Istri Butaku

Istri Butaku
Kebenaran


__ADS_3

“Biarin. Biar sakit hiks hiks. Kan Acha salah kata bunda sakit fisik didunia tidak setara dengan sakit diakhirat. Hiks hiks. Maafin Acha tolong ayah abi.. Maafkan Acha Abu.”Gumamnya dengan nanar.


Habib harus bagaimana? Ia bingung. Bingung kenapa Abu mengamuk dan bingung karena dirinya Acha malah menangis meraung disana. lihatlah bahkan Acha mau memisahkan mereka sekarang. Siyalan.. apa ini yang namanya memakan racun butan sendiri?


“Eh enggak kamu disini dulu nanti kamu dipukul Abu mau?|’'Tanya Hbaib menahan Acha yang mau memsiahkan mereka. Acha menggeleng dengan nanar kepada ayahnya. “Nah mangkanya diem biar ayah Rey nenangin dulu yah.”Ujarnya Habib disana cepat membujuk. Acha menarik ingusnya dan mengangguk patuh. Sangat patuh hinga Hbaib menghela nafas. Ia mengusap ingus itu kebajunya Habib dan menariknya lagi.


" Cha..." Gunanya Habib melihat bajunya yang dijadikan masak empuk Acha hingga ingusnya Acha disana.


"Kenapa.??? " Tanah Acha tak suka melihat aabinya tangkai marah.


Dengan masam habib menggeleng lemah... Mau marah takut Acha nya ikut marah hingga mampu menghela nafas saja.


Huufftt... Habib diam memejamkan matanya dikalah mendengar Acha kembali mengusap ingusny dibaginya. mukanya menjadi melempem.


"Sabar yah mas. "Ujar Nayya teekikik membuat Habib mengusap dadanya supaya lapang haha.


Abu disana masih tetap menghajar Rey sebagaimana yang disuruh Rindu. Rindupun turun tangan dan mengunci pergerakan Abu cepat. Rey disana mengusap keringat dan menatap Rindu dengan memutar bola mata malas. Habis tubuhnya dipukul Abu yang emosi.


Puk.. puk..puk... Rindu bertepuk tangan disana dan Abu yang terdiam menatapnya. Rindu tersenyum dan menepuk pundaknya pelan.”Ini baru anak bunda. Hebat.”Ujarnya Rindu tersenyum tulus. Abu terdiam merasakan ada yang hangat didadanya ketika Rindu bicara jika ia anaknya dan hebat. Ia menatap Rindu sengan senyum- hanya senyum tipis sebntar lalu terkekeh dengan keringat yang menyucur deras.


“Iya hebat si hebat. Liat nih biru semua badan saya.”Ujar Rey. Rindu tergelak dan Abu meringis dibuatnya. Rey menatap Abu dan tersenyum.”Kamu si hebat banget jadi ayah tidak bisa melawan lagi. kamu makanya apa si kok bisa gitu? Nanti ajarin ayah mukul yang benar gitu yah.”Ujarnya Rey dengan semangat dan mengusap kepalanya. Sebenarnya Rey bisa melawan bukan mematahkan Abu, hanya saja bukan itu tujuannya. Ia mau Abu percaya diri.... Dan tau jika dirinya kuat.!


Bolehkah Abu kege'eran? Bolehkah ia menjadi anak kecil saja? Ia ingin kembali kecil tolong. Dimana suka dipuji, senang dipuja dan juga diajari. Tapi kenapa baru sekarang? Hanya saja ia tetap tersenyum merasa ada kekuatan untuk melawan dan menjadi kuat. ia merasa percaya diri dan didukung.


Rindu disana tersenyum.” Kamu tau Abu jika menjadi manusia yang baik dan berakhlak mulia itu memang wajib sebagai umat muslim, tetapi menjadi pemimpin pada diri kita wajib, sebab semua manusia yang diturunkan dimuka bumi ini adalah Khalifa. Pemnimpin.”Ujarnya Rindu menjelaskan. Abu diam mendengarnya.


