
Beberapa scurity tak bisa melarangnya dan mererainya sebab ini restoran milik Somad sejujurnya, itulah yang membuat mereka hanya diam saja menatap Somad. Somad menatap uang yang diberi Doni tadi sinis dan juga hendak berdiri. Namun tertahan karena ada beberp orang berbaju hitam mendatanginya dan berkata.”Atas nama bapak Somad? Kami dari dealer mobil hendak menarik mobil bapak karena termasuk aset dari perushaan dan sudah dijual oleh pihak kantor..” ujar salah satunya yang membuat Somad terdiam menatapnya tajam.
“Apa-apaan ini pak? Saya tidak pernah menjual asset saya apapun itu termasuk perusahaan dan juga mobil saya.. ini semua penipuan pak..!” Bentaknya tak terima disana dan juga tak suka padanya. Disana ia mengerang marah, sering sekaligus bergetar hebat.
Dealer mobil itupun melirik rekannya dan juga berkata.”Itu urusan bapak, yang kami tahu mobil bapak sudah menjadi milik kami dan bapak tidak berhak apapun lagi sekarang dan kami akan membawa mobil bapak baik secara baik atau secara paksa... tapi jika bisa bapak harus secara baik-baik atau kami akan membawa ini kerena hukum.”Ujarnya polisi tersebut.
Somad disana mengerang marah dna juga terdiam menatapnya, ia melirik sekitar yang sekarang banyak tatapan, ada yang menatapnya ibah, ada juga yang menatapnya nanar dan ada juga yang menatapnya mengejek. Tapi kariawan-kariyawannya banyak yang menatapnya tatapan cemooh dan juga tak peduli.
Somad disana dikagetkan oleh dealer mobil yang mengambil kunci mobilnya dikantong secara paksa.. “Appa-apaan ini ha..!! kamu tidak dengar saya tidak menjual asset saya atau apapun itu..!!| Teriaknya disana dengan keras tak terima.
petugas Dealer mobil itupun diam sebentar dan menarik kunci itu menjauhi somad. Hingga ia berkata.”Maaf pak kami hanya ditugaskan bukan hak kami untuk itu. Permisi.”Ujarnya lalu pergi meninggalkan Somad. Somad mengerang marah disana dan mengepalkan tangannya nanar.
|Argh.. sialan kalian semeua. Akan saya balas kalian semua nanti..!!!!”Teriaknya disana menggila dan kembali menabrak meja direstoran itu hingga beberapa security datang dan menahannya. Somad menatapnya kaget.”Maaf pak. Bapak bisa merusak fasilitas restoran kami jadi bapak kebih baik keluar dang anti rugi atas semua yang telah bapak lakukan..!” Ujarnya disana dengan menahan tangan somad erat.
Somad memberontak dengan penampilan yang sudah acak-acakan. “Apa-apaann kalian..! kalian lupa jika ini restoran milik saya ha? Ini milik saya dan saya berhak menghancurkan sekalipun semua hal yang ada disini. Kalian mau saya pecat hja?!!” Bentaknya disana kuat.
Satpan disana saling lirik menatapnya miris lalu slah satunya berkata.”Maaf pak ini sudah bukan milik bapak lagi jadi lebih baik bapak keluar. Kami hanya menjalankan tugas." Ujarnya disana dengan tegas membuat Somad terdiam dan terlemah.
Semuanya habis dalam satu malam dan ia sendiri tak tau harus apa, bagaikan darah ditubuhnya berhenti berdesir dan membuat ia terhenyak akan kenyataan. Tatapanya kosong dan ia menatap sang satpan lagi, ia disana terlemas tak tau harus apa lagi. ingin menangis tapi ia malu. Hingga ia melepaskan diri dan merapikan jasnya.’Saya bisa sendiri.”Ujarnya disana dan berjalan dengan langkah nanar. Ia bahkan tak lagi mampu merasakan kakinya memijak tanah.
Namun ia terdiam kaku ketika salah satu pelayan berkata.”Maaf pak. ketika keributan ada beberapa alat yang sudah dihancurkan. Kami harap bapak bisa membayarnya dan juga mengganti rugi atas kerugian restoran kami.”Ia sedikit ragu meski begitu ia bisa merrasakan kesenangan dihatinya. Sungguh karena ia sudah bisa merendahkan bosnya yang arogan satu ini.
