
Hari demi hari dilewati dengan damai, Hari hari telah berlalu, sekarang Nayya semakin bisa menata hatinya untuk tidak lagi memikirkan Habib, Rindu juga meyakikan dirinya jika dirinya tak juga salah. Sebab manusia memang harus memiliki prinsip supaya orang tak mudah menyia-nyiakan kita, supaya orang-orang tak menyepelekan kita. Lagipula tak ada yang salah dengan wanita yang mempertahankan haknya untuk tidak dipoligami. Setiap orang itukan beda-beda..
Pagi ini sperti biasa., Rindu menyiapkan makanan untuk keluarganya, meski hamil besar tapi ia suka masak dan juga menyiapkan semua kebutuhan Rey dan anak-anaknya. Dibantu juga oleh Abel dan juga pembantunya yang bernama Bibi Nio.. Dia bibi dari Indonesia yang ia bawah, ia itu janda yang sudah bercerai dengan suaminya, memiliki satu anak laki-laki yang ia bawa dan alhamduillah ia sudah seolah dan kelas 11SMA.
“Pagi bunda.. pagi ayah.. “Teeriak Rian dan Rey turun dari tangga dan langsung menicum ayahnya dan memeluk bundanya.. Rindu dan Rey tersneyum melihatnya. “Dan pagi kak Abel, Umi Nayya dan juga bibi Nio.. “Ujarnya mereka cerita dan serntak lagi. kalian tahu Rani? Ia bahkan sudah mengenakan niqob saat ini dan itu pilihanya sendiri.
“Pagi juga tampan dan cantik.. anak sholeh dan sholehanya ayah.. sini sarapan..”Ujarmya Rey mengusap kepala kedua anaknya.
Rindu disana hanya diam Nampak menahan sesuatu.
Namun itu Nampak dimukanya Rey dan larinya.” Kamu kenapa sayang?”Tanya Rey memeluk pinggang istrinya yang berdiri disisinya itu.
Rindu disanapun tersenyum..”Perut kau sakit mas, tapi Cuma kek mules gitu. Tapi kalo eek engak keluar apa-apa.”Ujarenya polos disana.
“Duh mbak.. apa mbak mau lahiran?”Tanya Abel yang menaruh makanan. Rindupun menggeleng tak tahu dan menahan bawah peritnya.
“Bunda tidak apa-apakan? dedek bayi mau lahirkan? atau dedek bahinya nakal bikin bunda sakit?”Tanya Rani disana dengan nanar. Nayya hanya diam tak tahu harus apa.
Rindu disana menahan sesak ditubuhnya hingga ia merasakan air dikakinya mengalir.”Yaampun. air ketuban mbak Rindu udah pecah.. cepet kak bawa Mbak Rindu kerumah sakit,.”Teriaknya Abel disana panic melihatnya. Rindu disana menghela nafas menahan perutnya yang sesak..
“Yaallah sayang.. PAK NANANG.. BAWA MOBILNYA CEPET... ISTRI SAYA MAU MELAHIRKAN..!! BIK Nio panggil pak NANANG.. SIAPIN MOBILL..!” Teriaknya panic disana dan segera menggendong tubuhnya Rindu dan membawanya. Rindu hanya diam dipelukan suaminya.
Nayya disana panic juga.. namun ia merasakan tangannya dipegang sosok mungil. “Ayo bunda ikut Rani.. kita kebunda yukk.. hiks hiks.”Ia disana pun mengangguk dan mulai mengikuti langkah mungil Rani.”Umi hati hati, nanti jatoh dedek bayinya sakit.”Ujar Rani ketika Nayya disana hamper jatuh karena panik,.
Nayya disana tersenyum.”Iya sayang.”Ia suka dengan anak-anak Rindu yang sangat baik padanya, bahkan tak pernah bicara kasar atau apapun itu. Ia kagum dan ia bangga dibuatnya.. langkah kakinya melangkah cepat menuju dimana mobil Rindu dan Rey..
