
Bagi yang tidak tau Cerita rindu dan Rey silakan baca di karya aku yg "Hijrah Sang Gadis Pemberontak " Yah guys. BTW Disana ceritanya Rindu dan mungkin kenya lebih banyak fans disana dibanding yang disini hohoho. jadi biar yg tidak suka Rindu jadi Tahu siapa Rindu... Se You dikomentar novel sebelah.
.
.
Sudah dua hari Nayya dan Acha tak bangun dari tidur mereka, Habib? Ia bagai orang gila saja saat ini. tak ada Rindu atau Rey yang membantu. Tak ada Arga juga, dan tak ada lagi Rajja dan Rian. Rian hanya kadang-kadang saja datang menitipkan bunga pada suster karena ia tak mau masuk.. Bukan karena apa tapi karena Acha tak mengenakan hijabnya. Bukan tak mau tapi karena keadaan...!! Habib jadi flashback pada masa dimana ia kehilangan Nayya dulu.
Tapi ini dia bolak balik, sebab sudah dua kali para dokter mengatakan jika Acha nafasnya terhenti, dan ternyata beberapa menit lagi nafasnya kembali ketika Habib mengatakan ia ayat ayat dan juga ucapan maninya pada Acha serta bantuan dokter juga. Ia tak bisa makan nyenyak, tidur nyenyak dan semuanya nyenyak. Tidak bisa..!!! keluarganya? Keluarganya sudah tau karena Habib memberi tahu, namun mereka ikut kaget ketika tau tragedy itu. Padahalkan baru kali ini mereka menatap Acha. Namun sayangnya mereka tidak boleh bertemu.
Ngomong-ngomong kalian tidak tau yah jika Abu menghilang? Iya Abu?!!! Hahah yah yah menyedihkan yah, dikeluarga tak terlihat direader tak ada juga yang menganggap. Yang sabar yah Abu. Semoga jadi manusia yang berguna dinovel ini supaya dikenang wkwk. Yahyah jika tidak menjadi orang berguna jadilah perusak supaya mereka mengingatmu. wkw
Pagi ini Habib kembali mebelikan bunga mawar putih menuju kerumah sakit dua tangkai. Satu untuk nayya dan satu untuk Acha. Sebagai rutinitasnya beberapa hari ini.
Senyumnya sangat sayu mentatap langit yang cerah. Langkah kakinya menuju rumah sakit lebih cepat akibat ingin bertemu dengan nayya dan anaknya. Dan disinilah ia, didepan pintu ruangan nayya.
Langkah kaki pelannnya memasuki ruangan ini. ruangan yang hanya diiisi dengan suara alat-alat ditubuhnya Nayya. ia tersenyum menatap wajah pucatnya Nayya dan memilih duduk dikursi didekatnya. Ia mengusap kepala Nayya dan mencium kepalanya sayang.” Pagi sayang... “Gumanya disana dengan kekehan.
“Aku bawakan bunga buat kamu loh. Lihat, cantikkan? Tapi sayangnya dia kalah cantik sama kamu,Iyalah, kan kamu paling cantik dimata aku.”Ujarnya terkekeh dengan ucapanya sendiri.
Matanya menatap wajah nayya dan mengusapnya pelan. Nafasnya terasaberat dan menatapnya lagi bentuk wajah Nayya dengan tatapan sayu.”Kamu enggak ada niatan bangun? Udah dua hari loh kamu tidur terus enggak capek apa? Kamu enggak mau lebaran sama ibu dan ayahmu? Lihat Acha, dia butuh kamu.”Ujarnya Habib lirih dan menaruh bunga itu disisinya Nayya.
Ia mengusap pipi Nayya lagi dan juga menghela nafas. Tangan nayya terasa dingin. Bibir merahnya sekarang terlihat memutih, wajah putihnya bertambah putih. Ia mengusap lagi pipi Nayya dan tersenyum."Kamu bangun yah sayang. Aku nungguin kamu.”Ujarnya tersenyum lirih.”I Love you..”Ujarnya lagi.,
“I Love you to Mas.. aku juga cinta mas kok.”Ujar Habib mengusap pipinya dengan tangan Nayya serta meniru suara Nayya. ia terkekeh sendiri dan mengusap air matanya. Ia harus kuat untuk keluarganya. Sungguh ia harus kuat saat ini karena tak ada lagi penopang kehidupannya kecuali Allah dan juga tekatnya.
