Istri Butaku

Istri Butaku
Ikhlas


__ADS_3

Sosok Vano disana mau menjawab namun Nayya sudah pergi membuat ia menghela nafas nanar. Habib? Ia pun segera membuka pintu mobilnya hendak mengejar Nayya yang keluar dari parkiran.”Nayy..!!” teriaknya dan Vinopun menatapnya kaget.. siapa dia?


Nayya disana mempercepat jalan kakinya mendengar suara Habib. Namun Habib masih saja mengejarnya saat ini hingga tangannya ditahan oleh Habib. Nayya disana menghela nafas ketika tangannya ditarik cepat oleh Habib hingga ia menatap habib. Nampak disana Habib menatapnya dalam dan juga nafas yang naik turun.”Menghindar?”Tanyanya Habib dengan dalam.


Nayya disana menghela nafas dan juga menatap lain arah. Habib menghela nafas disana dan mengusap tangan Nayya.,”Maaf.”Gumamnya lirih. Ia mengusap tanganya Nayya yang ia pegang tadi yang ternyata memberi bekas kemerahan.


Nayya disana menatapnya dengan tanda Tanya.”Minta maaf kenapa?”Tanyanya dengan sendu. Habib mentap Nayya.”Saya pasti ada salahkan hingga kamu menghindar? Kamu tidak suka saya disini? Saya kesini karena ingin jemput kamu. Arga bilang kamu nggak bawa mobil dan dia tidak bisa jemput kamu. Jadi saya yang jemput kamu.” Ujarnya disana dengan sendu.


Nayya disana menghela nafas.”Kamu tidak ada salah. Hanya saja hubungan kita yang salah sedari awal.”Ujarnya tersenyum dan melepaskan tangan Habib.”Lepasin yah. ikhlaskan.. kamu jalan dijalan kamu dan saya jalan dijalan saya.. saya yakin kita akan bahagia.”Ujarnya disana dengan sendu.


Habib menatapnya dengan sendu dan gelengan.”Saya akan usaha untuk hubungan kita.”Ujarnya tulus, nayya mengangguk dan tersenyum.”Dan saya menunggu hal itu, tapi jangan memaksakan kehendak sebab tidak terlalu baik. Kadang yang dipaksakan tidak akan didapatkan dan yang diikhlaskan akan suka rela datang sendiri menemui kita.”Ujarnya tersenyum lagi.” Biarkan doa kita yang menyatukan kita, jika tidak itu tandanya saya bukan milik kamu dan kamu bukan milik saya. Mari mencoba mengikhlaskan.”Ujarnya disana.


Habib disana menatapnya nanar. Hinga Nayya memilih pergi dan Habib disana bergeming..”Saya antarkan mau?”Tanyanya. tak mengiyakan atau menidakkan ucapan Nayya tadi sebab baginya mengikhlaskan Nayya bukanlah ada didaftar hidupnya.


Nnayya pun menggeleng.”Kamu tau seberapa benci ayah dan ibu saya terjadap kamu? Jadi saya yakin kamu sudah bisa membayangkan bagaimana buruknya wajah mereka ketika tau kamu yang mengantarkan saya pulang kelak.”Ujarnya disana dengan tersenyum dengan sendu dan melepaskan lagi tangan Habib.


Dengan sendu ia mencium tangan Habib dan Habib tertegun.”Kita belum berceraikan?”Tanyanya dan Habib menganguk. Nayya disana mengusap pipi Habib dan berkata.”Saya mencintai kamu dan kamu mencintai saya. Dan izinkan Tuhan yang menyatukan kita. jangan bersedih lagi yah. sebab saya ingin kita bahagia.”Ujarnya Nayya lagi tulus.


Habib disana merasa hatinya menghangat. Dengan tak sadarnya ia mengangguk dan Nayya yang menghilang dari pandangannya. Bisa-bisanya ia terhipnotis oleh kata-kata Nayya., matanya menatap tangannya yang dicuium oleh Nayya dan terkekeh.”Fiks si nggak usah cuci tangan sampek pulang nanti. Cup..”Ia mencium tangan yang Nayya cium tadi dan ia pun terkekeh. Melompat dan ,merasa bahagia.. kata-kata Nayya mencintainya mengiang-ngiang dikepalanya seakan-akan candu baru.