Rey dan Riundu sudah melaju dengan kecepatan maksimal. Nayya dan lainnya ditinggalkan dan segera membawa mobil lain. Bik Nio sibuk memanggil tetanganya yang tak lain adalah Reno dan juga kakaknya Rindu. Mereka sangat paji6k dan juga sekaligus senang disana. Karena taruhanya nyawa. Kalian ingatkan siapa mereka?
...----------------...
“Suster... dokter cepat... istri saya mau melahirkan, tolong bantu istri saya...!” Teriak Rey mengendong Rindu. Rindu disana diam dengan keringat dingin yang sebesar biji jagung. Rasanya..
Laillahaillah.. tak ada yang lebih sakit dari ini. bahkan katanya melahirkan itu rasa sakitnya setara dengan sebelas tulang dipatahkan dengan serentak..
Rasa sakit memiliki sebuah skala yang sering disebut dengan Dels. Seorang manusia normal hanya mampu menahan rasa sakit hingga sekala 45 Dels. Selebihnya ia bisa pingsan karena tak mampu menahan sakit yang berlebih. Saat melahirkan, seorang wanita rata-rata mengalami sakit dengan skala sampai 57 Dels. Artinya apa? Perjuangan mereka sangatlah hebat hanya untuk melahirkan anak-anaknya.
Skala 57 Dels itu setara dengan kita merasakan 20 tulang di tubuh retak saat bersamaan. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya sakit yang dialami oleh ibu saat melahirkan? Dengan skala 57 Dels harusnya seorang manusia akan pingsan seketika. Namun tekat kuat dan rasa cintanya pada kita mengalahkan segalanya.
Yakin mau membantah ibumu?
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS: Ali Imran [3]: 190-191)
__ADS_1
BUKAN kebetulan kalau melahirkan itu sakit. Andaikata Allah Subhanahu wata’ala menghendaki, tak ada yang sulit untuk menghapus rasa sakit itu. Mudah pula bagi Allah Ta’ala untuk mencabut susah payah yang dirasakan oleh ibu-ibu hamil sejak awal mengandung hingga siap melahirkan. Cukuplah bagi Allah Ta’ala bertitah “Kun!” maka jadilah apa yang Ia kehendaki.
بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.” (Al-Baqarah, {2}: 117).
Kalau kemudian harus ada rasa sakit, bahkan kesakitan yang luar biasa, pasti ada manfaat besar dibaliknya. Ada hikmah dibalik rasa sakit saat melahirkan baik bagi ibu maupun bayi yang dilahirkan. Tentu saja seorang ibu harus merawat kehamilannya dengan baik, menjaga kesehatannya dan melakukan hal-hal yang memang semestinya dilakukan untuk menjaga bayi yang ada dalam kandungan. Ini bukan untuk menghilangkan rasa sakit saat melahirkan, tetapi sebagai penghormatan terhadap amanah Allah Ta’ala berupa kehamilan.
Andaikata rasa sakit saat melahirkan membawa keburukan besar bagi bayi yang dilahirkan beserta ibunya, tentu Allah Ta’ala mencabut rasa sakit itu. Andaikata rasa sakit saat bersalin membawa keburukan besar yang membahayakan ibu dan anak, secara fisik maupun mental, niscaya kita sudah nyaris punah. Tak ada lagi yang mau melahirkan disebabkan besarnya rasa sakit. Tak ada lagi yang bisa melahirkan secara normal disebabkan trauma persalinan yang tak berkesudahan. Sedangkan anak-anak yang dilahirkan sudah mengalami banyak masalah.
Tetapi tidak…!
Berjuta-juta ibu tetap tersenyum bahagia justru beberapa detik setelah melewati rasa sakit itu. Begitu bayi lahir dengan selamat, segala rasa sakit itu seakan telah terbayar lunas. Wajah mereka berseri-seri, bahkan di saat yang menunggui persalinan masih merasa penat. Justru besarnya rasa sakit itulah yang membuat persalinan lebih bermakna. Ada perjuangan, ada pengorbanan. Salah satu hikmahnya, ikatan emosi antara ibu dan anak terbentuk lebih kuat sejak hari pertama, bahkan semenjak bayi belum lahir karena kepayahan yang bertambah-tambah saat mengandung.
