
” Padahal kalian masih sangat muda, siapa sangkah sudah punya tiga anak.”Ujar kyai Abu terkekeh disana. “ Dan lagi anak kalian ganteng dan cantik. Pasti ini juga tak kalah seperti pada kakaknya.”Ujar Kyai Abu disana semangat.
Rindu menghela nafas tak bisa menahan amarah disana. Bisa-bisanya mereka tak membicarakan Nayya disini? Dan dimana Habib?
Rindu diam menatap Mira, ia merasakan tangannya dielus membuat ia menatap Rey yang menenangkanya membuat ia menghela nafas. “Bukannnya Habib sudah menikahi gadis lain? Kenapa dia bisa menikah lagi?”Tanya Rindu lagi dengan nada dinginnya..
Kyai Abu diam menatap Rindu. “ kamu tau? Kamu kenal Nayya toh?”Tanyanya heran disana lalu kembali bertanya. “Kamu tau dimana Nayya sekarang? Apa kamu temannya dia?”Tanyanya lagi dengan raut cemas dan khawatirnya.
Rindu malah tersenyum miring dibalik cadarnya. "Anda aneh kyai..”Ujarnya lalu terkekeh. Kyai abu dan Mira diam menatap Rindu nanar.
Rindu menatap Mira tajam dan berkata. “ Aku bertanya karena aku tidak tau. Lagipula kan dia itu keluarga kalian, bagaimana bisa kalian bertanya kepadaku? Jikapun hilang, bukankah seharusnya kalian mencari, bukan bertanya asal?”Tanyanya lagi disana.
“Begini.. Nayya tidak tau dimana semenjak beberapa minggu ini setelah pernikahanya Khumairo dan Habib.”Ujarnya disana. Menatap Rindu dengan sendu.” Kami sudah mencarinya. Bahkan ibu dan ayahnya juga sudah mencari tapi belum juga ada yang bertemu. Dan hingga detik ini kami tidak juga bertemu.”Ujarnya disana.
“Mencari?”Tanya Rindu disana dengan sinis kepada kyai Abu. “ Mencari bagaimana? Menyerahkan kasus pada polisi dan diam dirumah,, apakah itu namanya mencari?”Tanya Rindu dengan tajam hampir membentak tapi suaranya naik satu okta. “ Bukankah kalian cukup kaya untuk menyewa detektif? Apa kami harus memberikan uang atau bantuan untuk mencari Nayya supaya kalian tidak kehilangan uang kalian?”Tanyanya lagi tajam.
" Tapi dia pergi sendiri tanpa izin dari kamu.. " Ujarnya Kiai Abu.
"Bagaimana jika dia diculik?? " Tanya Rindu berbisik membuat mereka terdiam " Berjuang nyawa diluar sana karena mau pulang namun sayangnya suaminya sudah menikah lagi tanpa sepengetahuannya. "Ujar Rindu lagi. Semua kembali diam akan hal itu.
"Siapa yang mau menculiknya?? " Tanya Mira nanar.
"Kita tidak tau yang namanya manusia? "Jawab Rindu lancar "Rambut sama hitam hati siapa yang tau... " Ujarnya menyeringai.
Lalu matanya menatap Mira tatapan membunuh. Khumairo bahkan gemetar melihatnya. “Dan kalian? Kenapa menikah? Bukankah kamu tau jika Nayya masih menikah dan belum pisah dengan Habib? Kenapa masih menikah? Bukankah itu tidak sah..!!” Ujarnya membentak.”Dimana hati nurani kamu ha?!!” tanyanya geram.
Rey disana menahanya. Kyai Abu diam melihat Rindu, semua tau jika Rindu itu tempramen dan juga pemberontak. “Mb-mbak tenang.”Ujar Khumairo disana dengan gemetar.
