
Ambil intinya yah guys....
Tatapan mata Habib yang menyusuri dirinya yang mengenakan baju jas serbah hitam itu membuat air matanya mengalir... Yah malam ini acara anaknya akan menikah, dan ia masih tetap belum mengenal anaknya..
Bukan...! Bukan tak suka anaknya akan menikah dan bertemu lelaki yang tepat... hanya saja memang ia belum terlalu lama dengan anaknya.
kemarin ia setuju karena ia mau acha tinggal denga dirinya bersama nayya... Namun sayangnya apa yang diharapkan tak sesuai ekapetasi..! Eksetasinya terlalu tinggi yaitu ia dan Nayya bisa bersatu.
Belum lagi ia Disana nanti akan bertemu dengan Nayya dan keluarga.. Itu akan menambah luka yang menang pada hatinya.. Luka yang baru saja belum kering ini mau ditambah lagi dengan luka baru yang ditaburi dengan garam?
ia seperti ayah yang tidak berguna. Ia terleleh melihat dirinya dikaca. Ia mengusap pipinya yang basah.
“Hmm.. Apa ini yang namanya kejahatan dibalas kontan?”Tanyanya pada dirinya sendiri nanar.”Saya belum sempat menatap anak saya ketika lahir,. Belum sempat memandikannya dengan senyum dipagi hari bahkan melihat bagaimana cara ia menangis karema rindu dan meminta sesuatu kepada saya. Dan ketika ketemu dia jarus diambil dari tangan saya?”Tanyanya menatap dirinya sendiri ibah dikaca hadapannya.
Ia mengusap air matanya. Ia memukul dadanya yang sesak mengingat semuanya, ia tak mengenal dirinya sendiri, ia merasa seluruh jiwanya dicabut paksa dari tubuhnya ketika mendengar anaknya akan menikah. Ia terduduk dan memeluk dirinya sendiri karena merasa gagal dan juga sakit.
“Saya membenci diri saya sendiri Nay.. kenapa saya melakukan kesalahan itu hiks hiks... saya harus kehilangan dunia saya.. hiks hiks. Jika saya tahu semua ini akan terjadi saya lebih baik kehilangan semuanya dibandingkan kehilangan kalian dalam hidup saya..” Ia menangis dan memulul dirinya sendiri menyesali semuanya.
Jika diminta waktu diputar ia akan meninggalkan semuanya, pesantren, harta, semuanya asal ia tidak kehilangan dunianya. Kalian bayangkan bagaimana rasa jadi Habib? Ia kehilangan momen istrinya mengandung, kehilangan momen anaknya ketika bayi, Habib ingin sekali menggenggam tangan mungil anaknya, ia ingin berlari kesana kemari dengan anaknya. Ia mengingin semua hal itu.
Sampai pada ia bertemu kepada anak-anaknya dan ia bahagia, meski rasa penyesalahan itu menyelekit didada tapi ia punya harapan, namun ketika ia tahu anaknya itu akan menikah, ia merasa dunianya kembali dirampas, ia kehilangan seluruh harapannya. Ia tau jika masih ada Arga hanya saja Arga itu laki-laki yang artinya tak akan mau didekatnya lagi.
Ia tak mau datang,. Sungguh ia tak mau datang. Ia ingin hidup disudut paling gelap didunia ini, ia tak lagi hendak berharap karena merasa takdir begitu sulit untuk ia terobos paksa. Ia membuka lagi jasnya karena tak sanggup. Ia tak sanggup melihat Nayya disana yang sudah ada tembok yang teramat tinggi dan kokoh untuk ia hadapi, dan tak mau melihat anaknya yang akan diambil dari harapannya.
Ia mengambil lagi poto pernikahannya disisi kasurnya dan menatapnya. dadanya disana sesak membuat ia menangis sesegukan dan mengusap poto itu sembari bergumam. “ Andai dikalah itu saya tidak labil Nay, andai saya memilih kamu, kaka saya yakin semua baik-baik saja.”Ujarnya disana dan memukul kepalanya.”Maafklan saya Nay. Saya bodoh sekali bukan hiks hiks. Maafkan saya Nay.” Ia disana menangis memeluk foto itu.