“Pemimpin bukan berarti harus menjadi presiden dan juga menjadi gubernur ataupun menjadi bos saja, tapi juga dengan kamu yang harus jadi pemimpin didiri kamu sendiri, apalagi kamu laki-laki. Suatu saat kelak ada keluarga yang harus kamu jaga, ada anak yang kamu lindungi dan ada istri yang harus kamu pertahankan. Kamu bisa bayangkan bagaimana jika nanti kamu punya keluarga tapi kamu sendiri tidak mampu menjaga diri kamu sendiri? Lantas siapa yang membantu orang mereka? Mereka orang yang kamu sayangi?”Tanyanya Rindu nanar.


Abu menatap mata Rindu diam, ia meresapinya hingga ia sadar akan hal itu. Ia menunduk membuat Rindu kembali bicara.”Tatap mata saya jika saya bicara.”Ujar Rindu membuat Abu menatapnya diam.” Bayangkan jika suatu saat kelak adik kamu Acha diculik oleh pamanmu dan ingin dibumi. Lantas kamu melihatnya. Apakah kamu diam saja melihatnya? Sedangkan kamu menyayanginya. Tetapi kamu tak punya nyali dan merasa takut akan suatu hal yang berlebihan? Lalu adik kamu Acha meninggal dan akhirnya kamu menyesal. Kamu mau menjadi orang yang paling menyedihkan begitu?”Tanyanya disana kepada Abu lagi dengan teggas.


Abu menggeleng cepat mengepalkan tangannya. Rindu tersenyum.,”Lantas apa yang kau takutkan dengan orang lain? Sama-sama manusia? Sama-sama makan nasi, sama-sama punya apa yang mereka tidak punya. Tidak ada yang ditakuti.. takut karena merasa jika lebih baik diam ketika ditindas. Maaf Abu tapi saya katakana itiu tidak berlaku bagi Abu Bakar AS sidiq tapi ia tetap masuk syurga? Bahkan ia ditakuti oleh banyaknya kaum muslim bahkan dengan setan. Kamu tidak mau seperti dia?”Tanyanya. abu diam menatap mata penuh penyemangat dimata Rindu hinga jiwa nya terasa terpanggil. Sungguh ia merasa ada sesuatu yang masuk didadanya.


“Kau tau? Bahkan setan saja memilih berbelok arah jika Abu bakar lewat karena takut kepada Abu bakar, siapapun yang melakukan kesalahan kepada siapapun itu ketika ada Abu bakar maka mereka lebih baik pasrah. Ketika matipun Abu Bakar tetap berani memukul malaikat maut karena kaget akan rupanya yang jelek hingga bola matanya keluar. Lalu ia suruh merubah pemnampilannya. Karena apa? Karena dia berani, karena ia tau apa yang ia pegang adalah suatu kebenaran dan suatu yang seharusnya ia lawan.”Ujarnya Rindu lagi..

__ADS_1


Abu tetap diam dengan nafas naik turunnya.”Tapi kata ibu dan paman aku tidak boleh nakal dan tidak boleh melawan. Aku kecil akan dihukum jika melakukan kesalahan dan jika mereka tau aku melakukan kesalahan dan melawan maka aku akan dipukul.”Gumamnya Avu jujur.


“Maka syaa katakana LAWAN Suatu hal yang tidak benar..!!” Ujar Rindu tegas.


”Tapi katanya ibu adalah nomor satu jika aku lawan itu tandanya aku anak durhaka.”Ujarnya Abu lirih dan juga tak tau kepada Rindu.


“Berarti ibu kamu lebih durhaka kepada kamu karena ia tak bisa mendidik anaknya secara baik dan benar sedangkan dia madrasa utama untuk kamu, anaknya.”Ujarnya Rindu menjawab.


Abu diam menatapnya nanar.”Saya tidak meminta kamu membantah kata ibu kamu, tapi saya mau kamu lawan suatu hal yang salah pada iibu kamu, kamu jelaskan mana yang benar dan mana yang salah. Jangankan manusia yang dipukul berkali-kali tetap diam saja. Anjing saja jika kalian lempar batu maka ia akan mengejar kalian. Anjing tak memiliki akal. Lantas bagaimana bisa kamu disuruh diam sedangkan kamu yang dipukul dan juga dibully hingga kamu takut pada siapapun? Hey kamu laki-laki harus berani dan harus bisa memimpin orang yang disekitar kamu. Buat mereka takut dan juga tak berani kepada kamu dengan kebenaran yang kamu miliki dan juga ketaatan yang kamu genggam. Jangan biarkan harga diri kamu diinjak injak. Jika ibumu atau pamanmu marah suruh dia merasakan jadi kamu. Sangup tidak..!” Ujar Rindu disana tegas.