“mbbak tidak tahu apa-apa dan in—"
“ Saya memang tidak tahu semuanya tapi setidaknya saya tidak akan pernah menjadi pelakor apapun itu caranya. Bahkan mati pun saya rela ketimbang hidup dengan kebusukan dan juga kejahatan anda.”Ujarnya disana lalu menatap arah lain. “Kamu hamil anak Habib? Bukankah kalian baru menikah? apakah kalian berselingkuh mangkanya kalian menikah lagi?”Tanyanya disana.
Mira mengeleng cepat.. “Terus bagaimana bisa kau hamil?”Tanya Rey disana tak kalah tajam.
__ADS_1
“Panjang ceritanya, tapi tolong jangan mencampuri urusan keluargaku..!” Ujar dari belakang menatap Rindu tajam.
Rindu menyeringai melihatnya, yah dia Habib, ia menatap Rindu dengan tatapan sendu dan sayunya.
“Oh maaf aku terlalu sok tau akan keluarga kalian yah.”Ujarnya Rindu disana mengangguk.
Habib diam menatap Rindu namun Rindu kembali berkata. “Tapi kami hanya mau memberi tahu, jika kadang ada yang harus kita utamakan dari yang paling utama, ada yang harus kita sakiti demi hal yang tidak harus kita sakiti. Ada yang harus kita prioritaskan ketimbang yang Nampak priorotas,”Ujar Rindu disana.
“ Mungkin poligami dimata agama boleh, tapi menikah dengan keadaan hamil tidak sah, dan ketika kalian sudah satu rumah dengan pernikahan tidak sah sama saja kalian sudah keluar dari syariat kita dan melakukan zina. Yah saya rasa kalian keluarga paham agama, sudah pasti paham agama lah yah.,”Ujarnya menyindir lalu menatap Khumairo tajam. “Dan kadang wanita itu terlalu egois, memikir prasaannya tanpa memikirkan perasaan orang lain kan?”Ujarnya disana terkekeh.
Kyai Abu tidak tahu maksud Rindu., tapi mata Rindu menyiratkan kebencian bertambah dengan ucapan Rindu membuat sisi hatinya terluka sebagai Kyai.
“Dan lagi tidak sepantasnya kalian menikah tanpa restu seorang istri sah. Kalian menikah tanpa restu jika di Undang-undangkan sekarang sudah ada loh, kalo dalam hukum agamanya juga tidak boleh. Tidak boleh menikah tanpa persetujuan istri pertama.”Ujarnya.
“Islam membolehkan poligami, bahkan sudah menjadi sunnahnya.”Ujar Khumairo.
“Kamu tidak pernah mendengar kisah Rosulullah yang ‘Demi Tuhan jika bukan karena Allah yang mengutusnya untuk menikah lagi ia tak akan menikah lagi setelah Khadijah meninggal,”Ujarnya disana sinis. “Boleh sunah tapi harus tau mana yang wajib. Jangan mencampurkan yang menurut perut kalian bagus saja. Kamu terlalu munafik membicarakan agama.”Ujarnya disana.
“Nayya pergi karena kamu yang masuk. Bukankah singgahsana seorang Ratu hanya ada satu orang yang bisa mendudukinya? Dan bukankah mahkota ratu hanya ada satu. Dan kamu mau bilang kamu selirnya?”Tanyanya terkekeh. “Maaf, Habib bukan raja yang bisa memutuskan sesuka hatinya. Kamu perempuan bayangkan jika suami kamu yang kamu rebutkan. Atau kamu bayangkan jika ayah kamu menikah lagi dan menduakan ibumu.”Ujarnya disana dingin.
Mitra diam disana menatap Rindu nanar. Ia tak mampu membayangkan ayahnya menikah lagi dan menduakan ibunya sungguh. Ia mau ibu dan ayahnya selalu bersama. Rindu diam disana menatap habib dengan dalam. “Rey jika kamu disuruh memilih nyawamu dan aku apa yang kamu pilih?”Tanya Rindu pada suaminya,.
Dengan pasti Rey menjawab. “Kamu lah.. kamu duniaku dan nyawaku, jadi tidak ada alasan bagiku memilih nyawa.”Ujarnya lirih disana.