“Kak....” Suara itu masuk keruangan namun Habib tak mendengarnya. Yang ia tau dunianya gelap. Disana ada Fatih yang datang karena kabar Acha akan menikah. Ia pulang namun ia dikagetkan kabar jika Habib sakit dan tak ingin lagi keluar kamar. Ruangan itu gelap dan tak ada yang boleh masuk kecuali memberi makan. Bahkan makan saja ia tak mau.
__ADS_1
Fatih menatap pintu yang teryata disana ada ibu dan ayahnya yang menatap habib dengan air mata yang jatuh. Faith menghela nafas dan mendekati sang kakak dan memeluknya. Habib disana merasakan pelukan itu hanya diam dengan menangis sejadi-jadinya. Bahkan ruangan itu penuh dengan suara tangisan.
“Kak..”Gumam Fatih dibisikan pada Habib yang menangis.”Berhenti menangis, lihat baju kakak kusut. Kakak harus lihat anak kakak tunangan dengan lelaki yang ia cintai kak. Kakak tidak mungkin ingin melewati hari indah anak kakak kan?”Tanyanya disana berbisik. Ia juga sangat kasihan kepada sang kakak, hidup kakaknya hancur sedemikian rupa akibat labil dan salah pilih jalan,.
Habib disana menutupi matanya membiarkan air ,matanya selalu jatuh. Ia menggeleng.”Kakak tidak bisa kesana. Kakak tidak mau...”Gumamnya disana dengan lirih. “Kakak tidak kuat. jika dia begitu cepat diambil dalam pertemuan kami, kakak tidak kuat.”Gumamnya disana..
“Ini masalah kak Nay lagi?”Tanya Fatih membuat Habib menatapnya.”Kakak tidak bahagia melihat Acha menikah dengan lelaki yang dia sukai hmm? kakak boleh kehilangan bagaimana perkembangan hidupnya Acha. Tapi doa kakak dikabulkan dan diberi kesempatan melihat hari bahagianya kakak. Kakak akan jadi wali pernikahan mereka.”Ujarnya disana lirih.
“Tapi kakak tidak diminta langsung oleh Acha... hanya Rian yang mengatakan hal itu, apalagi Nayya dan keluarganya yang sangat membenci kakak. mereka berarti tidak ingin adanya kakak dalam kehidupan mereka bukan?”Tanya Habib nanar disana kepada sang adik.
“Kak.” Gumam Fatih putus asa.”Kak Nay tidak datang itu karena dia tidak boleh datang kemari oleh orang tuanya, prihal Acha. Acha sendiri tidak tahu acara ini untuk menyambut kepulangannya. Kakak datang yah. bangkit dan tunjukan jika kakak memang masih mencintai kak Nay. Atau jika tidak kakak harus bangkit untuk menunjukan jika kakak harus melanjutkan hidup kakak. Kakak punya Tuhan kak.. ingat kakak punya Tuhan.. jangan menjadi manusia khufur akan nikmat Tuhan kak.. kakak masih punya iman yang harus dipertahankan.”Ujar Fatih disana mengguncang bahu sang kakak.
Sang Habib hanya terkekeh dan berkata”Iya kakak tidak punya iman...” Gumamnya dengan menangis.
“Fatih tidak mengangap begitu kak.. Fatih tidak bilang begitu, Saya tidak punya cukup ilmu untuk menilai. Tapi saya ingin berbagi sesuatu yang saya dapat setelah merenungkan kisah seorang perempuan penghulu surga. Mungkin kasha ini bisa membuat kakak membuka lebar mata kakak jika didunia ini ada banyak yang lebih sakit dibandingkan kakak. Yaitu cerita Perempuan terbaik, paling shalihah di zamannya; Maryam binti Imran. Bunda dari Nabi Isa Alayhissalam. Alquran mengabadikan ucapan Maryam saat hendak melahirkan Isa alayhissalam."
*Allah mengabadikan ucapan curhat Maryam itu dalam Alquran. Ucapan yang memang hanya Maryam ucapkan dalam kesendirian, bukan di hadapan kaumnya apalagi di medsos yak.