Abu tetap diam tak berani menjawab.”Didunia ini ada banyak cara menjadi baik. Abu bakar tegas bukan berarti ia tak baik, ia hanya punya caranya tersendiri meminta kepada orang sekitarnya untuk taat. Dan menjadi Ali Bin Abi talib yang lembut bukan berarti ia tak tegas. Dia tegas hanya saja ia tau dimana letak kelembutan dan dimana letak ketegasan.


Hasan dan Husenpun juga begitu. Sekarang tergantung kamu saja yang memilih. Mau jadi yang dihormati karena akhlak yang tegas atau keduanya. Tetapi dengan satu syarat. Jangan sampai kamu sombong karena sombong adalah sikapnya setan dan juga jangan sampai menantang orang lain. Ingat jika kamu dipukul maka Tanya kenapa dia memukul, tetapi jika kembali memukul tanpa sebab maka tatap matanya dan kembali Tanya. Tetapi jika kembali berulah. Maka JANGAN PULANG SEBELUM BISA MEMBALASNYA HINGGA IA TAU JIKA KAMU BUKAN PECUNDANG PAHAM?!!!” Tanya Rindu disana tegas.


Abu mengangguk paham. Rindu menepuk kepalanya dengan senyumnya.”bagus. itu baru anak bunda, Sebab anak bunda tidak ada yang boleh ditindas.. Dan jikapun suatu saat kelak kamu disuruh memilih antara hidup dan mati. Harga diri ataupun hidup. Maka pilihlah mati dalam keadaan memiliki harga diri sebab kamu mati dalam keadaan terhormat. Jika kamu mati tanpa harga diri maka kamu akan hidup dalam kehampaan, jika suatu saat kelak kamu disuruh memilih berbuat jahat atau materi. Maka pilihlah mati sebab mati kamu sesunghuhnya mati dijalan yang benar. Ingat hidup Cuma stau kali maka lakukanlah yang terbaik untuk kedepanya.”Ujarnya Rindu tersenyum.


Abu mengangguk paham menatap Rindu nanar.” Siap bunda.,”Gumamnya lirih.Rindu tersenyum mendengarnya.”Bolehkan aku memanggil kamu bunda?”Tanyanya Abu dengan mata berairnya sedikit.


Nayya menangis menatapnya. Habibpun sama melihatnya. Ia gagal menjadi ayah yang baik untuk abu. Bukannya ia tak tau jika Abu itu penakut. Hanya saja ia selalu gagal mendidiknya. Ia selalu gagal untuk membawa Abu keluar dari dunia kelam, dan sekarang lihatlah. Bahkan Abu sudah bisa mengubah pandangannnya. Acha disanapun mendekat dan memeluk Abu membuat semuanya terkejut.


“Loh Acha.”Gumamnya Nayya lirih. Ia takut.. abu melirik Acha dnegan tatapan bingung. Kenapa Acha menangis.


Rey pun sama. Hinga suara Rey bertanya.”Loh tuanputri ayah kok nangfis hm? Siapa yang ganggu.”Ujarnya Rey lirih mengusap pipi Acha.


Acha memeluk ayahnya menatap Abu tulus. ”Maafin acha yah kak.”Gumamnya lirih pada Abu. Abu diam menatapnya.”Maafin ACha yang ngomong kasar dan bilang kakak gagu sampek kakak marah-marah. Maafin Acha hiks hiks. Acha janji engak bakal bilang gitu lagi.”Ujarnya lirih disana.


Rey menatapnya dnegan kekehan. Abu diam menatapnya. Rindu mengusap kepala Acha.”Kan sudah bunda bilang. Jika kata janji kamu itu tidak bisa ditepati maka suatu saat kelak kamu punya dua dosa yang harus dipertanggung jawabkan. Ketika melakukan kesalahan itu seharusnya kamu minta maaf pada diri sendiri sebab tak mampu mengendelikan diri kamu sendiri. Karena ketika marah sebenarnya bukan kamu yang mengendalikan diri kamu, melainkan setan. Masa kalah sama setan dan setan yang mengendalikan diri kamu?”Tanya Rindu disana dengan kekehan.


