamat tingal kepada pembaca.”Ujar Rindu. Rey hanya menghela nafas dna mencebik.


“Kenapa kita harus pergi hanya karea mereka tak suka kita? bukankah kita juga tokoh utama? Lagian tak suka atau suka itu tak berpengaruh pada kita karena jalanya cerita ini tetap seperti ini. yang mau ambil positif yah silahkan yang tidak juga tidak apa.”Ujarnya Rey. Rindu hanya terkekeh sana dan memilih melanjutkan tugasnya. Masalah Nayya dan Aron itu diluar dari islami jadi ia juga harus diluar islami menanganinya. Takutnya mereka lengah dan akhirnya menjadi korban lagi.


Sudah subuh namun Rindu dikagetkan ada seseorang didapur yang menyiapkan makanan.


Rindu kaget sungguh sebab semua makanan sudah siap dan ternyata Habib yang masak. Rindu terdiam menatapnya disana dan bersembunyi, ia bisa lihat jika Habib sangat lihai memasak dan bergumam.


”Ayah selalu belajar memasak karena kalian jadi kalian harus makan masakan ayah yang udah berusaha hehe eh salah. Abi maksudnya yah.” Gumamnya.


Rindu disana menghela nafas dibuatnya dan bersandar, “ Kecilnya kalian ayah tidak bisa menyuapi kalian, tapi sekarang ayah janji akan menyiapkan yang terbaik untuk kalian.”Ujarnya lagi lirih dan juga dengan kekehan. Rindu jadi terkekeh.


“Mbak nga;ain di—Suuttt.” Rindu membekap mulut Nayya yang menggagetkanya.

__ADS_1


Nayya terdiam dikalah mulutnya dibekap.” Diem.”Ujarnya nayya mengangguk saja disana dan mendekati Nayya kesisinya.


“ Semoga kalian suka yah.”Ujar Habib yang masak itu dan menyiapkannya dengan senyum.


Nayya diam mendengar dan melihatnya. Ia bisa melihat Habib berkeringat namun menyiapkan semuanya dengan baik dan juga semangat sesekali bergumam kata manis untuk dirinya dan anaknya.”Cocok nih buat pembantu dirumah mbak yah kan? Ganteng lagi yah.”Tnaya Rindu membuat Nayya terkekeh.


“Nggak lah mbak. Kan mbak ada mas Rey masa diembat semua.”Ujarnya Nayya dengan kekehan.


“Jadi cemburu nih ceritanya?”Tanya Rindu menggodanya.


Nayya membulatkan matanya dan menggeleng.”Iiih mbak bukan gitu. “Ujarnya.


“Ngaku saja Nay tidak apa.”Ujarnya menyenhhol membuat nayya mengeleng tak terima.


“Siapa yang cemburu?”Tanya seseorang dibelakangnya nayya, ternyata Habib sebab tadi ia sempat mendengar perdebatan membuat ia mengeceknya ternyata benar ada yang berdebat,.


“Itu Nayya cemburu karena pas aku bi--- Ummpp.. "


“Engak. Jangan dengerin.”Ujar Nayya menutupi mulut Rindu.


Rindu membulatkan mata dan menepuk lembut tangan nayya., nayya disana hanya meringis.”Mas lagi ngapain?”Tanyanya mengalihkan pembicaraan.


Habib menatapnya aneh terus tak lamah menjawab.”Yah itu lagi masak hehe. Aduhh maaf tadi mas beli bahannya diluar secara deiveri kesini jadi datengnya tadi malem jadi mas masak saja soalnya mas enggak bisa tidur.”Ujar Habib tersenyum menatap rindu.”Anu tapi lepasin aja Nay. Kasihan enggak bisa nafas.”Ujarnya.


Nayya yang sadar segera melepaskan tangan dimulut Rindu.


Rindu mengambil nafas dalam dan menatap Nayya dan Habib mengeleng. Dan setelahnya.”Habib tadi Nauya cemburu pas saya bilang kamu tampan.”Ujarnya Rindu tidak berbohong dan mengoda Nayya.


“Ih mana ada mbak. ,bak fitnah ih.” Ujar Nayya malu kepada sang Rindu.


“Ih tapi beneran Habib. Saya tidak pernah berbohong. Ngaku sajalah Nay jangan malu-malu tapi mau gitulah.”Ujarnya Rindu menyenggol lengan Nayya. Nayya disana menahan malu dengan semburat merah dipipinya gara-gara Godaan Rindu.


“Yang benar Nay?”Tanya Habib kepada Nayya dengan senyum bangga dan juga menggoda.


“Mas percaya sama mbak Rindu?”Tanya Nayya kepada Habib.


“Iya dong.”Ujarnya Habib cepat,”Kan mas memang tampan jadi wajar saja kamu cemburu.”Ujarnya.”Lagian enggak ada larangan kok Nay., mengakuh saja.”Ujarnya menggoda dan mengedipkan satu matanya. Rindu ikut tergelak akibat ulah kedua insan didepannya ini.


“ Ih pede sekali lah mas,”Ujarnya mau pergi.


Namun ia mersa ditahan oleh Habib dilengan bajunya .”Ih mas lepas, ngapain si tahan-tahan Nay.”Ujarnya disana.


“Siapa yang nahan si Nay.,”Ujarnya Habib.


Nayya membulatkan mata dan menatap kebelakang. Ia melotot ternyata bajunya tersangkut dilemari bukan ditahan habib..!


Brufff.... Rindu menahan tawa dibuatnya dan Habib yang menatap lain arah karena Nayya.


“Ih kalian nyebelin.”Ujar Nayya.


hahaha... gelak Rindu ingin meledak namun tertahan dan Habib yang sudah meledak.”Eh Nay jangan ngambek. Mau ditahan beneran, sini mas Tahan hey.”Ujar habib mengejarnya namun diabai olehnya karena rasa malu yang membumbing tinggi.


Rindu yang hanya menonton hanya tergelak tak tertahan.


.

__ADS_1


.


Yoo... merapat yoo


__ADS_2