Ucapan tersebut tertulis dalam surat Maryam ayat 22-23. "Dan kisahkanlah di dalam Kitab (Al-Qur’an) tentang Maryam, ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. Rasa sakit hendak melahirkan membawanya pada pohon kurma, ia berkata: “Oh, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tak berarti dan dilupakan.”."
Habib diam menatap Fatih yang menceritakan hal itu, ia ingat dna ia tahu kisah itu. Fatih disana menatap sang kakaknya dengan wajah nanar dan kembali berkata “ Saya membayangkan duka hati Maryam. Seorang gadis yang beribadah siang dan malam di Baitul Maqdis. Semua orang hanya mengenalnya sebagai seorang perempuan shalihah. Lalu tiba-tiba ia hamil tanpa suami? Apa kata dunia?? Maryam tahu tak akan ada yang percaya. Hanya Zakariya dan istrinya, yang yakin akan kebenaran cerita Maryam. Setegar-tegarnya Maryam, setinggi-tingginya iman Maryam, gadis itu tetap hancur hatinya mendengar omongan orang. Itu Maryam, perempuan paling shalihah pada zamannya. Paling banyak zikirnya. Paling bagus ngajinya. Paling tebal imannya. Jangan ditanya ibadahnya. Bisa-bisanya perempuan seshalihah itu akhirnya berkeluh kesah? Bahkan sampai berucap mengharap kematian?Hanya karena omongan orang? Betapa begitu besarnya pengaruh kalimat tuduhan, nyinyiran, dan penghakiman terhadap batin seorang Maryam.” Ujar Fatih membuat habib merenung kembali.
“Bahkan jika dibandingkan dengan sakitnya yang kakak rasakan saat ini mungkin Maryam lebih sakit lagi. ia merasa dikhianati oleh yang paling ia percayai. Yaitu Tuhannya..!!! kakak hanya dikhianati oleh harapan kak, yang dicipatakan sama dengan kakak yaitu dari tanah..” Habib merasa dihujam dengan panah kebenaran dijantungnya.
“Maryam sang manusia pilihan masih bisa merasakan sakit hati, pilu terhadap pandangan orang.Bahkan sampai berandai mati saja. Dilupakan orang. Dianggap tak pernah ada. Daripada harus menghadapi dunia yang tak berpihak padanya. Di situlah saya tersadar. Maryam, perempuan shalihah yang imannya tak mungkin diragukan itu, hanya manusia biasa. Manusia, diciptakan Allah dengan fitrah rasa. Punya emosi dalam jiwa. Keberadaan iman tidak meniadakan gejolak emosi manusia. Melainkan mengarahkannya untuk mengelola segala rasa dalam taat padaNya. Tapi sekali lagi, bukan menghilangkan semua emosinya. Inilah bedanya manusia dengan malaikat.”
“ Butuh waktu bagi kita untuk mengelola emosi jiwa dan buncahan rasa. Ada proses yang perlu dilewati, bukan dalam sekejap mata. Ah, entah mengapa setelah membaca kisah Maryam, saya tak sampai hati menyimpulkan jika seseorang depresi kurang ilam atauun ibadahh????” Justru bisa jadi episode depresi yang mkita alami, adalah cara Allah menaikkan mereka ke derajat yang lebih tinggi. Atas jihad mereka mengelola hati. Siapa tahu, sakit hati yang mereka rasa, adalah jalan menuju surga. Sebab gugurnya dosa. Sebab pahala atas lelah jiwa. ? Jangan-jangan saya yang ujiannya biasa-biasa saja, sedang jalan di tempat belok kiri dikit masuk neraka, hiks naudzubillahimindzalik ....” Gumam Ftaih disana menangis. Habib diam menatapnya ia sadar.. ia SADAR.!!
__ADS_1
“Kembali ke kisah Maryam. Setelah curhatan duka tersebut, Allah pun langsung meresponnya.Ternyata bukan dengan menghardik Maryam karena ia mengeluh berandai mati saja. Allah tidak bilang, "Eh Maryam, gak boleh ngomong gitu! Mana iman kamu?!". Tidak.”