“Sekarang. Gini aja, kalo Acha marah, Acha gigit lidah acha keras-keras supaya Acha paham apa yang Acha ucapkan itu salah. Kakak dulu melakukan itu kok supaya tidak mengatakan suatu perkataan yang tak pantas.”Ujarnya seseorang dibelakangnya Acha yang tak lain adalah Rani. Rani disana diam ketika merasa dilirik oleh Fatih dan Habib. Ia menunduk dengan nanar.


Rey dan Rindu mengangguk.”Yah kamu gigit saja. Ketika marah dan ingin bicara kasar gigit saja supaya kamu tau jika lidah kamu mampu menyakiti orang lain,”Ujarnya Rey membuat Acha menatapnya dengan nanar dan mengangguk. Rey dan Rindu mengusap kepala Acha dan tersenyum.


Abu disanapun mengangguk.”Kakak maafkan sekarang tapi lain kali tidak.”Ujarnya tanpa gugup lagi. Tapi tetap saja takut.

__ADS_1


“Ih kakak enggak gagu lagi.”Ujar Acha heboh bertepuk tangan.


Rey dan Rindu saling tatap. Abu gugup sebentar dan menatapnya.”Iya hehe.”Gumamnya mengendalikan diri. Masih ada senyum didadanya karena takut membuat siapaun terdiam dan masih melihatnya.


“Nah kan gini enak ih.. jangan gagu-gagu lagi yah,.”Gumamnya Acha memeluknya. “Acha tau kok akak tidak gagu. Cuma kalo kaka bicaranya lancer ketampanan kakak bertambah kayak kak Arga sama kakak Rian. Acha jamin deh pasti nanti kakak banyak yang suka.”Ujarnya Acha polos.


“Naha bagaimana kalo kita rubah penampilan Abu sekarang m?”Tanyanya Arga kepada adiknya. Abu diam meliriiknya.


”setuju..!” Ujar nayya gabung dan tersenyum.”Umi pilih baju,. Kalian potong rambut. Dan nanti kita rubah mau?”Tanya Nayya.


“Iya..!!” Jawab Arga dan Acha semangat.


”Yaudah ayok.. kalian langsung saja ketempat potring rambut, biar Umi dan bunda pilih baju kalian.”Ujarnya.


“Ayay captain.”Ujar Acha dan Arga bareng membuat semuanya tertawa. “Kalo gitu kami duluan yah bund, mi..


"Assalamu’alaikum..”Ujarnya Acha menyalami mereka.


”Walaikum salam.”Ujarnya yang lain. Acha dan lainya menyalami semua orang tetapi hanya satu orang yang tak menerima salamnya,. Malah mengenakan sepatu baru tak menatapnya membuat ia menunduk nanar. Rian.. padahal ia suka Rian. Tanganya tak disambut membuat ia tersenyum miris dan pergi.


Ehmm... Rian berdehem melirik Acha. Acha diam berjalan dengan nanar hingga suara Rian disana membuat ia tersenyum.”Nnati jika ada apa-apa panggil abang.”Ujarnya. Acha disana berbalik dan ingin tersenyum. Ternyata Rian sudah pergi dengan sepatu yang ia coba tadi tertinggal. Matanya mematas dan menghela nafas. PHP.


Setelahnya Acha menghela nafas dan memilih pergi meningalkan semua orang yang ada disana sembari mengandebg tangan Abu dengan nanar. Tangan satunya lagi memilin ujung baju lainnya dengan nanar dan berkali-kali menghela nafas.


Rian meliriknya dari jauh dan mendekati habib. Habib yang tak sadar kaget ketika Rian berkata.” Saya rasa kamu tau jika mereka berdua bukan makhrom. Alangkah baiknya jika mereka kalian beri tahu supaya tidak menjadi fitnah.”Ujarnya dengan dingin dan helaan nafas.


.


.


.


...Jangan lupa tinggalkan jejak yah... ...

__ADS_1


__ADS_2