Somad disana menghela nafas dan membuka dompetnya. Ia melemparkan satu kartu dan berkata.”Ini saya bayar.”Ujarnya sombong. Pelayan itupun menatapnya dengan tak suka sebab Somad sesuka hatinya memempar kartu kelantai. Ia disana mengalah dan mengambilnya dengan hati yang memberat dan segera mengecek apapun yang rusak.
Namun ia melirik somad sebelum ia menggesek kartu itu dan beberapa kali. Namun ditolak.ia menatap somad yang dari tadi diam aja dengan mata kosong kedepan dan berkata.”Maaf pak, sepertinya kartu bapak yang ini sudah dibelokir dan sudah tidak lagi bisa ditransaksi. Jadi apakah bapak bisa memberikan saya kartu lain atau membayar dengan uang cas? Totalnya hanya 1,200rb saja.”Ujarnya disana membuat somad terdiam kaku.
Matanya melirik kartu black card itu dan menatapnya nanar. Ia kembali memberikan kartu lain dan berkata.”Mesin kalian sudah rusak sepertinya.. mana ada kartu saya rusak atau dibekukan. Saya ini kaya.”Ujarnya mendesis membuat pelayan itu menatapnya diam dan maklum.
__ADS_1
Kembali berkali kali namun tak bisa dan kembali menukar kartu.. somad disana sudah ketar ketir dan akhirnya mulai memijit pelipisnya dan pelayan itu meringis. Ia pun mengeluarkan uang ces saja dan uang cash ya hanya tersisa 3ratus ribu lagi. Ia pun segera pergi dari sana dengan arogannya membuat smeua orang disana geleng-geleng dibuatnya.
Disisi lain ada sosok yang tersenyum menyeringai dibuatnya. Ia disana terkekeh melihatnya.. namun dikagetkan oleh sosok Rey.” Jangan terlalu dipaksakan bang. Dia hanya melakukan kesalahan untuk anaknya khumairo. Dia pasti sangat sakit melihat anaknya yang begitu parah dan dipulangkan dengan keadaan yang sangat menyilukan.. biarkan dia bebas dan jangan ditambah lagi.”Itulah ucapannya..
Willy memutar bola mata malas.”Kau sama saja dengan adikku Rindu. Sama-sama suka cerama, aku tau apa yang harus aku lakukan, aku tidak akan melakukan kejahatan yang lebih Rey tenang, aku hanya ingin ia merasakan sakit dan juga menyadari kesalahannya.”Ujar Willy membela diri.”lagian itu pantas untuk dirinya yang kejam yang sudah menghancurkan banyak nyawa dan kebahagiaan orang lain. Ingat Rey apa yang dia rasakkan itu jauh lebih kecil dibanding dengan nayya dan Rindu yang harus mati ditangan anaknya.”Ujarnya dengan bengis dan juga mendesis.
Willy menghela nafas dan juga berkata.”Dia hanya gelap mata kak. Aku tidak pernah menyalahkan siapapun akan kematian istriku meskipun wanita itu yang membunuh Rindu, karena saya tidak mau menyimpan dendam dan juga membusukan hati. Saya juga tidak mau hati kakak ternoda hanya karena dendam yang berkepanjangan. Kakak harus ingat jika kakak orang baik dan menyayangi Rindu. Kita harus mengikhlaskan apapun yang terjadi. Jika kakak melakukan hal yang lebih Rey tidak tau lagi bagaimana kecewanya Rindu disana. Dia pasti sangat bersedih melihat kakak menjadi jahat begini. Kakak tidak lupakan jika kakak adalah lelaki yang paling ia banggakan dan ia sayangi? Bahkan Rindu suka sekali bercerita kepadaku tentang kakak yang baik, kakak yang sayang kepadanya. bahkan saya cemburu. Saya harap kakak bisa berfikir lebih panjang.”Ujarnya disana membuat Willy terdiam
Willy melirik foto Rindu disisinya dan terdiam. Foto dirinya dan Rindu yang bergandengan di puncak Lawa, disana ia yang sedang berliburan tanpa ada Rey. Ia menculik Rindu tiga hari karena hendak menghabiskan waktu bersama adiknya. Karena ia kesal kepada Rey yang sangat posesiv pada adiknya hingga ia tak bisa merasakan lagi kebersamaan kepada adiknya. Sungguh ia kesal dan ia tak suka hinggab ia melakukan penculikan kepada Rindu dengan memasukan obat tidur kepada makanan adiknya.
