Istri Butaku

Istri Butaku
Saudara


__ADS_3

“Acha pulang...!!!” Teriak Acha dari luar sembari menggaruk telinganya. Hari sudah pagi ia pulang karena semalam ia menginap dirumah Rindu bersama Rani, ia bercerita sepanjang malam hingga ia tidur lagi sesudah sahur. Argapun ikut menginap karena merindukan keluarganya itu. Jadilah mereka pagi ini pulang, sebab dua hari lagi hari raya lebaran jadi libur sekolahnya.


“Wa’alaikum salam..”Dari dalam suara lelaki, Acha dan Arga saling tatap hingga mereka menatao siapa yang membuka pintu. Mata mereka kaget menatap siapa yang datang.


Begitu juga yang membuka pintu, ia ikut kaget menatap siapa yang datang. “Eh-eeh kok kalian disini?”Tanya dari si pembuka pintu.


Acha menaikan satu alisnya. Dan argapun bertanya. “Ini rumah kami.”Ujar Arga membuat Abu mengerjab kaget. “ Dan seharusnya kami yang bertanya, kamu kenapa ada dirumah kami?”Tanyanya Arga lagi disana kepada Abu yang dirumahnya itu. Ia menatapp nya dari atas ke bawah dan ternyata ia mengenakan bajunya. Ia kaget namun ia menetralkannya saja, kan hanya baju.


Abu diam tak tahu harus jawab apa, sebab ia sendiri bingung mau bagaimana dan mengapa bisa beginu., tapi ia berusaha bicara sembari meremas ujung bajunya.


“Ahh Acha ingat..!!” Acha menghentikannya dan Argapun menatap Acha yang membulatkan matanya. “ Diakan anaknya Abi Habib jadi mungkin Abi yang bawah dia kesini.”Ujarnya Acha mengingat kejadian yang lalu dimana Habib mengatakan Abu anaknya.


Arga menepuk keningnya.”Oh iya. Kakak lupa.”Gumamnya. Acha disana tersenyum menatap Abu dan Arga. Arga menatap Abu dengan senyumnya. “Jadi kamu kesini bareng Abi?”Tanyanya disana dengan santun pula. Tak ada nada sinis. meski ia sendiri bingung jika Abu itu anak kandung atau bukan dari abinya.


Abu diam menatapnya meringis, ia tak tau harus bicara apa. “Oh iya. Jadi kamu itu anaknya Kumaro kan? Kumaro pelakor itu kan yang ngancurin rumah tangga umi abi kan?”Tnayanya Acha lagi dengan polos. Abu semakin terdiam takut namun ia hanya diam menunduk sembari meremas baju bawahnya.


“Aduh Cha.”Gumam Arga menahan bahunya Acha. Acha menatap Arga yang menatapnya menggeleng.” Acha tidak boleh bicara begitu. Ingat yah yang salah itu Umminya bukan anaknya, dia tetap saudara kita dan ketika dia baik kita juga harus bersikap baik. Ingat?”Tanyanya disana.


“Acha tu kok. Tadikan Acha Cuma nanya saja kak.”Ujarnya Acha disana tak suka. “ Acha tau yang salah itu ibunya bukan dia, Acha cuma memastikan saja. Lagian siapa suruh punya ibu jahat dan juga pelakor gitu.”Sinis Acha tak suka.”Acha tidak suka ibunya.. ibunya dia jahat.”Gumam Acha melipatkan tangan didadanya. "perempuan murahan..." Gumamnya geram. abu makiin takut membuat Arga tak tega melihatnya


“Acha siapa yang ngajarin si bicara kasar?”Tanya Arga disana kepada Acha meringis serta menatap Abu merasa tak enak sedangkan yang ditatappu hanya menunduk takut dibuatnya. “Acha siapa yang suruh bicara kasar bilang begitu. Acha tidak boleh begitu. Inget kata Umi tidak boleh berkata kasar dan juga merendahkan orang lain.”Ujarnya Arga mengusap bahunya.