Jika kita menyimak sejarah, orang-orang besar dalam dien ini bahkan dilahirkan bukan saja dengan rasa sakit yang amat sangat, lebih dari itu ada penderitaan yang nyaris tak tertanggungkan kecuali bagi orang-orang yang memiliki keimanan sangat kuat. Bukankah Bunda Nabiyullah Ismail adalah perempuan salehah istri seorang Nabi? Bukankah doa seorang nabi sangat mustajabah? Tetapi kenapa masih harus ada rasa sakit dan kesengsaraan yang mengiringi kelahiran Isma’il ‘alaihissalam?
Ada pelajaran di sini. Ada yang patut kita renungkan; apa yang harus kita perbuat dengan ongkos yang telah dikeluarkan oleh para ibu berupa rasa sakit dan kepayahan yang bertambah-tambah saat mengandung hingga melahirkan.
Mari kita ingat sejenak firman Allah ‘Azza wa Jalla:
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِي
Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Setiap ketetapan Allah Ta’ala pasti terkandung kebaikan besar di dalamnya. Sebagaimana pada setiap perintah Allah Ta’ala dan sunnah rasul-Nya pasti ada kemuliaan. Bukan daging kambing yang menyebabkan darah tinggi sehingga banyak kaum muslimin yang menghindari sunnah nabi. Tetapi gaya hidup kitalah yang menyebabkan kita mudah penyakitan.
Tetapi, haruskah para perempuan tetap melahirkan dengan rasa sakit? Bukankah semakin banyak berkembang teknologi maupun metode-metode yang diklaim dapat membebaskan para perempuan dari rasa sakit saat melahirkan?
Walsh menulis, “Rasa sakit dalam persalinan merupakan sesuatu yang bertujuan, penuh manfaat, memiliki sangat banyak keuntungan, seperti misalnya mempersiapkan ibu untuk mengemban tanggung-jawab mengasuh bayi yang baru lahir.”
Back topic.
Beberapa dokter lelaki dan suster datang. Rindu meliatnyapun berkata".Saya tidak mau dokter laki-laki dokter perempuan saja.”Ujarnya lirih. Rey disanapn diam mendengarnya.
”Maaf buk tapi dokter peremp—“
“Saya mau suami saya saja yang membantu saya melahirkan jika begitu.. saya tidak mau..”Ujarnya disana dengan nafas naik turun. Bahkan dengan keadaan begini saja ia tetap tak mau kehormatanya dilihat orang lain.
“Tapi Sayang., aku dokter sepesies organ dalam bukan kandungan. Aku tidak bisa..”Ujarnya Rey panik disana..
“Bahkan aku lebih baik mati ketimbang membuka auratku kecuali dihadapan kamu.”Ujar Rindu dengan nafas yang tersenggal senggal.
"Ini darurat.. dan ini untuk anak kita.. tak apa-apa yang peting kalian baik baik saja..!” Ujar Rey mengusap pipi istrinya.
__ADS_1
“jika tidak susternya saja yang mengajarkanmu, atau susternya saja. Sungguh aku tidak mau.”Ujar Rimndu disana..”Dan jikapun nanti aku mati setidaknya aku bisa berbangga diri karena kematianku masih bisa menutupi auratku..”Ujarnya Rindu disana menahan tangisnya.
“Kamu bilang apa si rindu.. itu tidak baik.”Ujar Rey disana cemas mendengarnya.. “Cepat sus bantu istri saya. Biar saya yang membantu persalinannya, saya sudah belajar sedikit kemarin. Saya juga dokter,.”Ujarnya disana tak suka.. ia cemas dan takut..
Para suster dan dokter disana linglung dan bingung, namun tetap mengangguk paham dan membantu mereka, Rindu dan Rey dibawa keruangan lain... dan Rey menghubungi dokter rekan lainnya disana, dan beberapa orang yang sudah ia siapkan untuk melahirkanya Rindu.
Rindu tidak tahu saja. Namun sunggu Rey sangat bangga dan bahagia ketika tahu istrinya sangat menjaga dirinya.. dan hanya dirinya yang beruntung melihat dan menikmati semua dari tubuh Rindu. Sungguh Rey merasa dunianya adalah dunia paling indah dimuka bumi ini.. ia mencintai Rindu... teramat sangat.!