Adiknya tertidur pulas dikalah itu dan disanalah ia membawa sang adik untuk berwisata dan juga main. Ia memilih membawa adiknya kesebuah pulau yang terkenal dengan keasrian dan budayanya. Ia membawa sang adik pe Padang dan ketika sampai barulah ia memberi taju padaRey tanpa memberitahu dimana ia membawa Rindu.disaat itu Willy sangat ingat bagaimana suramnya wajah Rey divideo ketika melihat istrinya diculik olehnya dan betapa ucunya sang adik yang menertawakan suaminya yang kesal. Yah Rindu tidak marah padanya sebab Rindu membujuk Rey supaya tidak marah. Lagipula mereka itu adik kakak yang terpisah dan sudah banyak kehilangan waktu bersama. Jadi willy tidak terlalu salah ketika memilih jalannya karena keegoisan Rey.
Willy terkekeh mengingat itu dan tanpa sadar menitihkan air matanya. Ia memeluk foto dangan adik dan juga memejamkan matanya rapat. Ingatan menuai pada sang adik yang tetap tersenyum dikalah penuh dengan ribuan luka, ketika tubuh penuh darah namun tetap berkata’kakak aku baik-baik saja jangan bersedih’ willy tau itu hanayalah sebuah kebohongan tapi ia sangat sakit mengetahui sang adik yang tidak pernah jujur akan keadaannya dan selalu memendang rasa sakitnya sendiri dan tak pernah marah. Ia merasa gagal menjadi orang kepercayaan sang adik.
“Kakak tidak akan melakukan kejahatan lagi dek kakak janji. Kakak hanya membuat mereka sadar kok. Kakak janji.”Gumamnya mencium foto sang adik. Tak berselang lama istrinya dalang dan memeluknya dari belakang. Willypun memeluknya dan juga mencium istrinya.
...----------------...
Disisi lain ada Rey yang berjalan menuju ruang Nayya yang dirawat dan Arga. Ruangan yang bersebelahan saja. Nayya sudah bangun sedari pagi tadi dan ketika bangun ia pertama kali mencari Arga. Arga baik-baik saja meski begitu ia sempat koma karena radang paru-paru akibat oksigen yang ia hidup itu tidak baik. Sempat juga kehilangan nafasnya. Syukurlah rey tidak telat jika ia telat satu menit saja maka taruhannya adalah nyawa mereka.
Rey sendiri bagaimana keadaanya ia mendapatkan luka bakar ditelapak kakinya karena terbakar api, ia juga terkena luka bakar ditangan dan jari-jarinya, rambutnya juga beberapa terbakar membuat ia harus potong rambut. Selebihnya ada juga dibeberapa bagian lain. Tapi ia sudah baik-baik saja kok tenang saja.
Ketika diperjalanan ia bisa melihat seseorang berdiri didepan pintu ruang Nayya dengan membawa parsel buah. Matanya terus menatap ruangan itu dengan sayu dan takut. Rey disana tersenyum melihatnya an juga mendekatnya.”Kenapa belum masuk?”Tanyanya disana.
Sosok itu kaget dan gelagapan.”Eh tu-tuan.”Gumamnya membuat Rey terkekeh dan menepuk pundaknya. Ia disana meringis malu dan berkata.”Tidak jadi oak hehe. Maaf sudah menggangu calon istri bapak. “Ujarnya takut lagi.
Rey disana tersenyum.”Dia bukan calon istri saya kok.. ayok masuk.”Ujarnya. sosok itu mengerutkan keningnya menatap sang Rey.
__ADS_1
Rey disana tersenyum dan juga mengajaknya masuk. Ia tau jika sosok didepanya ini bingung. Ia kembali berkata.”Istri sya sudah meninggal dan saya tidak akan menikah lagi. kamu akan tau dengan sendirinya nanti.”Ujarnya membuat sosok itu mengangguk kaku
Kalian tau itu sosok siapa? Itu adalah sosok Damkar yang membantu Nayya kemarin, ia juga yang mengendarai mobil untuk Arga dan nayya. ia juga yang menyelamatkan nayya. sosok itu adalah Vano. Dia sosok yang sejujurnya menyamar sebagai damkar. Sejujurnya dia itu adalah komandannya TNI Yang menyamar sebagai murid. Sosok yang sejujurnya adalah ayah dari anak yang Nayya rawat. Semua orang tau dia adalah CEO salah satu perusahaan karena memang titlenya disembunyikan Kareena misi dan juga lainnya. Mangkanya kemarin ia mampu membantu nayya dengan kuat dan tak terlalu ribet.
Ralat tepatnya dua hari yang lalu barulah ia dilantik dan diumumkan pangkatnya sebagai jendral besar.
