Istri Butaku

Istri Butaku
Ceraikan Istrimu


__ADS_3

.


.


.


“Apa...!! Khumairo masuk rumah sakit? Gimana bisa?!!”Tanya dari si Kyai Abu mendengar kabar dari seberang dengan terkejut..


Disebrangpun menjawab “Iya.. Kami dirumah sakit sekarang. Kami juga tidak tau bagaimana ceritanya tapi kami perlu bicara degan kalian..”Ujarnya disamna nanar.


“Yasudah. Kami segera kesana sekarang.” Ujar dari Kyai Abu. Disana juga ada Fatih dan juga lainya kok. Sebab tadi Habib yang datang kerumah mengajak Nayya kesini mengatakan kabar ini. Nayya si mau saja karena tidak tau pokok permasalahannya.


Habib menatap nayya dan ayahnya.” Kita kerumah sakiti sekarammg. Karena Khumairo tinggal dindalem, jadi dia adalah tanggung jawab kita.”Ujar abi Abu disana dnegan helaan nafas.


Matanya menatap Nayya lembut”Nayya tinggal saja yah.”Ujarnya disana.


Nayya pun mengangguk saja karena tak mungkinkah ia ngotot ikut suami? Apa kata dunia nanti?


”Tidak abi. Jika Nayya tidak ikut Habib juga tidak ikut. Habib tidak mau membuat berita atau fitnah lagi.. Habib tidak mau kami ribut lagi masalah ini. Nayya istri Habib jadi dia tanggung jawab Habib.”Jawan Habib disana nanar.


Kyai Abu disana menatap anaknya tegas.” Kamu tidak tau apa yang akan kamu lewatkan nanti Habib. Lebih baik Nayya tingal saja ditemani Fatih. Karena nanti apa tau keluarga Khumairo bertindak gegaba pada Nayya atau mengatakan suatu perkataan yang menyakitkan Nayya. kamu tidak maukan Nayya kenapa-napa?”Tanyanya disana.


Habib diam menatap Nayya nanar “Abi tidak akan membuat kamu salah langkah. Percaya saja dengan abi..|’" Ujarnya disana lagi.


Habib menghela nafas dibuatnya. Nayya pun ikut bicara.” Kamu tidak apa-apa kalo aku tingal Nay? Jika kamu marah atau tidak membolehkan aku tidak akan pergi kok.!”Ujarnya sembari melirik Fatih yang diam saja. Sedikit tak ikhlas mendengar Nayya ditinggalkan dengan Fatih. Itu tandanya nanti mereka dekat kan? Cemburu sama adik sendiri boleh kah dia?


“Habib tidak usaha berlebihan kamu Cuma pergi sebentar bukan mau meningalkanya. Hanya snentar kok.”Ujar uminya disana geregetan. Namun Habib masih menuntut Nayya. Nayya yang diam pun mengangguuk.


“Pergilah, tapi hati-hati dijalan. Jangan lupa beliin Ramen, aku mau makan ramen pedas dua bungkus.”Ujarnya disana.


Habib disana tersenyum mengusap kepala Nayya.”Yah sudah jika begitu. Kita berangkat sekarang. ”Ujar kyai Abu disana.”Fatih jagain Nayya. jangan kemana-mana paham..!” Ujarnya. Faith mengangguk saja.. Dan setelahnya mereka pergi. Nayya diam disana sembari menatap kegelapan, sebenarnya ada rasa tak suka didadanya namun ia hempaskan saja. Ia tau jika ini akan menjadi problem hidupnya kedepan.


“Duh Niang. Yuk masuk, Fatih kemarin beliin buah loh. Kita buat rujak yukk.”Ujarnya. Nayyapun mendengarnya menganguk semangat mengikuti kemana Fatih mengajaknya. Dan termnyata mereka ada digardu depan rumah Nayya.. disana juga sudah ada Putri yang menyiapi semuanya.

__ADS_1


“ Tapi Nay tidak suka buah papaya, jadi banyakin buah bengkoang, atau buah yang lain aja yah. Nanas juga boleh.”Ujarnya disana.