Acha menepis tangannya dan menatapnya nyolot. “Loh siapa yang bilang Acha bicara kasar?”Tanya Acha tak suka. “Ingat enggak kata Bunda Rindu? Ada banyaknya orang dimuka bumi ini melakukan kesalahan karena manusia sendiri menormalisasikan suatu hal itu, dan menghaluskan kata kasar untuk orang yang melakukan kesalahan supaya mereka tidak merasa sakit hati mendengarnya? Ingat kata-kata P3l4cur? Itu kenapa diganti dengan kata Kupu-kupu malam? Atau dikata gadis malam? Padahal p3l4cur tetap saja p3l4cur penjual diri kepada orang demi uang kan? Kenapa diperhalus untuk menjaga hatinya sedangkan bukanya dirinya sendiri menjual dan merendahkan dirinya baik dihadapan manusia maupun dihadapan Allah sekalipun? Ia sendiri yang menjatuhkan martabatnya menjadi manusia yang sempurna? Tidak ada yang berbeda, yang berbeda hanya orang yang sadar jika dia salah atau dia yang masih hidup dengan kesalahanya dengan tenang ”Tanya Acha dengan pandainya.


“ Sama layaknya dengan pelakor sebagaimana yang acha bilang, apa salah dengan kata itu? Bukankah kumaro memang pelakor yang merusak hubungan Umi dan Abi? Dia memang orang jahat? Acha hanya bicara fakta dan Acha tidak suka memperhalus perkataaan, supaya sekalian sadar orangnya, ngapain jagain perasaan orang lain sedangkan orang lain saja tidak bisa menjaga perasaan kita?”Tanyanya disana dengan dingin.

__ADS_1


Ia menatap Arga tambah dalam. Arga menatap adiknya dengan nanar. “Acha tau hal itu,tapi satu hal juga yang harus kakak tau, Acha juga tidak merasa diri Acha lebih baik dan juga merendahkan dia sebagaimana yang diajarkan ayah dan bunda. Acha tau batas bicara Acha. Acha tau batas dalam merenadahkan seseorang. Hanya saja acha punya tata cara acha bicara sendiri. Acha bicara masalah yang benar adanya supaya dia tau siapa ibunya dia.”Ujarnya acha. Acha menatap abu dengan helaan nafas.”Dan maaf. Acha tidak membenci kamu..”Ujarnya disana.


Abu mengangguk takut. Arga menatap adiknya tajam.”Acha tidak bicara kasar dan merendahkan dia hanya Karena dia jahat..!” Tekan Arga tak suka.”Acha lupa kata bunda jika seseorang yang jahat dan juga menjual diri jika ia sudah bertobat maka bisa jadi dia lebih baik dari Acha. Acha terlalu sumbong dengan ilmu acha sampai Acha lupa fakta yang Acha tau.”Ujarnya dingin.


“Acha tau kak. Kan Acha sudah bilang acha bicara apa adanya dan Acha tidak ada niatan merendahkan dia, kan Acha sudah bilang jika acha membenci dia yang sudah merusak keluarga kita. Acha juga sudah bilang jika acha tidak membenci Abu. Acha hanya kesal kepada ibunya.”Ujarnya menekan kata-katanya dan menatap kakaknya tajam.


“Kamu lupa kata Bunda jika kita harus memaafkan orang lain dan jangan berlaku kasar sebagaimana yang dilakukan oleh orang lain? Jika kita berlaku jahat dan kasar juga, itu berarti kita sama saja dengan mereka.”Ujarnya Arga tetap menentang.


“Dan kakak lupa kata bunda, jika orang jahat jangan didekati karena sekali jahat yah tetap jahat kecuali sebelum ia bertaubat karena Allah, sebab mereka itu racun..” ujarnya Acha.”Lagian kakak enggak nyambung. Acha bilang khumaro. Lagian jika kakak mendukung mereka yah terserah.”Ujarnya melangkah membuat Abu menyingkir.


“Acha kakak tidak mendukung mereka, hanya saja kakak tiak suka Acha bicara kasar..”Gumam Arga lirih kepada sang aduk. " Wanita itu dilihat drai gagasannya, jika lisan saja tidak bisa ia jaga maka celakalah dia... " Ujarnya lirih.