Disana Rey bisa melihat Nayya yang tertidur pulas dan juga Vano yang terdiam melirik Nayya. “Dia tidur. Kita tungguh saja disini yuk.”Ujarnya Rey membuat Vano mengangguk kaku dan tersenyum memilih duduk disampingnya Rey. Rey disana kembali berkata.”Kamu suka dengan nayya?”Tanyanya
Vano terdiam dibuatnya.”Tapi kamu duda yang ditinggalkan istri pasti sulit untuk menghilangkan masa lalu, apalagi sudah memiliki anak. Daya tidak ingin melibatkan masa lalu kamu dengan nayya. nayya wanita yang terlalu baik untuk disakiti kembali.”Ujar Rey memotong dengan datar.
Sosok Vano disana berwajah tenang dan juga tersenyum. Namun Rey terdiam tak paham senyum Vano sebab senyum itu sangat tercover.” Istri saya memang meninggal, tetapi dikalah itu saya sudah menuntut cerai.”Ujarnya membuat Rey terdiam mendengarnya. Vano menatap Rey kembali tersenyum tipis namun matanya sangat tajam dan menusuk.”Dia selingkuh dan menghasilkan anak hasil perselingkuhan, namun ia dengan teganya menggugurkan anak tersebut. Saya tahu dan marah besar. Rasa cinta saya hilang karena pengkhianatan.. namun Tuhan berkehendak lain, ia mengandung anak saya Lala dan saya tidak jadi menceraikannya. Selama itupula saya tidak mencintainya hingga ia meninggal melahirkan anak kami.”Ujarnya melirih.”Saya tidak ada lagi mencintainya hanya sedikit kehilangan kepercayaan.”Ujarnya lagi,
Rey mendengarnya mengangguk dengan diamnya. Ia disana melirik Vano dan Vanopun bertanya.:Kamu kenapa bisa tahu jika saya sudah duda dan juga terjebak dengan masa lalu?”Tanyanya bingung kepada Rey dihadapannya.
“Bahkan keluarga kamu saja saya tahu.. dan anak yang berada didekat kamu yang kamu urus itu bukan anak kandung kamu. Itu anak hasil selingkuhan istrimu dan kakakmu kan? dan kamu diam saja dan menutup mata.”Ujar Rey membuat Vano terdiam mendengarnya. Kok Rey tahu? namun Rey malah terkekeh dan berkata.”Tak apa. kamu lelaki baik saya percaya itu.”Ujarnya lagi. Vano hanya diam mendengarnya.
“Kamu masih berumur 34tahun bukan?”Tanyanya pada sang Vanp. Vano disana mengangguk dengan diam. Rey kembali berkata.”Umur Nayya hampir 43tahun. apakah kamu menerima wanita yang umurnya bahkan 10tahun lebih tua darimu?”Tanyanya disana dengan senyumnya.,
Vano disana diam menatap Rey. Rey disana mengangguk paham. Jika sejujurnya Vano sosok yang sangat tenang dan tidak mudah dijebak., kepalanya tak terbaca dan juga tak mudah emosi, ia lelaki yang sangat-sangat susah ditebak, bahkan jika Vano orang jahat sekalipun tak akan mampu cibaca. Wajar saja si jika begitu. Secara dia adalah Jendral besar bukan? Ia tidak mungkin diangkat secara Cuma-Cuma oleh Negara. Ia memang sangat-sangat bagus dalam skil bermain wajah dan bertanggung jawab.
Rey disana kembali berkata.”Dua hari lagi hari akad kami. Saya harap kamu bisa melakukan yang terbaik untuk rencanamu. Saya tunggu itikad baiknya karena saya yakin kamu lelaki terbaik.”Ujar Rey menjauh meninggalkan Vano.
Vano disana diam menatapnya. Vano tau Rey calon suami Nayya dari perawat Nayya membuat ia terluka dan hilang harapan. Tapi sekarang? apakah ia diberi kesempatan.
Namun ia tertegun ketika suara merdu dari bibir Nayya yang menyebut seseorang. Ia berdiri dan mendekati Nayya untuk mendengar jelas nama siapa yang disebut.. namun ia terkaku mendengarnya lagi.
”Habib..”Itulah yang ia panggil.
__ADS_1
Siapa Habib hingga masuk ke mimpi Nayya? Otak pintarnya mendadak memanas entahlah ia sedikit tak bisa mengendalikan diri jika menyangkut tentang Nayya.