Rindu tersenyum lalu kembali bertanya.”Jika aku suruh kamu pilih aku dan juga hartamu apa yang kamu pilih?”Tanya Rindu lagi pada suaminya.
“Pasti kamu.. karena kamu hartaku Rindu, tidak ada yang lebih berharga dibandingkan kamu.”Ujar Rey disana nanar lagi.
Rindu kembali bertanya dengan dingin. “Dan jika kamu disuruh memilih menyelamatkan seribu nyawa dan diriku maka kamu akan memilih siapa?”Tanya Rindu lagi.
“Tentu saja kamu Rindu. Karena ketika kamu saja tak mampu ku selamatkan bagaimana seribu nyawa lainnya, dan bagaimana bisa aku kuat tanpa adanya diri kamu disisiku.”Ujar Rey memeluk Rindu,
Rindu tersenyum sinis dengan mata yang berkaca kaca menatap Habib yang terdiam mendengarnya. Rindu diam dengan mata sinis dan kembali berkata. “ Bagaimana bisa kamu menjadi lelaki yang tak punya konsisten Habib.”Ujar Rindu disana dengan tatapan nanarnya.,
__ADS_1
Habib diam tadi menjawab.”Kamu tidak tau apa-apa jadi jangan terlalu ikut campur..”Ujarnya disana dingin. Rindu disana terkekeh lalu
Bugh..
Habib..
astaghfirullah.
Satu tendangan melayang dipipinya Habib oleh Rey membuat Habib terhuyung. Lalu Rey mendekati Rindu yang sudah mau melayangkan tangannya memukul Habib.”Jangan sentu lelaki lain, aku tidak suka. Biar aku saja.”Ujarnya mengusap kepala istrinya membuat Rindu tersenyum.
Habib diam menatap Rindu. “Nanti jangan menyesal yah.”Ujarnya Rindu lalu kembali berkata.”Hidupi anakmu dengannya, abaikan anak kandungmu. Supaya kamu tau bagaimana rasa penyesalan sesungguhnya.”Ujar Rindu lalu pergi.
Rey disana diam menatap Habib lalu berkata. “Pecundang.. Seharusnya kamu tau jika istrimu lebih penting ketimbang apapun itu. Bodoh.”Ujarnya lirih lalu pergi dari sana. Habib diam disana dengan nanar menatap semuanya. Apa maksudnya?
“Hey.. kalian tau dimana Nayya?!! dimana dia?!!”Teeiak Habib lalu mengejar Rindu dan Rey.
“Mas..!!” ujar Mira menarik Habib.
“JANGAN SENTU SAYA..!! PERGI DARI SINI SAYA BILANG..!!” Teriak Habib menghempaskan tangan Mira nya dan itu membuat Mira terjatuh merasakan sakit ditangannya dan perutnya. “Pergi dari sini..!! sejauh mungkin..!! saya tidaklah mau melihat wajahmu lagi, pergi..!” Teriak Habib lalu mengejar Rindu dan Rey lagi.
Rindu dan Rey kembali memasuki mobilnya menatap ternyata nayya tertidur. Rindu menatap Rey membuat Rey mengangguk..
“Tolong jangan pergi..!! dimana Nayya,,!!” Teriak Habib mengejar mobil Rey yang mau melaju.
“Jalan saja.. biar dia menyesal dan bisa mendewasakan diri.”Ujarnya Rey dingin membuat Rindu menatap Nayya sendu. Jahat yah dia memisahkan istri dan suami? Anak dan ayah? Lalu menatap Habib yang sudah menangis mengejarnya. Bahkan terjatuh karena tersandung bajunya.. Rindu menghela nafas..
“Kadang memang kita butuh rasa sakit dan juga penyesalan untuk mendewasakan diri dan bisa menyadarkan kita. Mana yang harus kita utamakan.”Ujar Rindu menatap jendela nanar.
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak yah......
__ADS_1