“Sekarang kakak jelaskan kepada Acha bicara acha yang mana yang kasar?”Tanya Acha dengan kakaknya dingin. Arga terdiam dibuatnya, Acha maju dengan kakanya dengan mata tajamnya.”Acha hanya bilang pelakor, perebut laki orang dan itu FAKTA..!! Acha juga bilang dia jahat, dan itu juga FAKTA..!! Jika dia tidak jahat dia tidak mungkin merusak keluarga kita.!!! dan satu hal lagi, acha bilang ACha benci dia, karena Acha tidak munafik.. Acha memang membenci dia karena menjadi manusia jahat..!!! Dan dia perempuan murahan..! Karena hanya perempuan murahan yang mau mengemis dengan lelaki, apalagi pada suami orang Cuihh. .JELASIN YANG MANA ACHA SALAH..!!!” Ujarnya membentak dihadapan Arga. Arga diam, ia menatapnya kaget. Acha memang pemarah.


Arga diam menatapnya nanar.”Ud-uda cukup.”Ujarnya Abu disana nanar.”Maaf. maaf gara gara aku kalian berantem.”Ujarnya Abu lirih lagi dan mengusap dadanya takut. Ia semakin menunduk takut.


“Tidak kamu tidak salah. Kakak saja yang sensian,”Ujarenya Acha dengan mata malasnya dna melipat dadanya. “Angkat kepala kamu dan liat aku.”Ujarnya disana. Abu disana mengangkat kepalanya nanar menatap Acha takut. Yah ia memang penurut.


Dan acha tersenyum kepadanya dan menepuk pundaknya.”Ingat Acha tidak membenci kamu, Acha hanya benci orang tua kamu. Dan kamu harus ingat kamu tetap kakaknya Acha.”Ujarnya bertepuk tangan.”jadi kamu harus jaga Acha paham?”Tanyanya.


Abu disana meringis dibuatnya. Ia pikir Acha membencinya. Jadi yang didebatkan tadi hanya kata kasar. Arga menatap sang adik nanar, ia sadar yang dikatakan acha itu memang benar membuat ia bergumam lemah saja. “Yaudah ayok masuk. Acha punya banyak mainan, mau liat?”Tanya ACha kepada Abu dengan semangat.”Acha punya banyak boneka, sama film, ayok nonton. Bang Arga enggak asik, “Ujarnya Acha sinis.


Abu menatap Acha binar disana.namun Arga memuytar bola mata malas.”Cha dia itu laki-laki dan tidak main mainan, dia juga sudah dewasa jadi jangan itulah. ‘” Gumamnya Arga disana dengan helaan nafas. Ia memang tidak suka sebab kata ‘film dikata ACha itu hanyalah Film kartun belaka.,


“aku-aku suka kok nonton Film, Film apapun itu.”Cicitnya Abu takut.”Ak-aku juga suka mainan.”Ujarnya.

__ADS_1


Acha menatapnya binar dan menjulurkan lidah dengan Arga.”Kamu beneran?”Tanya acha semangat.


Abu mengangguk.”Iy-iya. Suk-suka.”Ujar Abu takut.


“Ih kamu gagu yah hehe. Kenapa gitu bicaranya?” Tanya Acha polos mendengar abu.


"Acha... " Gumam Arga kepada adiknya tak suka.


Acha menghela nafas. "Kaakkkk. sia yang bicara gaga yah Acha tanya. apa salahnya?? " Tanya Acha tak paham dan polos.


Arga menghela nafas menatap abu. "Buk-buk hm bukan gitu. aku cuma gugup saja tidak apa apa. "ujarnya lirih.


Acha mengangguk. "Osh... Tadilah. Acha ada Film Nano yang terbaru... skuylah... "Gumam Acha menarik tangannya. Abu melirik Arga namun Arga hanya diam mengikuti dari belakang. Arga tidak mungkin membiarkan mereka berduaan saja bukan? dia kakak yang baik...


Abu sedikit menyinggung senyum bahagia karena diterima oleh Acha dan Arga. ia melirik tangan yang digenggam Acha dan mengulum senyumnya.


.


.


.


.


Haay... Jangan lupa tinggalkan jejak yah...

__ADS_1


__ADS_2