“Jangan dong. Nanti kalo kamu hamil gimana Nay? Nanti anak kamu gimana?!!”Tanya Putri cepat .


Nayya disana membulat dibuatnya. “Mana ada. Nay tidak hamil.”Ujar Nayya mengusap peritnya nanar. Baru juga beberapa hari kok sudah hamil saja.


Putri disana terkekeh dibuatnya. “kan Putri bilang ‘Kalo’ mbak, jangan gugup atuh.. aaminin aja lah.”Ujarnya tergelak melihat Nayya yang Nampak lugi. “Lagian kenapa mbak suka nanas?”Tanyanya disana lagi


Nayya disana mengangguk.” Ayah Nayya suka makan nanas, apakagi nanas madu, Nayya suka makan yang ayah Nay buka, soalnya itu matanya banyak banget Nay engak suka bukanya.”Ujar Nayya lagi terkekeh.”Cuma nanas yang rasanya gatel itu Nay tidak suka. Sama kayak papaya. Gatel lidah Nay.”Ujarnya lagi.


Fatih diam disana sulit diartikan melihat Nayya yang bicara pada Putri. “Mana ada papaya gatel Nay. Enggak lah., kamu ada-ada saja.”Ujar Putri sembari mengupas buah bengkoang supaya lebih banyak untuk nayya,


Nayya mencebik.”Memang benar gatel kok. Mangkanya Nay tidak suka. Pisang juga berasa lembek.. Nayya tidak suka.”Ujar Nayya meringis disana.


“ Masa? Tapi kemarin kamu makan pisang yang saya kasih?!”Tanya Fatih heran disana.


“Yah kan kemarin Fatih kasih Nay pisang coklat dan pisang keju., jadi enaklah. Maksud Nayya pisang yang belum di olah gitu.. berasa jadi monyet hehe.”Ujarnya terkekeh disana menampilkan sneyum manisnya.


Merasa aura panas disana Nayya bukanya takut. Ia malah terkekeh dan berkata. "Yah begitulah.. tapi Nayya bilang jika Nay yang makan kayak monyet bukan kalian. Tapi jika merasa tidak apa-apa hehe.”ujarnya terkekeh disana membuat keduanya mencebik.


“Oh iya.. nanti kita beli syomai yah.. Nay mau syomai Fatih maukan belikan nay?”Tanya Nay smeangat.


Fai4th tersneyum tipis disana dan mengangguk.”Apa si yang enggak buat ndoro ..”Ujarnya disana tersneyum.


Nayya pun tersenyum.”Fatih baik. Nayya suka.. makasih Fatih.”Ujar Nayya disana. Bagi Nayya orang yang paling baik dan paling ia percayai disini hanya Fatih. Meski suaminya adalah Habib tapi Fatih lebih utama. Entah kenapa tapi ia nyaman dengan Fatih.


Tak mereka sadari Fatih mengulum senyumnya namun menggeleng. ”Nay jangan senyum.” Ujarnya disana,”Jangan seriung-sering senyum dan bilang suka sama orang yah.”Ujarnya disana dengan helaan nafas disana.


Nayya mengerutkan keningnya disana,”Kenapa?”Tanyanya disana dengan dungunya.


Fatih disana melirik Putri yang juga melirik dirinya. Fatih pun berbisik.”Kamu terlalu manis buat senyum. Nanti orang lain baanyak yang suka hehe.”Ujarnya membuat Nayya tersenyum dengan remehnya. Faith bisa saja.


"Aku tau aku manis.. "Ujarnya mengangguk sombong.

__ADS_1


"Sih sombong.!" Dengus Putri Disana mencebik.


"Bilang saja Putri Iri kalo Nayya dipuji dan kamu juga mau... " cibirnya. pu4tri diam menatapnya dengan menggeleng saja. Dan Nayya yang terkekeh.


"Iyain adalah putri... "Ujar Fatih... Karena pada faktanya Nayya memang manis.


....


Disisi lain ruang itu dipenuh dengan hawa panas yang menggelap..