Ia memilih menaruh kepalanya didekat ketiak Nayya sembari mengusap tangan nayya. matanya menatap ruas jarii Nayya. matanya menghitung satu persatu.”Nay saya jadi ingat pertama kali kita bersama, dimana kamu saya yang memandikanya, kamu saya yang mengurus dan semua hal. Dan sekarang itu kembali terjadi, kamu saya yang urus, dan kamu saya juga yang memperhatikan. Dan saya juga yang lagi dan lagi membuatbkmau seperti ini. “Gumamnya tersenyum miriss dan mencium tangan nayya pelan dan dalam. Sangat lama hingga ia tertidur nyenyak disana.
Sedangkan Khumairo dan Aron apa kabar? Mereka berdua disekap diruang belakang rumah Rindu. Rindu tak lagi mengurusinya, ia memberi hak besar pada keluarga besarnya sebab ia juga tak mau membunuh ataupun menyakiti mereka. Tapi ia juga berpesan jangan sampai membunuh. Dan jangan sampai diperkosa atau apapun itu. Rindu wanita dan ia tau akan dosa kok.
Mata Khumairo memberat namun terasa ingin terbuka. Sangat sulit dna juga perih. Ia merasakan hidungnya patah dan juga bengkok saking sakitnya wajahnya. Pipinya terasa sangat tebal akibat lebam dan juga biru keunguanya itu. Disisi kanan matanyapun juga ada banyak bekas lebam dan luka akibat pukulan Rindu dikalah itu..
”Arhhh...”Ringisanya dikalah merasakan wajahnya terasa disiram dengan air ingin. Sangat dingin dirinya terasa beku saat ini hingga matanya terbuka.
Dan disana matanya terasa sakit akibat bengkak. Yah matanya bengkak dan juga biru keunguan disekitar matanya, sudah dua hari ini ia tak sadarkan diri hingga tubuhnya terasa lemas. Dan ternyata bukan hanya dirinya saja yang disiram. Ternyata juga Aron kakaknya. Kakaknya juga bangun namun dalam bentuk yang lebih menyedihkan. Dua matanya membiru ungu dan juga pipi lebam semua, bahkan ada goresan yang mungkin dari sepatu Nichol dikalah itu. Tapi kok bisa lebih banyak dari ini?
Mata Khumairo dan Aron sayu menata kedepan Brak.... Arhgh. Keduanya meringis dikalah ember besar itu dilempar kehadapan mereka hingga pecah dan serpihannya mengenai tubuh mereka semua. Itu membuat luka yang cukup sakit ditubuh mereka saat ini..
__ADS_1
Sosok didepannya menatap Khumairo tajam, dibelakangnya ada sosok yang gagah dan juga berani, mengenakan stelan yang rapi dan juga wajah yang datar. “Siapa kalian?!!!” Tanya Aroun dengan membentak meski lemah. Bahkan terasa ujung nafasnya tersulit ketika bicara
sosok yang mengenakan jas itupun menatap Aron remeh dan tersenyum sinis.
“ Cuiiiih.”Ia meludah diwajahnya Aron hingga ARon disana terdiam menatap tajam siapa yang meludahinya. Sosok itupun menatapnya dengan tatapan remeh dan berkata.”Kamu sudah sekarat tapi tetap sombong. Dasar manusia tidak tahu diri.”Ujarnya dingin. Sangat dingin.
“Kau siapa pak tua..!! lapaskan kami..!” Teriak Khumairo disana dengan nanar. Ia menangis dan meringis dikalah ini. tubuh mereka menggigil akibat es batu yang mereka siram dan mandikan pada dirinya dan Aron. Tubuhnya basah kuyup hingga lekuk tubuhnya tercetak jelas..
Arga didepanya itu tergelak. Khumairo tertdiam, ia ingat sosok ini. yah itu Arga..!!! khumairo ingat jika itu anak kandungnya Nayya..!! Ia terdiam menatapnya kaget. Sungguh ia kaget saat ini menatapnya. “Lepaskan kami..!” Teriaknya.
Bugh.. Arghjj..
Arga tanpa hatinya menendang kuat tepat dimulutnya Khumairo hingga berdarah dan juga Khumairo yang terdiam dengan muka piasnya. sangat sakit....!
”Jangan sentuh adikku..!!” Teriak Aron menatap adiknya yang terluka karena tendangan dari Arga.
Bugh....Ugh... dan tak lama setelahnya sosok dibelakangnya Arga itu menendang kuat mulutnya bahkan lebih kuat dibanding Arga tadi. Aron meringis merasakan pedih hingga tak mampu membuka matanya. Kepalanya berdenyut nyeri. Ia baru sadari jika beberapa gigi bagian atasnya banyak yang terlepas dan juga longgar.. sosok yang menendangnya itu tak lain dan tak bukan ayah kandungnya Rindu yaitu Nio. Lelaki kejam yang berani membunuh anaknya. Apalagi Aron?