Nayya diujung jalan pun tersenyum, ia disana menatap langit dan juga berkata.”Saya tidak akan meminta takdir untuk berubah, memohon kepada ayah dan ibu untuk restu. Saya yakinkan semua yang terbaik untukmu Tuhan, karena saya tahu kau memiliki rencana yang jauh lebih baik dari apa yang saya minta saat ini.”Gumamnya dan terkekeh miris. Baginya ilkhlas begini membuat hidupnya menjadi lebih damai dan aman.


Tintin... ia dikagetkan oleh mobil silver yang berhenti didepannya. Kaca mobilkpun diturunkan dan sosok lelaki muda tersenyum dibalik kaca yang sudah dibuka.”Atas nama Nayya maura istrinya mas Habib yah?”Tanyanya


Nayya disana mau tak mau mengangguk dengan kaku sebab ia tak mengenali sosok dihadapanya ini. maling kah? Atau temannya Habib kah? “Iya pak saya Nayya. ada perlu apa yah pak?”Tanyanya dengan gugup dan juga polos.


Sosok supir itu terkekeh.”Gini mbak tadi mas Habib pesan Gocart sama saya untuk jempiut mbak. Silahkan masuk.”Ujarnya. nayya disana mendengarnya diam dan menatapnya kaget sebab Habib ia kira pergi tak lagi mempeduliaknnya.


Nayya tersenyum dan mengangguk. Ia segera masuk dan duduk dibelakang dan ternyata sudah ada kotak makan dan minuman serta bunga. “Itu dari mas Habib loh mbak Nay. Katanya mbak baru pulang jadi pasti laper dan dia titipkan ini buat mbak makan dijalan. Soalnya nanti kita bakal kejebak macet pasti. Bias ambal jalan kota kalo udah jam pulangnya kerja. Jadi takutnya mbak akan telat makan.”Ujarnya. nayya disana mendengarnya menghangat.


“Mas sudah makan?”Tanya Nayya disana. Bukan maksud apa kan takutnya nanti ia makan padahal masnya saja belum makan. Nanti ia makan didepan orang lapar kan jahat sekali. Mau berbagi pun juga tak bagus.


Pak supir mengangguk.”Tadi saya juga dikasih sama mas Habib kok mbak nena saja. Dan sebelum kesini saya sudah makan bekal istri saya. Jadi kalo mbak mau makan. Makan saja.”Ujarnya. nayya mengangguk dan membuka makannya yang berisikan nasi padang. Sayurnya ada sayur daun Ubi disantan, ada rendang, ada ayam goreng rempah dan juga sambal membuat ia mendadak lapar.

__ADS_1


Ia disana tersenyum hangat dan menatap surat diatas makanan itu.


...”Makan yang banyak yah istri cantikku..” ...


Nayya terkekeh geli melihatnya. Merasa itu alay, namun tak mampu ia pungkiri jika hatinya menyukai hal itu. Ia mencoba mencuci tangannya dan makan.”Pak saya makan yah.”Ujarnya sopan pada supir. Sang supir hanya mengangguk menghantarkan nayya hingga kerumahnya. Benar kata supir tadi, mereka terjebak macek sore ini. hinga maggrib pun maish macet membuat nayya harus memilih sholat dijalan dan kembali ke rumah. Sungguh macetnya lebih lama dibanding jaraknya.


...----------------...


Disisi lain sosok Acha yang sudah pulang menjadi takut pada Rian. Ia takut dituntut oleh pertanyaan yang tadi.. ia pulang dengan Arga tadi sebab Rian masih ada urusan. Tapi sebelum pulang Arga mengajaknya bertemu dengan Rey dikantor karena merindukan sosok ayah mereka. Mereka juga makan siang disana tadi hingga pulang pun Rey ikut menemani menghantarkan mereka.


“Assalamu’alaikum..”Cicitnya Acha memasuki rumahnya yang ternmyata sudah ada Rian yang duduk dikursi tamu bersama Habib sedang menonton tv,, acha disana tersenyum melihatnya.


“Eh sayang sudah pulang.”Ujar Habib, Habib menyuruhnya mebdekat. Achapun segra mendekat dan mencium tangan ayahnya. Lalu ke rian yang mencium tangannya. Habib mengusap kepala anaknya.”Acha sudah makan?”Tanyanya.


Acha mengangguk.”Tadi makan sama ayah Rey.. dan ini.”Ia mengeluarkan makanan dari tanganya yang ia Sumput dibelakang tadi.” Acha beliin buat abi dan abang. pasti kalian belum makan kan?”Tanyanya tersenyum. ia memang sudah pamit tadi yah kepada ayah dan suaminya.