Plak.. Plak.. dua kali tamparan mendarat dipipi Habib.. Bugh.. Bugh.. diterjang dan dipukul, namun Habib disana diam saja. Abi Abu dan istrii hanya menangis melihat sang anak yang dipukul oleh Anwar disana. Argi pun diam melihatnya.


Habib menghela nafas dengan nafas yang naik turun. Membuka mata saja sangat perih apalagi bicara sesekali juga ringian kecil keluar dari bibir manisnya itu. Anwar menatapnya nyalang bagaikan singa lapar.”Kamu mengkhianati anak saya Habib.!! Karena kaju Vio hamper mati..!|’ Bugh..” Seakan belum puas ia kembali menendang Habib hingga Umi Ana memeluknya tak kuat.


“ Jangan halangi aku sial4n..!” Teriaknya. Umi Anna mengeleng nanar disana memeluk anaknya sakit. Ibu mana yang tak menangis melihat anaknya dipukul membabi buta begini. Habib pun memeluk ibunya erat dan meringis meski tak menangis.


“ Tolong Somat. Jangan begini..!” Ujar kyai Abu disana nanar. Yah. Nama Anwar dipangil Somat oleh keluarga ini, Anwar Somat tepatnya. Mereka bersahabatan sejak lama. Kyai abu mendekatinya dan menahannya.


“Kalian menipu kami.. kau lihat anakku.. Anakku disana terkapar hampir gila karena anakmu itu Abu...!” Bentaknya nanar disana.”Dan ternyata anakmu sudah menikah. Kalian menyembunykan semua ini dari kami ha..!” Bentaknya lagi kuat dihadapan sahabatnya itu.


Bugh..”Ini balasan untuk kamu.. Sakit.?!, Aku sebagai ayah dari Vio lebih sakit melihat anakku hancur ..!” Bentaknya lagi memukul Kyai Abu sampai terhuyung..


"Abi..” Teriak umi Ana dan Habib. Semuanya langsung memeuk kyai Abu dan Anwar yang aksih menatap mereka dnegan tatapan sulit diartikan. Tanganya terkepal erat dan mata yang melotot.”Abi tidak apa-apa?”TRanya Habib mengusap wajah abinya. Abinya mengeleng kecil sembari meringis. Mereka tak membalas karena tau mereka salah. Mereka salah tak memperhatikan Vio sampai bisa keluar pesantren.


“Sudah cukup ayah.. Vio didalam memangis mendengar kalian rubut. Sudah cukup..!” Ujar Argi istrinya disana dnegan nanar. Air mata yang sedari tadi turun tak juga mau mereda. Ia memeluk suaminya yang amarahnya sangat membunca itu.


Suaminya terkulai dibuatnya. Menatap nanar mereka semua. Ia tak mengatakan jika Khumairo diperkosa karena tau jika itu aib. Ia tau.. Tubuhnya melemas melihat anaknya yang sedari tadi menangis dengan tubuhnya yang terasa kotor baginya. Habib pun mendekatinya dan mengengam erat tanganya.” Maafkan saya ayah. Maafkan saya.”Ujarnya menunduk takut. Tadi ayahnya khumairo meminta Habib menikahinya tapi Habib menolak dan mengatakan jika ia sudah menikah. Karena itulah ayah Khumairo mengamuk dan memukulnya. Habib tau ia salah, tapi ia juga korban disiniu.,


Ayah Khumairo disana menatap Habib dengan nanar.” Ceraikan istri kamu dan nikahi anak saya..!!!!” Ujarnya disana kepada Habib tegas lagi..


Dugh.. jantung Habib berdegub dibuatnya. Jangankan mendengar dari Nayya. mendengar dari orang lain saja rasanya hatinya terasa jatuh dan perasaanya terasa sangat sakit. Darahnya berhenti mengalir dan berdesir. Ia tak akan kuat. “Khumairo cinta kamu, dan dia begini juga karena kamu Habib. “ Ujarnya lagi disana mendesak Habib. Ia mau anaknya mendapatkan apa yang ia mau dan setoidkanya menutupi aibnya.,


Habib disana pun menatap ayah Khumairo nanar

__ADS_1


__ADS_2