(Jika kalian pengikut cerita Rindu pasti tau betapa kejam ayah kandung Rindu...)
Arin membelalak mendengarnya. Ia menatap tajam Nio didepanya.”APA SALAHKU HA? Lepaskan aku dan siapa kau,siapa anak kau..!! berani-beraninya kau mengancamku..!” Teriaknya hingga darah dari mulutnya muncrat kemana-mana
Bugh... Bugh Aron terenyah dikalah dadanya ditendang kasar oleh Nio. Nio bangkit dan menatap Khumairo yang diam menggigil menangis disana. “ Biarkan mereka disini. Mati kedinginan. Akan ku tinggkatkan temperatur ACnya supaya mereka beku.”Ujarnya disana dan pergi.
Arga disana diam menatap Khumairo. Ada rasa sesak didadanya ketika menjadi orang jahat. Tapi siapa yanga rela adiknya mati? Siapa yang rela ibunya mati? Ia tak tau jika Acha masih hidup, yang ia tau Acha sudha meninggal mangkanya ia tak berani bertemu ibunya. Ia takut dan ia merasa gagal menjadi seorang kakak. Ia membenci dirinya sendiri dan ingin menghilang dibumi.
Ia disana tersenyum iblis pada Khumairo. Khumairo menatapnya dengan memohon.”Lepaskan aku tolong..!” Ujarnya Khumairo lirih. “lepaskan aku..!” Bentaknya Khumairo lagi namun dengan nada suara yang naik dua okta.
Bugh... Arga disana menendang peritnya kuat. khumairo terasa tersenak, nafasnya terenyak dengan terhentinya suaranya. Ia merasa tak mampu bernafas dibuatnya. Tak sampai disana. Arga mengamuk dnegan memukul kepala Khumairo dengan kuat mengenakan kayu yang ia pegang sedari tadi.”Kalian pembunuh..! kalian penjahat..!! aku ingn kalian mati.. MATI..!!” Teriak Arga dengan nafas yang naik turun dan air mata yang jatuh.
Arghhh. Khumairo meringis merasakan sakit dikepalanya. Ia merasa tengkorak kepalanya retak akibatnya. Tubuhnya dipukul hingga terasa remuk.
“ Arga cukup..”Panggil Nio menahan tangan sang cucu. Arga diam menatap Nio dengan tangisanya.
Nio menatapnya tajam.”Lelaki tidak boleh menangis..!! ingat..!!!” Ujarnya dalam dan juga tegas. Arga mengusap pipinya dan mengangguk lemah. Ia tetap keturunan Habib yang cengeng.
Nio disana menghela nafas.”Biarkan mereka disini, tak peerlu kau bunuh. Biar mereka mati karena keidnginan dan dimakan ulat.” Ujarnya.”Jangan biarkan tangan suci mu terkena noda karena mereka. Kamu orang baik. Biar kakek orang jahat saja yang memberikan mereka hukuman.”Ujarnya. ia tau jika Arga adalah anak sholeh dan anak baik. Mana mungkin ia mau memberi noda akan hal itu., ia suka cucu-cucunya menjadi orang baik tidak seperti dirinya. Cukup dia saja orang jahat..!!
__ADS_1
Khumairo meringis dan menangis. Aron? Ia diam merasakan dadanya sakit. Bicarapun tak mampu saking lemahnya dia. Ia menatap sosok Arga yang dibawa oleh sosok yang mengancam akan menghancurkanya. Siapa dia sampai berani mengancamnya begitu? apa ia benar-benar kaya hingga bisa begitu? Dan benar saja. Ia salah satu termasuk dari sepuluh besar orang terkaya dinegara ini dan menantunya Rey itu juga termasuk orang terkaya diAsia. Bahkan perusahaan Aron itu hanya satu perusahan kecil miliknya. Saking besarnya. Dan Aron salah memilih lawan.
“Sial...”Gumam Aron meringis. Ia menatap Khumairo yang menangis menatapnya, ia menghela nafas dna juga menarik nafas dalam.”Kita harus keluar dari sini jika tak mau mati membusuk.”Gumamnya. ia berusaha membukankjan tanganya dari tadi.