“ Allah Maha tahu, manusia yang ia ciptakan sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Sedang kalut dengan emosi yang mengaduk jiwa. Allah Maha tahu, yang dibutuhkan Maryam saat itu bukan omelan. Bukan nasihat. Tapi dukungan. Ketenangan. Apa yang Allah lakukan?
Surat Maryam ayat selanjutnya, 24-26.
"Kemudian Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyang-goyangkanlah pelepah pohon kurma itu ke arahmu niscaya akan gugur buah-buah kurma yang telah masak itu kepadamu. Maka makanlah dan minumlah, dan senangkanlah hatimu. Jika kamu melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar kepada Yang Maha Pengasih untuk berpuasa, maka aku takkan berbicara kepada seseorang pun pada hari ini.”
"Allah mengutus 'konselor' berupa malaikat Jibril untuk memandu Maryam. Menghalau kesedihan dan menuntunnya fokus pada kekuatan yang masih ia miliki. Perintah untuk menggoyang pelepah pohon kurma untuk menjatuhkan kurma matang adalah cara Allah membuat Maryam percaya dirinya masih punya daya.
Selanjutnya Maryam diminta makan dan minum, serta menyenangkan hatinya. Maryam yang sedang tenggelam dalam rasa sakit karena melahirkan, emosi sedih membayangkan tudingan kaumnya, diberikan kesempatan untuk makan dan minum. Setelah terselesaikan kebutuhan pokoknya tersebut, barulah Allah menyuruh Maryam menyenangkan hatinya. Selama Maryam menata hati, Allah beri ia kesempatan untuk menenangkan diri, memenangkan pertempuran batinnya dengan berpuasa. Maryam diperintahkan untuk berpuasa dan tidak berbicara. Tidak membantah apapun komentar negatif kaumnya.
Masya Allah. Membaca kisah ini sungguh membuat saya merasakan kasih sayang Allah. Bahwa Dia tak pernah meninggalkan hambaNya. Tidak pernah membebani di luar batas kemampuan hamba Nya. Bahwa Allah sangat memanusiakan manusia.
Bahwa ungkapan kesedihan, merasa tak ada harapan, bukanlah pertanda hilang iman. Melainkan pertanda bahwa yang mengucapkannya hanyalah manusia. Ciptaan Allah yang dibekali fitrah rasa. Makhluk yang membutuhkan perlindungan Robb-nya. Sebab kita tak pernah tahu, Allah mungkin sedang menaruh perhatian padanya. Sedang mengamati siapa yang akan ikut dapat pahala dalam skenario ujian seorang hamba. Siapa yang ikut menolong dengan tulus dan siapa yang hanya ikut menjatuhkan sesama.” Ujar Fatih kepada sang kakak.
“Dikisah ini kakak bisa paham kan jika kadang diposisi atau dititik terendah pasti ada m,akna yang tersampaikan da nada hal yang Tuhan kaish kepada kita? yang kita harus lakukan hanya satu. Berusaha. Berdoa dan sellau berprasnagkah baik kepada Tuhan kak... ingat Innalahhama’ana..jangan sampai kakak hidup dengan kesedihan dan mati dalam kekhufuran. Hidup dengan kesedihan dan kesengsraan dan mati dalam keadaan menyedihkan dan jatuh dalam rawaa-rawa kemaran Allah SWT yaitu neraka..!!!!” Ujarnya Fatih membuat habib menatap sang adik dalam.. Fatih disana berkata.”Ayo bangkit... ayo bangun... Tuhan sedang menunggu hal itu..”
...----------------...
Buat kalian... semangat..!!
Kak konfliknhya kok maih ada? Enggak kok. Ini hanya penyelesaikan konflik aja.. terus kok pajang banget cerita yang enggak penting?
Engak kok. Ini kembali ke inti cerita dan penyampaian akan semua cerita.. termasuk skennya Rian dan Rey. Disana aku juga menjelaskan jika bagwasannya poligami itu kadang bukan tentang menyelamatkan kaum duafa tetapi akan hasrat juga. Sebabmanuisa memiliki pikiran untuk menentukamn mana yang terbaik dalam hidupnya, termasuk laki-laki.
Jadi berhenti beralasan
__ADS_1