Habib disana menerimanya dan tersenyum.”Duhhh anak abi baik banget. Makasih yah sayang.”Ujarnya. acha disana menganguk saja dan menatap suaminya diam saja. Rian disana tak menatapnya malah menatap TV. ?”Jika begitu abi kebelakang yah mau makan makanan acha. Abi laper soalnya hehe Rian mau makan juga nggak??.,” Tanya Habib pada Rian.


Rian menggeleng" Belum lapar bi."Ujarnya Rian sopan.


Acha menggaruk pipinya disana ketika ayanya sudah tidak berada disini. Ia memilih duduk disamping Rian. Rian tak bergeming membuat ia mengetuk-ngetuk kakinya pada marmer. Hingga merasa gatal diseluru bagian tubuh nya “Bang.. marah yah sama Acha?”Tanyanya..


''Menurut kamu?”Tanya Rian cepat membuat Acha bungkam.


Acha menghela mnafas mentap Rian yang tetap diam lagi. “Bang.. jangan marah.”Ujar Aacha menarik tangan Rian. Rian disana tak bergeming membiarkan Acha berbuat sesukanya. Ia tau suaminya marah karena ia tak mengahuhi jika dirinya adalah istrinya rian. ia malah mengakui adiknya Rian membuat suaminya marah.


Acha menghela nafas lagi.”Acha nggak mau bilang abang suami Acha itu karena acha nggak mau nanti Acha dibully.”Ujarnya disana takut.


“Siapa yang berani bully kamu ?”Tanya Rian disana tegas dan cepat menyahuti ucapan Acha.


Acha menatap mata Rian.”Abang tu sempurma dimata mereka sedangkan Acha enggak.”Ujar Acha membuat Rian mengernyit.”Abang Hafiz Dan Acha bukan. Abang bahkan sudha lulus S2 diusia 23tahun, belum lagi abang yang udah ngabdi dipondok dua tahun menjadi ustad sebelumnya dan mengabdi lagi selama satu tahun dikampus luar membuktikan bahwa abang itu pinter. Bahkan abang-abangnya Acha nggak pernah turun dari rangking satu. Beda dengan Acha.”Ujarnya bergumam.


Acha meremas tangannya menatap Rian.”Acha capek dibanding-bandingkan., dan apa lagi kalo sampek Acha direndahin dan semua orang nganggep acha nggak pantes buat abang. Acha takutnya sakit hati dan bakal ngerusak hubungan kita. Acha sayang abang dan Acha mau kita nikahnya sampek acha dan abang menua bersama. Kayak Ayah Rey dan Bunda Rindu. Enggak kayak Umi Nay dan Abi Habib yang kandas dan tak berujung kayak gini.”Ujarnya lemah.

__ADS_1


Acha dulu pas SMP sempat dibully hanya karena acha aduknya bang Arga yang mereka anggap bang Arga suka acha kayak adek sama kakak punya hubungan special gitu.. mereka pikir Acha gila ya..


“ Hm.. tapi Acha.”Gumamnya disana mengusap kepala Acha. Acha menatap suaminya dengan tatapan sayu.” Kamu tau? Kadang ucapan kamu itu membuat hubungan kita retak tanpa kamu sadari bahkan putus, dengan kamu bilang kamu adik saya dan itu artinya kamu dan saya mahrom. Bahkan bisa menyebabkan perceraian tanpa disadari. “Ujarnya lembut. Acha membola dibuatnya.”Dan kamu tahu? Ucapannya kita kadang itu menjerumuskan kita tanpa kita sadari. Mangkanya bicaraah tampa ada kebohongan. Jika tak mampu menjawab lebih baik diam yah. sebab jika kamu bilang kamu adik saya artinya kamu dan saya itu mahrom satu darah dan tak akan pernah bisa menikah. “Ujarnya.


Aca disana terdiam dan mengangguk. Rian mengusap tangan Acha dan menciumnya.”Yaudah kamu kekamar gih. Bersih-bersih.. kamu pasti lelah kan.”Ujarnya.


Acha disana menatap sendu suaminya.”Abang nggak marah lagi sama Acha tapikan?”Tanyanya polos.


Rian menggeleng.”Saya tidak marah. hanya kesal dan juga mengingatkan apa yang kamu lakukan itu salah. Cocok atau tidaknya kita itu Tuhan yang ngatur bukan manusia“Ujarnya.