“ Dimana Rindu Rey?!!!” Teriakan dari belakang membuat Rey yang menahan tangis itupun menatap kebelakang..
Dan itu adalah Reno pamannya Rindu membuat ia memeluknya erat.”Rindu mau melahirkan pa.. dan sekarang baru bukaan 4 sekarang lagi bersiap siap.. “ Ujar Rey disana. Matanya melirik kebalakang ada Abel dan Nayya disana. ia menghela nafas disana.
“Bagaimana keadaannya Rey?”Tanya Willy disana. Ia sedikit melirik Nayya, ia sedikit tak suka dnegan Nayya sebab Nayya membuat Rindu digosibkan. Tapi Rindu kekeh mempertahankanya membuat ia mau tak mau harus menerima karena Rindu tak mau dibantah.
“Dia baik-baik saja.. aku harus masuk dulu untuk menyemangati istriku yah kak.” Ujar Rey disana menghela nafas dan diangguku yang lain. Nayya hanya diam tak berbicara baranng seujung kuku sekalipun akibat kebutaanya membuat ia tak mampu melihat apapun. namun tangan Rey disana ditahan oleh Reno membuat Rey menatap ayah mertuanya itu.
Reno menatapnya dalam..”Kamu tidak menikahi gadis buta itukan?”
Jleb.. Bagaikan ditikam dengan busur panah membuat Nayya diam.. dan Rey disana ikut terdiam.
”kamu tidak mempoligami Rindu dengan dalih sunnah sunnah itukan?”Tanyanya. dia itu bukan ahli agama dan membenci perkara itu.
Dengan senyum Rey menjawab.. “Aku akan berpoligami..”Ujarnya. Nayya dan lain terdiam, bahkan Reno dan Willy sudah siap akan memukul Rey, tetapi terhenti ketika stelah kalimat Rey berlanjut. “ Yang pertama adalah Rindu, kedua adalah Rindu, ketiga adalah Rindu, dan terakhir hanya Rindu.. “Ujarnya disana terkekeh..
“Karena setiap hari aku mencintainya,bahkan setiap detik dan hembusan nafasku, setiap hari cintaku bertambah dengannya bagaikan candu yang semakin memekat di ulu hatiku, Hanya Rindu pertama dan terakhir.. aku mencintainya, bahkan debu ditubuhnya sekalipun.”Ujarnya. nayya disana ingin menangis..
Kenapa suaminya tidak bisa seperti Rey?
Dengan bangga Reno menepuk pundaknya Rey membuat Rey tersenyum..” Saya selalu bisa memegang kata katamu Rey... masuklah dan lihat istrimu bagaimana ia memperjuangkan buah hati kalian. Kami hanya bisa berdoa.”Ujarnya. Rey mengangguk patuh saja dan mulai memasuki kamar Rindu.
Reno disana pun tersenyum kepada Nayya.” Kau dengarkan? Jadi aku harap kau bisa menjaga Rindu dan menghormati Rey. Kami sangat mencintai Rindu, jadi tolong jangan kecewakan kami.”Ujarnya Renno. Nayya disana pun tersenyum dan mengangguk.. ia dipeluk oleh Abel.
“Aku juga menyayangi mbak Rindu seperti kakakku sendiri. Dia wanita paling baik yang aku kenal.”Ujarnya.
Reon tersenyum.”Memang dia yang terbaik.”Ujarnya membuat semuanya terkekeh.
“Kakek bunda tidak apa-apa kan hiks hiks?”Itu suara Rani membuat semuanya tersenyum melihat kebawah.. memeluk dua kembaran itu.
...----------------...
'‘maaf guys aku tu sibuk banget beberapa hari ini, sibuk kulia dan juga banyak hal.. doain aja aku selalu bisa up yah.. soalnya tugas membuat semua hancur. Bahkan lever novel ku yang Dimensi Putri Lingling turundrastis membuat aku engak mau lanjut lagi.. cape hati dan cappe nulis.. aku mau focus ke dua novel saja dan mau focus kulia. Doain yah supaya aku cepet lulus. Amminn..
__ADS_1