Tapi ia merasakan silu dan sakit. Ternyata itu dari benang tajam yang mampu memutuskan tangan nya jika berani banyak bergerak. Aron yang menyadari tanganya sudah luka semua pun marah dan murkah.”Ahhkkk. br3ngsekk..!!!” Tereiaknya. Ia harus mencari cara untuk membukanya. Ia tak ada cara untuk bisa bebas.!
Arga menghela nafas menatap tanganya. Bukan apa-apa. Bayangan Acha yang terbujur kaku dimatanya. Ibunya yang berlumburan darah membuat setengah nyawanya hilang. Nio disana menepuk pundaknya dan berkata.”Kau tak mau menjenguk ibumu?”tanyanya datar. Arga menggeleng lemah.
Nio disana menghela nafas dan menjawab.”Laki-laki tidak boleh pergi dari tanggung jawab. Karena laki-laki dilihat dari tanggung jawabnya, jika ia tidak bisa tanggung jawab maka dia adalah lelaki lemah dan tidak pantas dikatakan laki-laki.!” Ujarnya lalu pergi. Arga menatapnya nanar dna mengusap air matanya. "Menangislah sampai kau puas, tapi jangan sampai kamu pipa jika tangis kamu tidak ada gunanya... " Ujar Nio sembari berjalan menjauh. Namun Arga masih bisa mendengarnya.
Hingga ia merasakan pelukan disisinya.. ternyata dari Raja. Raja menepuk pundaknya dan Arga balas memeluknya erat dengan tangisan.” Sabar. Jangan menangis yang dikatakan kakek benar. Mau sampai kapan menghindar dari masalah? “Tanyanya.
Arga diam menggeleng menangis sesegukan. Ia trauma dan ia takut. Ia sangat takut saat ini. raja menghela nafas dan mengusap pundaknya pelan. Arga berjanji akan membunuh Khumairo dan Aron dengan tangannya jika ibunya meninggalkanya sungguh..!!
...----------------...
Dilain tempat ada Habib yang kaget ketika mendengar suara teriakan memekakan telinga dihadapannya. Ia disana menatap kedepan nanar dan ternyata itu Nayya. “Tidak..!!!! Jangan bunuh anakku tolong.. arhhh. Tidak jangan tolong.. bunuh aku saja..!!” Itulah suaranya. Ia gelisah hingga infusnya terlepas dan meneteskan darah. .
Habib disana menatapnya nanar dan panik.”Nayya hey.. Nayya sayang.. Kamu kenapa sayang hey. Ada aku disini tenang.”Ujarnya menahan tubuh Nayya yang kejang-kejang. Ia menahan tangan Nayya yang semakin bergerak membuat darah semakin banyak keluar.
Nayya semakin memberontak. Didahinya penuh keringat dan juga nafas yang terengah-engah.”LEPASKAN ANAKKU..! JANGAN BUNUH ANAKKU. Acha jangan tinggalkan Umi nak. Umi sayang Acha nak. Tolong jangan pergi hiks hiks. Acha..!” Teriak Nayya lagi kuat disana.
Habib panic dan memencet bel untuk memanggil dokter. Ia memeluk nayya erat dan memniup keplanya sayang ai mengusapnya sayang daun berkata” Biar mas yang jagain Acha yah sayang. Kamu tenang jangan gini. Kamu harus sehat dan bangun. Acha aman sama mas. Kamu tenang yah.”Ujarnya menahannya kuat. nayya disana melemah dan menangis dalam diam saja. Habib menatapnya lirih dan menciumnya pelan.” Kamu kenapa Nay? Bangun nay.”Gumamnya lirih
“Ada apa pak?”Tanya dokter dari luar. Habib disana segera melepaskan nayya lembut dan berkata.” Itu istri saya tiba-tiba kejang-kejang dan memanggil nama anak saya dan berteriak. Sekarang dia menangis dok. Tapi dia belum sadar dia kenapa dok?”Tanya Habib lemah pada mereka
Dokter mengangguk menatapnya dan berkata.” Biarkan kami memeriksanya sebentar. Bapak bisa menyingkir sebentar pak.”Ujarnya.
Habib menjauh namun bajunya ditahan dan Nayya bergumam.”Mass Acha mas hiks hiks. Mas maaf..Acha jagain Acha mas.”Gumaman itu.
Habib menatap lirih dokter namun dokter yang pahampun mengangguk.” Tenangkan istri bapak dan saya periksa.,”Ujarnya. Habib mengangguk saja, Ia pasrah dan ia juga ingin Nayya didekatnya saat ini.
.
.
Yuhhuuu Happy Reading....
__ADS_1