Acha disana terdiam mendenarnya. Rian disana tersenyum.”Saya yakin kamu sangat pintar yah kan? jadi saya yakin kamu tidak akan mengulanginya lagi .”Ujarnya. Acha mengangguk disana dan Rian tersenyum.”Mandi gih. Bauk kamu masem.”ujarnya.


Acha memmbola dan segera mencum ketiak kanan dan kirinya. Ia disana meringis dibuatnya.”Iya acem.”Gumamnya. kelahar tawa Rian terdengar nyaring diruangan sana. Acha meringis saja sebab memang bauk tubuhnya tak sedap lagi. sudah seharian belum mandi kan.


“Nanti seusdah mandi kamu kemasjid yah. soalnya nanti ada acara dimasjid kita untuk memperingati ulang tahun pesantren ini. dan katanya besok acara lomba Tahfiz nanti..”Ujarnya Rian. Acha disana menatapnya memohon dan menggeleng.”Acha capek mau tidur aja.”Ujarnya.


Rian menghela nafas dan mengangguk.”Kamu istirahat saja. Lagian kamu disana pasti akan ketidura kan.. masa bidadarinya abang tidur ngorok diliat orang lain. Cukup abang saja yang nikmatin suara dengkuran Acha,.”Ujarnya dengan kekehan.


Acha menepuk bahu abangnya.”Ihh abang jangan gitu. Acha nggak ngedengkur tidur. Acha Cuma capek kemarin.”Ujarnya menghentakkan kakinya tak terima bagaikan anak kecil. Membuat suara tertawanya Rian terdengar sangat nyaring disana. Acha cemberut melihat suaminya yang menertawakannya. Memang kemarin Rian dengan isengnya merekam suara dengkuran ACha dan memberi tahunya dipagi hari. Sungguh Acha sangat malu.


“Oke deh yang Cuma kecapean.”Ujar Rian membuat Acha mengangguk cepat.”Tapi kalo malam ini ngorok lagi berarti memang ACha pengorok tidur yah.”Ujarnyta. acha disana menatapnya lemas dan tak terima.”Loh kok nggak terima. Kan katanya Cuma capek. Masa setiap malam capek si Cha? Haha.”Ujarnya tertawa.


“Is abang nyebelin.”Ujar Acha tak terima disana dna mendelik.”Abang tidurnya ngeces acha diam saja tuh. Nggak kompline..dasar resekk. Abang nyebelin.”Ujarnya menghina Rian. Rian malah tertawa disana dengna wajah Acha yang menggemaskan.


“Bohong dosa loh. Apalagi fitnah. Fitnah tu lebih kejam disbanding pembunuhan asal kamu tahu,”Ujarnya. Acha disana tertdiam sebab ia memang fitnah. Rian tidur sangat tampan dan juga tenang bagai orang yang menutup mata saja . rian terkekeh disana dan mengusap pipi Acha.”Tapi saya suka. jangan sampai ada orang lain mendengar kamu tidur mendengkur yah.. cukup saya saja.. sebab saya bisa cemburu.”Ujarnya.


Acha disana memerah malu disana namun terdiam kesal mendengar abinya berkata.”Bukan cemburu si Rian tepatnya. Tapi malu. Masa cantik-cantik mendengkur(ngorok) kan nggak lucu. Masa suaminya ganteng istrinya ngedengkur.”Ujar Habib datang dengan makanan yang ACha bawa tadi membuat Rian tergelak.


Acha mendengus dan menghentakklan kaki tak suka.”Ih abi nyeselin.. nyebelin ”Teriak nya kecil dan Habib tertawa terbahak-bahak mendengar Acha dan wajahnya yang memerah malu.


“Loh kok malah marah-marah. Kan memang bener gitu kamn Rian?”Tanyanya. rian dengan wajah tak bersalahnya mengangguk mengiyakan Habib mengundang acha yang mentapnya dengan tatapan tak terima.


“Iss abang tidur diluar..!!!” teriak ACha dan masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Rian mendengarnya gelagapan dan bangkit.”Ih Cha abang Cuma bercanda ih..”Ujarnya dan gelagapan mengejar Acha. "Cha....!"


Habib disana tertawa terbahak melihat kelakuan anaknya dan menantunya. Namun dibalik tawanta ada rasa iri sebab mereka bisa bersama sedangkan dirinya dan Nayya tidak..!!!


__ADS_2